Tanpa sadar, Freya dan Arby bergandengan tangan.
"Aaa ... lepas!"
Itu suara Nania.
Bugh bugh bugh
"Aw, sakit woy!"
"Siapa, lu?"
"Ini aku, Marcell!"
"Marcell senior kita yang sok cakep itu?" tanya Nuna.
"Coba nyalain lampunya," perintah Aruna.
Lampu langsung menyala, membuat pandangan mereka sedikit silau.
"Ini apa?" tanya Freya.
Nuna, Nania dan Aruna memandang Freya.
"Happy birth day!"
Taman itu dipenuhi dengan lampu warna-warni, balon, pita dan hiasan lainnya.
"Jadi tadi bohongan atau gimana, sih?"
"Kami nungguin kamu lama banget, sih. Kenapa yang datang jadi dia?" tanya Nania.
"Aku lihat hantu, terus ada yang ngelitikin tengkuk aku."
"Hahaha, itu kami, Ya. Lagian sejak kapan kamu kadi penakut?"
"Dih, selama kita di sini kan, kita nonton film thriller terus. Mana lagi tidur teru tiba-tiba mati lampu, kalian juga teriak-teriak."
"Ayo tiup lilinya dan berdoa. Habis Itu potong kue!"
Freya meniup lilin dan berdoa dalam hatinya.
Semoga impianku untuk bisa kuliah di luar negri dapat terwujud dan berjalan dengan lancar. Aku akan terus bersahabat dengan Nania, Nuna dan Aruna. Aamiin ....
Freya memotong kue itu lalu membagikannya kepada sahabat-sahabatnya.
"Kalian ngapain masih di sini?" tanya Nuna pada para cowok.
"Iya, ya. Kok mereka bisa ada di sini juga?"
"Kita liburan ke Bali. Terus tadi jalan-jalan buat uji nyali," jawab Arby.
"Ya sudah, sana kembali ke habitat kalian," perintah Aruna.
"Kita juga mau dong kue ulang tahunnya. Masa kalian habisin semua, enggak takut gemuk?" Vian berusaha menakut-nakuti cewek-cewek itu.
"Iya, ini sudah malam loh. Biasanya kalau malam ngemil yang manis-manis bisa bikin gemuk," Ikram ikut mengompori.
Yang perempuan berkumpul, berbisik-bisik dan mencapai kata mufakat.
"Ya sudah, kalian boleh di sini. Tapi kalian yang harus manggang ayam, seafood, jagung dan yang lain ya!" perintah Freya.
"Oke!" jawab Arby cepat.
Ayam, udang, kepiting, cumi-cumi, kepiting, daging, ubi, singkong, kentang dan berbagai jenis makanan lainnya siap untuk diolah oleh para ABG pria itu.
Mereka mendengkus, kok bisa ya cewek makannya banyak begini. Dengan kehadiran mereka saja, makanan ini masih bisa dibilang banyak, apalagi tanpa kehadiran mereka, mungkin besok pagi baru habis.
Selagi para pria membakar, yang cewek asik menonton film korea. Kali ini film romantis. Para ABG labil itu sibuk senyum-senyum sendiri, ngoceh sendiri, dan yang pasti, pikiran mereka ikut menghayal. Bagaimana rasanya dicium oleh pemuda tampan pujaan hati mereka.
Sambil mengolah makanan, mulut para cowok juga sibuk. Sibuk mengunyah, tepatnya.
"Jangan keenakan makan, woy. Ingat noh, ada empat dedemit yang siap menerkam kita kalau makanan mereka kita habisin," sewot Marcell.
Arby melihat ke arah empat gadis itu, lebih tepatnya ke salah satu dari mereka. Gadisnya sedang tertawa, sangat cantik dan mendebarkan hati. Cinta monyet, cinta pertama atau apapun namanya, yang dia tahu dia ingin selalu bersamanya.
"Ayo kita ke sana, makanannya pasti sudah jadi," ajak Aruna.
"Makan-makan ...."
Mereka menghampiri para koki dadakan itu.
"Tahu saja mereka, makanan udah jadi."
Mata Ikmal menyipit, tapi tak lama kemudian tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.
Freya lebih dulu mengambil udang yang ditaburi saos asam manis.
"Oya Frey, selamat ulang tahun ya," ucap Arby datar.
"Hm," balas Freya tak kalah datarnya.
Mereka menikmati acara barbeque itu dengan rusuh, bukannya dengan suka cita. Nania dan Marcell yang selalu adu mulut ditambah Nuna yang galak ikut mengompori.
Aruna yang lebih kalem, lalu Freya yang masa bodo hanya menonton.
"Sudah, Cell!"
Arby menghela nafas, sebenarnya ingin sekali dia romantis-romantisan denan gadis incarannya, tapi apa daya, dua pasangan MTM (Mantan Terus Musuhan) itu masih asyik membuat layar tancap bergenre roman thriller.
Sedangkan Ikmal dan Vian, benar-benar tidak mau rugi mereka, ngunyah terus dari tadi.
Tidak lama ponsel Freya berbunyi. Freya membaca deretan pesan masuk melalui sosial media miliknya.
"Siapa, Ya?"
"Biasa."
"Tuh cowok-cowok masih suka chat kamu?"
"Tiap hari, kali."
Freya menghela nafas.
Sahabat-sahabatnya membuat kejutan ukang tahun untuknya. Orang lain, yangbkebanyakan cowok juga tidak luoa mengucapkan selamat kepadanya. Sedangkan keluarganya? Tidak satu pRamon,Nania menghentikan adu mulutnya dengan Marcell. Ketiga sahabatnya itu lalu menepuk pelan pundak Freya.
💞💞💞
Mereka telah kembali ke Jakarta. Sisa liburan ini akan Freya habiskan untuk membuat menu baru juga belajar. Seperti biasa, Freya kembali mendapat juara umum dengan nilai yang sangat memuaskan.
Freya menyimpan hadiah-hadiah ulang tahun yang di dapat dari sahabat-sahabatnya. Bahkan F4 kw (Arby cs) itu juga memberinya hadiah.
Selama dia di Bali, dia sering berkomunikasi dengan para bule yang berasal dari berbagai negara, untuk melatih confersationnya.
Freya mencoba menstranlate lagu dari berbagai negara ke dalam bahasa Indonesia, sambil ikut bernyanyi dengan mengikuti cengkok yang tepat. Dia memang tidak boleh bermain-main untuk memperoleh cita-citanya. Dia harus bisa menjadi dokter dan pengusaha, kuliah di luar negeri dengan beasiswa.
Tidak ada yang boleh menggagalkannya
🍁🍁🍁
Di kediaman Abraham
"Arby, papi mau bicara dengan kamu."
Arlan Abraham, ayah dari Arby Erlangga Abraham itu menatap wajah putra semata wayangnya. Sedangkan maminya, Elya Ramon, duduk di sebelah suaminya.
"Ini tentang perjodohan kamu."
"Tapi pi ...."
"Papi akan urus secepatnya!"
Arby mengangkat kepalanya, mencoba memahami perkataan papinya itu.
Secepatnya ....
Secepatnya ....
Secepatnya ....
Apakah itu berarti dia akan menikah dalam waktu dekat ini?
Arby tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia hanya mengangguk, lalu masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya.
Diraihnya ponsel dan membuka galery pribadinya yang penuh dengan foto seorang gadis. Bibirnya mengecup foto gadis itu. Jantungnya berdetak kencang, gejolak anak muda yang dilanda asmara, namun bingung bagaimana menyampaikannya, hanya mampu dipendamnya dalam hati, namun kini dia harus menikah muda.
Tanpa proses panjang, dirinya yang sekarang masih remaja akan segera beralih menjadi suami untuk seorang gadis yang usianya juga masih muda.
Apa yang akan terjadi dalam pernikahannya nanti?
Yang jelas, mentalnya harus kuat. Dia harus menyiapkan diri lahir batin, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk istri dan anaknya.
Eh, anaknya?
Ya ampun, dia masih sangat muda tapi sudah memikirkan anak?
Mukanya memerah, lalu dia menggelengkan kepalanya.
Bagaimana nanti kalau sahabat-sahabatnya tahu bahwa sebentar lago dia akan menjadi seorang suami? Pasti dia akan ditertawakan habis-habisan.
Kembali dia melihat foto berwajah cantik itu, lalu menghela nafas panjang.
Bagaimana keadaanmu di sana? Tahu kah kamu kalau aku sangat merindukanmu?
Maafkan aku yang harus memilih menikah, aku terpaksa melakukan ini untuk orang tuaku.
Walau bagaimana pun, aku anak mereka satu-satunya. Aku ingin membuat mereka bahagia.
Tunggu aku, sayangku. Aku akan bersamamu ....
Love you so much ❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
Fikavindia
itu dia yg diintilin sampai bali
2022-07-12
0
Nyu'nyun Halus-
penasaran cwe yg di taksir Arby
2022-07-11
0