16 Mico

Sesuai kesepakatan, mereka langsung menuju mall sepulang sekolah. Ada yang berbeda dari penampilan Freya, gadis itu memakai hotpats dengan kaos pendek. Sedangkan yang lainnya tidak jauh berbeda, mereka langsung membeli baju ganti di mall, karena enggan pulang dulu ke rumah.

Freya berbelanja gila-gilaan, memanjakan dirinya dengan membeli baju, tas, sepatu, dan aksesoris khas anak muda.

"Tuh empat jin enggak ngikutin kita, kan?"

"Aman."

"Mereka ngapain sih, ngintilin kita terus?"

"Suka kali sama kita."

"Sok ganteng banget mereka."

"Tapi memang ganteng, sih."

"Dih!"

Shopping membuat para kaum hawa lupa waktu, termasuk mereka. Jam delapan malam Freya baru tiba di rumah Arby. Dia menghela nafas sebelum masuk ke rumah hantu itu.

Di ruang keluarga, Arby, papi dan maminya sedang menonton film.

"Kamu kok baru pulang, Ya? Ponsel kamu dari tadi tidak bisa dihubungi."

Mereka melihat penampilan Freya yang tangannya menenteng banyak kantong belanjaan. Freya melewati mereka begitu saja.

Freya masuk ke kamarnya dan langsung mandi. Dia sudah sangat lelah, ingin segera tidur namun di ruang keluarga mereka masih menonton. Tidak ada pilihan lain, Freya terpaksa tidur di kamar itu. Dia langsung menuju sofa dan tidak lama kemudian sudah ada di alam mimpi.

Arby masuk ke kamarnya, dia melihat Freya yang sudah tidur dengan nyenyak.

Tumben enggak belajar.

Dia langsung menyalakan laptopnya dan mengerjakan tugas. Tidak ada niat untuk memindahkan Freya ke atas kasur.

⚡⚡⚡⚡⚡

Jam tiga Freya bangun, dia langsung menuju dapur dengan membawa bahan-bahan untuk membuat kue yang dia beli di mall.

Arby terbangun pada jam empat lewat lima. Dia melihat Freya yang tidak ada di kamarnya. Dia langsung turun ke bawah dan melihat Freya yang sudah sibuk dengan kue-kue buatannya.

"Kamu lagi apa?"

Freya tidak menjawab, dia memasukkan kue-kue itubke dalam box plastik untuk dititipkan dibwarung-warung.

"Untuk apa kamu buat kue sebanyak ini?"

"Ck, untuk aku jual, lah."

"Kamu jualan kue?"

Freya diam saja.

"Kamu enggak boleh jualan!"

"Apa urusan kamu?"

"Ya urusan aku, lah. Apa nanti kata orang-orang kalau tahu menantu papi mami jualan kue. Malu tahu, enggak."

"Bukan urusan aku, lagian kalian masih punya malu?"

"Pokoknya kamu enggak boleh jualan!"

Mereka tarik-tarikan kotak-kotak itu, membuat kotak-kotak itu terjatuh dan kue-kuenya berantakan di lantai.

Freya berteriak marah.

"Dasar cowok gila, aku sudah bangun pagi-pagi dan capek-capek bikin kue ini, tapi kamu seenaknya merusak kue-kue aku."

"Memangnya aku peduli."

Freya memungut kue-kue itu, membuat Arby kesal.

"Jangan dipungut lagi!"

Arby langsung menginjak kue-kue itu tanpa perasaan.

Freya menangis sesenggukan, bukannya menenangkan dan memeluk Freya, tapi Arby langsung menarik tangan Freya dengan kuat dan membawanya ke kamar.

"Dasar sinting, lepasin brengsek!"

Arby mendorong tubuh Freya ke atas kasur.

"Mulai sekarang kamu enggak boleh jualan kue-kue lagi!"

"Tapi aku butuh uang."

"Nih buat kamu!"

Arby mengeluarkan kartu kreditnya dan ATM lalu melemparnya ke wajah Freya.

"Aku enggak butuh uang kamu, kamu kira aku enggak bisa cari uang sendiri?"

"Kenapa, kamu enggak mau yang gratisan?"

"Iya."

"Kalau gitu kamu kasih tubuh kamu ke aku."

Plak!

"Dasar an*ing!"

Arby mencengkram dagu Freya, mengarahkan wajah cantik itu ke hadapannya.

"Dengar baik-baik, Frey, mulai sekarang kamu enggak boleh lagi jualan kue, kalau sampai itu terjadi, aku akan menghancurkan warung-warung itu. Ingat, aku enggak pernah main-main sama ucapan aku."

Pria itu langsung ke kamar mandi, melihat wajahnya yang merah bekas tamparan Freya. Dia menyugar rambutnya, mencoba meredakan amarahnya.

Dasar brengsek!

Dua puluh menit kemudian dia keluar dari kamar mandi, melihat Freya yang tertidur di atas kasur dengan posisi meringkuk. Wajanya sembab dengan rambut yang menempel di wajahnya. Lengannya merah bekas cengkraman Arby.

Arby membuka ponselnya, melihat foto-foto gadis pujaannya. Jam enam lewat lima belas menit Arby ke luar kamar tanpa membangunkan Freya.

"Freya mana, Ar?"

"Nanti nyusul."

Selesai sarapan, dia langsung berangkat ke sekolah.

Jam tujuh kurang Freya terbangun. Dia melihat jam, sudah terlambat untuk pergi ke sekolah, namun dia tetap bersiap-siap.

Jam tujuh lewat dia turun, pergi ke sekolah tanpa sarapan dan tidak berpamitan pada siapapun.

🌿🌿🌿🌿🌿

Jam istirahat

"Freya mana?" tanya Nania dan Marcell berbarengan.

Jika Nania bertanya pada Arby, maka Marcell bertanya pada Nania.

"Ar, Freya mana?"

"Sakit," jawabnya singkat dan asal.

"Sakit apa?"

"Demam," lagi-lagi menjawab asal.

"Nanti kita tengok, yuk."

"Oke," kali ini Marcell yang menjawab.

"Siapa yang ngajak kamu?"

"Enggak ada, tapi aku punya inisiatif sendiri."

Terasa ada yang berbeda tanpa kehadiran Freya. Keempat gadis itu saling melengkap.

Freya yang paling cuek namun dia yang paling peduli. Dalam artian dia akan mengingat apa yang orang suka atau tidak dan paling nyaman diajak curhat, karena dia akan jadi pendengar yang baik dan tidak suka menggurui.

Nania yang manja namun bijak, akan jadi penengah kalau ada yang beda pendapat, juga sedikit pelupa.

Nuna yang galak gengsinya paling gede dan bermulut ember.

Aruna yang kalem, tapi kalau ngomong suka enggak lihat-lihat sikon, bisa bikin orang malu.

🌸🌸🌸🌸🌸

Freya melihat Miko, cowok satu sekolah yang sering bolos, yang saat itu mengedipkan matanya pada Freya.

"Kamu bolos?"

"Kamu juga bolos."

Mereka duduk di salah satu cafe yang jauh dari sekolah. Seragam sekolah mereka sudah diganti dengan pakaian biasa.

"Kamu sakit?" tanya Miko, karena dia melihat wajah Freya yang pucat dengan mata sembab dan bengkak.

"Enggak, tapi aku kelaparan."

Miko tertawa renyah.

"Ya udah, pesan yang banyak, aku yang traktir."

"Asik. Eh, kalau ada kerjaan aku mau dong."

"Lah, aku saja masih SMA, Ya."

"Ck, ya kali aja kamu punya saudara atau apa gitu."

"Hmmm, tapi kalau bisa, yang dikerjakan secara online ya."

"Serius?"

"Iya."

"Sini, deh."

Miko langsung membisikkan sesuatu ke telinga Freya.

"Serius?" kali ini Freya yang bertanya.

"Iyalah."

"Mau mau mau!"

Freya tersenyum.

"Aku pasti enggak akan ngecewain kamu."

🌿🌿🌿🌿

"Freya!"

Teriak Nania, Nuna dan Aruna. Mereka tidak peduli bahwa ini adalah rumah Arby.

"Non Freya belum pulang," ucap salah satu asisten rumah tangga.

"Ke mana?"

"Loh, tadi pagi kan ke sekolah."

"Sekolah?"

Mereka langsung melihat Arby. Yang ditatap menghela nafas, dan langsung ke kamar, disusul oleh Nania, Nuna dan Aruna. Marcell, Vian dan Ikmal akhirnya ikut-ikutan.

Arby membuka lemari, baju-baju Freya masih utuh, tapi bukan berarti gadis itu tidak kabur lagi, kan.

Terpopuler

Comments

Mamah Dara

Mamah Dara

seru

2022-05-17

0

Moena Al Madinah

Moena Al Madinah

makin menarik juga cerita masa SMA nya, persahabatan yg saling mendukung

2022-05-16

0

Gahara Rara

Gahara Rara

harus saya akui.. ceritanya beda dari novel pernikahan SMA lainnya
.. bagua Thor

2022-02-26

2

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!