Sebuah alat kickboxing menjadi hantaman kekesalan Juless pada keadaan yang terjadi, pukulan dan tendangan ia lakukan untuk melepaskan amarahnya sebab tidak kunjung menemukan Sarla, Virel sahabat Sarla bahkan bersumpah hingga ketakutan dihakimi Juless, tidak tahu-menahu tentang Sarla kemana, Ia bahkan habis pukuli juless di anggap berbohong menyembunyikan Sarla.
Sampai sekarang Juless tidak bisa menebak apa masalah mereka, apa salah dia, sebab mereka memang jarang sekali bermasalah, Sarla tidak pernah banyak menuntut dan Juless juga tidak terlalu banyak menekan juga bukan tipikal yang sering dekat dengan banyak perempuan, tidak pernah mereka saling mencurigai atau menecemburui keduanya saling menceritakan apapun yang terjadi sangat sulit sekali menemukan celah pertengkaran.
Bruakkk….
Bruakkk…
Bugh….
“Juless! Sudah hentikan, ini sudah larut, ini bukan waktunya untuk melakukan hal-hal seperti ini.” Tegur sang kakek, merasa terusik sedari sore sang cucu tidak juga keluar dari sana, ia bahkan sudah terlihat kehabisan tenaga memukuli benda itu dan jangan ditanya lagi tentang keringat bercucurannya, jika sarung tinju yang ia gunakan dilepaskan mungkin tangan itu nyaris kaku dan memar.
Juless berhenti dengan nafas yang tersenggal-senggal menatap sang kakek, “Tidurlah, aku akan tidur menyusul!”
“Juless berhenti! jika kau masih menanggapku seorang kakek, tidur sekarang!!” ucapan itu menegas, ia segera mematikan lampu disana dan berlalu meninggalkan Juless dan ruangan yang sudah ia buat tamaram itu.
Saat berjalan menuju ke ruangan utama sang kakek berpapasan dengan putranya yang baru kembali, “More kau kembali, kau lihat keponakan mu, apa yang terjadi padanya dia bahkan tidak pergi ke kampusnya.” Lelaki itu berangsur duduk dan membuat Morean berhenti.
Morean mendengkus, menarik nafasnya berat, “Dia sudah dewasa kau selalu dengar itu darinya bukan? Jangn urusi dia biarkan dia melakukan apa yang dia mau dia bisa bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, Juless akan berhenti jika sudah lelah!”
Morean pun berlalu meninggalkan sang ayah, mungkin akan melewati tempat Juless berada memastikan apa yang terjadi padanya.
Tepat diruangan belakang kediaman Rodriguez House dilantai yang biasa digunakan untuk berolah-raga, Juless tampak masih duduk melantai disana di ruangan yang sudah di buat tamaram itu, menekuk lutut dengan kepalanya yang menunduk frustasi, seperti kehilangan semangat hidup.
Ada rasa tidak tega Morean pada Juless yang mana memang dia yang membesarkan layaknya putranya sendiri, Morean menarik nafasnya berat, haruskah membiarkan Juless kembali dengan Sarla yang sudah menjadi bekasnya, dia tidak mungkin tega.
"Andai kau tahu kaulah yang membuat semuanya hancur, tidak masalah Juless kau pasti bisa mendapatkan yang lebih baik…” Morean pun berlalu dari sana.
...***...
Seperti biasa pagi hari di kediaman Rodriguez House, tidak ada yang special setiap hari, selalu saja sama, bangun tidur, sarapan bersama lalu melakukan jadwal yang sudah tersusun rapi selama sebulan penuh, Morean menyugar rambutnya, lelaki dewasa yang tidak lagi muda lagi itu tampak merapikan sendiri dasinya yang sedikit bergeser berjalan ke arah meja makan.
Rodriguez Sanden sang ayah melirik masih berpegang pada sebuah gadget, “Sudah saatnya yang More kau menemukan seseorang yang bisa memasangkan dasi untuk mu.”
Morean menyeringai,“Kau tidak ingin mencari seseorang yang bisa memijat pungung mu, ayah? Aku bisa mencarikannya tapi bukan barisan perawatmu.”
Tiba-tiba saja Luke datang dari sisi lain, seketika ia berdiri disebelah Morean keduanya berbicara seperti berbisik Luke menjelaskan sesuatu membuat Morean segera bangkit, wajahnya berubah seperti mendapatkan sebuah berita yang tidak ia suka.
“Nikmati sarapan mu, aku akan sarapan diluar!” Morean pun meninggalkan ruangan makan besar itu.
Rodriguez sudah biasa seperti ini, anak dan cucunya selalu saja sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
“Theresa hantarkan sarapanku kekamar, aku akan sarapan di kamar!” Rodriguez Sanden pun pergi dari sana enggan sarapan sendiri.
***
Morean pun tiba dikantornya mengayunkan langkah gagahnya dengan tatapan dingin segera menuju kesebuah ruangan tunggu ada seseorang yang sedang membuat kekacauan disana dan tidak bisa dikendalikan memaksakan ingin bertemu Morean, ia mengedarkan pandangannya mencar orang yang dimaksud.
Prok…prok… prok…
Seorang wanita cantik dengan tampilannya yang seksi dan menawan bertepuk tangan melebarkan senyuman berjalan ke arah Morean, beberapa orang yang tadinya tampak ramai mengahalau wanita itu memaksa naik ke ruangan Morean pun seketika berhambur pergi saat Morean mengibaskan tangannya datang.
“Ternyata kau sehat-sehat saja, More.... lalu kenapa kau menghilang begitu saja.”
“Keluar Valerie, ini bukan hotel atau rumah ibumu.”
“Hotel? Ayo kita ke hotel….” Wanita itu mengambil tangan Morean.
Morean menepis, “Kita tidak ada hubungan apapun lagi, jangan pernah perlihatkan wajah mu dihadapan ku lagi, sebelum aku bertindak kasar diluar dugaan mu!” Morean berlalu.
Wanita itu segera berjalan cepat memotong Morean, “Aku tidak bisa, aku tidak kita berakhir! Aku yakin malam itu kau menjebakku, kau yang membuat seolah aku berselingkuh....”
“Menyingkir! Vale, hentikan omong kosong mu!” Tegas Morean.
Wanita itu menggeleng, “Tidak, aku mohon tidak untuk hari ini, aku akan berpindah ke Norwey lusa aku akan berangkat dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi.”
“Terserah!” Morean tidak peduli itu.
"More, kumohon berikan aku kenangan yang terindah, kau adalah kekasih terbaikku..." Wanita itu memohon terus mengejar Morean.
Seketika saja Morean berhenti, ia mendapatkan sebuah ide, sepertinya bagus memanfaatkan ini menjadi sesuatu yang mungkin akan begitu menyenangkan untuknya. Morean beralih melihat pada wanita itu.
“Lalu apa yang kau inginkan?”
Senyuman tipis bahagia pun seketika terbit pada wajah wanita itu, “Menikmati hari ini bersama mu….”
“Tunggu disini 1 jam lagi aku kembali!”
Morean pun pergi meninggalkan wanita itu ia akan mengerjalan pekerjaanya dulu dan mengabari Luke apa rencannya saat ini, Morean mengulas senyuman naik ke elevator sungguh sangat benar apa yang Luke katakan dia seperti manusia tidak ada kerjaan, dan sedang membuat hal konyol yang menambah kerjaan itu.
Morean berencana membawa Valerie ke sebuah restoran tempat dimana Sarla bekerja dan menyewa tempat itu seharian, ia ingin melihat reaksi wanita itu bagaimana saat melihatnya lagi dan melakukan hal-hal yang tidak pantas bersama seorang wanita di tempat umum.
Luke mendengkus kesal,"Untuk apa?" Ia pun menggaruk kepalanya, "Memancing di didanau atau berdansa dengan domba ku rasa jauh lebih menyenangkan dibanding memancing respon seseorang."
***
1 jam pun berlalu, Wanita bernama Valerie itu mana mungkin menolak ajakan Morean untuk menemaninya sarapan disebuah tempat yang Morean mau, tidak sedikit pun ia bertanya tentang perjalanan mereka yang cukup jauh bahkan hingga sampai kesebuah kota kecil ini.
Wanita yang pernah dikencani Morean itu sibuk membagi cerita dan kerinduannya pada Morean yang walau hanya di dengar sepintas lalu dan disahuti seadannya oleh Morean agar dia tidak curiga sedng di manfaatkan saat ini.
Di tempat lain Sarla sudah sampai di restoran tempat ia bekerja itu ini menjadi hari ke duanya disana setelah kemarin dia bekerja tidak full, restoran itu memang buka dari pagi sebab ia menyediakan santapan untuk sarapan juga dan akan tutup di sore hari pukul 6 sore.
Sebuah seragam ala pramusaji sudah ia kenakan lengkap dengan sebuah apronya, Sarla tampak sedang bertugas mengelap-ngelap meja disana dan menatanya agar lebih terlihat rapi, Morean tidak membuat ini benar-benar sepi walau sudah ia booking satu harian, itu akan membuat Sarla curiga.
Morean membuat didepan sana seseoang dari restoran menyaring pengunjung agar tidak masuk terlalu ramai dan tidak membawa anak-anak yang banyak sebab bisa membuat rencananya terganggu sebab mungkin akan tidak baik jika terlihat mereka adegan-adegan orang dewasa, Ya Morean sangat peka terhadap anak sebab dia pernah membesarkan Juless dia bahkan tidak ingin Juless sama sepertinya mengencani banyak wanita.
Satu persatu meja mulai terisi, Sarla pun sudah menyelesaikan merapikan disana, ia bergegas melayani para pelanggan yang datang, menyambut mereka sangat manis dan memberikan sebuah daftar menu, kebetulan sekali tempat Sarla bekerja merupakan tempat sarapan terkenal disana mereka menjual Tostada hingga pinco de tortilla sarapan tradisional Spanish yang masih memberikan sensasi rasa tradisional yang tidak pernah berubah sejak puluhan tahun lalu.
"Selamat datang...."
"Selamat menikmati...makanan disini.
Suara seorang rekan Sarla lelaki begitu nyaring diarah pintu ia menyambut sesorang dengan begitu hormatnya, mata indah Sarla melihat kesana, seketka Sarla terkesiap dengan tangannya yang berhenti mengelap seketika, rasanya langit-langit restoran ini seakan runtuh menimpanya, Iblis itu?
Manusia bedebàh itu lagi?
Kenapa dia bisa ada disini dan sekali lagi?
Tangan Sarla seketika ngepal, ia menjadi salah tingkah menyembunyikan wajahnya tidak ingin lelaki sialan itu mengetahui keberadaanya dan dia merupakan pekerjaan disini, netra Sarla yang mengalihkan tetap terus mencuri-curi kearah lelaki itu terus berjaga dan terlihatlah disana lelaki yang sangat ia benci itu menggandeng seorang wanita, seorang wanita cantik dan seksi begitu menawan sempurna dari atas ujung kaki hingga kepala.
“Bedebàh—“ Sarla bergumam dalam hati, sedikit memejam merasakan pedih yang menusuk hati, betapa sialnya dia yang sudah di nodai dan dibuang bagai ampas lalu mudah saja bagi lelaki itu bersama wanita lainnya tidak sedikitpun merasa bersalah.
Lihatlah apakah semuanya sesepele itu bagi orang kaya, apakah menghancurkan hidup seorang gadis itu sebuah hal yang biasa baginya.
Julless.... andai kau tahu betapa aku membutuhkan mu saat ini, Virel...sahabatmu menderita andai kau tahu pasti kau sudah membuat perhitungan padanya, baiklah biarkan ini sedikit lebih tenang aku ingin berteriak dan menangis memelukmu Vir.
Hiksss...
.
.
Next ?🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Dewi Dina
reaksi Sarla , seperti apa yang diharapkan Morean
2023-03-25
0
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
😂😂😂😂😂
2022-12-29
0
Najwa_auliarahma
Luke ini orang nya seru juga deh, ketimbang si kaku morean..
2022-03-28
0