Morean kembali le appartemen setelah menghantarkan Sarla kerumah sakit dan sempat menunggunya beberapa lama tadi disana menyaksikan dia di tangani, wanita itu benar-benar lemah dan butuh penangannan khusus.
Luke sang asisten juga menceritakan apa saja yang terjadi dimalam itu, sontak saja membuat Morean begitu shock, jelas sekali semua ini adalah sebuah kejadian yang di buat, bukan hanya kebetulan, penyelidikkan pun Morean
perintahkan pada Luke menggunakan para ahli dan pihak-pihak terbaik untuk mengidentifikasi zat yang membuat mereka semua tidak sadarkan diri dan bertingkah diluar batas itu.
Rekannya yang tewas adalah bukan orang biasa, keluarganya adalah kelas bangsawan yang pasti tidak akan membiarkan begitu saja anggota keluarga mereka tewas dalam sebuah pertemuan di Eddewars tower, jika itu kecelakaan pasti ada sebab-nya bukan hanya ketidak sengajaan jatuh begitu saja karena kelalaian supir, bisa saja itu ketidak sengajaan yang dibuat.
Benar-benar menjadi masalah bagi Morean yang mana dia juga membuat masalah besar bersama kekasih keponakannya dan ini juga bertambah lagi, Morean mengedarkan pandangannya kesekitar memegangi rahangnya memeperhatikan pemeriksaan dan orang-orang disana.
“Hanya para pelayan dan Juless yang masuk ke kamar mu malam itu Bos!” Luke mendapatkan rekaman cctv.
“Juless datang malam itu?” Morean terkesiap, bagaimana mungkin dia pelakukanya.
“Ya Tuan, Juless da disana saat nona Sarla di ruang ganti, obat yang di masukan adalah bahan-bahan sintetis dari berbagai macam obat-obatan terlarang yang di larang beredar sebab bisa membuat penggunanya hilang kesadaran, pingsan bahkan mengalami gagal jantung juga kerusakan orak dan juga di beri beberapa tambahan obat-obatan perangsang, wajar saja nona Sarla sakit dia mengalami dehidrasi dan juga jantung yang di buat berkerja keras.”
“Juless pelakunya! Tidak mungkin, bagaimana mungkin dia tega, membuat ini pada ku!”
“Permisi bos, saya akan memastikan lagi!”
Morean menarik nafas berat, menerka-nerka seraya kembali duduk disebuah sofa besarnya disana, Apa motif Juless jika benar dia yang melakukan ini, ingin mencelakaiku? Morean tidak akan menuduhkan itu dengan menudingnya langsung, cukup mencari bukti lalu melihat kebenarannya, Juless akan pergi jika tertuduh sang ayah sangat menyayangi Juless dia bisa berbuat apa saja dan mendapat dukungan dari kakeknya itu.
“Jika benar, artinya kau begitu bodoh Juless, kau menghancurkan dia, kekasihmu sendiri! Hasil mu menentangku karena cinta bodoh mu itu sia-sia!”
Baru saja dia mengumpati sang keponakan, tiba-tiba saja bayangan Sarla tidur menampilkan wajah sendu, lembut nan cantiknya memeluk Morean pun berputar dikepala lelaki itu, sebuah titik kesempurnaan dan gelombang rasa yang tak terlupakan malam itu seakan muncul dan menyisahkan bekas rasa, Sial! Morean mengeram kesal, bangkit dari duduknya. Wajah cantik Sarla menghantuinya menyisahkan sebuah kesan yang berbeda.
"Wanita sialan...."
***
Di rumah sakit Sarla sudah sadarkan diri ia menyapukan pandangannya kesekitar, berada dalam sebuah ruangan super mewah ya ini rumah sakit Sarla sadar akan itu, ia melihat tangannya mengalir cairan infus memperhatikan seluruh tubuhnya luka-luka, lalu ia menyentuh wajahnya sisi kanan-nya begitu banyak perban, Sarla ingat dia di hantam sesuatu dari kanan dan saat itu seketika dia dikerumuni.
“Siapa yang membawa kesini?” Sarla masih terus memperhatikan keseluruh seisi ruangan, tidak lama seorang perawat datang.
“Selamat siang nona Wilamo? Bagaimana keadaanya hingga sore ini?”
Sarla menggeleng, “Siapa yang membawa saya kesini, suster?”
“Keluarga Rodriguez Sanden, Tuan Morean sendiri yang membawa anda, nona? Saya fikir anda adalah kekasihnya!”
Morean? Sarla ingat betul malam itu seseorang memanggil nama Morean disana, Sarla seketika menutup wajahnya.
Iblis terkutuk! setelah menjebak, membuat tidak sadar, di nodai kini dia menolongnya, apa mau dia sebenarnya? Ada salahku pada lelaki itu! gumam Sarla dalam hati membiarkan perwarat itu memeriksanya dan beberapa orang lain kemudian menghantarkan makanan, Sarla pun mencari-cari cara agar keluar daril sini.
Akan berapa kesialan lagi yang terjadi jika dia terus disini? lalu akan apa yang lelaki sialan itu mau? Bisa saja dia memperhitungkan semua biaya disini! membuanya menjadi pembantu atau tawanan yang akan terus di siksa.
“Semoga lekas membaik, makanan nya bisa segera di makan!”
Setelah memastikan keadaan Sarla membaik perwat itu pun pergi.
Sarla segera melepas jarum infus yang menancap di tangannya dan segera turun dari pembaringannya, Sarla yang sudah memakai pakaian khusus rumah sakit pun mengintip keluar untuk melihat situasi dan pergi dari sana.
OMG….
Seketika ia membalikkan tubuhnya, ia terkesiap ada banyak orang yang menjaganya ternyata di depan pintu, “Kenapa mereka menjaga ku!” Sarla menggigit jemarinya, bagaimana dia akan pergi dari sini, dia tidak boleh mengulur waktu sangat tidak sudi bertemu lelaki itu lagi.
Sang kakak pasti sedang sangat khawatir padanya saat ini, ponsel? Dimana benda itu? Sarla berjalan disana mencari dimana ponsel miliknya mengedarkan pandangannya kesekitar, lalu membuka laci-laci nakas disana. Benda pipih miliknya itu tidak ada.
Sarlapun menunduk disana, kenapa bisa seperti ini semuanya? “Virel kau dimana?” Sarla meremasi tangannya, ia menangisi dan meratapi dirinya semua masih begitu terasa tidak nyaman saat ini , lelaki itu merenggut yang telah di jaga dia merenggutnya.
“Berengsekkkk…!” Sarla begitu frustasi.
Seketika ia sadar dia tidak boleh meretapi dirinya disini, dia harus segera pergi, lelaki itu mempunya main power yang cukup kuat dia bisa melakukan apa saja, Sarla bersumpah tidak ingin lagi berjumpa lelaki itu, bersumpah tidak menjadi wanita panggilan dan membohongi orang lagi mungkin saja ini semua akibat dari pekerjaanya itu.
“Kita harus pindah kak dari sana, kita akan pindah cari tempat tinggal baru!” Sarla pun bangkit, matanya menangkap sebuah kamar mandi mungkin disana ia ada celah untuk keluar.
Di kamar mandi rumah sakit itu, Sarla naik ke atas closet melihat keadaan disana melaui fentilasi kaca, bersusah payah ia naik dan akhirnya melihat disana, sepertinya jendela ini mengarah pada bagian belakang rumah sakit ada banyak tanaman dan pohon disana mungkin dia bisa menjatuhkan diri di tanaman pagar itu.
Sarla menahan tubuhnya yang masih sakit atas tertabrak dia mencari benda-benda tambahan untuk bisa membuatnya naik ke atas fentilasi itu, Sarla merasa heran kenapa para penjaga disana tidak masuk melihatnya. Kenapa hanya menjaga tanpa memastikan keadaannya.
Terserah itu lebih baik fikirnya, ia pun kembali memanjati benda-benda disana berusaha untus bisa naik ke fentilasi, jika salah jatuh mungkin dia akan mati tapi mungkin itu yang terbaik dari pada menjadi tawanan disini dan dia tidak tahu akan dibuat menjadi apa oleh lelaki itu.
***
Beberapa jam berlalu.
“Bos! Wanita itu melarikan diri, dia melompat dari fentilasi kamar mandi!” Luke baru saja mengirimkan cctv disana, semua pengaman memang dilarang masuk kecuali atas izin Morean lelaki itu memberlakukan itu agar Sarla tidak terusik disana, nyatanya dia malah melarikan diri.
Morean mendengus, “Dia selamat?” selidik Morean mengingat itu adalah lantai 3.
“Berhasil lari dan sekarang sedang dicari!”
“Minta mereka kembali, biarkan dia pergi! Itu lebih baik! pastikan Juless tidak tahu atas apa yang sudah terjadi begitu pun ayahku!” Morean pun bangkit dari duduknya.
Morean tahu, Sarla bukan wanita biasa dia sangat cerdas dan licik, dia tahu apa yang terbaik untuknya, sekarang tinggal melihat saja bagaimana kedepan nanti apakah dia masih bersama Juless tapi Moran rasa itu mustahil dia pasti akan melepaskan Juless hanya saja Juless yang tidak akan mau itu.
“Kau sendiri memutuskan eratan tali mu Juless dengan cara yang begitu tragis bahkan menewasakan beberapa orang karena perbuatanmu itu!” Morean menyeringaikan cibiran, segera pergi dari sana.
.
.
.
Next » Lagi? hadiah dulu 🙃 butuh perjuangan sampai sini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
julesbkau sendri yg akn stress😂
2022-12-28
0
Najwa_auliarahma
hadeuh juless juless 🤦🤦🤦
2022-03-28
0
Tri Setyaningsih
terima kasih author....
disaat jenuh baca noveltoon tiba" ketemu tulisanmu dan aq suka...
tq
2022-01-30
0