Menjelang sore Juless dan Sarla berpisah di jalanan, “Aku akan merindukan mu, Mrs.Wilamo!”Juless mengacak-acak rambut sang kekasih.
“Nanti malam pulang dari sana aku akan menghubungi mu, Mr. Young Rodriguez!”ucap Sarla membuat Juless mengecup dahinya cepat.
Virel sang sahabat sekaligus yang menjadi penghubung Sarla ke para tamu-tamu-nya sudah menjemput Sarla di sana, “Sudah Dramanya lanjutkan nanti malam!” Sindir Virel pada keduanya dari dalam mobil.
Sarla pun berpamitan, “Aku pergi dulu! Sampai jumpa nanti!” kemudian segera masuk kedalam mobil milik Virel lelaki betubuh sedikit gempal dengan gesture yang mendayu-dayu itu.
“Jaga dirimu!” Juless melambaikan tangan dan masuk juga ke mobil miliknya.
Tidak pernah ada kecurigaan Juless kepada Virel dan Sarla, sebab Sarla jika pergi bersama Virel selalu mengatakan dia mendapatkan job di tempat pesta dimana Virel bekerja sebagai Event organizer.
Setelah masuk ke dalam mobil Virel begitu kegirangan yang mana dia sudah mendapatkan bayaran lagi dari orang yang akan membooking Sarla, Sarla menatap penuh curiga pada Virel yang tertawa sambil mengemudi itu, dimana-mana bekerja dulu baru mendapatkan pemabayaran full, ini begotu aneh setelah di berikan uang muka yang begitu banyak lalu uang pemabayaran dibayarkan sudah dibayar saat belum bekerja.
“Kau bukan sedang menjual ku, Virel?” Sarla menatap serius.
Virel pun terbahak-bahak, “Menjual mu Mrs.Wilamo, jika aku mau sudah lama aku melakukannya Nona Sarla!”
Tatapan tajam Sarla belum menyurut, ia masih menerka-nerka, “Orang seperti apa yang mau membayar mahal untuk ku? Apakah dia tahu akau sebelumnya, dari mana kau mengenal lelaki itu!”
“Hello Nona Sarla, kau lupa aku siapa? Bagaimana bisa aku tahu siapa client-ku, kau sudah tidak waras mempertanyakan itu, mungkin saja dari mulut ke mulut kau pernah melayani seseorang dengan baik, mereka puas walaupun kau mengambil banyak uang mereka atau jangan-jangan di belakangku kau tidak hanya memberikan sebuah pemanasan dan cumbu-cumbu semata namun juga tubuh mu!”
Sarla seketika mencubit dada milik Virel, “Auwww!! Sarla kau menodaiku!”
“Kau fikir aku semurahan itu, aku pun masih punya impian untuk menikah bersama Juless, hidup bahagia bersama anak-anak kami, aku rasa aku semakin lelah seperti ini, ku harap Molina segera pulih agar aku bisa melanjutkan semuanya.” Sarla menarik nafas di akhir kalimatnya.
“Ya ku harap semua impianmu tercapai, aku selau mendukung mu apapun itu!”
“Aaaaa kau memang sahabat terberengsek ku! Virel… sumber mata sumber uangku!” Sarla mendekat pada Virel dan menyandar pada bahu besar lelaki itu.
“Jika aku menjadimu, aku akan terus memanfaatkan Juless!”
Sarla pun melepaskan sandarannya pada Virel, “Aku sudah cukup malu dan tahu diri, kau fikir biaya operasi Molina dua kali berturut-turut kemarin dalam jumlah kecil? Itu sangat fantastis Virel!”
“Tapi kau tidak meminta, dia yang mau memberikannya untuk mu Sarlaaaaa!”
“Sudahlah! Juless juga sedang bermasalah dengan pamannya, beberapa kali dia bertengkar dan akan di pindahkan ke negara lain, atau jangan-jangan itu semua karena ku, Virel?”
“Hem… menurut mu?”
“Ah…entahlah!”
Sarla pun kembali menyandar lelah, dengan Virel yang terus mengemudi kencang menujun ke tempat acara lelaki yang ingin menyewa Sarla tersebut.
***
Tidak lama kemudian mereka pun sampai, sebuah hotel berbintang yang merupakan gedung tertinggi di sana bernama Eddwarss tower menjadi tempat tujuan mereka, Sarla sedikit kesal pada Virel nyatanya tempat pertemua itu tetap disini.
Namun bagaimana bisa Virel menentang itu mereka memang membuat sebuah pesta disini, dengan rasa jengah Sarla pun turun dari sana untuk segera naik ke lantai 23 di lantai dimana acara itu di adakan.
Kedua tangan Sarla mengepal menahan rasa gugupnya, mereka tidak pernah seperti ini sebelumnya lihatlah Sarla bahkan di jemput dan dibawa naik ke elevator jalur khusus bukan jalur umum, dua lelaki berstelan rapi berada didalam elevator yang sama bersama Virel dan Sarla.
“Vir, takut!”
“Tenanglah, aku akan berada di sekitar sini, ini pakaianmu sudah aku bawa!” Virel menyerahkan papperbag pada Sarla.
“Silahkan ke ruangan ganti, Tuan Morean sudah menyiapkan semuanya.” Perintah lelaki itu tegas membuat Virel dan Sarla bersitatap.
“Mr, Virel anda tidak bisa ikut bersama, silahkan kembali lagi kebawah!” perintah lelaki satunya lagi, membuat Virel dan Sarla terbelalak.
“Sorry ta-tapi?” Sarla mendadak takut, lihatlah semua menjadi diluar kesepakatan, “Virel bagaimana ini?” Sarla berbisik kecil.
“Sarla sungguh aku pun tidak tahu ini, sudahlah kau tenang saja, aku akan menunggu mu dibawah! Percayalah semua akan baik-baik saja!” Virel mengusap pundak Sarla sebelum akhirnya mereka berpisah di ambang kubikel besi itu.
“Virel—“ Sarla dipaksa mengikuti langkah para pengawal.
Sarla disana pun sudah di sambut beberapa wanita yang mempersilahkannya masuk kedalam sebuah ruangan, dengan langkah perlahan dan perasaan gugup Sarla pun masuk ke dalam sana, ia bertanya-tanya akan dijadikan apa dia disana, jika hanya untuk menemani saja apa harus seperti ini
***
Sesungguhnya Morean ingin mempermalukan Sarla akan di tunjukkan kepada gadis itu siapa dia dan Juless, layaknya seperti minyak dan air tidak mungkin bersatu, semakin jauh Morean menyelidik tentang pekerjaan malam gadis itu, semakin terlihat jelas wanita itu dia memang gadis licik, beberapa orang yang Morean kenal pernah menjadi korban Sarla, Salra selalu membawa serbuk obat tidur kemana pun dan akan ia taburkan dalam minuman orang yang menyewanya.
Tidak ada pesta seperti yang Virel katakan hanya ada dua rekan Morean yang memang sedang mengadakan sebuah pertemuan di sana, membahas tentang bisnis dan pekerjaan, lihat saja wanita itu akan di permalukan dihadapan dua orang ini sebab salah satu dari mereka memang pernah menjadi korban Sarla.
Di lantai lain Juless baru saja tiba di sana, Eddewar tower memiliki beberapa unit yang memang menjadi tempat tinggal Morean dan Juless, tepatnya diseluruh lantai 23 itu adalah milik keluarga Rodriguez, tiba-tiba saja Juless di halangi.
“Maaf Tuan, Tuan Morean melarang anda datang, kembalilah ke Mansion, Tuan Morean sedang mengadakan sebuah pertemuan.”
Juless terkesiap, “Aku hanya ingin beristirahat tidak akan mengganggu dia, menyingkirlah!” Juless menatap tegas penjaga disana.
“Tidak bisa Tuan , ini perintah!” Juless sangat tahu seperti pamannya itu, jika di katakaa tidak bisa ya tidak bisa.
“Acara bersama wanita?” Juless menebak, dia tahu Morean sering mengadakan sebuah pesta lalu mengundnag beberapa wanita.
“Katakan!” Juless membentak.
“Ya ada, tuan! Silahkan segera kembali ke Mansion!”
Akal licik Juless pun berkelana, dia akan membuat Morean terjebak sebuah masalah, ia ingat sudah lama sekali ingin melakukan ini namun belum pernah berhasil juga.
“Biarkan aku ke kamar ku! Aku ingin mengambil sesuatu barang segera pergi!”
Kedua orang itu saling bertatapan, sepertinya wanita yang menjadi sasaran Morean masih di ruangan ganti pakaian, mungkin tidka tidak akan bertemu bersama Juless, “Baiklah, kami akan menghantarkan anda!”
Terserah apapun itu Juless pun menyetujuinya, ia bergegas cepat sekali berjalan menuju kamar yang sering ia tempati, Juless pun masuk kedalam sana dengan akses yang dibuka oleh penjaga itu, kedua orang itu menunggu di luar.
Segera mungkin Juless mencari sebuah benda dalam bentuk jarum suntik berisi zat-zat yang mengandung obat-obatan terlarang dan beberapa obat kimia sintetik lainnya yang bisa berefek Fly, Juleaa meletakkan di sana di bawah sudut sebuah walk in closet.
Juless pun bergumam dalam hati dan mengutuk Morean, kali ini pamannya itu akan jatuh dan terkena masalah, Juless tersenyum penuh kemenangan, Zat itu nanti akan membuat Morean kehilangan kendali dan membuat masalah.
“Paman ku tersayang, mari kita bersenang-senang! Sudah saatnya kau jatuh dan mungkin hidup di dunia yang memberikan sebuah sensasi dan jalur yang berbeda….”
“Tuan Juless waktu anda sudah habis!” Peringatkan seseorang itu didepan sana.
“ Sebentar!” Teriak Juless dari dalam, dia kemudian berjalan keluar, “Tunggu aku akan mengambil beberapa botol anggur untuk dibawa pulang!”
Juless beralibi, dia akan masuk kedalam ruangan khusus milik Morean dimana Morean memiliki banyak pajangan anggur dan Juless tahu yang mana dia akan minum mungkin sudah di turunkan dan disiapkan disebuah meja khusus milik Morean tersebut.
Para pengawal itu mau tidak mau nenuruti Juless, dengan masih terus berjaga-jaga yang mana jika wanita itu sudah selesai atau Morean akan melihat keponakannya yang sudah di larang datang tapi tetap datang.
“Anda bisa lebih cepat Tuan muda? Kami bisa bermasalah jika Tuan Morean melihat anda!”
“Sebentar!” Juless sedang memilih botol-botol anggur disana, tepat dugaannya anggur buatan Okanagan Valey tahun 1981 sudah ada di meja, Juless menungggu orang-orang itu lengah dan akan menukar sebentar lalu menyuntikkan penutup kayu barlapis busa pada botol yang belum di buka tersebut memasukan zat yang sudah di tangannya.
Next »
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
NAHHH, BNARKN, YG BOKING SARLA ADALH MOREAN.
2023-08-18
0
Sri Widjiastuti
skandal dimulai niii
2023-01-04
0
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
slah mu sendri nulis jebakan mu membuat paman mu mendapatkan kekasih mu😂
2022-12-28
0