Bab 9

“Kau masih belum ingin pulang, Bos?” Luke melihat pada waktu ini sudah waktunya dimana Morean akan pulang.

“Tidak, lakukan saja perintahku, lihat wanita itu dirumahnya! Aku masih ada beberapa pekerjaan.”

“Ku rasa kau juga harus beristirahat Bos, dari kemarin hingga hari ini aku melihatmu hanya tidur beberapa jam saja, besok juga kita akan melakukan pertemuan dengan istri Lindon dan pengacaranya, bukan?”

Morean memijat pelipisnya, “Langsung berikan dia tawaran dengan nominal yang besar, wanita itu adalah istri kedua Lindon dandia tidak diterima di keluarga bangsawan Lindon Petruz, aku tahu dia sengaja memperlama kasus ini sebab menunggu nominal yang besar apalagi terkait keluarga ku, aku kenal dengan wanita itu, aku juga kenal dengan istri pertama Lindon dia pasti sudah mengikhlaskan kematian Lindon sebagi real memang kecelakaan biasa.”

“Baik Bos! Kau yakin tidak pulang?” Luke bertanya lagi.

Morean pun bangkit, “Kau seperti wanita Luke, suka memaksakan sesuatu, baiklah aku pulang sekarang kita singgahi rumah wanita itu!”

Luke adalah seorang tangan kanan Morean yang sudah bekerja dengan Morean sejak kematian kedua orang tua Juless, Luke merupakan anak salah seorang korban yang ada dalam kecelakaan tersebut, beruntung sang ibu selamat dalam kecelakaan dan mereka diangkat untuk tinggal bersama keluarga Rodriguez Sanden sang ibu adalah kepala pembantu sekarang dan Luke menjadi asisten Morean sejak usianya dulu masih sangat belia.

Mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh dari kantor Morean menuju pemukiman penduduk tempat tinggal Sarla berada, hingga Luke meminta supirnya untuk berhenti sebabmereka sudah sampai disebuah gang kecil yang tidak bisa di lalui mobil.

Morean melihat keluar, “Dimana rumahnya, ini sebuah dermaga yang sudah tidak lagi beropersi bukan?”

“Di sebelah sana bos, masuk gang disebalik gedung tua dermaga itu, ada banyak pemukiman penduduk disana. Kendaraan beroda empat tidak bisa masuk kesana, kita harus berjalan kaki masuk beberpa piluh meter kedalam, tapi kau tunggu disini biar aku saja yang mencaritahunya."

“Hemm…pergilah!” Morean pun menyandarkan dirinya malas, ia akan menunggu di mobil saja.

...***...

Lama sekali Luke dan sang supir kembali ini bahkan sudah hampir 30 menit Morean disana, ia pun mulai jengah dan menegakkan tubuhnya seraya mengedarkan pandnagannya keluar, tiba-tiba di jalanan gang yang tamaram itu ia melihat seorang perempuan memegangi tongkat berjongkok seperti mencari sesuatu.

Netra Morean melihat wanita itu serius sepertinya dia tidak bisa melihat, seketika saja Morean melompat turun kala wanita itu hampir berbelok masuk kesebuah lubang jalanan yang terlihat dalam dengan beberapa potong balok kayu dan besi-besi tua didalam sana.

“Nonaaaa! Awas lubang!” Tarik Morean.

Wanita itu pun tersentak dan menjatuhkan kantung belanjannya. “Oh Tuhan, terimkasih!” ia pun mundur kebelakang membuat Morean pun melepaskan tarikanya. “Terimakasih Tuan, terimaksih sudah menyelamatkan saya.” Ia trusmemberi anggukan hormat.

“Ma-af—"

“Ya saya tidak bisa melihat, sekali lagi terimakasih sudah membantu saya!” Ia pun pergi dari sana.

Morean terperangah dia berdiam sejenak, “Dimana tempat tinggalmu, saya juga tinggal disekitar sini! Ayo sekalian jalan!” Morean pun akan melihat Luke kedalam sana, kenapa dia belum juga kembali.

“Oh ya, anda tinggal di daerah sini, bekerja di pabrik roti Santana, biasanya para lelaki yang tinggal disini adalah karyawan disana? Tapi saya asing dengan suara anda.” tanya wanita itu.

“Ah iya saya orang baru.”

Morean pun menuntun wanita buta itu berjalan untuk pulang seraya menghubungi Luke mencari tahu keberadaanya, Morean mengingat mendiang sang ibu, dia juga dulu tidak bisa melihat sebelah kanan matanya. Tidak ada pembiacaraan yang serius wanita itu pun terus membahas tentang Morean yang bekerja di toko roti hingga tidak lama mereka pun sampai.

“Tissot nomor 2b!” ujar wanita itu seperti sudah sangat hafal dengan rumahnya, seketika membuat Luke dan Morean yang bertemu disana pun terkesiap saling bersitatap. Morean meminta Luke jangan bersuara apapun.

“Ini tempat tinggalmu?”

“Ya, aku yatim piyatu dikota ini hanya tinggal bersama adikku tapi dia sedang pergi bekerja ke tempat saudari temannya, terimaksih sudah membantu saya, kenalkan saya Molina!” Wanita itu mengulurkan tangannya kearah yang salah.

“Sanden!” Sambut Morean kemudian menyambut tanganya. “Lain kali mungkin kau bisa meminta adikmu untuk menyediakan bahan makanan di rumah, sangat bahaya keluar malam-malam dengan keadaanmu seperti ini.”

Molina tersenyum, “ Tadinya aku keluar bersama temannku tapi dia pulang karena sesuatu hal yang mendadak, biasanya adikku juga selalu menyediakannya tapi belakangan ini dia begitu sangat sibuk bekerja, seperti ini dia bahkan tidak pulang, ya....kau lihat demi kehidupan kami dan mataku,” Molina tertawa lagi, "Aku sudah banyak menyusahkannya, baiklah selamat malam tuan Sanden senang mengenal mu.”

“Malam....” Morrean seakan tertampar oleh sebuah kenyataan yang sebenarnya, ternyata selama ini dia adalah salah menilai wanita itu benar-benar salah.

Morean masih terus menatap pada Molina yang tertatih-tatih mengarahkan tongkatnya masuk kedalam rumahnya yang terbilang sangat sederhana itu, ia meraba-raba disana untuk membuka kuncinya susah payah hingga setelah lama dan kesusahan dia pun berhasil membuka pintu itu dan masuk kedalam sana.

Luke sang supir juga Morean masih terus tidak bersuara disana agar tidak diketahui keberadaan mereka, hingga akhirnya mereka pun kembali juga, Morean menjadi berperang pada dirinya dia salah menilai wanita itu, dia salah menilai jika Sarla memanfaatkan keponakannya hanya untuk kesenangan semata, nyatanya wanita itu adalah seorang tulang punggung dan pejuang dikeluarganya.

“Bos?” tegur Luke.

“Diam Luke! Cepat jalan!” Morean seakan paham Luke yang akan berceloteh seperti orang tua.

Morean masih terus merasa bersalah yang artinya semua di mulai dari dia terlalu egois dan possessive pada Julles lalu ingin menjebak Sarla, terjadilah Juless yang membuat ulah hingga terakhir Sarla dan yang lain menjadi korban atas semuanya.

“Kau tidak ingin memastikan wanita itu ke tempatnya Bos?”

Morean menoleh pada Luke, “Untuk apa?”

“Bisa saja dia frustasi lalu bunuh diri, pagi tadi aku bertemu Juless dia terlihat sangat gusar dan ku tanyakan kenapa? lalu dia menjawan kekasihnya menghilang semalaman tidak pulang, bagaimana mungkin kekasih tidak mengabarkan kekasihnya, jika dia mati artinya wanita buta itu sebatang kara.”

“Apa yang kau bicarakan, kenapa terlalu jauh! Bagaimana dengan supir dan orang yang tewas si parkiran lantai dasar itu, apakah semuanya sudah beres?”

“Dari hari pertama aku sudah membereskan meminta maaf mewakilkan semuanya dan turut berduka cita sedalamanya, mengenai keluarga mereka yang masih ada tanggungan akan masuk kedalam pihak penerima bantuan Yayasan Rodriguez Sanden seperti yang lainnya.

“Baiklah walaupun tidak mudah setidaknya merekatahu semua diluar kendalikita dan artinya semua sudah selesai tinggal selesaikan dengan istri Lindon saja! Mengenai wanita bernama Sarla itu ku rasa benar kata kakaknya dia sedang bekerja.”

“Kau lupa dia kecelakaan Bos? Bagaimana mungkin dia sanggup bekerja?”

“Sial, kenapa kau begitu prihatin dengan wanita itu, malam itu adalah sebuah kecelakaan kami saling tidak sadarkan diri apapun yang terjadi semua di luar kendali ku juga!”

“Setidaknya kau harus pastikan dia benar-benar masih ada dan hidup, baru bisa menganggap ini semua selesai, Bos!”

Morean mendengkus kesal, “Kau cari tahu saja Luke kepala ku sakit!” Moran pun memijat pelipisnya, nyatanya dia tidak bisa tenang terus menerka-nerka kemana wanita itu bahkan Juless saja tidak tahu kabarnya, bagaimana jika benar dia frustasi lalu bunuh diri.

Apa peduli ku?

Ya.. kau harus peduli, kau penyebab semuanya Morean.

Helaan nafas Morean begitu berat kini Morean tahu kenapa Juless begitu membela dan rela bertengkar dengannya setelah mengambil dana yang banyak keluarga mereka tanpa kejelasan, karena memang wanita itu patut di perjuangkan sebab dia adalah seorang pejuang, Morean meremasi tangannya ia ingat Sarla kemarin menggenggam tangannya itu menahan kesakitannya sebuah rasa bersalah yang teramat dalam pun muncul didalam diri Morean semua ini dialah penyebabnya, dia si berengsek itu benar kata wanita itu.

“Hubungi lelaki bernama Virel itu, Luke! Aku yakin dia tahu segalanya!" ucapnya tiba-tiba.

Next >>

JANGAN ADA YANG SPOILERR BLA BLA⚠️⚠️, NIKMATI SAJA 🤗 LIKE HADIAH N COMMENT.

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

morean kau harus tanggung jwab kasian sarla

2022-12-28

0

Reni Miranti

Reni Miranti

ceritanya bagus, cm penulisannya sedikit kurang rapih. masih banyak kata pengulang dan tanda baca yg kurang tepat.

2022-06-17

0

Najwa_auliarahma

Najwa_auliarahma

si Luke ini kaya nya lebih bijaksana deh ketimbang bos nya ..

2022-03-28

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!