10 Akad Nikah

Freya terbangun, dia mendapatkan dirinya kini tengah berada di kamar yang sudah cukup lama tidak dia tempati. Dia mencoba untuk duduk, namun rasa pusing yang menyerang kepalanya membuatnya kembali memejamkan mata. Setelah merasa cukup kuat, Freya kemudian duduk sambil bersandar di kepala ranjang.

Freya beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu dia keluar, namun pintu kamarnya dikunci. Gadis itu menggedor-gedor pintu kamarnya dan berteriak, tetap saja tidak ada yang membukakan pintu.

Dia menuju jendela, dilihatnya empat orang bodyguard menjaga tepat di bawah jendela dan teras kamarnya. Tidak ada jalan untuk melarikan diri.

🍁🍁🍁

"Kamu yakin Ar, mau menikah muda?" tanya Ikmal.

"Sudah berapa kali sih aku bilang, ini kemauan orang tua aku."

"Memangnya kenapa orang tua kamu mau kamu menikah cepat-cepat, kamu kan masih muda banget."

Arby memandang Ikmal.

"Mereka enggak bilang apa-apa, aku hanya ingin menjadi anak yang berbakti."

Jawaban Arby membuat Ikmal mencibir.

Si Ikmal kenapa sih, sepertinya tidak suka dengan jawabanku. Apa jangan-jangan dia suka sama Freya, ya?

🍁🍁🍁

"Jadi kita ke rumah Freya, nih?" tanya Aruna.

"Iya, dari pada dia kenapa-kenapa."

Ketiga gadis itu menuju rumah Freya. Meskipun mereka belum pernah ke rumah Freya, bukan berarti dia tidak tahu di mana Freya tinggal.

Di rumah Freya sudah ada Arby dan kedua orang tuanya. Tentu saja mereka membicarakan masalah pernikahan yang sempat tertunda. Menghilangnya Freya tidak membuat lernikahan itu batal, hanya diundur.

"Maaf tuan, ada teman-teman nona Freya ingin bertemu dengan nona."

"Suruh masuk saja, bi."

Nania, Nuna dan Aruna melihat Arby dan kedua orang tuanya. Mereka bertiga memeletkan lidah mereka kepada Arby, membuat kedua orang tua Arby dan Freya tertawa.

Mereka bertiga diantar oleh salah satu asisten rumah tangga. ART itu memutar kunci pintu kamar Freya.

Freya dikurung di dalam kamar?

Kasihan banget Freya.

Tega banget orang tuanya.

Itulah yang ada dalam pikiran mereka. Jangan salahkan jika Freya menjadi pemberontak, orang tuanya saja egois dan tidak perhatian.

Freya mendengar pintu yang dibuka, tiga wajah yang sangat dikenalnya muncul di hadapannya.

"Nania, Nuna, Aruna? Kalian kok bisa di sini?"

"Kami khawatir sama kamu."

"Kami mau menginap di sini menemani kamu."

Mereka berempat berpelukan ala Teletubies. Di dalam kamar itu mereka bercerita, tidur-tiduran, juga menonton drama. Baik itu drama Jepang, Korea, China atau Thailand.

Jam tujuh, ART memanggil keempatnya untuk makan malam. Ternyata masih ada Arby dan kedua orang tuanya.

Bisa Nania, Nuna dan Aruna lihat bahwa dalam keluarga Freya memang kurang hangat, lagi-lagi membuat ketiganya merasa kasihan.

"Freya, besok pagi kamu akan menikah dengan Arby."

Perkataan papanya itu menghentikan gerakan Freya yang akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Hilang sudah ***** makannya.

"Sudah aku bilang, aku tidak mau."

"Tidak ada bantahan!"

Freya membanting sendok yang dipegangnya.

"Kalian egois! Aku benci kalian, sangat benci!"

Byur!

Freya menyiram air ke wajah Arby, sebagai bentuk kekesalannya karena cowok itu tidak berpihak padanya.

"Lihat saja, ini baru permulaan. Aku yang akan membuat hidupmu bagai di neraka jika pernikahan itu terjadi."

Freya berlari ke kamarnya, tidak mungkin dia kabur lagi karena rumah sudah dijaga dengan ketat.

Nania, Nuna dan Aruna mengikuti Freya.

"Kalian harus bantu aku kabur, please!"

Freya menangis tersedu, membuat ketiga sahabatnya ikut menangis.

Arby, yang berdiri di depan pintu kamar itu mendengar suara tangis gadis itu yang terdengar sangat pilu. Dia mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Freya.

"Gimana caranya, ya?" tanya Nania.

"Pura-pura pingsan aja."

"Paling dokter yang ke sini, bukannya dibawa ke rumah sakit."

"Pura-pura bunuh diri, deh."

"Nuna!"

"Ya maaf, habis kalian punya ide lain?"

Mereka menggeleng.

"Nanti malam saja sat semua orang sudah tidur, baru kita kabur."

Akhirnya mereka sepakat menunggu tengah malam. Kenyataan tentu saja tak selalu bisa sesuai harapan, mereka tak bisa kabur. Para bodyguard itu masih terus berjaga bergantian, tidak terpengaruh tipu muslihat gadis-gadis itu.

Akhirnya jam tiga mereka tidur dengan keadaan pasrah menunggu esok pagi tiba.

Keesokan paginya

Freya memandang kebaya modern yang ukurannya. Teman-temannya juga sudah disiapkan dress entah oleh siapa.

Penata rias mendandani Freya dengan menahan emosi karena gadis muda itu terus memberontak.

Perias itu akhirnya keluar dari kamar Freya setelah selesai melakukan tugas mereka.

Freya membuka kebayanya, dan menggunting sesuka hatinya.

"Freya!"

Freya terkikik menatap ketiga sahabatnya yang melihat perbuatannya.

"Mereka pikir aku main-main! Lihat saja, aku akan membuat mereka semua malu."

Sedangkan orang-orang yang ada di bawah sibuk mengobrol, menunggu proses akad nikah dimulai.

"Dia tidak membuat ulah lagi kan, ma?" tanya Wildan kepada Ami. Ami menggeleng pelan. Tamu-tamu yamg hadir adalah kerabat dan sahabat-sahabat Arby.

Sahabat-sahabatnya itu juga tak menduga bahwa hari ini Arby dan Freya akan menikah, padahal baru kemarin mereka mengobrol di sekolah.

Di kamar Freya

"Ingat, jangan ada yang masuk!"

Freya memberikan instruksi kepada mereka. Nuna membuka pintu sedikit, untuk mencari tahu apa yang sedang berlangsung.

"Sebentar lagi ijab kabulnya mau dimulai, kayaknya."

Wajah Freya kembali sendu.

Di ruang tamu

Arby menjabat tangan Wildan dengan berbagai pikiran, tangannya juga keringat dingin.

Sebentar lagi aku akan menjadi suami

Sebentar lagi aku akan menjadi suami

Sebentar lagi aku akan menjadi suami

"Arby Erlangga Abraham, saya nikahkan engkau dengan putri saya, Freya Canaya Zanuar dengan mas kawin uang tunai 888.888.888 rupiah dan satu unit rumah."

"Saya terima nikahnya Freya Canaya Zanuar dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

Arby mengucapkannya dalam satu tarikan nafas.

"Bagaimana saksi, sah?"

"Sah."

Resmi sudah Freya dan Arby menjadi sepasang suami istri. Kedua orang tua mereka menarik nafas lega. Kakak dan adik Freya tersenyum, ikut merasakan kebahagian dua keluarga besar, tapi bukan pengantin perempuan yang berbahagia.

Marcell, Vian, dan Ikmal menepuk punggung Arby.

"Selamat ya!" ucap mereka bergantian.

Sementara itu di kamarnya, Freya kembali menangis.

"Kami bingung, mau ngasih selamat, tapi kamu enggak bahagia. Mau ikut nangis, tapi seharisnya ini jadi hari bahagia."

"Aku mau ke kamar mandi dulu."

Pintu kamar Freya terbuka, maminya Arby dan mamanya Freya masuk.

"Mana Freya?"

"Lagi di kamar mandi, tan. Nanti biar saja kami yang menemani Freya ke luar."

"Ya sudah, jangan lama-lama ya."

"Mungkin Freya gugup."

"Iya, dari tadi katanya mules-mules."

Teman-temannya mencoba melindungi Freya, tidak tega kalau sahabat mereka itu dimarahi lagi.

"Sudah minum obat?" tanya mami Arby.

"Hanya minum air putih tan."

"Ya sudah, nanti biar diperiksa, ada dokter keluarga juga di bawah."

Mami dan mama itu turun, tidak lama kemudian Freya keluar dari kamar mandi.

"Kamu yakin Ya, mau ke luar dalam keadaan seperti ini?"

"Yakin enggak yakin, tetap saja aku harus ke luar."

Mereka berempat menuruni tangga. Mata orang-orang terperangah melihat penampilan Freya yang ... sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Kedua orang tua Freya menunduk menahan malu, sedangkan Freya menatap penuh kebencian kepada mereka semua yang hadir di sana, kecuali sahabat-sahabatnya.

Ini hanya salam pembuka, Arby!

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Hadeeuuhh Ortu pada nekat semu..
Aku dapat merasakan berada di posisi Freya saat ini,Di umur yg masih sangat muda,Baru beranjak Remaja tapi dipaksa Nikah,dan direnggut paksa kebebasan nya,🤦🤦🥺🥺

2025-03-24

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Alasan.. Bilang aja kalo kamu itu senang banget bisa di Jodohin dgn pujaan hati,makanya kamu gak nolak..

2025-03-24

1

El_Tien

El_Tien

seneng denger yang nikah

2022-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!