5 Pertemuan Dua Keluarga

Di kediaman Zanuar

Freya dan saudara-saudaranya sedang bersiap-siap untuk makan malam. Kata mamanya, mereka akan kedatangan tamu spesial. Memang sespesial apa sih, sampai-sampai mereka harus berdandan cantik seperti ini. Bahkan menu makan malam kali benar-benar dibuat sebaik mungkin. Mulai dari menu pembuka, menu utama hingga penutup. Para koki sudah sibuk sejak tadi siang untuk menyiapkan semuanya.

Freya memakai dress putih tanpa lengan dengan leher berbentuk V. Kulitnya yang kuning langsat itu nampak berkilau. Tubuh yang cukup berisi di usia enam belas tahun, kaki jenjang dengan pinggang yang ramping. Belum lagi ukuran dada yang cukup pas.

Kalung dengan bandul kecil menghiasi lehernya. Rambutnya yang biasa dikuncir kuda, kali ini hanya diikat setengah dengan jepit rambut berbentuk bintang kecil.

Freya menyemprotkan minyak wangi beraroma lembut di pergelangan tangan dan lehernya. Gadis itu terlihat semakin cantik di usianya yang baru enam belas tahun beberapa hari yang lalu.

Mereka sudah berkumpul di ruang tamu untuk menyambut tamu spesial itu. Lima menit kemudian, suara mobil terdengar memasuki pekarangan rumah Freya.

"Hai, Ar," sambut Wildan merangkul bahu sahabatnya itu.

Lalu Ami memeluk Elya.

Pandangan mata Freya dan Arby terpaut.

Freya, gumam Arby pelan. Freya tak kalah bingungnya melihat sosok Arby kini berada di rumahnya.

"Ayo masuk!"

Wildan mempersilahkan mereka untuk masuk. Freya dan Arby duduk berhadapan tanpa mengatakan apa-apa. Mereka masih sama-sama bingung. Jika Freya sudah pasti bingung apa tujuan mereka berkumpul, maka Arby bingung dengan kenyataan bahwa sebentar lagi yang akan menjadi istrinya itu adalah Freya.

Bagaimana nanti tanggapan Freya? Menolak atau menerimanya?

"Ar, ini Freya."

"Iya, Mi. Kami satu sekolah, kok."

"Wah kebetulan sekali ya. Berarti kamu bisa menjaga Freya juga saat di sekolah."

Freya mengernyitkan keningnya bingung, kenapa dia haru dijaga?

Pembicaraan hanya diisi dengan masalah bisni dan mengenang masa-masa sekolah mereka.

"Ayla ini sering melakukan pemotretan, dia memang hobi dengan dunia modeling. Sedangkan Naira ini, walau masih kecil, sepertinya lebih tertarik bermain musik," terang Ami.

"Ya sudah, ayo kita makan malam dulu."

Wildan lebih dulu berdiri, memimpin yang lain untuk ke ruang makan.

Keempat orang tua itu makan dengan oenuh suka cita. Arby sesekali melirik pada Freya, lalu diam-diam menghela nafas.

Sepertinya Freya belum tahu.

Kegelisahan Arby itu sebenarnya diketahui oleh orang tua Arby dan Freya, hanya saja mereka pura-pura tidak tahu.

Selesai makan, mereka kembali ke ruang tamu.

"Jadi begini, kita mulai saja ke acara intinya," Arlan memandang Freya dan Arby sejenak.

"Maksud kedatangan kami ke sini, ingin melamar kamu, nak Freya."

Hening

"Freya!"

Ami mengusap tangan Freya, sepertinya gadis itu sedang melamun.

"Apa?"

"Kami ke sini, ingin melamar Freya untuk menikah dengan Arby."

"Hah?"

"Kamu dengar kan, Ya?"

"Hmmm, maaf sepertinya aku salah dengar."

"Kamu enggak salah dengar, kok."

"Mungkin Om salah menyebut nama. Mungkin seharusnya Kak Ayla, bukan Freya."

"Benar kamu, kok."

"Maksudnya, aku menikah? Dengan Arby?"

"Benar."

"Enggak mau!"

"Freya!" Wildan memanggil nama anaknya itu dengan keras.

"Kenapa aku? Kan ada kak Ayla."

"Loh, kok aku? Aku kan masih kuliah, masih harus mengejar impian aku dulu."

"Apalagi aku. Baru beberapa hari yang lalu umurku enam belas tahun. Aku masih di bawah umur. Masih sekolah, aku juga mau kuliah dan mengejar cita-cita aku."

"Ya, umur Ayla itu lebih tua dari Arby," Ami menginterupsi.

"Ya tapi kan umurnya lebih layak nikah dari pada aku. Kenapa aku yang dikorbankan? Pokoknya aku enggak mau."

"Kamu tidak boleh membantah."

"Nayla saja sana yang dinikahkan."

"Jangan ngaco deh, Ya."

"Aku masih enam belas tahun, belum mau menikah. Apalagi aku mau kuliah."

"Ya kan tidak ada yang melarang kamu untuk kuliah setelah lulus SMA nanti."

"Tapi aku mau kuliah di luar negeri."

"Buat apa kuliah di luar negeri, di sini juga banyak kok universias yang bagus," Wildan geram dengan sikap Freya di depan Arlan dan Elya.

"Tuh kan, belum apa-apa sudah dilarang. Aku masih mau menikmati masa remaja aku. Jalan sama teman-teman, pacaran dengan cowok yang aku suka, nongkrong di mall, nginap di rumah teman. Bukannya malah ngurus suami yang juga masih ABG. Pokoknya aku tidak mau menikah dini. Titik!"

"Kamu tidak berhak menolak."

"Aku berhak menolak, karena aku yang menjalankannya. Dan kamu ...."

Freya menunjuk muka Arby dengan telunjuknya. Wajahnya terlihat sangat marah.

"Aku tidak suka kamu, jadi bilang sama orang tua kamu agar tidak egois dan merusak masa depan anak perempuan karena keinginan gila mereka."

Freya melangkah menuju kamarnya yang ada di lantai atas.

Brak!

Pintu kamar itu dibanting dengan keras hingga terdengar jelas sampai ruang tamu.

"Maafkan sikap Freya ya, Ar."

"Kami mengerti."

"Kami akan membujuk Freya."

"Aku tunggu kabar dari kamu, Wil. Aku juga akan mengurus pernikahan Arby dan Freya sebelum tahun ajaran baru."

"Aku mengerti."

"Kalau begitu kami pamit dulu."

Mereka mengantarkan Arby dan kedua orang tuanya hingga depan pintu ruang tamu.

"Untung bukan aku yang harus menikah," ucap Ayla.

Kedua orang tuanya diam saja. Sedangkan Nayla, meskipun umurnya masih sangat muda, bukan berarti dia tidak mengerti.

Dia juga heran mengapa orang tuanya menikahkan kakaknya yang masih berumur enam belas tahun itu menikah. Kenapa bukan kakaknya saja yang sudah lebih dewasa.

Freya menonjok bantal gulingnya. Dia sangat marah kepada kedua orang tuanya. Kenapa dia? Kenapa lagi-lagi dia yang harus mengalah. Kenapa bukan Ayla yang sudah lebih dewasa.

Ponselnya berdering, namun tidak dia pedulikan. Air matanya mengalir.

Rasanya, dunia tidak adil untuknya.

Di dalam perjalanan, Arby diam saja. Dia tidak kaget dengan sikap Freya itu. Siapa sih yang tidak kaget dengan lamaran tiba-tiba ini.

Aku tidak suka kamu

Kata-kata Freya itu terngiang-ngiang dalam benak Arby. Remaja itu mendengkus. Tentu saja setiap orang ingin menikah dengan orang yang dia cintai dan mencintainya, dengan keadaan siap lahir batin.

Arby memejamkan matanya, wajah cantik gadis pujaannya melintas dalam pikirannya. Kata orang, masa remaja terutama masa SMA itu menyenangkan. Memang menyenangkan, jika Arby bisa terus melihat wajah menggemaskan itu.

Arlan melirik putranya itu dari kaca spion. Wajah putranya terlihat datar. Bagaimana pun juga, dia akan menikahkan Arby dengan Freya, entah bagaimana caranya. Mengingat pergaulan remaja yang sekarang juga sangat mengkhawatirkan. Bukannya dia tidak percaya dengan putranya, tapi pengaruh dari luar juga ikut andil mengubah perilaku orang. Dia juga ingin anaknya belajar bertanggung jawab.

Katakanlah dia egois, seperti yang Freya katakan tadi.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

PERNIKAHAN BUKAN LAH JALAN SATU2 NYA UNTUK MENGHENTIKAN ANAK2 DARI PERGAULAN BEBAS,BANYAK YG BERCERAI SETELAH MENIKAH AKIBAT DARI MASIH MENGAMALKAN KEHIDUPAN BEBASNYA,KARENA SUDAH TERBIASA...YANG ADA SI CEWEKNYA YG RUGI,UDAH TITLE JANDA,DI SELINGKUHIN LAGI..CKK MIRIS..

2025-03-24

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Dari sini keliatan banget Ortu yg pada Egois,Lagian Arbi dan Ortunya apa gak merasa terhina saat Freya ngomong menohok kayak gitu,Sudah menginjak harga diri Arbi dan keluarga,Tapi malah diam aja..Ogeb..

2025-03-24

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Lagian kenapa sih buru2 banget nikahin mereka,kayak anak gak laku aja..

2025-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!