15 Curi-Curi Pandang

"Sarapan dulu, Ya," ajak mami.

Freya tidak menyahut, apalagi memandang tiga orang itu. Dia langsung ke luar rumah untuk ke sekolah, tanpa sarapan apalagi berpamitan. Arby pun masa bodo, tidak punya inisiatif untuk mengejar.

Di halte, Freya menunggu ojol yang akan menjemputnya, namun tak kunjung datang. Arby melihat Freya yang berdiri dengan rambut yang sedikit berantakan karena tertiup angin.

Dia begitu saja melewati Freya, tanpa ada niat untuk mengajak atau mengawasi dari belakang.

Memangnya kamu saja yang bisa cuek, aku juga bisa.

Freya yang melihat mobil Arby lewat di depannya, mendengkus. Bukan karena dia ingin ditawari untuk menumpang atau dipedulikan.

Dua puluh menit kemudian Freya tiba di sekolahnya.

Nania, Nuna, Aruna, Arby, Marcell, Vian dan Ikmal melihat Freya yang terlihat tak bersemangat seoerti biasanya, bahkan gadis itu melewati ketiga saabatnya begitu saja, tidak menegur seperti biasanya.

"Freya kenapa, ya?"

🍁🍁🍁

Istirahat tiba, mereka kini berada di kantin. Freya memesan banyak makanan dan minuman, tak seperti biasanya.

"Kalian pesan apapun yang kalian mau, aku yang traktir," ucap Freya tanpa memandang mereka, terutama empat pria tak tahu malu yang selalu saja mengekori mereka.

"Kami juga, kan?" Marcell yang tak tahu malu itu tak mau rugi, rupanya.

Freya hanya mengangguk.

Mereka, para cowok tak berakhlak itu memesan gila-gilaan. Lebih tepatnya Marcell dan Vian yang memesan, karena Arby dan Ikmal duduk anteng di bangku mereka.

Mereka makan dengan fokus, lebih fokus dari pada saat belajar.

"Lagi banyak uang, Ya?" tanya Ikmal.

"Iya."

"Kerjaan ada yang acc?" tanya Nania.

Kerjaan?

Keempat pria itu menatap Freya.

"Bukan."

"Terus uang dari mana?"

Freya tak mungkin menghambur-gamburkan uangnya begitu saja. Bukannya pelit, hanya saja dia sudah memisahkan uang untuk kuliah dan kehidupannya di luar negeri, untuk jalan-jalan dan sebagainya di berbagai rekening. Saat dia mendapatkan pekerjaan dan sudah mendapatkan bayarannya, maka dia tidak akan pelit untuk mentraktir sahabat-sahabatnya.

"Jual cincin, lah."

Mereka tersedak.

"Cincin?"

"Cincin kawin?"

"Memangnya aku punya cincin yang lain?"

FLASHBACK ON

Freya tidak pergi ke toilet, tapi menuju toko perhiasan. Dia memasuki Tiara's Jawellery, toko perhiasan yang didirikan oleh Tiara Group, perusahaan perhiasan yang sangat terkenal, yang didirikan oleh Carlos Anderson.

Dia ingin menjual kedua cincin itu. Seorang penjaga wanita melihat penampilan Freya, gadis remaja berseragam sekolah.

"Sebaiknya adik ke FJ saja, ini buatan khusus toko tersebut, hanya bisa dijual kembali ke toko itu."

"Owh, gitu ya, mbak? Makasih, ya."

Freya langsung keluar dari Tiara's Jawellery dan menuju FJ, toko perhiasan yang juga cukup besar, dengan lambang seorang wanita yang memakai mahkota.

"Ada yang bisa kami bantu?"

"Mbak, saya mau jual cincin?"

"Bisa kami lihat dulu?"

Freya menunjukkan sepasang cincin itu. Pegawai toko langsung mengenali cincin tersebut, namun dia tetap meliatnya untuk memastikan.

Seratus persen asli!

Sama seperti toko sebelumnya, mereka memandang curiga pada Freya, namun tidak ingin sembarang menuduh karena seragam yang dipakai oleh Freya merupakan seragam sekolah elit yang terkenal dan hanya kalangan tertentu saja yang bisa sekolah di sana.

Tidak mudah ternyata menjual cincin tersebut, Freya harus memberikan identitas dirinya. Nomor ponsel, alamat rumah, foto copy kartu pelajar (karena belum memiliki KTP).

Ribet amat sih, jual ya jual aja kali. Tahu gini mending aku jual di pasar, sekalian. Biarin walau murah juga!

Akhirnya, Freya berhasil juga menjual sepasang cincin kawin itu. Bahkan cincin untuk pria tersebut belum pernah disematkan di jari Arby.

Jangan ditanya harganya, prosedurnya saja susah, sudah pasti harganya memang fantastis. Freya tersenyum penuh kemenangan.

Freya lalu mengecek uangnya yang sudah masuk ke rekening, lalu membaginya ke beberapa rekening lainnya, setelah itu dia menuju ATM untuk mengambil beberapa juta.

Selesai mengambil uang, dia menuju toko buku, selanjutnya ke toko sepatu untuk menyusul Nania, Nuna dan Aruna.

FLASHBACK OFF

Mereka menggaruk tengkuk, tak menyangka bahwa Freya serius mengatakan ingin menjual cincin tersebut.

Freya sedikit melirik Arby dari ekor matanya, pria itu biasa-biasa saja, terlihat kesal.

Iya juga sih, mana mungkin dia kesal. Dia kan enggak pernah suka aku, menikah juga terpaksa. Cih, dasar munafik, enggak suka tapi juga enggak nolak. Sok jadi anak berbakti tapi suami dzolim.

Yang lain juga melirik Arby, sedikit kasihan. Ingat ya, hanya sedikit. Lalu mereka melirik makanan yang tadi sangat mereka nikmati.

Arby ikhlas enggak ya, cincin kawinnya dijual untuk traktir makanan-makanan ini?

Jangan sampai aku sakit perut gara-gara makanan ini. Yang gara-gara kamerin saja perutku belum normal, masa mau ditambah lagi yang ini.

Dibuang sayang, enggak dibuang takut ada yang enggak iklas.

Berbagai pikiran berkecamuk di otak mereka, dan akhirnya mereka memiliki jawaban yang tepat.

Ah, bodo amatlah!

Mereka kembali makan dengan lahap, lupa bahwa baru saja mereka galau.

"Ya, kalau gitu nanti kita ke mall lagi, yuk. Makan-makan, nonton, shopping, ya pokoknya senang-senanglah. Kamu kan lagi banyak uang."

"Ayo, aku juga mau beli dress untuk sweet seventeen-nya Nania."

"Kalian para cowok enggak boleh ngintilan kita lagi!"

"Tahu tuh, cari cewek kek sana. Kalau kalian dekat-dekat kami terus, nanti para cowok jadi ragu mau ngajak kami pedekate."

"Nanti sekalian kita ke salon."

Segala rencana mereka bicarakan, mereka tidak tahu saja bahwa para cowok itu juga sibuk berdiskusi satu sama lain melalui ponsel yang disilent.

Entah karena suka atau apa.

Arby memang diam-diam menyukai salah satu gadis itu.

Marcell memang ingin terus menggoda sang mantan agar tidak bisa move on darinya.

Vian dan Ikmal?

Mereka juga tidak jelas.

Sesekali Ikmal melirik ke salah satu gadis itu, lalu melirik Arby. Seperti itu terus sambil tangannya menulis pesan.

Ikmal melihat Freya, ada yang aneh dari Freya. Gadis itu tak seceria biasanya, tatapan matanya sedikit redup, wajahnya pucat.

Binar yang selalu hadir di wajah gadis itu, tak terlihat hari ini.

"Kamu sakit, Ya?" tanya Ikmal akhirnya.

Freya menggeleng, matanya melirik Arby yang terlihat tak peduli.

Sebenarnya mereka semua itu saling lirik-lirikan diam-diam, dasar ABG.

Freya melihat seseorang yang duduk di pojok kantin, cowok yang berpenampilan sedikit urakan. Sebenarnya penampilannya masih biasa-biasa saja, tapi jika dibandingkan dengan semua murid yang ada di sini, dialah yang paling urakan. Dia duduk bersama genknya.

Lalu mata Freya melihat ke arah lain, sekelompok murid perempuan yang sedang tertawa.

Freya menghela nafas.

Sama seperti sekolah pada umumnya, di sekolah ini juga murid-muridnya berkelompok, namun tidak ada yang namanya pembullyan. Mungkin karena semua yang sekolah di sini selain kaya, mereka juga pintar, jadi semuanya hampir sama rata.

Mata Freya kini kembali ke cowok tadi. Merasa ada yang memperhatikan, cowok itu menenhok k arah Freya. Pandangan mata mereka bertemu, lalu dia mengedipkan matanya kepada Freya, membuat Freya sedikit tersenyum geli.

Terpopuler

Comments

Whatea Sala

Whatea Sala

Arby.."diam diam menyukai salah satu cewek itu"gak di kasih keterangan siapa yang disukai arby.
tapi yang pasti yang disukai arbi ya freya ya kan thor...😁😁

2023-05-03

1

Desak Reni

Desak Reni

lanjut thor up ny dikit 2 banget

2021-08-30

3

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!