Bab 11

Sarla menunggu Juless di sebuah taman tepat didepan kampus Juless tersebut, ia juga sudah mengajak lelaki itu untuk bertemu lewat pesan dari ponsel Molina dan beruntung Juless memang sedang ada kampusnya, Lelaki itu begitu gembiranya ia berjalan cepat melintasi jalanan setapak menuju taman depan halaman kampus.

Tumben sekali Sarla mau datang kesana, apakah dia merindukan kampus dan teman-temannya dulu? Mata Juless mengedar kesekitar mencari dimana sang kekasih sekarang, beberapa langkah ia berjalan lagi dan akhirnya ia melihat sosok cantik itu, Sarla menunduk sembari memainkan jemarinya.

Sarla pun mengulas senyuman dari jauh saat sudah melihat Juless disana, lelaki itu melangkah mendekat tapi terasa bayangan itu melihat dia sedang terbang jauh dan mereka saling melepaskan tangan, Juless lelaki yang selalu berusaha menjadi sederhana mengimbangi dia, berjalan kaki bersama, makan di tempat makan low biaya yang pasti menerima dia atas segala apapun dirinya.

Sarla berkaca-kaca, rasanya kalimat yang ia susun sedari tadi tidak juga rampung untuk mengutarakan keputusanya, Forgive me Julss…

“Hey ini sebuah keajaiban. Kau datang kesini, baby!”

Sarla pun segera bangkit mengulas senyuman yang tertahan menatap netra Juless sedikit berkaca-kaca, “Aku ingin akhiri hubungan kita Julss— mungkin ribuan kali ucapan terimkasih tidak akan pernah cukup untuk membalas semua hal yang sudah kau lakukan untuk ku, jangan tanya kenapa? Bukan karena apapun, kita hanya tidak cocok dalam banyak hal tanpa pernah kita mau sadari, jaga dirimu, jangan cari lagi aku…”

Sarla mengambilkan tangan Juless yang seketika terpaku di tempat memberikan sebuah benda yang paling berharga sebentuk gelang bertuliskan nama mereka, kemudian ia pergi dari sana.

Juless benar-benar mematung dia seperti orang bodoh disana mendapatkan sebuah tamparan yang sangat cepat dari hal yang tidak pernah sama sekali ia fikirkan akan terjadi, matanya menatap bingung pada Sarla yang berjalan cepat hingga berlari-lari jauh dan akhirnya menghilang memasuki sebuah taksi.

Juless melihat pada tangannya, ia menatap nanar dan belum sama sekali bisa mencerna ini yang tiba-tiba saja terjadi tanpa sebuah pemansan, apakah ini benar atau ia sedang berhalusinasi, mengakhiri…semudah itu? Julles menghela nafanya panjang ia pun pergi dari sana.

“Tidak, kita tidak akan pernah berakhir , Sarla! Aku yakin sesuatu terjadi pada mu!”

...***...

Didalam taksi Sarla menangis tanpa suara menatap pada jalanan di luar sana, sudah ia yakin wajah Juless akan seperti apa, sebisa mungkin Molina tidak boleh tahu apapun.

“Kau baik-baik saja Sarla?” Molina menoleh kea rah sang adik.

Sarla pun menyeka air matanya menelan ludah, “Ah ya, aku baik-baik saja kak, tadi aku sudah berpamitan pada Virel dan mengatakkan kita pindahan.”

“Baiklah, semoga kau tidak pernah merahasiakan apapun padaku.”

“Tentu tidak, mana mungkin aku tidak membagi rahasia padamu.”

Luke terus mengikuti mereka jauh di belakang sana, bahkan ia sudah mengirimkan rekaman video Juless dan Sarla yang sepertinya sudah tidak baik-baik saja, Morean mengulas senyuman melihat video sepasang anak muda itu, “Kau masih cukup muda Juless jalan mu masih panjang…”

...***...

Beberapa waktu berlalu, akhirnya mereka pun tiba di tempat tujuan, sebuah kawasan yang jauh sekali dari kota dan terbilang sebuah kawasan pemukiman kelas menengah bawah, Namun disana dikabarkan minim kejahatan, Sarla berharap mereka akan aman disini dan dia bisa segera mendapatkan pekerjaan baru.

“Seperti apa kontrakan yang akan kita tempati Sarla? Apakah lebih bagus atau tidak sama sekali?”

Sarla menatap haru, sungguh ini begitu sederhana sebuah rumah yang terlihat tidak terurus, lusuh, sedikit lebih kecil dan bisa lebih bilang lebih buruk dari tempat tinggal mereka biasa, “Lumayan, halamannya lebar nanti kita bisa menanam jika kau mau.”

“Oh ya, seperti apa gambaran rumahnya, catnya warna apa?”

“Warna cream dan coklat, ini warna kesukaan mu!” Bohong Sarla yang padahal rumah itu berwarna hijau toska tapi warnanya bahkan nyaris hilang hanya memperlihatkan dinding semen polosnya. Sarla pun menggandeng sang kakak masuk. “Selamat datang di rumah baru kita….”

Ya sebuah tempat yang begitu kecil bahkan hanya memiliki satu kamar, tempat tidur kecil lemari besar tanpa pintu namun ruangan tengah cukup luas disana, Sarla terus memeriksa keadaan disana hingga ke dapur dan kamar mandi, melihat ulang secara langsung saat kemarin hanya melihat pada foto saja dan memastikan semuanya aman untuk sang kakak gunakan sebagai tuna netra.

...***...

Luke pun melaporkan tentang Sarla yang sudah berpindah dikawasan penduduk kelas bawah itu, penduduk disana kebanyakan disana adalah para buruh dan pelayan, tempat yang di tinggali bahkan dibilang tidak layak, sebuah rumah tua yang terlihat sudah lama tidak di tempati, jalanan di sana bahkan tidak ada lampu, mungkin akan sangat gelap jika malam hari.

“Baiklah bos, seperti permintaan mu terakhir kalinya kita hanya perlu memastikan dia aman dan baik-baik saja, semua sudah selesai bukan? Aku rasa dia memang sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu, ku yakin dia akan baik-baik saja.”

Morean mematikan panggilanm Luke, ia di kursi kebersarannya pun terus terbayang tempat tinggal seperti apa yang Luke

katakana itu, terdengar sangat buruk dan tidak layak, bisa saja tidak akan aman dan nyaman untuk dia dan kakaknya yang buta itu.

beberapa menit kemudian Morean pun menekan tombol telephonnya.

“Ya Boss, ada lagi?”

“Beli rumah itu Luke dan pastikan segera merenovasinya tanpa membuat dia pindah dari sana, bayarlah petugas listrik minta mereka memasang semua lampu jalanan disana, perbaiki jalan-jalan yang rusak dan buatlah beberapa toko roti atau sebuah restoran untuk mencari karyawan pastikan dia mendapatkan pekerjaan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.”

Luke mengulas senyuman, artinya bukan terakhir kalinya yang kemarin itu bahkan adalah sebuah awalan, “Sudah Boss, baiklah aku akan kerjakan sekarang.”

“Ya… segera kabari aku apapun.” Morean mematikan panggilannya.

Luke masih terus mengulas senyuan atas sikap Morean, Dia iblis dalam bisnisnya namun sangat baik dalam beberapa hal apa lagi tentang keluarga namun kini dia melakukan hal-hal seperti itu pada wanita itu, ada apakah ini?

Morean sering berhubungan dengan wanita namun berkahir biasa saja tidak ada yang lebih, Sedari muda dia terlalu sibuk bekerja dan bekerja lalu sesekali menghabiskan waktunya untuk adalah Juless keponakannya itu.

Saat Juless beranjak dewasa semuanya pun berubah, dia tidak lagi menjadi anak yang selalu menghandalkan Morean dia lebih suka dengan dunianya di luar melakukan apapun yang dia suka, Ya disaat itu Morean bersyukur artinya bebannya sedikit berkurang, Morean mulai memikirkan dirinya menjalin hubungan berkencan dengan wanita tapi sayang hingga kini hanya berakhir begitu saja.

Ada beberapa deretan wanita-wanita cantik yang pernah menjadi kekasih Morean anak-anak pengusaha, beberapa model hingga beberapa anak bangsawan kaya, sayangnya mereka sama saja dinilainya karena punya maksduh, mendekati karena setatus keluarga Rodriguez Sanden dan kepuleran keluarganya.

...***...

“Renovasi? Lalu kami akan bagaimana, aku sudah membayar untuk beberpa bulan kedepan!” Kesal Sarla menatap kepada beberapa orang yang datang.

“Anda bisa tinggal disebelah rumah itu bisa anda tempati sementara untuk gantinya.”

“Kenapa tidak ada pembicaraan di awal, lalu kami akan membayar tambahan lagi nanti?”

“Tentu tidak, ini memang akan di renovasi agar lebih layak di tempati.”

Sarla menggaruk kepalanya sediit jengah , Ini menyisahkan namanya baru saja ia mengemasi barang dan merapikan rumah itu agar lebih layak dan sekarang harus berpindah tempat lagi. “Ah baiklah…”

...***...

“Luke, kirimkan foto gadis itu sekarang yang saat ini sedang kau lihat!”

Luke pun tersenyum di panggilannya, kelakuan Morean benar-benar membuat Luke merasa geli, Ini benar bukan terkahir kali namun ayo kita mulai.

Next >>

...VOTE 🔖...

Terpopuler

Comments

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢

uluhh2 tuan more🤣🤣🤣🤣 pasti kau DP duluan😂😂😂😂

2022-12-28

0

Roro Atika

Roro Atika

tak kasih vote kak tris yg karya nya luar biasa👍👍

2022-09-09

0

Najwa_auliarahma

Najwa_auliarahma

ini itu tanda" menuju bucin, Luke. jangan diketawain Napa 😂

2022-03-28

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!