3 Liburan Ke Bali

Empat orang remaja perempuan bermain kejar-kejaran di pantai yang ramai oleh para turis itu.

Freya, Nania, Nuna dan Aruna.

Empat remaja itu terlihat sekali menikmati hari pertama mereka liburan.

Freya, gadis itu memakai kaos pendek berwarna putih dengan celana pendek selutut. Seperti biasa, rambutnya dikuncir kuda.

Nania, gadis berkulit sawo matang itu memakai tengtop pink dengan hotpant berwarna senada. Rambut sebahunya dibiarkan tergerai.

Nuna, gadis itu memakai kaos tanpa lengan, juga memakai hotpant.

Aruna, yang paling terlihat seksi. Memakai tengtop pendek yang menunjukkan sedikit bagian perutnya, juga memakai hotpant berwarna hitam.

"Gila, ganteng-ganteng banget sih, tuh para bule."

"Yang kaos biru, ototnya bagus banget."

"Aku suka yang celana hitam, brewoknya uwu banget."

"Aku yang pakai kaca mata hitam, dadanya itu loh, pelukable. Gimana ya rasanya sandaran di sana."

"Klo gitu aku yang pegang kamera deh, punggungnya lebar. Pasti nyaman banget kalau digendong sama dia."

Keempat ABG itu mengambil ponsel mereka untuk memfoto para bule ganteng itu.

"Sayangnya di sekolah kita enggak ada yang seperti ini."

"Ya jangan disamain, Nun. Mereka kan masih pada bocil, bodynya belum terbentuk sempurna."

Tidak ada yang menyadari ada empat remaja pria yang juga diam-diam mendengarkan pembicaraan para gadis itu.

"What, secara tidak langsung kita dibilang bocil? Apa kabar mereka, yang lebih bocil dari kita," keluh Vian.

"Tapi kayanya kecantikan kita kalah saing nih sama bule perempuan."

"Tapi kita ini cantiknya udah maksimal, loh."

"Apanya yang kurang ya?"

Mereka berempat berpikir, lalu menemukan jawabannya.

"Kurang montok!" jawab mereka serempak.

"Masa iya, perasaan dada aku udah lumayan gede, loh."

Secara reflek, mereka (termasuk para pria penyelundup itu) melihat ke arah dada Nuna.

Sontak wajah pria-pria itu memerah, dan pikiran-pikiran liar mulai mengotori otak mereka yang akan bertransmigrasi ke dunia halu para kaum adam.

"Kita harus fitnes. Tante aku punya tempat fitnes dengan instruktur yang profesional. Kita bisa membentuk tubuh biar lebih wow."

Keempat gadis itu penuh semangat.

Yang ada dalam pikiran para pria, apakah perempuan seribet itu? Toh nanti saat mereka beranjak dewasa juga ukuran tubuh mereka akan membesar dan membentuk dengan sendirinya.

Dasar, perempuan memang ribet!

"Kita juga harus fitnes. Kita juga bisa kok memiliki punggung yang nyaman untuk menggendong."

"Pundak yang enak untuk bersandar."

"Perut kotak-kotak yang enak untuk dilihat, diiraba, ditrawang."

"Tapi aku enggak mau punya brewok seperti yang itu."

Cih, dasar cowok.

Mumpung masih muda, mereka harus membentuk diri untuk bisa memikat para kaum hawa. Syukurlah mereka mendengar sendiri apa yang kebanyakan para perempuan sukai dari seorang pria, selain uangnya, tentu saja.

Seharian mereka menikmati bermain di pantai. Menikmati es kelapa, jagung bakar dan rebus, juga jajanan lainnya.

Namanya anak muda, semangatnya masih sangat besar. Setelah puas bermain di pantai hingga menjelang magrib, malamnya mereka berwisata kuliner, sekaligus shoping, karena tidak terlalu banyak membawa baju biar tidak ribet.

Seharian ini juga diam-diam Arby memotret gadis kesayangannya, lalu menyimoannya di galery rahasia.

"Sampai kapan sih kita mau nguntitin mereka?"

"Sampai mereka balik lagi ke Jakarta."

"Ck, mendingan kita nyari cewek."

"Lah, yang kita ikutin kan cewek."

"Diikutin doang, enggak bisa didekati."

"Tujuan kita ngikuti mereka liburan ke bali sebenarnya apa, sih?"

Mereka saling pandang, bingung juga sebenarnya untuk apa. Emang dasar enggak punya kerjaan.

💞💞💞

Seluruh tempat wisata di pulau Bali sudah mereka jelajahi. Sudah tak terhitung juga berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk shoping dan wisata kuliner. Untung saja Freya memiliki sahabat yang baik. Dia tidak terlalu banyak mengeluarkan dana, bukan berarti juga dia mendapatkannya dengan cuma-cuma. Tidak, Freya bukan gadis matre yang akan memanfaatkan teman.

Dengan kemampuannya memasak dan berbisnis di usia muda ini, tentu saja dia memanfaatkan keahliannya itu. sahabat-sahabatnya juga mendukungnya, dan ikut mempromosikan dirinya. Meskipun dia tidak memiliki keluarga yang menyenangkan, setidaknya dia memiliki para sahabtbyang mendukung. Itulah yang sangat dia syukuri.

"Kamu jadinya nanti mau kuliah di mana, Ya?"

"Belum pasti. Kalau kalian di mana?"

"Masih bingung juga, sih."

Setelah tiba di villa, mereka melanjutkan dengan menonton drama korea thriller.

Di Villa lain, yang ditempati para cowok itu, mereka sedang bermain game online sambil menikmati soda dan berbagai makanan yang dibuat oleh chef pribadi.

"Itu ciwik-ciwik lagi pada apa, ya?"

"Palingan ngegosip."

"Atau ngehalu."

"Atau ngedrakor."

Tentu saja mereka tahu istilah ngedrakor dari teman-teman sekelas mereka yang setiap pagi dan di jam istirahat selalu heboh menceritakan tentang drama-drama yang mereka nonton, juga para pria berkulit mulus yang menjadi pemainnya. Membuat kuping mereka bosan, namun samoai sekarang tidak ada niat untuk mencari tahu siapa artis-artis itu.

"Ulang tahun Nania yang ke 17 aku mau kadih hadiah apa, ya?" tanya Marcell.

"Boneka aja," jawab Ikmal.

"Tapi boneka santet," saran Vian.

"Jadi bisa nyantet kamu," Arby juga ikut-ikutan.

Marcell berdecak kesal mendengar perkataan sahabat tanpa akhlak itu.

❤❤❤

Dari villa laki-laki, mereka bisa melihat cahaya lampu kelap-kelip menghiasi villa yang ditempati para cewek. Merah, kuning, hijau, seperti lalmpu lalu lintas. Namun di sisi lainnya, lampu berwarna biru, ungu dan warna lainnya juga menghiasi villa itu.

"Lihat ke sana, yuk!"

Yang lain mengangguk, karena mereka juga kepo.

Di villa cewek

"Udah siap semua belum?"

"Udah!"

Lampu Villa tiba-tiba saja mati total.

"Freya! Freya!"

Freya yang merasa dipanggil, berjalan dengan pelan.

"Nan, Nun, Ar!"

"Frey, tolongin aku."

"Kamu di mana?"

"Di luar!"

Freya melangkah ke luar, tangannya yang satu meraba tembok, sedangkan yang lain mengarah ke depan.

Tiba-tiba saja seperti ada yang menggelitik tengkuknya, tamun terasa halus dan dingin. Bayangan putih melesat di jendela. Entah itu kuntilana atau pocong, Freya tidak peduli.

Dia langsung berlari ke luar, menabrak (mungkin) guci-guci.

Brukkk

Dia menabrak sesuatu. Kembali ada yang memegang tengkuknya.

"Arrgghhh!" teriaknya.

"Hey!"

Suara seorang pria. Freya membuka matanya, dan melihat wajah Arby yang tangannya memegang tangan Freya.

"Kenapa?"

Freya tidak menjawab, matanya beralih pada Marcell, Vian dan Ikmal.

"Kamu kenapa?" tanyanya lagi.

"Frey, tolong!" teriak Nania.

Marcell yang mendengar Nania berteriak meminta tolong dengan suara yang ketakutan, tanpa pikir panjang langsung memasuki halaman villa.

Freya juga menyusul, diikuti yang lainnya.

"Nan, Nun, Ar? Kalian di mana, sih?"

Kali ini terdengar suara Nuna yang sepertinya kesakitan. Langkah orang-orang itu semakin cepat. Arby melihat tubuh Freya yang gemetaran, juga mendengar teman-temannya yang berteriak membuat dia cemas.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Terpopuler

Comments

ajiu jiu

ajiu jiu

PU cwok ny blm muncul ???

2021-08-22

1

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!