14 Dendam Dan Air Mata

Pulang sekolah, keempat gadis itu pergi ke mall. Seperti biasa, Freya akan pergi ke toko buku terlebih dahulu.

"Aku mau ke toilet, habis itu langsung ke toko buku. Kalian mau ke mana?"

"Aku mau nyari sepatu dulu, deh," sahut Aruna.

Akhirnya Nania dan Nuna menemani Aruna ke toko sepatu.

Ketiga gadis itu memang jarang memasuki toko buku, tidak seperti Freya.

Setelah mendapatkan buku yang dicarinya, Freya langsung menyusul sahabat-sahabatnya yang masih di toko sepatu.

Mereka bertiga membeli sepatu dan akhirnya baju juga barang-barang lainnya.

Sedangkan Freya, gadis itu cukup membeli dua buku saja. Selama menginap di rumah sahabat-sahabatnya, Freya tidak membuat kue, hari ini pun tidak. Dia tidak ingin uang tabungannya untuk di luar negeri nanti habis begitu saja.

Layaknya anak muda, keempat gadis itu menghabiskan sepanjang sore di mall.

🍁🍁🍁

Aruna mengantar Freya pulang terlebih dahulu sebelum mengantar Nania dan Nuna. Mereka melihat sudah ada Arby yang masih memakai seragam sekolah duduk di teras rumah. Freya mengerucutkan bibirnya, sesaat dia lupa dengan statusnya yang sudah menjadi seorang istri.

"Kamu dari mana?"

Tanpa menjawab pertanyaan Arby, gadis itu berlalu ke kamarnya, namun di ruang tamu, ada kedua orang tuanya dan kakak adiknya.

"Kamu dari mana, Ya? Dari pulang sekolah tadi Arby menunggumu.

Freya juga tak menghiraukan mereka. Unjuk rasanya akan terus berlangsung hingga dia berpisah dari Arby.

"Kamu ke kamar Freya saja, Ar!"

Arby mengangguk dan segera menyusul Freya.

Brak!

Pintu kamar dibanting tepat di depan wajah Arby. Freya langsung mengunci pintu kamarnya. Teringat akan perkataan Vian kemarin, yang mengatakan kalau Arby bisa memanjat pohon mangga bila Freya tidak membukakan pintu kamar untuknya, Freya langsung mengunci pintu balkon yang menghadap halaman belakang.

Arby menghela nafas kesal.

Kayaknya tuh cewek harus dikasih pelajaran.

Malam harinya orang tua Arby datang untuk menjemput anak dan menantu mereka. Freya akan mereka boyong untuk tinggal di rumah keluarga Abraham.

Saat makan malam

"Freya, mulai malam ini kamu tinggal di rumah orang tua Arby," papa memberi tahu.

"Jadi sekarang aku diusir?"

"Bukannya diusir, tapi yang namanya istri, harus ikut suami."

"Halah, memang kalian enggak pernah anggap aku anak, kok."

"Jaga bicara kamu!"

"Aku enggak mau tinggal sama mereka. Mereka enggak akan aku anggap suami dan mertua."

"Yang sopan Freya!"

Freya pura-pura tuli, tidak akan selesai jika mereka tidak ada yang mengalah, jadi lebih baik dia pura-pura tuli saja, dari pada mulutnya gatal karena ingin terus menyahuti.

Freya langsung masuk ke kamarnya.

"Yang sabar ya, Ar."

Freya mengurung diri di kamar. Pintu kamarnya terus digedor-gedor membuatnya kesal, lalu dia membukanya.

"Apaan, sih?" bentaknya tanpa melihat siapa yang ada di hadapannya. Mama, mami juga Arby.

"Mau apa? Ganggu saja."

"Siapkan barang-barang kamu, Arby dan orang tuanya sudah lama menunggu."

"Aku enggak mau!"

"Bi, siapkan barang-barang Freya!"

"Baik, Nya."

"Jangan!"

Bi Karti mulai memasukkan baju-baju dan buku-buku Freya ke dalam koper. Freya mengeluarkannya lagi, membuat mamanya kesal. Dia langsung menarik menarik tangan Freya dan membawanya ke bawah.

"Lepasin, aku enggak mau tinggal di sana!"

Namun sekali lagi, tidak ada yang mau mendengarnya, apalagi membelanya. Apa yang salah dalam hidupnya? Kenapa orang tuanya bersikap seperti ini?

Rasa dendam itu semakin tertanam di hati Freya, gadis remaja yang masih labil, yang masih mencari jati diri. Apa dirinya menjadi beban orang tuanya?

Arby melihat tatapan Freya yang mulai kosong, namun dia sama tidak pedulinya. Kakaknya, adiknya juga tidak peduli, apalagi para asisten rumah tangga.

Bi Karti menurunkan tiga koper besar milik Freya yang kebanyakan isinya buku, lalu dia memasukkan koper-koper itu ke dalam mobil milik papi Arby.

Freya meninggalkan rumah itu, tanpa menengok ke belakang, tanpa ucapan perpisahan kepada orang tua maupun saudara-saudaranya, tanpa peluk dan cium. Meninggalkan rumah itu dengan berjuta rasa sakit dan dendam.

Aku bersumpah, apapun yang terjadi tidak akan pernah menginjakkan kaki lagi di rumah ini.

Sepanjang perjalanan kedua orang tua Arby mengajaknya berbicara untuk mencairkan suasana, namun lagi-lagi Freya menulikan diri.

"Orang tua aku bicara sama kamu, Frey. Kamu yang sopan dong, sama mereka!"

Tetap tidak ada sahutan.

Kenapa dia harus menjawab, sedangkan tadi mereka juga menulikan dii saat dirinya mengiba meminta bantuan.

Dia tidak akan lagi peduli pada orang-orang yang ada di sekitarnya, yang juga tidak peduli padanya.

Mereka tiba dengan cepat karena jalan tidak macet. Sebuah mansion yang sangat mewah menjadi pemandangan indah untuk orang-orang yang melihatnya, namun tidak untuk Freya.

Mereka mengantar Freya ke kamar Arby sekaligus ingin beristirahat.

"Ini kamar kamu sama Arby."

"Aku mau kamar lain."

"Kamu kan sudah menikah sama Arby, jadi satu kamar ya."

"Aku mau kamar lain."

"Freya ...."

"Aku mau kamar lain."

"Sudah malam, kalian istirahatlah!"

Lagi-lagi tidak ada yang peduli dengan keinginannya.

Entah siapa di sini yang egois.

Freya mengepalkan tangannya, sekilas Arby melihat senyum bak iblis di bibir Freya, namun dia langsung mengenyahkan pikiran itu.

Arby mendorong Freya untuk masuk ke kamar.

"Ini lemari dan meja belajar buat kamu."

Freya langsung membuka salah satu koper dan mengambil buku-bukunya, lalu mulai belajar.

Arby mengernyitkan alisnya.

Apa dia gila belajar, ya?

Arby memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya. Guyuran air shower langsung membuat badannya segar.

Pemuda itu keluar kamar mandi sudh berpakaian lengkap, lalu dia merebahkan badanya di atas kasur, sesekali melirik Freya yang fokus terhadap buku-bukunya. Arby kemudian membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu.

Jam 11

Arby mulai menguap, sekali lagi dia melihat Freya yang tetap fokus. Sejak tadi tidak ada yang berbicara, tidak ada juga yang berniat memulai pembicaraan.

Jam 12

Freya melirik Arby yang sudah terlelap. Dia lalu ke luar kamar dan berjalan ke ruang tamu. Merebahkan dirinya di atas sofa dan tidak lama kemudian tidur dengan posisi melengkung.

Jam 5

Arby terbangun, dilihatnya Freya yang tidak ada di sebelahnya, di meja belajar maupun di sofa. Dia mengetok pintu kamar mandi, dan tidak ada sahutan. Dia ke luar kamar bertepatan dengan maminya yang ke luar kamar juga.

Di dapur, sudah terdengar suara para asisten rumah tangga yang memasak. Arby melihat ke sekeliling.

"Cari siapa, Ar?"

"Freya, Mi. Dia tidak ada di kamar."

"Kok bisa?"

"Em, itu Nya, nona Freya tidur di ruang tamu."

Arby dan maminya berpandangan, lalu menuku ruang tamu. Mereka melihat Freya yang tidur meringkuk tanpa selimut, hanya menggunakan bantal sofa.

Merasakan ada yang bergerak di dekatnya, Freya membuka mata dan melihat Arby dan maminya di hadapannya.

"Kenapa tidur di sini, Ya?" tanya mami lembut.

Freya, yang tetap dengan sikap kerasnya tidak menjawab. Dia langsung menuju kamar untuk mandi dan pergi ke sekolah, meninggalkan ibu dan anak itu yang sibukndengan pikiran dan perasaan masing-masing.

Terpopuler

Comments

Herta Siahaan

Herta Siahaan

ini sich bukan barbar atau tomboy tapi mang kurang ajar dan sopan. kurang sreg ma gaya bicara dan sikap nya Freya

2022-11-27

0

Anisnikmah

Anisnikmah

orang tuanya gak peka. mertuanya peka dikit lah thor.. moga di ep selanjutnya freya bisa terbuka mereka yang tau freya jadi kebuka pikirannya

2022-03-07

0

El_Tien

El_Tien

Semangat

2022-02-21

0

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!