Episode 7 Pertemuan Keluarga

Acara pertunangan antara Daichi Tama dan Sakura Agata tinggal 2 hari lagi. Hal ini tentu saja membuat kedua keluarga sibuk mengurusan keperluan untuk pertunangan mereka. Bagi kedua keluarga, acara pertunangan yang akan diselenggaran harus sempurna dan berjalan dengan lancar karena akan banyak tamu- tamu yang penting menghadiri acara pertunangan itu, apa lagi mengingat bahwa Daichi Tama adalah cucu terakhir yang akan menikah dari keturunan Tama dan Sakura Agata adalah keturunan wanita satu- satunya di keluarga Agata.

Perjodohan yang terjadi dalam dua group perusahaan ternama di kota itu tentu saja akan menggemparkan semua kalangan,termaksud rekan- rekan bisnis dan pesaing mereka. Dengan perjodohan yang dilakukan tentu saja membuat dua keluarga yang tadinya hanya bersahabat kini menjadi keluarga dan akan memperkuat kedua perusahaan yang mereka miliki.

Malam ini kedua keluarga akan melakukan pertemuan di salah satu hotel mewah untuk membahas acara yang akan selenggarakan. Namun pada saat pertemuan yang akan terjadi nanti malam, sakura tidak akan menghadirinya. Seperti keinginan awalnya, dia hanya akan bertemu dengan Daichi di acara pertunangan mereka, sedikit pun tidak ada terbesit di benaknya untuk bertemua atau bahkan melihat photo dari Daichi Tama sedikit pun dia tidak tertarik untuk mengetahui bagaiman calon tunangannya itu.

**Kantor Daichi ***

Daichi masih saja sibuk dengan pekerjaannya, walaupun pertunangannya tinggal 2 hari lagi,tidak ada yang berubah dengan kesibukannya. Sama seperti sakura, dia juga tidak begitu tertarik mengenai persiapan pertunangannya.

Tok......Tok....Tok...

"Masuklah ucap Daichi yang sibuk menanda tangani berkas yang menumpuk di mejanya.

"Maaf Tuan Daichi ucap sekertaris Yun yang berjalan menghampirinya."Saya barusan mendapat telpon dari kediaman Tama, bahwa kehadiran anda nanti malam ditunggu untuk menghadiri acara pertemua keluarga.

"Lupakan itu sekertaris Yun aku tidak akan menghadiri acara yang tidak penting seperti itu ucap Daichi tanpa mengalihkan sedikit pun pandangannya kepada sekertaris Yun.

"Tapi Tuan, pertemua ini akan membahas tentang persiapan pesta pertunangan anda dan keluarga Agata juga akan hadir dalam pertemuan nanti malam ucap sekertaris yun.

Daichi yang dari tadi sibuk menandatangani berkas yang ada di mejanya, langsung berhenti ketika mendengar ucapan sekertaris Yun.

"Apa aku tidak salah dengar ??"ucapnya dengan wajah yang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.

Keluarga Agata akan ikut dalam pertemua itu??" tanya nya.

"Ya Tuan daichi itulah informasi yang saya dapatkan tadi ucap sekertaris Yun.

"Hmmmmmmm, kalau begitu tentu saja kita harus menghadirinya sekertaris Yun", ucap Daichi dengan senyum liciknya.

"Sakura Agata sebentar lagi kita akan bertemu", ucapnya dalam hati.

"Maaf tuan daichi, bagaiman dengan jadwal anda nanti malam yang akan bertemua dengan Nona Yena ?" tanya sekertaris Yun.

Yena adalah boneka baru dari Daichi Tama, dia adalah model yang menjadi barand ambasador dari salah satu produk yang bekerja sama dengan Departemt Store Group Tama . Kebiasaan Daichi yang suka berkencang denagan wanita- wanita tetap di lakukannya walaupun dia tau sebentar lagi dia akan bertunangan .

"Batalkan saja sekertaris Yun dan katakan kepadan Nona Yena jangan pernah menghubungi ku lagi", ucapnya dengan begitu santai.

Begitulah kebiasaan dari seorang Daichi Tama dia dengan sangat gampangnya mencapakan wanita jika dia sudah tidak membutuhkannya, tanpa dia mempedulikan bagaiman perasaan seorang wanita tersebut.

Beberapa jam kemudian

" Maaf Tuan daichi, apa kita berangkat sekarang, saya takut kita akan telat sampai kesana", ucap sekertaris Yun yang mengingat lokasi pertemuan yang di adakan begitu jauh dari tempat mereka berada sekarang.

"Baikalh sekertaris Yun mari kita berangkat sekarang , aku juga tidak sabar bertemu dengan semua orang yang ada disana", ucap daichi yang berjalan meninggalkan ruang nya.

Selama di perjalana, daichi begitu tidak sabar sampai di lokasi. Dia begitu ingin langsung bertemu dengan sakura tanpa dia tau bahwa dia tidak akan bertemu dengan sakura disana. Mereka pun akhirnya tiba di hotel tersebut. Dia keluar dari mobil dan berjalan menuju ruangan tempat dimana pertemuan itu berlangsung.

Seperti biasa, semua orang sudah berkumpul di jamuan makan malam itu, hanya Daichi saja yang belum hadir. Keluarga Tama dan Agata sudah dari tadi tiba. Tidak semua keluarga Agata yang ikut menghadiri pertemuan itu, hanya beberapa orang saja.

"Disini tuan daichi ", ucap sekertaris yun sambil membukakan pintu untuknya.

Dia pun memperbaiki dasi yang dikenakannya sebelum masuk keruangan tersebut.

Pintu terbuka

Dia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam, semua orang yang berada di ruangan itu seketika mengalihkan pandangan mereka kepada Daichi.

"Maaf, saya datang terlambat" ucap Daichi dengan sopan sambil membungkukkan badannya.

"Dia laki- laki yang sangat tampan kak", ucap Yuka kepada Sena.

Sena hanya diam dan terus menatap kearah Daichi. Ia dia memang sangat tampan,tapi bukan itu yang dibutuhkan sakura batin Sena dalam hati.

"Kau selalu telat Daichi", ucap ayahnya.

"Maafkan aku ayah, kami tadi terjebak kemacetan", ucap Daichi sambil melihat ayahnya dan tersenyum.

Itu adalah seyum palsu dari seorang Daichi karena dia tidak ingin keluarga Agata mengetahui bahwa dia tidak begitu dekat dengan Ayahnya.

"Daichi, kemarilah ini adalah Tuan Tano Agata berisalam kepadanya", ucap kakeknya.

Dia pun berjalan menghampiri Tano Agata dan berjabat tangan dengannya.

"Senang bertemu dengan Anda tuan ", ucap Daichi sambil menjabat tangannya.

"HAHAHa ......jangan panggil aku tuan, panggilan aku kakek karena sebentar lagi kau akan menjadi cucu ku", ucap Tano Agata.

"Ia kakek ",ucap Daichi..

" Kenalkan ini putra tertua ku Himoro Agata yang sebentar lagi akan menjadi ayah mertua mu", ucap Tano .

Daichi pun langsung memberi salam kepada calon ayah mertuanya.

"Yang disebelah sana adalah menantuka, sekaligus calon ibu mertua mu dan disana adalah kedua istri dari cucu-cukuku", ucap Tano yang memperkenalkan keluarganya .

Namun ada sesuatu yang kurang, dimana sakura Agata? Mengapa tidak ada sakura Agata dalam pertemua ini?? Dia selalu bertanya- tanya dalam hatinya.

"Duduklah Daichi ", ucap ibunya.

Dia yang tadinya termenung, kembali sadar saat mendangar suara ibunya yang menyuruhnya untuk duduk.

Jamuan makan malam pun berlangsung, mereka menikmati hidangan yang di sediakan oleh pihak hotel tersebut. Jamuan makan malam itu begitu sangat hangat, semua orang menikmati pertemuan itu. Namun tidak untuk Daichi. Keberadaannya disana hanya untuk bertema dengan sakura, namun dia merasa dirinya sedang dipermainkan oleh sakura Agata.

"Maaf, dimana sakura ucap Daichi.

Sontak saja semua orang yang tadinya sibuk berbica satu dengan yang lain, berhenti ketika mendengar pertanyaan Daichi.

"Dia ada dirumah ucap sena.

"Kenapa dia tidak ikut, bukankah ini pertemuan untuk membahas pesta pertunangan kami ucap Daichi sambil tersenyum .

"Dia kurang enak badan karena dia baru saja pulang dari luar negeri. Jadi dia sedang beristirahat dirumah", ucap sena sambil tersenyum.

Sena harus berbohong kali ini, tidak mungkin dia mengatakan bahwa sakura tidak tertarik mengurusi pertunangan itu atau bahwa sakura tidak tertarik berjumpa dengannya.

"Semoga dia cepat sembuh", ucap Daichi sambil melihat Sena.

"Akan ku sampaikan nanti kepada sakura", ucap sena sambil tersenyum.

"Tenang saja Daichi, kau akan segera bertemu dengan sakura, besok kalian akan menjalani conferensi pers bersama untuk mengumumkan pertunangan kalian", ucap kakeknya.

"Apa???? ucap sena begitu kaget mendengar apa yang baru didengarnya barusan.

"Mengapa kami harus mengadakan konferensi pers kakek?? tanya Daichi.

"Tentu saja publik harus tau tentang kabar bahagia mengenai pertunangan kalian Daichi ", ucap Himoro Agata

"Apa yang terjadi??? Bagaiman dengan sakura???? Apakah dia sudah mengetahui soal ini????Apakah dia setujuh untuk menghadiri konfersi pers itu???? itulah yang ada di pikiran Sena dia sangat mencemaskan kondisi sakura saat ini.

"Besok konfersi pers akan dilakukan di hotel ini dan kami sudah mengundang semua reporter untuk meliput kalian berdua. Setidaknya biarlah kali ini kita membiarkan reporter bebas untuk meliput. Semua sudah disiapakan, jadi jangan telat untuk datang jam 2 siang besok", ucap ayah Daichi kepadanya.

"Baik ayah", ucap Daichi.

Dia sama sekali tidak membantah atau pun menolak mengenai konfersi pers yang akan dilakukan besok. Jujur sebenarnya dia tau maksud dari konfersi pers itu, tentu saja untuk memberikan kejutan kepada semua orang dan menaikan harga saham Group Tama dan Agata. Itu pasti rencana busuk kedua kakek tua itu pikir Daichi dalam hati. Tapi dengan konfersi pers itulah dia dapat bertemu dengan Sakura Agata.

"Sulitnya bertemu denganmu ,membuat diriku semakin penasaran dan tertarik dengan mu Sakura Agata"

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Anastasia Anastasia

Anastasia Anastasia

karma buat seorg casanova...bagus dong d pasangkan dg wanita yg cuek😁

2021-08-30

0

Lina aza

Lina aza

kayanya yg Bucin duluan cowoknya 🤭

2021-01-01

0

Opung Boru Caroline

Opung Boru Caroline

sakura punya sikap yang tegas

2020-12-27

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Prolog
2 Episode 2 Keluarga Agata
3 Episode 3 Tidak Menemukan
4 Episode 4 Penasaran
5 Episode 5 Impian
6 Episode 6 Pertentangan
7 Episode 7 Pertemuan Keluarga
8 Episode 8 Konferensi Pers
9 Episode 9 Akhirnya...
10 Episode 10 Persiapan
11 Episode 11 Hari yang ditunggu...
12 Episode 12 Pertunangan
13 Episode 13 Kembalinya
14 Episode 14 Kemarahan
15 Episode 15 Perubahan
16 Episode 16 PERLOMBAAN
17 Episode 17 Perkenalan
18 Episode 18 Memulai kembali
19 Episode 19 Sandiwara
20 Episode 20 Berteman
21 Episode 21 Pertemuan Kembali
22 Episode 22 Perjanjian
23 Episode 23 Pertanyaan
24 Episode 24 Sera
25 Episode 25 Kesedihan
26 Episode 26 Menyadari
27 Episode 27 Mencoba
28 Episode 28 Membenci
29 Episode 29 Penyesalan
30 Episode 30 Pertemuan Pertama
31 Episode 31 Dulu
32 Episode 32 Sebentar lagi
33 Episode 33 Melupakan
34 Episode 34 Cemburu
35 Episode 35 Hati
36 Episode 36 Keluarga
37 Episode 37 Jawaban
38 Episode 38 Persiapan
39 Episode 39 Bersama(◍•ᴗ•◍)
40 Episode 40 Pertama
41 Episode 41 Kencan
42 Episode 42 Makan
43 Episode 43 No Ponsel
44 Episode 44 H-1
45 Episode 45 Pernikahan
46 Episode 46 Konferensi Pers
47 PENGUMUMAN...
48 Episode 47 Rumah Mertua
49 Episode 48 Malam Panjang
50 Episode 49 Sesuatu Yang Berbeda
51 Episode 50 Menunggu
52 Episode 51 Bersalah
53 Episode 52 Kencan 2
54 Episode 53 Bersama
55 Episode 54 Beruntung
56 Episode 55 Hope
57 Episode 56 Kembali
58 Episode 57 Kepercayaan
59 Episode 58 Mengakhiri
60 Episode 59 Panik
61 Episode 60 Kasihan
62 Episode 61 Mencintai
63 Episode 62 Malam kedua
64 Episode 63 Pagi Yang Membahagiakan
65 Episode 64 Pertemuan
66 Episode 65 Tak Mampu
67 Episode 66 Kebenaran
68 Episode 67 Keras Kepala
69 Episode 68 Hancur
70 Episode 69 Hampa
71 Episdoe 70 Ujian
72 Episode 71 Mencoba
73 Episode 72 Bersyukur
74 Episode 73 Taman Bermain
75 Episode 74 Kaget
76 Episode 75 Mertua
77 Episode 76 Mengetahui
78 Episode 77 Sulit
79 Episode 78 Bertemu
80 Episode 79 Sebentar lagi
81 Episode 80 Luar biasa
82 episode 81 Selesai
83 Episode 82 Kaget
84 Episode 83 Jujur
85 Episode 84 Bahagia
86 Episdoe 85 Makan malam
87 Episode 86 Memohon
88 Episode 87 Tidak habis Pikir
89 Episode 88 Dia
90 Episode 89 Kantor
91 Episode 90 Maaf
92 Episode 91 Packing
93 Episode 92 Bandara
94 Episode 93 Pamit
95 Episode 94 Sekertaris Yun
96 Episode 95 Bulan madu
97 Episode 96 Malam indah
98 Episode 97 Adaptasi
99 Episode 98 Penasaran
100 Episode 99 Mengenang
101 Episode 100 Terjawab
102 Episode 101 Persaingan
103 Episode 102 Dermaga
104 Episode 103 Sayang
105 Episode 104 Pantai
106 Episode 105 Memerah
107 Episode 106 Membiasakan
108 Episode 107 Panik
109 Episode 108 Mengamati
110 Episode 109 Resah
111 Episode 110 Indah
112 Episode 111 Izin
113 Episode 112 Kedatangan
114 Episode 113 Menunggu
115 Episode 114 Cinta pertama
116 Episode 115 kembali
117 Episode 116 Bertemu
118 Episode 117 Kecewa dan kebahagiaan
119 Episode 118 Bingung
120 Episode 119 Bertemu
121 Q&A
122 Episode 120 Keberuntungan
123 Episode 121 Kenangan
124 Episode 122 Marah
125 Episode 123
126 Episode 124 Bertemu dan terwujud
127 Episode 125 Proses
128 Episode 126 Tidak Sengaja
129 Episode 127 Yakin
130 Episode 128 Waspada
131 Episode 129 Sukses
132 Episode 130 Tidak Tenang
133 EPISODE 131 Percaya
134 Episode 132 Peringatan
135 Episode 133 Berjanji
136 Episode 134Menyembunyikan
137 Episode 135 Kepanikan
138 Episode 136 Kehancuran
139 Episode 137 Keluarga
140 Episode 138 Ancaman
141 Episode 139 Saling percaya
142 Episode 140 Bersama
143 Episode 141 Kekuasaan
144 Episode 142 Cemburu
145 Episode 143 Rencana
146 Episode 144 Kekesalan
147 Episode 145 Khawatir
148 Episode 146 Hancur ,
149 Episode 147 Gelisah
150 Episode 148 LEGAH
151 Episode 149 Akhir
152 PENGUMUMAN
153 Pengumuman
154 Pengumuman
155 Pengumuman
156 Sapaan Author
157 Pengumuman...
Episodes

Updated 157 Episodes

1
Episode 1 Prolog
2
Episode 2 Keluarga Agata
3
Episode 3 Tidak Menemukan
4
Episode 4 Penasaran
5
Episode 5 Impian
6
Episode 6 Pertentangan
7
Episode 7 Pertemuan Keluarga
8
Episode 8 Konferensi Pers
9
Episode 9 Akhirnya...
10
Episode 10 Persiapan
11
Episode 11 Hari yang ditunggu...
12
Episode 12 Pertunangan
13
Episode 13 Kembalinya
14
Episode 14 Kemarahan
15
Episode 15 Perubahan
16
Episode 16 PERLOMBAAN
17
Episode 17 Perkenalan
18
Episode 18 Memulai kembali
19
Episode 19 Sandiwara
20
Episode 20 Berteman
21
Episode 21 Pertemuan Kembali
22
Episode 22 Perjanjian
23
Episode 23 Pertanyaan
24
Episode 24 Sera
25
Episode 25 Kesedihan
26
Episode 26 Menyadari
27
Episode 27 Mencoba
28
Episode 28 Membenci
29
Episode 29 Penyesalan
30
Episode 30 Pertemuan Pertama
31
Episode 31 Dulu
32
Episode 32 Sebentar lagi
33
Episode 33 Melupakan
34
Episode 34 Cemburu
35
Episode 35 Hati
36
Episode 36 Keluarga
37
Episode 37 Jawaban
38
Episode 38 Persiapan
39
Episode 39 Bersama(◍•ᴗ•◍)
40
Episode 40 Pertama
41
Episode 41 Kencan
42
Episode 42 Makan
43
Episode 43 No Ponsel
44
Episode 44 H-1
45
Episode 45 Pernikahan
46
Episode 46 Konferensi Pers
47
PENGUMUMAN...
48
Episode 47 Rumah Mertua
49
Episode 48 Malam Panjang
50
Episode 49 Sesuatu Yang Berbeda
51
Episode 50 Menunggu
52
Episode 51 Bersalah
53
Episode 52 Kencan 2
54
Episode 53 Bersama
55
Episode 54 Beruntung
56
Episode 55 Hope
57
Episode 56 Kembali
58
Episode 57 Kepercayaan
59
Episode 58 Mengakhiri
60
Episode 59 Panik
61
Episode 60 Kasihan
62
Episode 61 Mencintai
63
Episode 62 Malam kedua
64
Episode 63 Pagi Yang Membahagiakan
65
Episode 64 Pertemuan
66
Episode 65 Tak Mampu
67
Episode 66 Kebenaran
68
Episode 67 Keras Kepala
69
Episode 68 Hancur
70
Episode 69 Hampa
71
Episdoe 70 Ujian
72
Episode 71 Mencoba
73
Episode 72 Bersyukur
74
Episode 73 Taman Bermain
75
Episode 74 Kaget
76
Episode 75 Mertua
77
Episode 76 Mengetahui
78
Episode 77 Sulit
79
Episode 78 Bertemu
80
Episode 79 Sebentar lagi
81
Episode 80 Luar biasa
82
episode 81 Selesai
83
Episode 82 Kaget
84
Episode 83 Jujur
85
Episode 84 Bahagia
86
Episdoe 85 Makan malam
87
Episode 86 Memohon
88
Episode 87 Tidak habis Pikir
89
Episode 88 Dia
90
Episode 89 Kantor
91
Episode 90 Maaf
92
Episode 91 Packing
93
Episode 92 Bandara
94
Episode 93 Pamit
95
Episode 94 Sekertaris Yun
96
Episode 95 Bulan madu
97
Episode 96 Malam indah
98
Episode 97 Adaptasi
99
Episode 98 Penasaran
100
Episode 99 Mengenang
101
Episode 100 Terjawab
102
Episode 101 Persaingan
103
Episode 102 Dermaga
104
Episode 103 Sayang
105
Episode 104 Pantai
106
Episode 105 Memerah
107
Episode 106 Membiasakan
108
Episode 107 Panik
109
Episode 108 Mengamati
110
Episode 109 Resah
111
Episode 110 Indah
112
Episode 111 Izin
113
Episode 112 Kedatangan
114
Episode 113 Menunggu
115
Episode 114 Cinta pertama
116
Episode 115 kembali
117
Episode 116 Bertemu
118
Episode 117 Kecewa dan kebahagiaan
119
Episode 118 Bingung
120
Episode 119 Bertemu
121
Q&A
122
Episode 120 Keberuntungan
123
Episode 121 Kenangan
124
Episode 122 Marah
125
Episode 123
126
Episode 124 Bertemu dan terwujud
127
Episode 125 Proses
128
Episode 126 Tidak Sengaja
129
Episode 127 Yakin
130
Episode 128 Waspada
131
Episode 129 Sukses
132
Episode 130 Tidak Tenang
133
EPISODE 131 Percaya
134
Episode 132 Peringatan
135
Episode 133 Berjanji
136
Episode 134Menyembunyikan
137
Episode 135 Kepanikan
138
Episode 136 Kehancuran
139
Episode 137 Keluarga
140
Episode 138 Ancaman
141
Episode 139 Saling percaya
142
Episode 140 Bersama
143
Episode 141 Kekuasaan
144
Episode 142 Cemburu
145
Episode 143 Rencana
146
Episode 144 Kekesalan
147
Episode 145 Khawatir
148
Episode 146 Hancur ,
149
Episode 147 Gelisah
150
Episode 148 LEGAH
151
Episode 149 Akhir
152
PENGUMUMAN
153
Pengumuman
154
Pengumuman
155
Pengumuman
156
Sapaan Author
157
Pengumuman...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!