18 Pertengkaran Para Sahabat

Freya, Nania, Nuna dan Aruna sedang berada di taman, taman yang menghubungkan sekolah mereka dengan kampus yang ada di sebelahnya.

"Bantuin aku, dong."

"Bantu apa?" tanya Aruna yang melihat wajah serius Freya.

"Bantu aku agar bisa cerai dari tuh cowok."

"Hah?"

"Jangan ngaco deh, Ya," Aruna tak habis pikir dengan keinginan sahabatnya itu.

"Ck, aku serius."

"Kenapa kamu mau pisah?"

"Kenapa masih nanya?"

"Pernikahan kamu baru seumur jagung, Ya."

Aruna mencoba mengingatkan Freya bahwa pernikahannya masih seumur jagung, sedangkan Nuna diam saja. Begitu juga dengan Nania yang diam saja, bukannya dia ingin sahabatnya itu berpisah, hanya saja dia tahu bagaimana perasaan Freya.

"Apa susahnya sih, Ya, menjalankan pernikahan itu?" tanya Aruna.

"Kamu nanya apa susahnya? Ya susah, lah. Aku itu masih muda, masih sekolah, punya banyak impian. Mereka menjual aku karena kesepakatan bisnis. Mereka lebih mentingin perusahaan dari pada anak. Coba kalau keluarganya Arby miskin, mana mungkin mereka mau menikahkan aku dengannya. Yang ada mereka takut dibuat susah sama menantu kere, apalagi masih sekolah. Nanggung kebutuhan aku saja mereka pelit, apalagi harus bantu kebutuhan Arby. Secara logika, mana ada orang tua yang mau menikahkan anak mereka di usia sekolah kalau enggak ada apa-apa. Hamil di luar nikah saja enggak."

"Dia sih enak, tahun depan lulus sekolah, bisa kuliah di tempat yang dia suka. Bisa ngerasaain jatuh cinta sama cewek yang dia suka. Kalian enggak tahu, kan kalau dia diam-diam suka sama cewek. Bisa aja nanti mereka kuliah bareng dan pacaran diam-diam. Sekali pun dia sudah enggak perjaka, enggak ada tandanya, beda sama cewek. Sekalinya enggak perawan, enggak akan bisa ditutup-tupi."

"Coba kamu ikhlasin semuanya."

"Enak kamu bicara seperti itu, bukan kamu yang merasakan. Coba kalau kamu yang ada di posisi aku, dipaksa nikah gitu saja tanpa dipedulikan pendapatnya, gimana? Dikit-dikit dibilang anak durhaka, dikit-dikit dibilang istri durhaka. Suka sama cowok lain dibilang selingkuh," Freya mengeluarkan semua isi hatinya.

Sementara itu ada empat pria yang mendengar perdebatan mereka.

"Kalian tahu apa yang dikatakan si Arby itu? Dia bilang aku bikin malu keluaranya karena jualan kue. Dia membuang kue-kue yang aku buat dari jam tiga. Dia juga enggak ngerasain gimana jadi aku."

"Ya, maksud aku ...."

"Halah, sudahlah. Percuma juga ngomong sama orang yang enggak mau mengerti, suatu saat nanti kalau kamu merasakan saja sedikit dari yang aku rasakan, maka kamu baru paham."

Saat Freya membalik badannya, dilihatnya empat pria yang menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda.

"Cih, dasar tukang nguping."

Freya melewati mereka dan dengan sengaja menyenggol Arby.

"Apapun yang Freya pilih nanti, aku tidak akan melarangnya, karena aku tahu menjadi dirinya itu berat," Nania memberikan pendapatnya.

"Freya, tunggu aku!"

Nania mengejar Freya, sangat jelas kepada siapa dia berpihak. Dia pun menyenggol Arby dan Marcell, antara sengaja dan tidak.

Suasana hening, kecanggungan terjadi antara enam remaja yang masih ada di taman itu.

🌻🌻🌻🌻

Seorang murid SMA sedang merokok di pojok gudang belakang sekolah. Asap mengepul di hadapannya. Kepalanya menengadah menatap langit, wajahnya terlihat datar, tidak bersedih tidak juga terlihat senang.

Entah sudah berapa banyak rokok yang doa hisap, meninggalkan aroma nikotin di wajah dan bajunya, namun dia tidak peduli.

Rasanya dia bisa tenang duduk seorang diri di sini, tanpa ada yang mengusiknya. Matanya terpejam, menikmati semilir angin yang menyejukkan wajahnya. Di sampingnya ada minuman soda yang isinya tinggal setengah. Seperti ini, membuatnya merasa sedang menikmati hidup. Hidup seorang remaja yang bebas tanpa beban pelajaran atau desakan orang tua yang menuntutnya ini itu.

Haruskah dia memikirkan nilai?

Tidak!

Tidak jauh darinya, ada yang melihatnya merokok, orang itu tidak mendekatinya, tidak juga menjauhi. Dia hanya diam menatap, membiarkan orang yang ditatap tetap sibuk dengan rokok yang panjangnya tinggal sepanjang kelingking dan puntungan-puntungan lainnya berserakan di tanah dekat kakinya, juga bungkus rokok yang sudah terinjak, menandakan bahwa isinya telah habis.

Dia kembali meneguk minumannya hingga habis, lalu meremuknya dan membuangnya ke sembarang arah, menimbulkan bunyi saat kaleng itu membentur tembok. Lalu tangannya kembali mengarahkan rokok itu ke bibirnya, menghisapnya dalam-dalam, setelah itu membuangnya ke tanah dan menginjaknya.

Welcome to my paradise

🌻🌻🌻🌻

Perdebatan tidak terjadi dengan tim cewek saja, tapi juga tim cowok.

"Menurut aku orang tua kalian memang egois," seru Ikmal.

"Jangan ikut campur, Mal," kata Vian.

"Siapa yang ikut campur, aku kan hanya memberi pendapat."

"Tapi perkataanmu itu memojokkan Arby,"

"Dih, siapa yang memojokkan Arby. Aku kan sudah bilang hanya memberi pendapat. Lagian orang tua mereka yang aku bilang egois, bukan Arby."

"Sudah-sudah, jangan berantem," Marcell menengahi, tidak ingin mereka ikut bertengkar seperti Freya dan sahabat-sahabatnya.

"Benar kata Freya, kita saja yang lebih tua dan laki-laki, masih ingin senang-senang, bebas ke mana aja. Di larang orang tua saja suka kesal, apalagi harus dilarang suami atau istri. Hilang kebebasan kita yang masih muda ini."

"Aku kan enggak pernah larang dia main sama teman-temannya," Arby membela dirinya sendiri.

"Tapi kamu melarang dia jualan kue, kan."

"Ya lagi buat apa juga dia jualan kue, aku bisa kok ngasih dia uang. Malahan aku sudah kasih dia ATM dan kartu kredit."

"Mana mau dia terima sesuatu dari orang yang dia benci. Sama orang tuanya saja dia sudah benci, apalagi sama kamu."

"Ngomong-ngomong, memang kamu lagi suka sama cewek, Ar?" tanya Vian.

Arby tidak menjawab, cukup dia saja yang tahu tentang perasaannya. Saat dia mengatakan sedang suka seseorang pada Freya, dia keceplosan.

"Aku saranin, sebaiknya kamu lupakan cewek yang kamu suka itu, Ar, atau kamu lepasin Freya sebelum pernikahanmu berlangsung lebih lama lagi. Dari pada kalian saling menyakiti. Kasihan Freya, dia perempuan. Status janda dan status duda itu memiliki pandangan yang berbeda-beda dari setiap orang, mereka punya pemikiran dan penilaian sendiri. Jangan sentuh dia kalau kamu tidak bisa mencintai dan mempertahankan dirinya. Karena sekali lagi, benar apa yang dikatakan Freya, sekali perempuan sudah tidak perawan, tandanya akan selalu ada. Beda dengan cowok, dia bisa berpura-pura masih perjaka meski sudah memiliki anak di tempat lain."

Ikmal menepuk pundak Arby, lalu meninggalkan Arby, Marcell dan Vian.

Arby berpikir, haruskah dia melepaskan Freya karena tidak ada cinta?

Oh, tentu tidak.

Bukan karena dia sudah menyukai Freya atau tidak.

Apa karena masalah orang tua?

Atau karena gengsi harus menjadi duda di usia dini?

Apapun alsannya, dia tidak peduli. Yang sudah menjadi miliknya harus selalu menjadi miliknya, kecuali jika dia sudah bosan, maka dia akan membuangnya.

Persetan dengan perasaan Freya. Masalah hatiku, biar menjadi urusanku. Tidak ada yang boleh mengaturnya.

Terpopuler

Comments

Tiwi Pratiwi

Tiwi Pratiwi

kok aku gx suka ya sama karakternya freya... terlalu berlebihan... gx ada sopan2nya sama sekali.. terlalu keras kepala

2024-12-18

1

Rhima Erdhina

Rhima Erdhina

freya... jgn gk sopan sama mertua.siapa tau mrk lebih baik dr yg lainnya.
ar... agak lembut napa klo sama2 keras jd apa peenikahan kalian?

2022-07-18

0

Anisnikmah

Anisnikmah

keras iya akan keras klo di kerasin apalagi keadaan gak mendukung

2022-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!