6 KABUR

Keesokan harinya saat sarapan, Freya kembali harus mendengar pembicaraan orang tuanya mengenai pernikahan. Dia pikir, tadi malam itu dia hanya mimpi.

Ya ampun, apa mereka tidak berpikir bahwa anaknya ini masih di bawah umur? Bagaimana bisa seorang anak dipaksa menikah dini, toh dia juga tidak hamil, kan.

Mingkin, jaman dulu wajar jika orang-orang menikahkan anaknya di usia muda dengan berbagai alasan, ekonomi misalnya.

Tapi ini? Sekarang jaman modern, keluarganya juga bukan keluarga dengan ekonomi yang kekurangan.

"Jadilah anak berbakti!"

"Memangnya aku kurang berbakti? Selama ini aku pernah meminta apa pada papa mama? Aku sekolah dengan beasiswa, tidak pernah meminta uang jajan yang berlebihan seperti Ayla dan Nayla, nilai-nilai selalu memuaskan. Papa mama jangan dzolim pada anak. Jangan pilih kasih!"

Brak!

Wildan menggebrak meja.

"Jangan kurang ajar kamu!"

"Bilang saja kalau aku anak pungut. Jadi aku tahu alasan kalian selalu membeda-bedakan aku dengan Ayla dan Nayla."

"Cukup! Masuk ke kamar kamu sekarang."

Tanpa disuruh pun, Freya memang ingin pergi. Tidak ada yang membelanya. Baik mamanya, kakaknya, apalagi adiknya yang masih kecil itu.

Freya melangkahkan kakinya ke luar rumah, setelah tadi mengambil dompetnya di kamar. Dari pembicaraan antara papanya dan papi Arby yang dia dengar diam-diam, mereka akan dinikahkan sebelum tahun ajaran baru.

Freya sengaja meninggalkan ponselnya di kamar, agar tidak ada yang melacak keberadaannya.

Ya, Freya memutuskan untuk kabur. Mana sudi dia menikah dini, mengorbankan masa remaja dan impiannya hanya untuk menikah dengan pria yang tidak dia sukai.

Memang sih, Arby itu gantengnya kelewat batas, kaya dan masih banyak lagi kelebihannya, kata orang-orang.

Namun bukan berarti Freya menyukainya. Bagi Freya, saat ini adalah memperoleh impiannya. Apa harus perjuangannya selama ini kandas di tengah jalan. Dia belajar siang malam, bangun sepagi mungkin untuk membuat kue lalu dititipkan di warung-warung, belajar berbagai bahasa asing secara otodidak. Ditambah dia juga belajar bisnis sendiri.

Tidak, tentu saja Freya tidak sebodoh itu.

Impiannya harus tercapai.

Freya tiba di kontrakan kecil. Selama ini dia menjadikan kontrakan ini sebagai tempat untuk dia berkreasi terhadap resep-resep baru dengan tenang tanpa gangguan orang rumah.

Di rumah ini, sudah ada baju-bajunya, juga beberapa buku untuk dia belajar. Bagi gadis itu, buku itu seperti pacarnya, ke mana saja maunya dibawa.

Makan malam di rumah keluarga Zanuar berlangsung tanpa kehadiran Freya. Tidak ada yang menanyakan keberadaannya.

"Jadi bagaimana, Pa?" tanya Ami pada suaminya.

"Dia harus mau."

Sementara itu, teman-temannya Freya sejak tadi pagi sulit untuk menghubungi gadis itu. Ponselnya tidak pernah aktif, tidak biasanya seperti itu.

🍁🍁🍁

Hingga tiga hari berlalu, tidak ada yang menyadari ketidak hadiran Freya di rumah itu selain asisten rumah tangga. Marni, asisten rumah tangga di rumah Freya merasa cemas. Saat dia membersihkan kamar Freya, dia melihat ponsel Freya yang adadi atas meja belajarnya. Temoat tidurnya masih rapih dan dingin. Tidak aja baku kotor. Kamar itu benar-benar terlihat tidak berpenghuni selama tiga hari.

"Maaf tuan, nyonya," Marni menjeda ucapannya, bingung bagaimana cara mengatakannya.

"Ada apa, bi?"

"Itu, nona Freya selama tiga hari ini tidak ada di rumah."

"Oh, mungkin dia menginap di rumah temannya atau liburan bersama mereka. Kan sebentar lagi mulai kembali sekolah."

Marni diam saja melihat sikap kedua majikannya itu yang terlihat santai, lalu kembali ke dapir untuk melanjutkan pekerjaannya.

🌹🌹🌹

Satu minggu lagi rencananya pernikahan itu akan diadakan. Arlan, Elya dan Arby mendatangi rumah Wildan untuk membicarakan pernikahan lebih lanjut.

Suara bel berbunyi, salah satu asisten rumah tangga membuka pintu. Ketiga tamu itu memasuki rumah dan disambut oleh Wildan dan Ami.

"Sih, panggil Freya," perintah Wildan.

"Nona belum pulang juga sampai sekarang," ucap Wasih.

"Coba papa hubungi Freya."

"Ponsel nona ada di kamarnya, tuan."

Wildan berdecak kesal.

"Mungkin Freya bersama teman-temannya, coba kamu hubungi salah satu temannya," Arlan memberikan saran kepada Wildan.

"Bi Marni punya nomor ponsel temannya Freya?"

"Tidak tuan, saya juga tidak tahu siapa saja yang menjadi teman-temannya nona Freya."

Jangankan saya, tuan dan nyonya saja yang orang tuanya tidak tahu.

"Ar, kamu tahu siapa saja yang berteman dengan Freya?" Elya menatap wajah anaknya itu yang mengkerutkan alisnya.

"Tahu, mereka Nania, Nuna dan Aruna."

"Punya nomor ponselnya tidak, Ar?"

"Enggak, tapi aku coba tanya ke Marcell dulu."

Arby langsung mencari kontak Marcell, tidak lama kemudian panggilan itu diangkat dan di loudspeaker oleh Arby.

"Halo Cell, kamu punya nomor ponselnya Nania kan? Minta, dong."

"Wah parah, mau nikung sahabat, ya?"

"Dih, bukan tipe aku dia, mah."

"Terus buat apa nomor Nania?"

"Ya adalah, mau tahu aja."

"Ya harus lah, kalau enggak mau ngasih tahu, enggak akan aku kasih nomornya."

"Mau nanya, Freya ada sama salah satu dari mereka, enggak."

"Freya? Ada apaan kamu nanya Freya? pedekate, ya?"

"Bawel amat, sih. Buruan!"

"Cerita dulu."

"Ck. Buruan, Cell!"

"Cerita dulu."

Arby kendengkus kesal, malas berdebat dengan sahabat yang mengesalkan itu.

"Orang tuanya nyariin, katanya Freya enggak ada di rumah sudah ...."

Dia menanyakan kepada orang tuanya Freya.

"Sudah berapa lama, Om?"

"Sudah satu minggu, den," jawab Marni.

Arby mengkerutkan keningnya.

"Sudah satu minggu Freya belum pulang dan tanpa kabar. Enggak bisa dihubungi juga," jelas Arby pada temamnya yang sangat kepo itu.

"Ngapain kamundi rumah Freya?"

"Cell, plis deh. Bukan saatnya kamu banyak nanya."

Elya langdung menambil ponsel dari tangan Arby.

"Marcell, ini maminya Arby. Tolong ya kalau kamu punya nomor ponsel temannya Freya atau tahu keberadaan Freya, kasih tahu kami."

"Eh, iya tan. Aku kirim nomor ponsel Nania. Kirain tadi Arby becanda. Maaf ya, tan."

"Cepat ya, Cell."

"Iya, tan. Aku kirim sekarang."

Elya mematikan sambungan itu dan tidak lama kemudian sebuah pesan masuk. Arby melihat nomor kontak Nania yang diberi nama Calon Bini , oleh Marcell. Arby terkekeh pelan, melihat nama itu. Segera dia menghubungi Nania, juga diloudspeaker.

"Halo, siapa?"

"Ini Arby?"

"Arby, temannya cowok yang sok cakep itu?"

"Iya."

"Ngapain nelp-nelp?"

"Mau nanya, Freya ada sama kamu, enggak? Atau sama yang lain?"

"Freya?"

"Iya, Freya."

"Sudah satu minggu ini kami susah menghubungi Freya. Ponselnya juga tidak pernah aktif. Kok nanya Freya?"

"Sudah satu minggu Freya enggak ada di rumahnya juga?"

"Hah? Freya hilang?"

"Iya."

"Ck, emang ya tuh orang tuanya, anak sudah satu minggu hilang baru dicari sekarang. Kebangetan banget!"

Nania tersulut emosi.

Terpopuler

Comments

💕febhy ajah💕

💕febhy ajah💕

nah denger tuh temenya freya, udah nga dianggap langsung mau dijodohkan, dasar orng tua pilih kasih.

2022-08-01

1

Kod Driyah

Kod Driyah

orang tua egois main jodoh2an freya umurnya jg msh terlalu muda knp g sm alya sj yg umurnya sdh dewasa

2022-07-23

0

Mamah Dara

Mamah Dara

lanjut ......seru ortu apa ortu itu ma anak engga peduli

2022-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!