8 Kembali Pulang

Tahun ajaran baru, dengan pikiran dan suasana hati baru untuk para pelajar. Namun tidak untuk ketiga gadis cantik lainnya. Mereka semakin cemas dan takut. Takut bahwa sewaktu-sewaktu ada kabar di berita tentang ditemukannya sosok gadis pelajar yang teronggok tak bernyawa, atau berita buruk lainnya.

Arby, Marcell, Vian dan Ikmal benar berdiri berhadapan dengan Nania, Nuna dan Aruna di depan gerbang kampus. Sekedar menanyakan keberadaan Freya pun, sudah pasti itu hanya basa-basi.

"Nania, Nuna, Aruna ... i miss you!" teriak heboh seorang gadis.

"Freya?"

Ketujuh orang itu membulatkan mata mereka. Gadis yang selama dua minggu menghilang dan membuat orang-orang khawatir, tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka dalam keadaan ceria, cantik dan memakai seragam sekolah.

"Taraaa ... ini hadiah buat kalian."

Freya memberikan paper bag kepada Nania, Nuna dan Aruna bertuliskan kota Jogjakarta.

"Kamu dari Jogja?" Arby langsung bertanya.

Freya menatap cowok itu dengan wajah paling judes. Dia tidak menjawab, sorot matanya memancarkan kebencian.

Keempat gadis itu melewati empat pria yang masih berdiri terpaku. Apa kecemasan mereka selama dua minggu ini sia-sia?

Freya menyenggol bahu Arby saat gadis itu melewatinya. Aroma lembut menyapa indra penciuman Arby.

"Jadi selama ini kamu ke Jogja?"

Mereka berempat duduk di taman, melihat kegiatan murid-murid baru dari kejauhan. Freya mengangguk.

"Kok enggak ngasih kabar?"

"Orang tua kamu nyariin."

"Kami juga cemas."

Ketiga sahabatnya itu terus berbicara. Orang tuanya mencarinya? Paling-paling hanya karena ingin menikahkan dia, juga karena malu kepada orang tua Arby.

"Kamu ngapain di Jogja?"

"Nyari bule ganteng. Oya, aku juga kenalan dengan mahasiswa-mahasiswa di sana. Gila, mereka ganteng-ganteng banget, tahu."

"Terus ini apa?"

Nuna membuka paper bag pemberian Freya, diikuti oleh Nania dan Aruna.

Wingko, gantungan kunci, kemeja batik, dan berbagai barang ciri khas kota tersebut.

"Kami tidak dikasih, Ya?"

Ikmal cowok bermata sedikit sipit itu tanpa malu bertanya pada Freya. Freya mendelik tajam kepada mereka. Biasanya dia yang paling masa bodo dengan orang, namun sejak mengetahui bahwa dia dijodohkan dan dipaksa menikah dini dengan Arby, sikapnya mulai berubah.

"Aku mau bicara sama kamu, Frey!"

Arby rasa, dia harus meluuskan sesuatu kepada Freya. Sikap Freya yang pura-pura tidak dengar itu membuat Arby kesal.

Sok dibutuhin banget nih, cewek.

Akhirnya Freya berdiri dari tempat duduknya, karena dia juga berpikir bahwa masalah ini hatus diselesaikan dengan cepat.

Dasar cowoknsok ganteng, dia pikir dia segalanya?

"Langsung saja, aku tetap dengan pendirian aku yang tidak mau menikah sama kamu. Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku masih muda, mau menjalani masa remaja aku dengan sebaim mungkin, jalan sama teman-teman tanpa haru dilarang dan izin dari suami. Pacaran sama cowok yang aku suka dan sebagainya ...."

Freya terus mengeluarkan segala uneg-unegnya.

Arby dengan tenang mendengarkan Freya.

"Aku hanya ingin membuat kedua orang tuaku bahagia. Memangnya kamu pikir aku tidak sedang menyukai seseorang? Aku juga menyukai seseorang, dan sangat ingin bersamanya," ucap Arby setelah mendengar celotehan gadis di hadapannya itu.

"Ya kalau gitu kamu tolak dong perjodohan itu. Jadi kamu bisa jadian sama dia."

"Kan tadi aku udah bilang, aku ingin membuat kedua orang tuaku bahagia."

"Ya membahagiakan orang tua enggak begitu juga, kali. Masih banyak cara lain."

"Tapi itu yang mereka mau dari aku."

"Memangnya aku peduli. Itu urusan kamu sama orang tua kamu."

"Kita akan tetap menikah, selama kedua orang tua kita menginginkannya."

"Jangan egois!"

"Aku enggak egois. Ini semua demi orang tua aku."

"Jangan harap aku mau menikah dengan anak manja seperti kamu, yang hanya mengandalkan kekayaan orang tua dan bermodal tampang."

"Apa kamu bilang?"

"Kamu cowok enggak berguna!"

Arby mengepalkan tangannya. Kalau saja yang dihadapannya ini bukan perempuan, sudah pasti dia sudah menonjok wajah itu.

"Tahu apa kamu tentang aku?"

"Untuk apa aku tahu tentang kamu. Enggak penting banget, deh."

Bicara sama cewek ini butuh kesabaran yang ekstra.

Dari jauh, keenam remaja lainnya memperhatikan mereka.

"Serius banget kelihatannya, mereka bicara apa, sih?"

Pembicaraan antara Arby dengan Freya terpotong dengan kedatangan murid baru yang meminta tanda tangan Arby dan Freya. Murid perempuan itu memandang kagum kepada Arby dengan senyum semanis mungkin dia tunjukkan untuk seniornya, membuat Freya mendengkus. Bukan karena gadis itu cemburu, hanya saja dia jengah dengan orang-orang yang memuja-muja cowok itu.

🍁🍁🍁

Freya tak percaya melihat dihadapannya kini ada empat orang menghadang langkahnya. Keempat orang itu adalah orang suruhan papanya. Salah satu orang itu membukakan pintu mobil, memintanya untuk masuk. Tentu saja dia menolaknya.

Dia bukannya diperlakukan bagai nona muda yang siap diantar jemput oleh sopir dan dikawal oleh bodyguard, tapi Freya tahu ini semua dilakukan agar dia tidak kabur lagi.

Dia semakin kesal kepada Arby, pasti cowok itu yang mengadu kepada keluarganya kalau dia sudah kembali ke sekolah. Freya memang tidak kembali ke rumahnya, tapi dia pulang ke kontrakan kecilnya.

"Sebanarnya kamu punya masalah apa sih, Ya?" tanya Nania.

"Iya, enggak biasanya seperti ini." Nuna juga penasaran dengan masalah Freya.

"Kamu tidak mau cerita pada kami?" Aruna ikut menimpali.

"Nanti aku ceritakan, yang oenting sekarang bagaimana caranya menyingkirkan mereka biar kita bisa jalan-jalan."

"Serahkan saja padaku, tunggu sepuluh menit lagi."

Nuna langsung menuju gudang sekolah, beberapa menit kemudian dia menuju mobil para bodyguard itu dan melemparkan sesuatu tanpa dilihat orang-orang. Setelah itu dia kembali kepada Freya, Nania, Nuna dan Aruna.

"Beres, ayo kita jalan."

"Nona, kami diperintahkan okeh tuan besar untuk membawa nona pulang," ucap salah satu bodyguard dengan brewok tipis.

"Ini aku sama teman-teman mau pulang, kalian ikuti saja dari belakang."

"Tapi nona ...."

"Jangan ribet, deh. Ikuti saja dari belakang!"

Freya memasuki mobil Aruna diikuti Nania dan Nuna. Sedangkan keempat remaja pria yang melihat mereka, diam-diam mengikutinya dan menyaksikan mobil bodyguard itu yang mendadak berhenti.

"Kamu apakan mobil mereka?" tanya Freya.

"Aku taburin paku payung yang banyak dekat ban mobil mereka," jawab Nuna santai.

Mereka saling melirik, kemudian tertawa puas.

"Jadi ke mana kita?" tanya Aruna yang tentunya menjadi sopir untuk ketiga temannya.

"Ada cafe baru, ke sana saja, yuk!"

"Siap, bos!"

Dua puluh menit kemudian Freya dan teman-temannya tiba di cafe yang cocok untuk anak muda seperti mereka.

Mereka memilih duduk di pojokan, dekat dengan kolam ikan. Arby dan teman-temannya yang juga tiba di cafe itu, diam-diam duduk tidak jauh dari mereka. Si kepo Marcell tentu saja ingin mendengarkan pembicaraan mereka.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Heran aja dengan Arbi and the geng,Kayak gak ada kerjaan selalu ngikutin Freya and the geng..

2025-03-24

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Wkwkwkwkwk..Pinter banget tuh anak...😂

2025-03-24

1

Mamah Dara

Mamah Dara

ntar bucin deh freya

2022-05-17

0

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!