Luke yang di panggil-panggil oleh Morean tidak kunjung datang, Morean pun ikut terbatuk-batuk sebab marasakan lehernya yang seperti terbakar.
Ini tidak bisa dibiarkan dia tidak ingin ini mengendalikan dia, Morean pun melepaskan setelan jas-nya dan bergegas mencari air putih untuk menetralkan, sialnya tidak ada air putih disana ia harus keluar dulu.
“Kemana semua orang?” Di situasi panik seperti ini tidak ada satu pun yang bisa menolongnya, “Mana ponsel ku mana?”
Morean sudah seperti terombang-ambing ponsel yang ia letakkan tadi pun ia lupa letakkan dimana.
Sementara Sarla masih menggeliat kepanasan, “Air? Mana air? TOLONG AIR!” Sarla memekik tidak karuan.
Tidak lama ponsel yang Morean cari itu pun bordering ,“Sial…!” ponselnya padahal di saku kemejanya, Dia membiarkan Sarla yang entah akan melakukan apa kearah kamar mandi memegangi dinding.
“Hallo ayah?”
“Aku sedang menuju kesana More!”
“HA…kau ingin datang?” Morean bahakn sudah sulit mencerna suara percakapan. “Tapi aku—” Arghh…
Dia semakin frustasi di saat sedang genting seperti ini ayah-nya pula ingin datang kesana mengajak Juless yang baru tiba di rumah, lelaki itu tidak pernah menolak keinginan sang ayah hal apapun itu, Morean pun segera mematikan panggilannya dan bergegas mencari kemana Sarla pergi.
***
Di tempat lain Luke dan orang-orangnya hendak menghantarkan dua rekan Morean juga dua wanita itu kembali seperti yang Morean minta tadi, mereka benar-benar susah di kendalikan gedung parkiran di sana mendadak ramai karena tingkah aneh mereka.
“Cepat pergi cepat!”
“Tidak aku tidak mau pergi!” Lelaki bernama Lindon itu menggerutu, sementara tiga orang lainnya sudah berhasil dibawa pergi dari sana oleh anak buah Morean yang lain.
Lindon lelaki yang bersama Sarla tadi mungkin mengkonsumsi dosis yang lebih banyak dia benar-benar seperti bukan dirinya, terus mengerutu dan bergerak-gerak tidak jelas, hinga Luke kesal dan mendorong dia masuk kedalam mobil sedetik kemudian Luke pun menutup pintunya.
“Cepat jalan!”
Mobil segera melaju kencang untuk turun dari lantai 11 gedung parkiran itu, Luke akan bergegas kembali memeriksa Sarla.
BRUAAAKKKKKK……
Baru saja beberapa detik mobil itu berlalu tiba-tiba saja ia terbang bebas menabraki pembatas kaca gedung parkiran itu.
Mobil itu terjun dari lantai 11 tersebut menabraki dinding yang padahal sangat kokoh itu, pecahan kaca berhamburan mobil sudah hilang dari sana.
“SIAL!” Luke berlari-lari kearah mobil yang menabrak dinding pembatas itu, begitu juga para petugas disana dan benar saja seketika teriakan terdengar dibawah sana mobil itu sudah jatuh dibawah entah menimpahi apa.
Ini jelas masalah besar, sebab sang pengemudi adalah supir Morean dan penumpangnya adalah rekanya yang baru saja keluar dari lantai 23 tempat Morean berada, ini jelas perbuatan Lindong di dalam mobil membuat sang supir lepas kenadali.
Luke berusaha tenang seraya berfikir akan apa sekarang, ia pun meminta salah seorang petugas yang ada disana untuk menutup mulut dulu, ia langsung menutup mulut lelaki itu dan orang-orang disana dengan nominal yang besar, nama Morean tidak boleh buruk atas ini.
Luke segera bergegas naik untuk melaporkan pada Morean apa yang terjadi, Ia begitu panik, ada apa dengan ini semua? Ini semua seperti sudah di rencakan.
Sesampainya di elevator, siapa sangka akan Luke berpapasan dengan Morean dan Sarla yang sudah basah kuyup ia baru saja merendam dirinya dalam bathup saking kepanasannya.
“Bos!” Luke terkesiap dan tampak gusar .
“Diam Luke, Diam! selesaikan semua! Ayah ku akan datang dia sudah berjalan ke sini bersama Juless! Aku harus membawa wanita ini pergi atau membuangnya di jalan!” Morean berusaha keras untuk sadar memapah Sarla yang mana padahal ia pun berdiri saja susah.
Belum sempat Luke mangatakan apapun, Morean sudah meminta bantuanya untuk urun ke mobil, mau tidak mau Luke pun membantunya ia juga menatap khawatir pada bosnya itu, “Kau tidak bisa menyetir dalam keadaan seperti ini Bos!”
“Diamlah!” Mereka akhirnya tiba di lantai lain dimana mobil Morean biasa gunakan berada, segera mereka memasukan Sarla, Morean yang tergopoh-gopoh dengan pandangan yang sudah berkabut pun segera masuk ke dalam mobil dan persekian detik pergi dari sana.
Sangat terlihat mobil dikendarai oleh Morean sedang dalam kondisi tidak baik pengemudinya, beberapa kali mobil maju dengan arah yang tidak beraturan, beberapa kali ia hampir menabraki mobil yang terparkir, Morean yang berusaha susah payah membuka matanya pun akhirnya bisa lepas turun dari gerdung-gedung pencakar langit itu.
Seketika suasana berganti dengan jalanan yang ramai. Morean sudah keluar dari Eddewars towers masih terus melaju dijalanan hingga tiba-tiba dia membelokkan mobilnya ke sisi jalanan dan pertokan.
Bugh… Ciiiiiiitttt.....
Morean memberhentkan mobilnya mendadak tidak sanggup lagi rasanya sesuatu rangsangan menyerangnya.
Tiba-tiba saja Morean tersulut kesal melihat Sarla, kebenciannya tanpa sebab membuncah ia ingin sekaili mendorong Sarla dan melemparkannya dari mobil, ini sebab rencana akan menjebaknya kenapa dia yang menjadi sial.
Sarla melihat pada wajah Morean berkabut, saking lelahnya batuk dan menahan sakit di tenggorokan juga tubuh yang beraksi aneh Sarla tiba-tiba oleng kesamping menjatuhkan tubuhnya dekat Morean.
Tubuh Sarla terlihat oleh Morean terbuka sebab talinya tidak lagi tertaut ia bergitu mulus dengan postur yang sempurna, yang mana ia tadi di appartement sempat melihat dada Sarla yang terbuka sebagian.
Morean tiba-tiba menyekik wanita itu membuat Sarla menegak karena kesakitan, seketika wajah lemah nan cantik itu seperti menghipnotisnya, Morean yang menahan gejolak diri atas dosis dari segelas zat sialan yang bercampur dalam air minumnya itu pun seketika hanyut pada pesona Sarla, diam beberapa detik tiba-tiba Morean memagut bibir Sarla.
Morean berlaku cepat membuat sandaran mobil turun dan menaiki tubuh Sarla. Sarla masih terus menggeliat namun ia menerima itu.
Moren antara sadar dan tidak namun dia masih begitu jijik akan wanita ini tapi naluri lelakinya yang sedang meledak tidak mampu ia lawan dengan sesuatu yang sudah siap sedia dibawah sana yang membuatnya sesak.
"Persetan dengan mu wanita sialan!""
Morean menghujami leher Sarla membuat Sarla meremang, Sarlapun mendorong-nya namun dia tampak menikmati, tangan Morean seketika menarik kasar sebuah tali gaun membuat gaun Sarla terbuka memperlihatkan dua benda indah disana, tangan bersarnya pun memegangi kasar dua benda disana.
Sarla merasa sesak ia mencoba mendorong morean dengan separuh tenaga-nya yang tersisa namun pengaruh obat terus menguasainya ia juga merasakan sebuah rangsangan dan keinginan yang terus bergejolak tidak heran Sarla seperti butuh ini.
Morean menaiki Sarla yang terlentang ia mengukungnya, seketika Morean membuat gaun Sarla lepas dalam sekali tarikan.
“Aku akan membayar mu mahal setelah ini!”
Sarla dibawah Morena menggeleng membuat penolakkan tapi ia tidak bisa karena terlalu lemah, ia terus menolak memperlihatkan wajah sendu cantiknya dan tubuh yang kini terekspose terlihat begitu sempurna, ukuran yang pas dan seperti terjaga dengan baik, Morean menahan sakit kepalanya pun memulai aksinya.
“Ja-jangan!” Sarla bersuara melihat samar laki-laki yang sudah menurunkan celannya.
“Persetan dengan jalaang!”
Morean tetap memandang hina pada Sarla wanita panggilan itu, ia tidak peduli penolakan itu, sekilat mungkin ia membuat suara audio mobilnya menyala kuat Morean, lalu Morean mengunci kedua tangan Sarla kasar di tubuh Sarla sendiri dengan menjepitnya dan segera ia membelah di bawah disana, sesuatu mulai menerobos paksa disana, Morean sangat kasar memaksakan keinginannya tanpa sedikitpun ad kelembutan.
Sesuatu itu pun memasuki Sarla tanpa sadar menerima, tubuhnya melenting seperti menyambut baik, Sarla merasakan sakit yang teramat dengan Morean yang merasakan sebuah rasa yang begitu tidak bisa ia utarkan Morean merakan sensasi berbeda.
“Ja-ngan—“
Morean tiba-tiba melembut mendapati rintihan Sarla dengan mata yang berkaca-kaca, dia pun kini memagut bibir Sarla perlahan penuh perasaan.
“Apa ini kenapa dia membuat ku berlanjut, aku tidak bisa berhenti." peluh Morean bercucuran ia pun melepaskan kaus-nya mereka benar-benar polos saat ini, Morean terus berlanjut dia semakin menggilai menyentuh semua yang terlihat indah.
Tangisan pecah disana hingga, tiba-tiba saja Sarla terpejam ia sudah melemah dan kelelahan menahan apapun yang terjajadi padanya dirinya sedari appartement tadi, namun Morean tidak berhenti, hingga tiba-tiba ia lihat dibawah sana sesuatu seperti darah diantara pahanya.
“Sial, pantas saja!” Morean pun sudah curiga atas apa yang ia rasakan tadi begitu sulit memasuki diri. “Bagaimana bisa ini pertama kali!” Morean mendadak melepaskan didalam sana manjadi takut sebab sudah mempekosa seorang gadis tapi tetap saja ia masih menikmati sensasi berbeda dengan gadis ini.
Lama ia menahan disana seraya menatap lamat-lamat Sarla dengan separuh kesadarannya. “Bagimana bisa wanita ini pertama kali!”
SIAL, Morean tidak lagi bisa berfikir, tidak lama ia pun kembali ke tempatnya tubuh lelahnya pun membuat dia terpejam, dengan nafas yang tersenggal-senggal menarik pakaianya menutupi miliknya membiarkan music memekak di audio itu menyala.
Sesekali kepalanya juga bergerak tanpa kendali dan akhinya keduanya kini tidak sadarkan diri terpejam dibangkunya masing-masing dengan tubuh yang masih berpeluh dan terekspose tanpa sehelai benang pun.
Next »
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kasian sarlaa syukurin Jules kau kehilangan kekasih mu🤣🤣🤣🤣
2022-12-28
0
Cucu Ulpah
akhirnya sarla d perawanin am morean gara" ulah keponakanntacyg menaruh obat e minuman mereka
2022-10-16
0
༄༅⃟𝐐 Melina Ayu
duhh kejutan buat juless nih,
2022-05-05
0