Bab 15

“Bos, ada sebuah tempat khusus disebelah sana!” Tunjuk Luke ke sisi sebalah kiri Restoran.

“Ada? Baiklah aku akan ke tempat itu, buat orang-orang disini biasa saja jangan terlihat seperti kita adalah pemesan tempat ini hari ini.”

Morean pun di persilahkan menuju kesebuah tempat khusus itu, sebuah ruangan yang berukuran cukup besar dan memiliki fasilitas layaknya ruangan Vip dengan furniture yang lebih berkelas dan peralatan makan di meja yang sepertinya di design khusus.

Sarla terus menyibukkan dirinya di meja lain agar dia tidak diminta melayani lelaki iblis yang begitu ia benci itu, namun matanya terus berjaga-jaga dan memasang kewaspadaan kepada apapun yang ia tidak akan pernah tahu kapan saja kesialan akan datang lagi, sungguh dia begitu trauma atas semua yang terjadi kala itu.

Bahkan tidur saja ia seperti merasan lelaki itu ingin mencekiknya dan tertawa lebar di hadapannya.

“Sarlaa! Ini tugas mu, layani tamu di ruangan Emerald pastikan mereka puas atas pelayanan kita!” Perintah salah seorang pelayan senior padahal dia yang ingin melayani namun sang owner meminta Sarla saja yang melayani mereka.

Sarla yang sedang mengangkat nampan seketika tangannya seperti berar, pegangannya seketika kaku, “Ba-baik Benetta!” Sarla begitu tersentak, seluruh darahnya seakan tidak mengimpuls dengan baik, segera membawa nampan itu kebelakang.

SIAL

Segalanya seakan di rasakan saking ketakutannya, terasa ingin buang air, sakit perut, bahkan ia rasanya ingin pingsan saat ini juga, Sarla berpegang pada wastafel besar tempat mesin pencucian piring disana, ia menggerakkan kepalannya betapa tidak nyamannya dengan ini.

Sarla pun segera berlari, jika terlambat mungkin ini akan menjadi masalah, ia bergegas meraih daftar menu lalu kemudian berjalan cepat mengetuk disana dan kemudian masuk.

Sarla berusaha menetralkan kegugupannya dia menunduk memberi hormat kepada tamu khusus mereka itu.

Oh God, Pemandangan pertama Sarla sudah disuguhkan dengan tampilan Iblis itu memangku sang wanita cantik nan seksi itu, sang wanita terus mengecupi si iblis seakan tidak tahu tempat, Sarla bingung akan bagaimana menyapa mereka yang sedang dalam keadaan seperti itu, ia mencoba mengalihkan wajahnya lama, menunggu mereka selesai.

“Oh, Valerie turunlah ada pelayan datang, aku ingin sarapan kita bisa lanjutkan lagi nanti.” Morean mengecup pipi Valerie membuat wanita itu begitu kegirangan turun dari pangkuan Morean.

Rasanya ingin muntah dan memukul kepala domba tua itu, tahan Sarla… tahan....jangan menangis disini ingat Sarla kejadian kelam lelaki itu dan semua yang sudah ia lakukan

Jika membunuh tidak akan bermasalah dan tidak akan masuk penjara ingin sekali Sarla menusuk seluruh tubuh lelaki itu dengan pisau-pisau di atas meja sana, membuat dia mati dengan tangannya sendiri lalu memotong aset milik lelaki dan menjadikannya sebagai santapan anjing atau pakanan ikan piranha, sebisa mungkin Sarla berusaha mengontrol dirinya mengingat-ingat sang kakak yang butuh dia.

“Maaf tuan, ini daftar menu disini!” Letak Sarla di meja dengan hormat.

Morean menyengir kuda,“Aku tidak tahu makanan apa yang terlezat di restoran kota kecil seperti ini, berikan saja menu terbaik yang kalian punya.”

Sarla pun mengangguk mengerti segera menulis dibuku pesannya, “Apakah tuan dan nona— alergi seafood?” Sarla menatap tenang berusah melihat wajah lelaki itu yang mengulas senyuman seperti mencibir keberadaannya.

Bagi Sarla ini seperti masuk kedalam lubang setan dengan banyak api yang membara, membuat dia seakan ingin meledak, memekik kuat dan berteriak sekencang-kencangnya merasakan siksaan bathin seperti ini.

Valerie mengendikkan bahu, “ Ku rasa tidak.”

“Ya, aku alergi, namun tidak dengan kerang-kerangan.” Morea melirik Sarla, membuat Sarla menunduk cepat, ia seperri sedang disindir sesuatu.

Sarla mengacuhkan, “Anda ingin anggur tuan?” Netra cantik Sarla memaksakan menatap Morean.

Morean mengendikan bahi mencibir, “Aku tidak biasa meminum anggur dari sembarang tempat, aku takut teracuni mungkin saja ada yang membenciku, berikan saja minuman yang terbaik milik restoran ini selain anggur.”

Sarla pun mengangguk lagi, tidak mau anggur, lalu apa bedanya dengan minuman lain jika memang akub berniat meracuni.

Ya, Ide bagus! ide bagus.…racuni saja, Sarla!

“Baiklah, pesanan akan segera datang, terimakasih!” Sarla pun berlalu dan memberikan pesanan itu pada rekanya yang lain di luar sana.

Sarla merasa lega keluar dari sana ia seperti menemukan ruangan lain yang penuh oksigen, dia bisa bernafas lega dan berdiri dengan baik, namun lagi dan lagi ia merasa dirinya begitu menyedihkan, “Julss, Vireal kalian dimana? Aku ingin bercerita…” Sarla menahan dirinya agar tidak menangis meratapi diri, kenapa takdir membawanya pada kesialan bertubi ini.

Kedua kalinya bertemu lelaki itu, hal menjijikkan dia lakukan lagi kemarin dan aku bahkan tidak mampu melawan, Iblis sialan! apa yang dia lakukan di kota kecil ini? Apakah dia membuka sebuah usaha disini, atau kekasihnya itu tinggal di sini?

“SARLA!” Seseorang menegurnya lagi, “Tugasmu belum selesai disana, Tuan Emre meminta kau terus melayani mereka disalam sana.”

“Ta-tapi….”

“Hidangan special sedang disiapkan kau pergilah temui mereka dan pastikan mereka suka dengan pelayanan kita.” Wanita itu berucap tegas dan segera berlalu dari sana. “Jangan

mengecewakan, dia bukan orang sembarangan!” teriak kecil wanita itu kearah lain.

***

Sarla menghentakkan kecil kakinya tidak ada pilihan dan pertolongan disini, langkah beratnya membawa ia kembali ke tempat dimana lelaki itu berada, lagi dan lagi ia hanya bisa mengangguk hormat, kini tidak lagi membawa daftar menu, Sarla tidak membawa apapun hanya akan berdiri sedikit lebih jauh di ujung meja, dia mungkin akan disana hinga selesai, siap-sedia melayani tamu di ruang khusus hari ini.

Lagi dan lagi adegan yang tidak nyaman ia lihat disana, wanita itu entah memperlihatkan apa pada ponselmya, yang jelas ia berdiri di belakang sang iblis dan melingkarkan tangannya memeluki lelaki itu.

Tidak ada hal apapun selain kebencian dan rasa jijik yang membumbung, ingin sekali ia menyumbat telinganya dan menutup matanya dengan serbet disana untuk tidak mendengarkan hal-hal memuakkan itu

“Kau terlihat sangat cantik dan seksi di pergaan itu, Vale? Bisakah kau melakukannya untuk ku malam nanti?” Mereka melihat pada layar ponsel wanita itu.

Kecupan-kecupan pun mendarat pada rahang lelaki itu, wanita itu seperti sangat tersanjung di puji dan diminta melakukan untuknya. “Malam nanti? Bawa aku ke appartement mu, kau tidak pernah melakukan itu padaku….”

“Hemmm… baiklah malam nanti kita kesana, tapi tidakkah kau ingin menikmati sensasi lain seperti bercinta di mobil dan di tengah-tengah keramaian? Aku rasa itu jauh lebih menyenangkan.” Morean menyeringai lebar menyentuh lembut bibir wanita itu.

Sialan…

Ibllis terkutuk….

Sarla mengepal tangannya melihat pada vas bunga kaca disana, sungguh ia begitu takut akan gelap mata dan melakukan hal yang di luar nalar pada lelaki itu, jelas sekali dia memperoloknya.

tenang Sarla …tenang… Molina membutuhkan mu, lagi-lagi ia harus menyadarkan dirinya sendiri.

Tidak lama hidangan pun datang beberapa orang membawa sebuah trolley untuk menghidangkan makanan tamu khusus itu, Sarla segera membantu mereka, meletakkan hidangan teraik mereka di meja besar itu.

“Terimakasih….” Sarla menyambut uluran sajian dari seorang rekan lelakinya yang tadi sebelum masuk mereka sudah berkenalan sembari tersenyum.

“Berhati-hatilah ini panas…” lelaki itu memperingatinya seraya tersenyum pula.

“Ya aku tahu.”

Ada sorot mata yang tanpa sadar terus mengawasi Sarla dalam gesture yang seolah acuh, entah apa yang merasukinya dia tiba-tiba ia kesal melihat Sarla berbalas senyum dengan seorang pelayan lelaki itu.

Tidak lama Luke pun datang ia memberikan informasi kepada Morean bahwa dia sedang di tunggu banyak orang di kantornya, “Sebentar lagi, kau tidak lihat aku sedang sarapan!”

Luke mengiyakan, “Kau tidak ingin restoran ini juga berpindah ke kota bos?” Luke sedikit kesal sebab pekerjaan menjadi tertunda-tunda dan menumpuk sejak dia terus mengajak ke kota kecil ini.

“Omong kosong! Luke kau lihat laki-laki itu, pastikan besok dia tidak bisa lagi melihat!”

Luke terperangah, sedetik saja ia paham saat melihat interaksi Sarla dan lelaki itu, Luke mengulas senyuman dan menggeleng, “Ayo kita segera kembali Bos, kau lama-lama menjadi kurang waras terus menguntit Nona Wilamo di kota kecil ini.”

"Terimakasih Sarla..." Lihat lelaki pelayan itu pada Sarla.

“More sudah bisik-bisik kalian, ayo kita makan!” Valerie menempel pada pundak Morean, membuat Morean yang sedang marah menjadi menjadi semakin kesal atas dua pelayan didepan dan dia pun menepis Valerie.

“Segera nikmati makananmu Vale!”

“Kita akan ke appartementmu, More?" Potong Valerie.

Helaan nafas More semakin terdengar, kala disana Sarla dan lelaki itu tampak semakin saling membantu dan begitu dekat.

“Ya kita ke appartemen, aku pastikan aku akan menghukum mu, setelah ini, Valeri!” ucap Morean menegas menatap dingin kearah Sarla.

“Hukuman, Atas?”

“Karena kau telah menjadi gadis nakal!”

.

.

.

.

.

Next >>>

.

.

.

.

.

.

.

...Nanti kalau dah banyak comment like, sama Rank naik aku up lagi ya, 😂...

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

senjata makan tuan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2022-12-29

0

Tia Solihati

Tia Solihati

niat mo manasin sarla,malah dia yg kepanasan 😅😅😅

2022-07-16

0

༄༅⃟𝐐 Melina Ayu

༄༅⃟𝐐 Melina Ayu

mulai cemburu

2022-05-05

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!