13 Sahabat Tak Berakhlak

Hup!

Freya jatuh dapam pelukan seseorang. Mata mereka saling menatap, sampai deheman seseorang menyadarkan keduanya.

Freya mengerucutkan bibirnya, si Arby itu selalu saja membuyarkan semuanya. Freya langsung turun dari gendongan Ikmal. Benar, Ikmal lah yang menangkap tubuh Freya sebelum mendarat jelek di atas tanah.

"Awas, Ar, pebinor di depan mata!"

Vian mendapat toyoran dari Marcell.

"Jangan asal kalau ngomong. Masa Arby belum dapat malam pertama sudah ditikung sama orang!"

Vian dan Marcell cekikikan lalu melakukan tos. Dasar teman lucknut, memang.

"Aaa ... ampun, Ya!"

Freya menarik rambut Marcell.

"Habisin ... habisin ... habisin!"

Ketiga cheerleader itu menyoraki Freya untuk memberinya semangat dari atas balkon.

"Sekali lagi ada yang ngomong malam pertama, bakalan aku santet!"

Akhirnya, keempat pria itu yang harus memanjat pohon mangga dan memetik buah-buah lainnya untuk dirujak oleh empat gadis jelmaan Nyi Pelet itu.

"Yah, sepertinya kamu memang gagal malam pertama, Ar," seru Vian.

"Awas, nanti kena santet sama ratu dedemit," Marcell mencoba menakut-nakuti Vian.

"Enggak apa, tapi santet cinta ya!"

Pelayan mengantarkan ulekan, pisau dan bahan-bahan untuk membuat bumbu rujak. Sedangkan untuk menaruh buahnya menggunakan daun pisang.

"Rumah kamu kok banyak pohon buah-buahan, Ya?" tanya Nuna.

"Hm, semua ditanam sama nenek aku."

Selama ini mereka memang tidak pernah ke rumah Freya meskipun sudah bersahabat sangat lama dengan gadis itu.

Freya sendiri tidak betah di rumahnya, jadi untuk apa dia mengajak mereka ke sana. Waktu yang Freya habiskan di rumah hanya untuk belajar, itu pun selalu di dalam kamar, mau itu di meja belajar, di atas kasur maupun di teras kamarnya yang menghadap taman belakang atau yang menghadap halaman depan. Kamarnya memang sangat luas namun minim barang-barang.

Keempat pemuda yang masih berada di bawah teras itu mulai memanjat kembali pohon mangga, bukan untuk memetik buah mangga, tapi untuk menyelinap ke balkon kamar Freya.

"Pada enggak tahu terima kasih banget sih, basa-basi kek, ngajakin kita rujakan," rajuk Vian.

Keempat gadis itu pura-pura enggak dengar.

"Heh, ngapain kalian ke sini. Ini kamar cewek, tahu."

"Aku mau lihat kamar pengantin baru kaya gimana."

Dengan tak tahu malu Marcell celingak-celinguk melihat kamar Freya.

"Gila, keren banget nih kamar."

Marcell, Vian dan Ikmal berdecak kagum melihat kamar Freya.

Sedangkan Arby mencuri-curi pandang pada gadis pujaannya.

Jangan ditanya apakah kamarnya dihiasi dengan kelopak-kelopak mawar yang ditaburi dibatas kasur, dengan hiasan bebek yang yang saling menghadap membentuk hati, atau lilin-lilin aroma terapi.

Kamar itu justru seperti kapal pecah. Selimut teronggok tak manusiawi di atas lantai.

Bantal guling tersebar di mana-mana.

Bungkus makanan dan minuman, gelas, dan piring berserakan.

Laptop di atas kasur.

Potongan kebaya Freya yang seperti kain lap.

Dan masih banyak lagi.

"Bener-benar luar biasa."

"Malam pengan ...."

Sebelum Vian sempat menyelesaikan kalimatnya, mulutnya sudah disuguhi mangga asam dengan bumbu rujak ekstra pedas yang banyak oleh Freya.

"Aaaa ... pedas pedas pedas ... asaaammm!"

Keempat gadis itu langsung memeluk air minum mereka sebelum diambil oleh Vian. Memang kalau soal membully, keempat gadis itu jagonya.

Arby, Marcell dan Ikmal meringis. Mulut mereka berdecap-decap seolah merasakan sensasi perpaduan mangga asam dan bumbu manis namun kebanyakan pedasnya itu.

Karena tidak bisa mendapatkan air yang layak minum, akhirnya Vian menuju ke kamar mandi Freya untuk minum air keran. Bodo amat, dah. Yang penting pedasnya hilang, kelamaan kalau dia harus ke bawah lagi.

🍁🍁🍁

Hari senin, hari dimana orang-orang kembali beraktifitas setelah kemarin libur. Begitu juga dengan Freya cs dan Arby cs.

Tadi malam Freya tidur di kamarnya dengan sahabat-sahabatnya. Sedangkan Arby cs tidur di kamar tamu. Orang tua mereka tidak mau protes, yang penting sah saja dulu, yang lain urusan belakangan.

Di hari Senin pagi ini, Freya ngotot pergi ke sekolah. Mana mungkin gadis berprestasi seperti dia membolos dengan alasan 'pengantin baru'.

Mereka ke sekolah menggunakan mobil Aruna untuk tim cewek, dan mobil Ikmal untuk tim cowok.

Ngomong-ngomong, perut Vian tidak baik-baik saja sejak adanya kolaborasi mangga muda asam, bumbu pedas dan air keran yang dia minum.

Suara misterius berbunyi.

"Anjir, bau banget."

"Kaya bau ******."

Vian hanya tertawa meski wajahnya pucat.

Arby, Marcell dan Ikmal langsung membuka seluruh jendela.

"Awas aja tuh si Freya, enaknya aku apain ya?" Vian ngedumel kesal.

"Culik aja An, minta tebusan sama lakinya."

"Emang lakinya mau, ngasih tebusan buat bini judes kaya gitu?"

"Jangan-jangan lakinya malah bersyukur, istrinya ilang."

"Terus ...."

"Cari bini lagi ... teret teret teret ... teret," mereka serempak bernyanyi.

Arby langsung memiting leher Vian dan membekapnya di ketiaknya, tidak peduli bahwa sahabatnya itu masih lemes karena diare. Sedangkan Marcell dia jambak. Ikmal belum diapa-apakan karena dia yang menyetir, bisa-bisa nanti mereka berakhir di rumah sakit.

"Gini-gini juga aku enggak mau jadi duda remaja."

Mereka bertiga ngakak mendengar perkataan Arby.

Duda remaja?

"Duda kembang, kali?"

Apalagi itu duda kembang?

Sudah pasti lawannya janda kembang.

"Ya iyalah dia mana mau, kan belum dapat jatah malam pertama."

"Awas, nanti didengar ratu dedemit."

"Enggak ada orangya ini."

"Tapi ada lakinya."

"Emang lakinya dianggap?"

Arby mengelus dada. Dosa apa dia punya sahabat-sahabat tak berakhlak dan istri barbar?

🍁🍁🍁

"Pulang sekolah kita ke mall, yuk?" ajak Aruna.

"Ayo, aku juga mau beli buku."

Freya cs berjalan di koridor, mereka berpapasan dengan guru BK. Jika biasanya Frya akan menyapa dan mencium tangan para guru yang ditemuinya, maka sekarang tidak lagi.

Rasa hormatnya kepada guru BK, wakil dan kepala sekolah telah sirna tak berbekas. Bukankah sudah tanamkan di hati dan pikirannya, bahwa siapa saja yang kemarin hadir di acara tersebut, sekarang menjadi musuhnya, kecuali sahabat-sahabatnya.

Sorot matanya memancarkan kebencian, dia melewati guru itu dengan mendengkus.

Sepanjang koridor kelas, Freya mendengar pujian-pujian dari para murid perempuan soal Arby. Kebanyakan dari mereka adalah kelas satu yang memang berada dalam fase pemula, karena mereka belum tahu apalagi pengalamam soal dicuekin oleh Arby.

Di dalam kelas, Freya memikirkan cara bagaimana dia bisa bercerai dengan Arby. Biarlah dia menjadi janda di usia muda, toh tidak akan ada yang tahu pernikahannya selain mereka yang hadir di sana kemarin. Itu hanya acara akad nikah yang dihadiri oleh kedua keluarga besar saja, bukan resepsi yang dihadiri oleh orang luar.

Yang penting dia bisa bercerai dengan keadaan perawan, jadi tidak ada jejak yang tertinggal dari Arby.

Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!