Bab 17

Setelah membuat Sarla menyerah mengancam dengan menyebut nama sang kakak, Morean pun membawa Sarla ke appartement miliknya paksa, tidak memperdulikan teriakan dan pekikan Sarla di mobil yang beberapa kali membuat dia lepas fokus dan nyaris membuat mereka tertabrak.

Morean mengurung wanita itu di kamar pribadinya dan tiba-tiba dia harus kembali kerumah sebab sang ayah mengalami sebuah kejadian buruk, Tuan Rodriguez Sanden jatuh dari kamar mandi dan harus mendapatkan perawatan intensive dirumah sakit.

Morean sudah membuat siapapun disana untuk tidak memperbolehkan sang keponakan masuk dalam keadaan apapun tidak ingin kecurian seperti saat itu dan dia juga membatasi siapapun disana, memperbolehkan masuk hanya dua pelayan saja sebab dia tidak ingin siapapun melihat Sarla disana.

Sarla terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa yang lelaki itu mau? Bagaimana bisa ia kenal sang kakak, apa sebenarnya yang dia dilakukan disana dan muncul lagi di hadapan ku.

Dalam lamunanya di kamar memeluk kedua lututnya, tiba-tiba Sarla menoleh pada pintu yang terdengar terbuka setelah beberapa jam disana akirnya pintu itu Morean datang.

Ya Morean muncul disana, masih berpakaian yang sama dan wajahnya yang selalu tampat tersenyum mencibir dan tatapan penuh hinaan menjelaskan dia bisa melakukan apapun sesukanya.

Sarla mengalihkan wajahnya kala melihat Morean datang ia menarik nafas lalu memilih menundukkan wajahnya kemudian.

“Saudarimu dalam keadaan baik-baik saja.” ucapmya seakan tahu isi hati Sarla.

Sarla pun mengangkat wajahnya menatap lelaki itu, “Di mana Molina? Apa yang kau lakukan padanya, dia tidak ada urusannya dengan mu.”

Segera mungkin Morean mengeluarkan ponselnya menggeser sebentar lalu memperlihatkan sebuah tampilan gambar disana, “Ini kesempatan yang ia inginkan, ini yang dia sangat impikan, kau tahu ini dimana bukan?”

Mata indah Sarla melihat begitu serius pada tampilan layar itu, sungguh dia adalah benar sang kakak yang tampak sedang dilakukan penanganan di sebuah rumah sakit di luar Madrid.

Dari logo disana Sarla kenal itu merupakan sebuah rumah sakit khusus mata salah satu terbaik dunia yang sudah sedari lama Sarla ingin sekali bawa sang kakak kesana, hanya saja jika kesana ia harus mempunyai biaya yang sangat fantastis, dan jika dia berkerja puluhan tahun pun dia rasa tidak akan mungkin sanggup mebayar biayanya.

“Tidakkah aku peduli?” Morean memasukan lagi ponselnya.

Helaan nafas Sarla terdengar mengudara, “Kau menjebakku, lewat Molina! Apa yang kau mau, Iblis!” Sarla tidak bodoh ia begitu paham lelaki ini pasti mempunya maksud dan tujuan lain.

“Kau dan seluruh hidupmu!” Jawab Morean santai.

“TIDAK AKAN, TIDAK AKAN PERNAH!” Sarla menatap nyalang Morean, “Tidak puaskah kau mengancurkan semuanya, kau menodaiku, iblis!” Sarla benar-benar menatap berapi-api dengan nafas yang naik turun, rasanya ingin sekali merajamnya, dia memang pantas di anggap iblis berbuat hal apapun tanpa pernah memikirkan yang di rasakan orang lain, “Karenamu aku harus meninggalkan kota ini, pekerjaanku, kekasihku, sahabat ku.”

“Aku tidak pernah memintamu melakukannya.”

Morean berjalan masuk, Melangkah kearah susunan koleksi anggurnya, tampak ia mengambil dan membuka penutupnya disana.

“Kau yang pergi sendiri melarikan diri karena mengasihani kekasihmu, tapi kau lupa terikat sebuah urusandengan siapa.”

“Aku tidak peduli berhadapan dengan siapa, aku tidak peduli siapapun kau! Dari awal kau sudah menjebakku membuat ku tidak sadarkan diri, sekarang kau memperlakukan ku seperti ini memanfaatkan ku lewat kakak ku, sebenarnya apa mau mu, aku dan kau tidak saling mengenal, aku bahkan tidak sudi mengenal mu.”

Morean yang sudah membawa gelas anggurnya pun mengulurkan tangan pada Sarla, “Maka mari kita berkenalan, Nona! Aku Morean Sanden pemilik 80% gedung ini, pemilik perusahaan raksasasa dalam yang mencakup banyak bidang hingga ke beberapa negara dengan ratusan ribu kartawa mungkin jutaan, juga orang terkaya di kotai ni mungkin salah satu didunia ini.” Morean membusungkan dadanya angkuh, masih sembari mencibir mensesap anggurnya.

“AKU TIDAK PEDULI SIAPAPUN KAU!” Sarla memekik sangat kuat, matanya memancarkan kebencian dengan nafasnya yang terdengar berat sekali.

“Oh..jangan berteriak sayang, aku belum melakukan apapun, bukankah kau ingin tahu siapa aku? Kita di pertemukan dalam sebuah hal yang tidak terduga di malam itu, kau ingin tahu lagi?"

Morean masih bersikap tenang, ia pun meletakkan gelas anggurnya disebuah meja, lalu ia meraih sebuah remot dan duduk disebuah sofa single disana, seketika saja sebuah layar besar muncul dari atas sana, Morean mengarahkan sesuatu dan seketika sebuah berita tampil disana.

Berita itu pun menayangkan sebuah berita yang sempat hampir menggemparkan namun Morean berhasil mengatasinya agar tidak lagi ditayangkan sebab akan banyak imbas buruk termasuk saham perusahaan yang mengelola gedung itu juga.

Telah terjadi sebuah kecelakaan di gedung parkiran Eddewars towers dan sedang di sekidiki penyebabnya, menewaskan 3 orang, seorang supir dan penumpangnya dan juga salah seorang dibawah sana yang sedang berada didasar parkiran.

Morean segera mematikannya, melihat pada wajah cantik Sarla yang masih tidak paham, hanya mengerti tentang tanggal dan tempat yang sama dengan keberadaanya saat itu.

“Kau tidak ingin bertanya? Baiklah, aku akan menjelaskannya, Supir yang tewas adalah supir keluargaku, penumpangnya adalah Tuan Lindon, kau kenal dia tentunya? Dan satu lagi adalah seorang karyawan gedung tersebut.”

Sarla terkesiap, ia begitu terperangah jelas sekali dia kenal Lindon yang pernah menjadi korban tipuanya, “Lindon?”

“Ya, kau kenal bukan? Kita bersama-sama malam itu dan aku tidak menjebakmu namun kita semua terjebak dan menjadi korban…”

Sebua kenyataan yang akhirnya Sarla tahu, berita itu jelas adanya tidak mungkin dibuat-buat bahkan menayangkan cctv kecelakaan itu, “Siapa yang membuat itu terjadi? Apa yang dia mau…”

"Menurutmu?" Morean menyengir kuda.

Sarla diam sejenak sudah jelas itu terjadi di tempat lelaki itu, terjadi disalah satu ruangan yang tempati di gedung itu artinya pelakunya adalah musuh lelaki itu dan berniat jahat padanya.

Morean pun tertawa melihat ekspresi Sarla yang terlihat berfikir jauh, Morean bangkit seketika dan berjalan ke ranjang mendekat kepada Sarla, “Kau yakin ingin tahu, sayang?” Morean berucap dengan nada menggodanya.

“Menjauh, menyingkir!” Sarla beringsut takut.

“Katakan saja dari jauh!” Peluk Sarla erat lututnya ketakutan ia berusaha melindungi dirinya agar tidak mendapatkan perlakuan lelaki itu lagi.

“Jika kau tahu, lalu kau akan berbuat apa?” Seringai Morean menatap pada netra indah Sarla.

“Membuat perhitungan padanya dia membuat semuanya hancur, kehidupanku!” Tegas Sarla dia sudah di ujung ranjang bahkan hamoir terjatuh.

“Tidak ada yang hancur, kau lihat karena itu terjadi kakakmu menemukan jalan untuk sembuh, sekarang masih bisakah kau mengatakan aku menjebakmu atau memanfaatkan mu?”

“Katakan siapa pelakunya!” Pekik Sarla lagi.

Morean berusaha tenang berngsur duduk, “Kekasihmu sendiri, Keponakan ku tersayang, Juless Breu Rodriguez Sanden…” jawab Morean dan seketika menelentangkan tubuhnya keranjang didekat Sarla lalu menatap langit-langit kamarnya seraya tersenyum.

Sarla tersentak, “PEMOBOHNG! KAU PEMBOHONG! TIDAK, DIA TIDAK SEPERTI ITU!”

Sarla memekik begitu tidak bisa menerima, sungguh baginya ini sangat mengejutkan, lelaki ini mengatakan Juless pelakuknya dan Juless adalah keponakannya, tidak, ini tidak bisa ia terima dengan logika, walau dia tahu Juless pernah menceritakan dia memiliki seorang paman yang benar-benar protektive padanya.

“Terserah jika kau tidak percaya, kau lihat figura disebelah mu, dia adalah keponakkan yang aku besarkan tidak ku sangka di tega menjebakku.”

Sarla melihat pada meja disana yang seketika yang sedari tadi sangat enggan ia lihat sebab begitu benci pada lelaki ini dan berfikir itu adalah foto keluarganya, Sarla shock memegangi dadanya sungguh ini adalah benar potret Juless kecil, Ia pernah melihat ini dulu Juless sempat menunjukkannya.

“Tidak-tidak mungkin, aku tidak percaya!”

“Dia ingin menjebakku, tidak disangka kau yang menjadi korbannya, ku akui benar memang malam itu aku yang membuat kau datang sebab aku tidak menyukai hubungan kalian karena kau menjadi wanita panggilan banyak lelaki lalu menipu mereka, tidak ku sangka semuanya berbalik arah.”

Nafas berat Sarla mengudara lagi, merasakan seperti tertimpa runtuhan gedung mengetahui semua ini, “Sudah ku duga, semua ini tentunya ada dalang yang menyusunnya.”

“Tapi aku tidak membuat semuanya menjadi kacau, kekasihmu yang membuatnya hingga mengorbankanmu lalu membuat beberapa nyawa melayang hanya karena kekesalannya pada ku melarang hubungan kalian.”

Sarla seketika berdiri diranjang itu, “Aku akan temui Juless!”

Morean pun bangkit seketika menarik tangannya hingga Sarla jatuh keranjang lagi, "SAKITT!"

“Tidak ada pertanyaan apapun untuknya, tidak ada pertemuan lagi dan tidak akan ada hubungan apapun lagi! Kau dengar itu!" Morean menegaskan dengan suaranya yang lantang.

“Lepaskan aku, iblis!” Sarla memberontak, “Tidak ada urusan apapun tentang aku dan Juless, aku hanya ingin memperjelas semuanya!”

"Ini menjadi urusanku!" Morean semakin mengunci tanga Sarla dan bangkit, ”Aku tidak akan biarkan kau keluar dari sini apa lagi menemui dia!”

“Lepas, aku akan tanyakan dia langsung, bisa saja ini kesalahan—“ Sarla terus memberontak dia nyaris terlepas.

“Tidak!” Morean menatap sengit Sarla, tatapannya mengunci membuat Sarla sedikit takut, ia tidak akan membiarkan Sarla bertemu lagi dengan Juless, “Kau tidak akan pernah menemui dia."

"Bukan urusan mu!"

”Kau dan dia sudah berkahir, berhenti membantah!” Tarik kasar Morean baju Sarla hingga terkoyak dibahunya.

"Lepaskan aku iblis--"

“Kakakmu ada ditanganku, menemui Juless artinya kau mengikhlaskan kakakmu.”

.

.

.

.

.

Next>>

Ini aku up banyak pastikan Like dan comment setiap naik, bunganya juga.☺

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

oooh paman yg tampan lembut lah sdkit

2022-12-29

0

Sofia Gisheilla

Sofia Gisheilla

paman memang sesuatu,mengungkapkan cinta dengan cara romantis xixiixixiiii

2022-07-14

0

Anonymous

Anonymous

seru ceritanya...

2022-05-02

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!