12 Cincin Kawin

"Ayo, sekarang memasangkan cincin kawin," Elya mencoba mencairkan suasana.

Arby ingin memasukkan cincin kawin itu di jari Freya, namun gadis itu mengepalkan tangannya, membuat Arby tidak dapat melakukannya.

Arby menatap Freya kesal, yang dibalas dengan tatapan mengejek dari Freya. Akhirnya, dengan susah payah dan drama panjang lebar dengan pemeran pembantu kedua orang tua mereka, bisa juga jari manis Freya terpasang cincin itu.

"Sekarang giliran Freya yang memasangkan di jari Arby."

Freya mengambil cincin itu, bukan memasangkannya di jari Arby, gadis itu malah melemparnya.

"Mimpi saja sana!"

Arby mengepalkan tangannya, mencoba menahan kesal. Arlan dan Elya pun merasakan hal yang sama, tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu.

"Nania, Nuna, Aruna, ayo kita jalan."

"Ke mana?"

"Shoping, nonton, makan, lihat-lihat cowok ganteng. Tapi sebelum itu, jual cincin ini dulu, hari ini aku yang traktir kalian. Cincin mahal nih, harganya pasti ratusan juta."

Freya memain-mainkan jarinya yang terdapat cincin kawin itu, lagi-lagi dengan wajah tersenyum mengejek.

Nania, Nuna, Aruna, Marcell, Vian dan Ikmal menelan saliva mereka. Mereka semakin cemas, sama sekali tidak menyangka bahwa Freya akan melakukan protes dengan cara seperti ini.

Freya menghentak-hentakkan kakinya.

"Ayo, dong! Kalian juga ingin berbalik mengkhianatiku?"

Gimana nih, maju salah, diam di tempat juga salah.

Mereka bertiga hanya saling lirik.

"Hmm, Ya ... mungkin sebaiknya kamu menyiapkan diri dulu," Aruna mencoba mencari alasan.

"Nyiapin diri buat apa?"

"Ya malam pertama, Ya," jawabnya asal.

Blush ....

Kembali wajah Freya dan Arby memerah.

Sedangkan para orang dewasa menahan tawa.

Gadis tengil ini, dia yang paling kalem, tapi kenapa kalau ngomong suka enggak lihat situasi dan kondisi, ya. Sering bikin malu.

Pikiran-pikiran para kawula muda mulai travelling.

Jika saat itu pikiran Freya berselancar ke dunia para oppa, kali ini imajinasinya menuntunya ke pria bule.

Judul: Malam Pertama Season 2

Sang istri menyentuh lengan berotot milik suaminya, perutnya yang kotak-kotak, lalu ....

Ehem ....

Deheman pelan itu membuyarkan lamunan Freya.

Lagi-lagi wajah menyebalkan Arby menghancurkan imajinasinya.

"Enggak mau! Apa jadinya kalau aku harus melakukan itu dengan pria yang tidak aku sukai? Bukannya rasanya itu seperti diperkosa atau menjalangkan diri?"

Freya bergidik ngeri, kali ini dia tidak ingin mengkhayalkannya. Secara naluriah dia juga menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya dan menyilangkan kakinya serapat mungkin.

Berbagai ekpresi dan pikiran orang-orang bermunculan dengan sikap gadis polos namun menyebalkan tersebut. Mereka tahu, bagaimana pun juga Freya itu remaja labil dengan berjuta ekpresi. Seperti sekarang ini, dia menunjukkan ekpresinya dengan cara protes dan melakukan hal-hal yang menyebalkan.

"Kamu enggak boleh pergi!" larang Arby dengan lantang.

"Siapa kamu ngelarang aku?"

"Aku suaminya, mulai beberapa menit yang lalu."

Freya merinding mendengarnya, belum pantas baginya memanggil seseorang dengan panggilan suami ... suamiku.

"Bodo amat, kamu mah suami gak dianggap. Sudah aku bilang jangan pernah mimpi!"

"Freya, cukup! Jangan jadi istri durhaka kamu!"

"Pada enggak nyadar diri. Kalian lah yang menjadi orang tua dzolim!"

Wildan ingin menampar Freya, namun ditahan oleh Ami.

"Freya, masuk kamar!" ucap Ami pelan.

Freya melangkah meninggalkan mereka.

Prang ....

"Maaf pa, anakmu yang durhaka ini tidak sengaja."

Wildan menghela nafas, bukan karena Freya yang baru saja memecahkan guci antik kesayangannya dengan harga milyaran secara sengaja, tapi karena sikap Freya yang sekarang jadi pembangkang.

Di pertengahan anak tangga, Freya kembali turun lalu memungut cincin kawin Arby yang tadi dilemparnya, lalu dia juga melepas cincin kawinnya.

"Satu aja kalau dijual dapat banyak, apalagi dua. Kaya mendadak, aku."

Freya mengedipkan mata pada Arby, dengan tingkah menggoda.

"Nania, Nuna, Aruna, ayo kita ngedrakor. Mendingan lihat oppa-oppa yang ganteng itu dari pada di sini. Jangan lupa bawa cemilan!"

Freya mengambil beberapa makanan dan minuman lalu melangkah.

"Ayo!" ucapnya lagi.

Nania langsung menyusul Freya. Lebih baik dia mengikuti Freya dari pada tetap berada di ruangan horor ini.

Nuna langsung mengambil beberapa kue.

"Aku mau yang ini. Tadi Freya enggak bawa yang ini," ucapnya nyengir kepada Aruna.

"Aku juga mau yang ini, ah." Aruna ikut-ikutan membawa beberapa makanan dan minuman.

"Maafkan atas sikap Freya," Wildan menunduk malu.

"Ar, kedepannya, kamu jangan terlalu keras menghadapi Freya. Anak itu, semakin dikerasin semakin melawan. Sabar ya, lama-lama kalian akan saling cinta," Ami mencoba memberikan pengertian kepada menantu mudanya itu.

"Ya sudah, kamu makan dulu. Setelah itu kamu susul Freya ke kamarnya."

Menyusul Freya ke kamarnya? Yang ada aku kena tabok.

Di kamar Freya

"Ya, apa kamu tidak keterlaluan?" tanya Aruna.

"Maksudnya?"

"Ya gitu-gitu kan, Arby sudah jadi suami kamu sekarang."

Freya mendengkus, bukan salahnya jika dia seperti itu. Suruh siapa mereka memaksanya menikah muda. Mungkin kalau mereka dinikahkan saat Freya sudah lulus kuliah, dia akan menerimanya.

"Sudah, jangan bikin mood Freya jelek lagi." Nania mencoba menengahi, dia tahu bagaimana tabiat Freya.

Di taman belakang

"Sepertinya susah bagimu mendapatkan malam pertama, Ar," Marcell menatap iba pada Arby. Pria yang memakai jas hitam mendengkus mendengar kalimat ejekan dari Marcell.

"Ternyata Freya galak juga, ya," Vian ikut menimpali.

"Mereka berempat itu mulutnya harus dipasang penyaring," saran Ikmal, pria yang sedari tadi sibuk mengunyah brownies.

Pluk, ada yang melempar mereka dengan kaleng bekas minuman soda. Mereka melirik ke kanan kiri, tidak ada orang.

Kulit-kulit kacang bertaburan bagai salju, mengotori rambut mereka.

"Siapa, sih?"

Pluk

"Huaaa!" teriak Marcell.

Kali ini ada cicak jatuh di atas kepalanya. Badannya menggeliat seperti cacing kepanasan.

Pluk

"Aaaaa!"

Ulat bulu berukuran besar bewarna hitam jatuh di atas tangan Vian.

Tidak lama kemudian ada suara cekikikan, membuat mereka menengok ke atas.

Empat orang gadis berwajah cantik namun berkarakter nenek sihir sedang menertawakan mereka.

"Anjir, sini kalian turun, beraninya di atas!"

"Kita ini senior mereka, tapi kenapa malah kita sih, yang sering dibully mereka?"

Freya dan Arby main pelotot-pelototan.

"Ya, pohon buah-buahan kamu lagi berbuah, mau dong."

Nania menatap halamam belakang rumah Freya dari teras kamar Freya yang menghadap taman belakang.

"Oke."

Freya langsung meraih dahan pohon mangga yang berada dekat dengan teras kamarnya. Dengan terampil dia memanjat dari satu dahan ke dahan lainnya.

Arby menatap horor pada Freya. Bukan karena takut Freya jatuh atau kenapa-kenapa. Tapi lihat saja penampilan gadis itu, dia masih memakai rok mini, membuat paha mulusnya terekspose.

Pria itu menepuk punggung sahabat-sahabatnya dengan kencang.

"Kondisikan mata kalian."

"Namanya mata, tak mampu menolak yang indah-indah, Ar."

Pluk

Marcell kena timpuk botol air mineral. Nania menatap Marcell dengan tatapan tajam.

"Kamu cemburu ya, Beb? Tenang saja, mataku memang menjelajah ke mana-mana, tapi hatiku tetap berlabuh padamu."

Kali ini Marcell mendapat toyoran dari Ikmal.

"Wah, Ar, enak banget ya jadi kamu," Aruna berucap ceria.

"Maksudnya?" tanya Arby tak mengerti.

"Iya, di sini banyak pohon buah-buahan. Ada mangga, pepaya, rambutan, belimbing, jambu. Jadi nanti kalau Freya ngidam, kamu enggak repot-repot nyari mangga muda. Tinggal manjat dari sini aja." Aruna menunjukkan wajah cerianya.

Tangan dan kaki Freya tergelincir saat mendengar perkataan bodoh dari sahabat terkalem namun suka tahu malu itu, membuatnya terjun bebas dari atas pohon.

"Freya!" teriak mereka ketakutan.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

ORTU BODOH,KENAPA BARU SEKARANG TDK TERIMA?? UDAH DARI AWAL PERTEMUAN,FREYA MEMPERLAKUKAN ANAK KALIAN DAN MENGHINA ARBY DAN KALIAN JUGA,TAPI KALIAN MALAH DIAM AJA,MALAH NEKAT BANGET MAU JODOHIN ANAK KALIAN DENGAN FREYA..🙄🙄

2025-03-24

1

ajiu jiu

ajiu jiu

jgn takut Freya, Arby ad di bawah 😂😂

2021-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!