Setelah berlari-lari menepuh jarak yang jauh mengendap-endap dan bersembunyi dari para pengamanan laki-laki yang menodainya itu, akhirnya Sarla pun tiba di tempat tinggal Virel sahabatnya, Sarla mengetuk-ngetuk kuat hunian Virel yang merupakan sebuah salon yang sekarang sudah tutup itu.
“Virel, buka! Buka Virel!”
Sarla bergerak cepat mengintip ke jendela, memastikan keberadaan lelaki itu terus berteriak-teriak dengan nafas yang memburu masih sangat ketakutan akan tertangkap, tiba-tiba Virel muncul didepan sana ia baru saja pulang berbelanja, lelaki yang memabwa kantung belanjaanya itu pun pun berlari.
“SARLAAA… Kau kemana saja? Apa yang eterjadi pada mu!” Virel begitu terkesiap melihat Sarla apalagi luka-luka di wajah dan seluruh tubuh Sarla.
Segera Sarla berhambur memeluk Virel ia menangis terseduh-seduh, “Virel....Virel, aku harus bagaimana, aku harus bagaimana!”
Hikss hikss..
Virel mendorong Sarla memegangi bahunya, “Ada apa? Apa yang sudah terjadi, ayo masuk! Aku baru saja menghantarkan makanan ke tempat Molina dia mencarimu! Juless juga sedari kemarin menghubungi ku, maaf aku harus berbohong mengatakan kau ikut bibi ku untuk membantunya di restorannya.”
Virel membukan pintu ia menggandeng Sarla masuk, lelaki itu sudah lama kenal Sarla kebetulan mereka satu panti asuhan dulu dan betemu disana tanpa sengaja. Virel membuat Sarla duduk disana kemudian menghidangkannya segelas coklat hangat untuk menenangkannya.
Tatapan Sarla kosong mengahadap pada meja di hadapannya air matanya bercucuran tidak berhenti, menatap pada hidangkan segelas coklat panas itu.
“Ceritakan Sarla apa yang terjadi, saat itu aku kembali ke atas kau sudah tidak ada disana dan aku di minta segera pergi tidak boleh masuk kesana , ada sebuah kecelakaan menabrak dinding gedung parkiran menewaskan tiga orang malam itu! Kau kemana saat itu, aku menunggu mu hingga hampir pagi.”
Bibir Sarla seperti kelu menceritakan dia hanya bisa menangis dan menangis, Hikssss… “Mereka jahat! Mereka jahat! Kau temukan diamana mereka, Virel kau harus bertanggung jawab atas ini! Semua ini karena mu!” Sarla meninggi tiba-tiba menatap tajam Virel.
“Aku? Kenapa aku, aku memberikan mu pekerjaan, aku menunggu mu! Aku juga tidak mengambil uang muka itu, salah ku dimana?”
“Dia memperkósa ku, Dia menodai ku!”
Hikss… hiksss....
“Apa?” Virel bangkit, “Bagaimana bisa, siapa yang melakukan itu, aku sudah mengatakan malam itu tidak ada acara menginap tidak ada acara chek-in dan mereka juga mengatakan akan memulangkan kau beberapa jam kemudian tapi hinga hampir pagi tidak ada kabar, seseorang mengatakan di atas kosong tidak ada acara hanya ada lelaki tua dan cucunya yang baru pergi!”
“Aku benci ini, aku benci ini aku harus apa!”
“Siapa yang melakukannya, aku akan membuat perhitungan! Jangan bilang jika bahwa salah satu anggota keluarga kaya raya itu yang mengundangmu itu pelakunya?”
“Siapa lagi, kau fikir siapa? Dia bahkan membawa dua orang yang pernah menjadi korbanku, ada beberapa wanita lain disana, apa sebenarnya yang dia mau? Aku seperti terjebak dan dipermalukan disana hingga tiba-tiba aku tidak tahu semua di sana tiba-tiba kacau, semuanya mengalami hilang kesadaran dan berlaku aneh, mereka bergerak-gerak, aku pun juga seperti akan mati seluruh tubuhnku panas, tenggorokkan ku seperti terbakar aku merasakan sebuah keinginan yang aku tidak bisa menjelaskan aku tidak bisa mengedalikan—“
“Rasakan apa? Apa yang mereka berikan kepada mu!” Virel tersulut. “Obat perangsang?”
“Aku tidak tahu Virel, ku rasa lebih dari itu, jantungku berpacu sangat cepat, aku terus terbatuk-batuk tapi juga serasa ingin bergerak-gerak tidak lama aku seperti hilang kesadaran aku tidak ingat jelas, tapi aku ingat wajahnya jelas lelaki itu disana dia melakukannya di mobil dan aku tidak bisa melawan….Virel aku—“
Hikss…Hiks…
“Sial, beraninya dia melakukan itu, lalu bagaimana bisa kau terluka seperti ini, apa dia menyiksa mu!”
“Aku berlari dari sana saat bangun, dia mengatakan dia tidak sengaja melakukannya sebab juga dibawah penagruh sesuatu yang sama seperti ku itu, aku tidak percaya itu , aku melarikan diri dari sana takut terjadi sesuatu yang lebih parah! Dia mengejarku dan aku tertabrak!”
“SARLAAAAA!”
Entah dsri mana tiba-tiba saja Juless masuk kedalam rumah milik Virel, membuat Sarla terkesiap, Virel pun menutup mulutnya melihat pada lelaki itu dan semoga dia tidak mendengar pembicaraan mereka.
“Juless?” Sarla terkesiap seketika bibirnya terkatup rapat, ia tidak bisa mengelak lelaki menemukannya.
“Sudah ku duga, sesuatu yang tidak baik menimpa mu! Sudah ku duga Virel berbohong pada Molina, apa yang telah terjadi kenapa kau harus menutupinya dari ku Sarla!” Juless terlihat kecewa sekali, tatapannya melemah dia mencari Sarla saat kata Molina dia tidak kembali.
Juless mendekat pada sang kekasih, ia merendahkan tubuhnya di bawah sana, membuat Sarla semakin gusar dan merasa sangat bersalah, “Juless, bangkitlah!”
Lelaki itu mengambil tangan Sarla memeriksa seluruh di tubuh Sarla yang sakit, menatap lekat pada netra Sarla, “Katatan apa yang terjadi, aku mengerti kau tidak ingin membuat atauorang lain khawatir, berhentilah seperti itu Sarla, kau tidak pernah jadi beban untuk siapapun….”
Sarla berusaha untuk tidak menangis ia pun menarik lelaki itu keatas lalu memeluknya, “Maafkan aku membuat mu khawatir, aku tertabrak sebuah mobil tadi malam saat akan kembali kerumah, saat itu Virel belum kembali aku meninggalkannya, seseorang membawa ku kerumah sakit malam tadi dan aku rasa aku tidak ingin berlama-lama disana aku pun meminta untuk pulang.”
“Kau tidak menghubungi ku, kenapa kau tidak menunggu Virel pulang?” Juless sedikit tidak yakin.
“Aku sudah biasa pulang sendiri bukan? Aku terburu-buru Molina pasti menunggu ku! Setelah kecelakaan itu, aku bahkan tidak tahu tas dan ponselku jatuh dimana!"
Juless semakin meresapi pelukan Sarla mengusapi puggungnya, “Aku akan menghantar mu pulang mulai sekarang! Jangan pulang sendiri lagi, kau selalu saja melamun saat dijalan, kau terlalu memikirkan Molina padahal kita bisa memikirknanya bersama.”
Dada Sarla begitu sesak mendapati ucapan Juless, ia pun menangis tertahan dengan perasan yang hancur berkeping, kenapa ada laki-laki sebaik Juless dan kenapa dia harus bertemu dengan aku seorang perempuan yang hidupnya penuh dengan kesialan bathinnya.
Virel menunduk membiarkan Sarla menutupi semua, dia pun begitu tidak habis fikir bagaimana bisa kesialan itu terjadi pada Sarlanya, sangat disayangka sekali hidup Sarla sudah begitu sempurna mendapati lelaki baik seperti Juless melenhkapi hidupnya yang serba kekurangan dan perjuangan, jika Juless tahu semua ini mungkinkah dia mau memafkan kebohongan Sarla dan diam begitu saja menerima Sarla.
“Maaf aku gagal melindungi mu.” Ujar Juless merasa bersalah melepaskan pelukannya pada Sarla dan menatap wajahnya.
Sarla menggeleng, “Kau tidak pernah gagal hanya aku saja yang sial.”
Juless pun mengusap bulir bening yang membasahi pipi Sarla dengan jemarinya, “Ayo, kita pulang sekarang?”
“Tidak perlu biarkan Sarla istirahat dulu aku sudah terlanjur berbohong pada Molina mengatakan dia ke tempat bibiku sama seperti yang ku katakana padamu, lagi pula ada Oliver rekan kerja Molina disana menginap menemaninya.”
“Baiklah aku akan menemani mu disini!”
“NO! Kau pulang sekarnag Juless, Sarla akan beristirahat kembalilah besok!” Virel tahu Sarla sedang sangat bingung saat ini dia butuh ketenangan.
“Aku hanya menemani Sarla! Aku tidak akan menggangunya beristirahat!” Kilah Juless.
“Juless bangkit! Pergi sekarang!” Virel lelaki kewanita-wanitaan itu berdiri menegas. “JULESS GET OUT OF HERE, NOW!” Suara lelakinya pun tiba-tiba keluar, membuat Jules tertawa begitu pun Sarla.
Juless pun bangkit, “Baiklah aku akan kembali besok pagi-pagi sekali!” Juless pun kemudian mengecup pada puncak kepala Sarla, “Lekas pulih Baby, cepat pergi dari rumah ibu tiri!” Juless pun tertawa dan segera berlari pergi dari sana melambaikan tangannya pada sang kekasih. “Jaga dirimu….” ucapnya dari jauh tanpa bersuara.
“Aku pasti menjaganya!” Balas Virel.
Sedetik kemudian Juless pun hilang dari sana, Sarla seketika menjatuhkan tubuhnya terlentang.
“Arghhhht....Virel, aku ingin mati! Tapi bagaimana dengan Molina….”
“Aku akan mencari tahu siapa lelaki itu, Tentang tadi zat? Zat apa…apakah jika itu dia sengaja yang memberikanya, kenapa dia juga bisa mengkonsumsinya dan tidak sadarkan diri hingga melecehkan mu?”
Sarla diam sejenak berfikir, “Ya benar katamu! Atau memang kami semua di jebak disana, ahh..tapi bagaimana mana mungkin kita bisa mengatakan dia tidak terkena pengaruh zat itu, bisa saja dia berpura-pura sebab mereka semua ingin membalas karena aku sudah menipu.”
Virel menggeleng, menarik dagunya seraya berfikir, “Kau bodoh Sarla, mereka pastinya bukan orang sembarangan jika ada di Eddewars Tower untuk apa mereka mempermaslaah kan uang yang kau tipu, apa kau yakin tidak pernah melakuka sebuah kesalahan lain pada orang pada mereka atau orang lain?”
“Kesalah apa? Apa yang orang seperti ku bisa buat! jika kata mu bukan uang artinya aku tidak ada masalah dengan mereka, kejahatan ku hanya berurusan dengan uang, bukan?”
Virel terus berfikir dan berkelana jauh menerka-nerka, “Aku akan cari tahu lelaki itu!”
“Aku akan pindah tempat tinggal, mereka bahkan tahu nama ku dan mungkin sudah tahu alamat rumahku! Kita tidak tahu bisa saja dia akan membunuh ku atau menyerangku lagi, bisa saja mereka salah orang menganggapku orang yang mereka cari?”
“Salah orang, maksudmu mereka salah sasaran?”
“Sudah aku rasa tidak perlu lagi mencari sumber masalah, aku tidak ingin mencari tahu, apa gunanya? Apa yang akan ku dapatkan? Lupakan semuanya lupakan! aku akan anggap kesialan itu tidak pernah terjadi, sekarang aku hanya sedang memikirikan bagaimana dengan Juless yang terus saja ku bohongi!”
“Hem…aku mencurigai sesuatu!” Virel mengangguk pelan seperti mendapatkan sebuah kemungkinan menatappada Sarla penuh arti.
***
“Luke, pastikan untuk terakhir kalinya wanita itu sampai di rumahnya dengan selamat!”
Next>>
(Tunggu rame lah balik, 😂 Tembus 200comment and 1000 like aku masukin banyak bab )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
KLO KLIAN TAU, YG KASIH TU OBAT SI JULESS GOBLOK..
2023-08-18
0
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
pasti sarla tau suatu hari nanti dia sangat benci sma juless
2022-12-28
0
༄༅⃟𝐐 Melina Ayu
gimana kalo akhirnya sarla tau Semua itu perbuatan juless,,
2022-05-05
0