17 Cerai

"Arby, kamu apakan sahabat kami sampai dia menghilang lagi?" bentak Nania.

"Enggak diapa-apakan, tadi aku pergi sekolah juga dia masih tidur, kok."

Sejak tadi pagi memang Freya tidak dapat dihubungi.

"Awas ya kalau sampai Freya kenapa-kenapa!"

Ketiga gadis itu langsung ke luar dari kamar itu.

"Bi, ada makanan enggak?" tanya Nuna kepada asisten rumah yangga yang kebetulan lewat di hadapannya.

Marcell, Vian dan Ikmal saling pandang, kemudian mendengkus, sedangkan Arby masih di kamarnya, mengira-ngira ke mana Freya pergi.

Kartu ATM dan kartu kredit masih ada di kamar itu, ponselnya juga ada di atas nakas, buku-buku masih tersusun rapih di atas meja belajar.

Dia jadi teringat saat Freya kabur dari rumah orang tuanya dulu, saat itu gadis itu juga pergi hanya dengan pakaian rumah biasa tanpa membawa apa-apa, hanya membawa dompet saja.

Sementara Arby gelisah di kamarnya karena takut mendapatkan amukan dari orang-orang, mungkin, maka paea cewek tak tahu malu itu sedang berada di ruang makan menikmati santap siang dengan ayam bakar, rendang, dan makanan lainnya.

"Eh, ada teman-temannya Arby dan Freya, ya?" tanya Elya yang datang bersama Arlan.

"Makan, tan," tawar Nuna yang masih dalam mode tak tahu malu, membuat ketiga cowok yang tadi kembali mendengkus. Mereka juga tak tahu malu, karena ikut makan tanpa kehadiran tuan rumah.

Elya dan Arlan ikut bergabung di meja makan itu.

"Arby dan Freya mana?"

"Arby lagi galau, soalnya Freya kabur lagi dari tadi pagi, pura-pura pergi ke sekolah tapi gak datang-datang sampai pulang, di rumah juga enggak ada pas kami ke sini," beri tahu Nuna, si mulut ember.

"Arby!" teriak Arlan dan Elya bersamaan.

Arby tersadar dari lamunannya saat mendengar teriakan orang tuanya, dia menghela nafas dan mengelus dada, lalu segera ke luar untuk mendapatkan ceramah panjang lebar.

Arby tiba di ruang makan yang ramai dengan kedua orang tuanya dan enam manusia berseragam sekolah tak tahu malu. Dia melihat enam piring yang sudah bersih, namun diisi kembali oleh mereka, alias nambah.

Dih!

"Butuh tenaga untuk memikirkan keberadaan Freya saat ini," ucap Vian yang diangguki oleh yang lain, tumben sepakat.

"Arby, apa yang kamu lakukan pada Freya?" tanya Arlan.

"Enggak ada. Mungkin dia ngambek gara-gara tadi pagi ...."

"Tadi pagi kenapa?" potong Elya.

"Tadi pagi aku enggak bangunin dia pergi ke sekolah."

"Tumben Freya bangun siang?" tanya Nania yang masih tetap makan.

"Sepertinya dia kelelahan," jawab Arby.

Iya kelelahan, lelah menangis dan lelah bathin.

"Wah, jangan-jangan tadi malam mereka sibuk malam pertama," Aruna berteriak heboh.

Suasana hening seketika.

"Cie ... yang sudah enggak perjaka," seru Marcell, Vian dan Ikmal bersamaan.

Arby menoyor ketiga temannya itu dengan wajah kesal.

"Jangan asal kalau ngomong!"

"Bukan, ya?" tanya Ikmal penasaran.

"Wah, jangan-jangan Freya lagi ngurus surat perceraian," lagi-lagi Aruna berteriak heboh yang kembali menciptakan suasana hening.

Apa iya, ya? Pikir mereka bersamaan.

Hingga malam yang ditunggu tak juga pulang. Orang tua Arby sudah menanyakan orang tua Freya, tapi memang tidak mungkin gadis itu kembali ke rumahnya setelah dia keluar dengan cara seperti itu.

Para bodyguard juga sudah mencari, namun belum mendapatkan hasil. Nania dan yang lain jugaasih berada di rumah itu.

Tidak lama kemudian Freya pulang dengan wajah tanpa ekspresi.

"Freya!" Nania, Nuna dan Aruna memeluk heboh.

"Kami kira kamu kabur lagi."

"Enggak, aku tadi habis jalan-jalan."

"Ya sudah, karena kamu sudah pulang, kami juga mau pulang ke rumah. Besok jangan bolos lagi, loh."

"Oke."

Nania dan yang lain pulang, setelah itu Freya dan Arby masuk ke kamar.

Arby diam saja melihat Freya yang masuk ke kamar mandi, tidak ada niat untuknya bertanya keana saja Freya pergi seharian ini.

"Aku mau kita cerai secepatnya!"

Freya menyampaikan itu dengan singkat padat dan jelas tanpa basa-basi dan kebimbangan.

"Kamu kira orang tua kita akan setuju?"

"Bodo amat sama mereka, kan yang menjalankan kita, bukan mereka."

"Kamu kira jadi duda itu enak?"

"Lah, kamu kira jadi janda itu enak?"

"Ya udah, enggak usah cerai. Biar aku enggak jadi duda, kamu enggak jadi janda."

"Tapi sayangnya aku lebih suka jadi janda tuh, dari pada punya suami seperti kamu."

"Itu urusan kamu!"

Arby langsung ke luar kamar dengan membanting pintu. Freya langsung berlari ke arah pintu dan menguncinya.

"Mampus, tidur di luar sana."

Jam sepuluh Arby menuju kamarnya, diputarnya gagang pintu namun pintu itu ternyata pintu itu terkunci. Sekarang giliran dia yang harus tidur di luar. Bisa saja dia meminta kunci kamar tamu pada mamanya atau asisten rumah tangga. Tapi malu, lah, masa baru pengantin baru sudah pisah ranjang. Walau sebenarnya memang iya, sejak awal mereka nikah, kan memang selalu pisah ranjang.

🌸🌸🌸🌸

Tinggal di bawah atap yang sama

Berpijak di lantai yang sama

Menghirup udara di ruangan yang sama

Namun keinginan tak pernah sama

Hidupku terbelenggu oleh keegoisan

Hatiku terkekang oleh status yang mereka tentukan

Aku melukai diri

Namun akan aku buat mereka yang merasakan sakit

Racun itu akan menggerogoti

Perlahan namun pasti

Di masa ini

Seharusnya aku merasakan masa indah dunia remaja

Jatuh cinta atau dicintai

🌸🌸🌸🌸

Freya bingung dimana dia harus meletakkan barang-barang belanjaannya. Dia lalu membuka salah satu lemari, namun sebelum lemari itu terbuka, Arby langsung berteriak.

"Jangan dibuka!"

"Apaan sih, bikin kaget saja."

"Jangan dibuka!"

"Kenapa?"

"Aku bilang jangan dibuka, ya jangan dibuka."

"Bodo amat, aku mau lihat isinya apa."

Arby langsung mendorong tubuh Freya, membuat gadis itu terjatuh.

"Kasar banget sih jadi cowok!"

"Makanya kalau aku bilang jangan dibuka, ya jangan dibuka."

"Pasti kamu nyembunyiin sesuatu, kan? Film bokep ya? Foto bugil? Dih, dasar mesum!"

"Sembarangan."

Arby langsung menyentil kening Freya, membuat gadis itu kembali meringis.

"Apa jangan-jangan itu berhubungan dengan cewek yang kamu suka, kan?"

Arby diam saja, tapi Freya bisa melihat wajah Arby yang sedikit gugup. Dia langsung mengunci lemari itu dan menggenggam kunci itu.

"Pokoknya aku mau lihat!"

Mereka berebutan kunci. Bukannya Freya cemburu, tapi kalau dia tahu siapa gadis yang di suka oleh Arby, akan lebih mudah baginya.

Arby mengangkat kunci itu tinggi-tinggi, membuat Freya harus berjinjit atau loncat-loncat karena tubuhnya yang tinggi, tapi masih lebih tinggi Arby.

Lalu Arby menyembunyikan di balik badannya, sambil berputar-putar, membuat Freya harus merebutnya dari arah depan, sehingga mereka seperti sedang berpelukan. Mereka bisa mencium aroma tubuh masing-masing.

"Jangan-jangan kamu suka sama tante-tante, ya?"

"Apa sama istri orang?"

"Apa sama orang yang aku kenal?"

"Jangan-jangan guru kita?"

"Jangan-jangan teman aku?"

Freya terus saja bertanya.

"Arrgggg ... Freya, dasar cewek barbar!"

Freya menggigit tangan Arby karena pria itu berhasil mengantongi kunci lemari, padahal Freya sudah berusaha merebut kunci itu.

Terpopuler

Comments

💕febhy ajah💕

💕febhy ajah💕

kok kurang yg like ya padahal ceritanya bgus. semangat tor, aku suka dgn ceritamu.

2022-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!