9 Khayalan Freya

"Jadi, apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu dan keluarga kamu?" tanya Nania, karena sebesar apapun masalah yang selama ini Freya alami, tidak pernah gadis itu menghilang tanpa kabar, apalagi sampai dua minggu.

"Kalian tahu tidak, orang tua aku tuh egois banget. Masa aku dijodohkan dan harus menikah sebekum tahun ajaran baru dimulai. Mana sudi, aku!"

"Hah?"

"Apa?"

"Yang benar?"

Reaksi ketiga teman Freya sudah Freya duga. Sementara itu, Arby menghela nafas pelan, sedangkan ketiga sahabatnya juga tak kalah kaget.

"Iya, jadi aku kabur saja."

"Kamu di jodohkan dengan om-om perut buncit kepala botak?"

Freya mendengkus mendengar pertanyaan dari Aruna.

"Bukan. Tuh cowok masih muda. Mungkin udianya satu atau dua tahu lebih tua dari aku."

"Wah, masih muda juga dong. Ya sudah, Ya, mau saja." Nuna justru memberikan dukungan.

"Enak saja, memangnya aku enggak laku, apa. Masih muda begini dipaksa nikah."

"Memang siapa yang akan jadi calon suami kamu?"

"Dih, jijik banget aku dengarnya, calon suami. Jadi mau muntah." Freya bergidik dengan muka merah karena geli.

"Siapa cowok itu?" Nuna tak sabar mendengar penjelasan Freya.

"Ck, ya ada lah. Enggak penting banget tuh cowok."

"Siapa, sih?"

"Arby!" jawab Freya pelan.

"Arby? Arby salah satu personil musuh kita itu?" tanya Nania.

"Iya."

"Apa?"

Bukan hanya Nania, Nuna dan Aruna, tapi Marcell, Vian dan Ikmal juga teriak tak percaya. Arby kembali menghela nafas, dia tak mengira bahwa Freya akan menceritakan semua itu kepada Nania, Nuna dan Aruna, bahkan Marcell, Vian dan Ikmal ikut mendengar.

Keempat gadis itu menengok kepada keempat pria tersebut.

"Woy, dasar tukang nguping. Enggak punya kerjaan lain, apa?" protes Nania.

"Itu benar, yang diceritakan oleh Freya?" tanya Vian, tak mempedulikan protes Nania.

Mereka menatap Freya dan Arby bergantian, tidak ada yang menjawab, seperti membiarkan mereka menarik kesimpulan sendiri.

"Jadi benar?" Nuna bertanya heboh.

Arby dan Freya saling tatap. Kalau wajah Freya cemberut, maka wajah Arby terlihat datar.

"Wah, beruntung banget kamu, Ya bisa menikah sama Arby. Kalau aku jadi kamu, aku tidak akan menolak." Nuna kembali berbicara dengan wajah ceria.

Arby menunduk, menahan senyumnya saat Nuna berkata seperti itu. Freya melebarkan matanya, lalu menoyor kening Nuna.

"Ih, apaan sih, Ya."

Nuna mengusap keningnya dengan bibir yang mengerucut.

"Kamu saja sana yang nikah sama dia."

"Kalau bisa sih, gitu. Tapi kan bukan aku yang dijodohkan dengannya. Gimana kalau kita itu tukaran orang tua untuk sementara."

Nuna terkikik, merasa lucu dengan perkataannya sendiri.

Apa gadis galak ini menyukai Arby?

Itulah yang ada dalam pikiran mereka.

💞💞💞

Beda orang, beda juga pemikirannya.

Nania mengerti mengapa Freya menolak pernikahan itu mati-matian. Sedangkan Nuna, gadis itu berkata, "Enggak apa, Ya. Yang penting calon suami kamu masih muda dan ganteng. Orang tuaku juga menikah muda dan dijodohkan, tapi langgeng dan bahagia."

Entah sejak kapan mereka yang tadinya hanya berempat saja, sejak tahun ajaran baru kini menjadi berdelapan. Arby dan gengnya itu terus mengintilin cewek-cewek itu, dengan niat masing-masing. Kalau Marcell ingin menggoda Nania, maka Arby ingin dekat dengan gadis pujaannya. Sedangkan Ikmal dan Vian, entah hanya ngikut saja, atau memang punya niat terselubung juga.

"Tapi kalau jadi menikah, jangan sampai hamil dulu, Ya. Kamu kan masih sekolah dan terlalu muda, rahimmu belum cukup kuat," saran Aruna yang ibunya merupakan dokter kandungan.

Blush ....

Wajah Freya dan Arby memerah, diikuti oleh yang lain kecuali Aruna, tentunya.

Arby dan Freya menatap horor Aruna, masih dengan wajah merah. Entah karena malu, kesal, atau apa.

Kenapa sih Aruna membicarakan ini tak kenal tempat dan waktu. Bisa kan bicara hanya jika ada mereka berempat saja, tanpa kehadiran cowok-cowok itu.

Namun, pikiran-pikiran yang hobi berfantasi itu tentu saja sulit dikendalikan.

Ikmal menoyor kepala Marcell.

"Jangan mikir mesum."

Gantian, Marcell yang menoyor kepala Ikmal.

"Kamu juga mikir mesum, kan?"

Kedua pria itu menaik turunkan alis mereka.

"Lanjutkan!" ucap mereka serempak.

Freya, gadis itu tentu saja ikut membayangkan hal tersebut. Dia bukan gadis polos yang tak mengerti apa-apa, meskipun belum pernah berpacaran dan kutu buku, tapi secara teori dia tentu tahu apa yang terjadi antara suami istri.

Pikirannya mulai berkelana, saat malam pertama dengan suaminya (tanpa mengingat siapa suaminya).

Dimulai dengan tatapan malu-malu dan wajah sedikit merah.

Selanjutnya berdeham pelan untuk mencairkan suasana.

"Aku mandi duluan, ya," ucap salah satu dari pengantin baru itu untuk pura-pura menghindar, padahal ngarep.

Selanjutnya, di tempat masing-masing, mereka saling memegang dada mereka yang jantungnya berdetak keras.

Lalu sang perempuan ke luar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe karena lupa membawa baju ganti.

Bergantian, kini sang suami yang mandi.

Sang istri buru-buru mencari pakaiannya yang ada di koper, yang ternyata isinya hanya ada satu lingerie berwarna merah menyala.

Mulutnya komat-kamit mengumpat pada orang yang melakukan ini padanya (padahal itu mamanya sendiri).

Lalu secepat mungkin dia memakai lingerie itu dan membungkus tubuhnya dengan selimut hingga rapat, pura-pura tidur.

Sang suami keluar hanya dengan memakai handuk saja untuk menutupi bagian bawahnya.

Selanjutnya ....

Sebelum ke adegan elus-elus dan a i u e o, ada yang berdeham.

"Kamu kenapa, Ya?"

"Woy Freya, kamu kenapa sih?"

Freya senyum-senyum, lalu cekikikan geli.

"Aku lagi ngayal malam pertama sama oppa kesayangan aku, hihihi ...."

Seketika ada yang menoyor kepala Freya. Bukan Nania, Nuna maupun Aruna, melainkan Arby.

Khayalan Freya yang tadinya manis, langsung menjadi pahit melihat wajah Arby di hadapannya.

"Masih bocil sudah mesum!"

Arby mendengkus.

"Dih, enggak nyadar diri. Aku yang masih bocil ini dipaksa nikah sama orang tua kamu ya, asal kamu ingat."

Freya membalas menoyor Arby. Jadilah mereka main toyor-toyoran.

"Ya ampun, belum menikah sudah KDRT," Vian menggelengkan kepalanya.

Bukannya melerai, mereka justru menikmati adegan itu.

"Ayo ayo ayo!" Ikmal mengompori.

"Ini romantis versi mereka," ucap Nania sambil menyeruput jus mangga.

"Kita juga bisa, Beb," Marcell tersenyum menggoda.

Sekarang giliran Marcell yang mendapat toyoran dari Nania.

"Kalian junior songong banget, sih."

"Dasar senior enggak ada akhlak!"

Kembali terjadi pertengkaran yang entah sudah keberapa kalinya antara dua kubu itu sejak memasuki tahun ajaran baru, namun tidak membuat jera tim cowok untuk merecoki tim cewek.

Selama beberapa hari ini Freya menginap di rumah Nania, Nuna, atau Aruna. Doa tidak ingin pulang ke rumah, juga tidak ingin kembali ke rumah kontrakannya agar tidak ada yang mengetahui rumah itu.

Sejauh ini, semuanya masih aman terkendali hingga saat pulang sekolah, tiba-tiba saja mulut Freya dibekap dari belakang, dan tidak lama kemudian Freya pingsan.

Nania, Nuna dan Aruna yang melihat itu dari jarak yang cukup jauh berteriak meminta tolong. Mereka mengejar Freya yang sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam sebuah mobil hitam.

"Dah enggak apa-apa. Mereka orang suruhan papanya Freya."

Nania, Nuna dan Aruna saling lirik. Begitu juga dengan Marcell, Vian dan Ikmal. Yang ada dalam pikiran mereka adalah, apa Arby dan Freya akan segera menikah?

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Gadis pujaan Arbi udah pasti Freya,Makanya dia setuju2 aja di Jodohin..

2025-03-24

1

Gahara Rara

Gahara Rara

penasaran sama cewek inceran arby...

2022-02-26

2

ajiu jiu

ajiu jiu

lanjut lg....

2021-08-27

2

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!