11 Menyesal

Arby memalingkan wajahnya melihat penampilan Freya, sedangkan yang lain menatap cengo.

Marcell, Vian dan Ikmal hanya bisa diam, takut memberikan komentar di acara yang seharusnya sakral dan haru ini, namun mendadak menjadi horor dan seolah berubah menjadi arena peperangan.

Gadis itu memakai ... apa ya? Kebaya kekurangan bahan?

Bagaimana bisa kebaya yang tadinya panjang dan terlihat elegan, kini panjangnya hanya sebatas perut, bahkan pusar Freya terlihat, untung saja perutnya rata dan putih mulus. Lalu kain batiknya dipotong pendek sampai pertengahan paha. Belum lagi rambutnya yang sudah ditata, kini dicepol asal layaknya orang bangun tidur. Mukanya juga bersih dalam arti yang sebenarnya, tidak ada riasan karena sudah dibersihkan. Bagian leher kebayanya dibentuk sabrina.

Kebaya dengan harga puluhan juta itu kini tak lagi berharga. Penampilan Freya itu cukup seksi untuk gadis seumurannya. Meskipun kebaya itu sudah dipotong, namun sebenarnya tidak mengurangi pesona Freya, dan jujur saja, kebaya itu kini terlihat seperti baju dengan gaya anak muda.

Lalu bagian bawahnya, Freya memakai sandal rumahan dengan model lumba-lumba.

"Freya, apa-apaan kamu ini, kenapa berpenampilan seperti itu?" Wildan terlihat sangat marah dan malu.

"Apanya yang salah? Oya, apa aku harus memakai baju hitam ya, sebagai bentuk bela sungkawa, ck."

Freya menepuk keningnya, berpura-pura merasa kecewa dengan pilihan pakaiannya. Matanya memang masih sembab dan bengkak, suaranya juga masih serak karena kebanyakan menangis.

Nania, Nuna dan Aruna sudah deg-degan. Mereka bertiga bergandengan tangan. Entah siapa yang sebenarnya harus dikuatkan di sini, mereka yang ketakutan atau Freya yang nasibnya malang?

Yang hadir di sana saling bisik, sedangkan kakak dan adik Freya juga cemas. Tidak ada yang menduga Freya akan bersikap seperti ini, menentang kedua orang tua mereka tepat di hadapan orang-orang.

"Apa kamu tidak punya malu?"

"Apa kalian tidak malu menikahkan paksa anak di bawah umur?"

Freya memperhatikan orang-orang yang hadir, sebagian dia tahu karena mereka adalah kerabatnya. Namun matanya melebar tak percaya saat melihat beberapa orang yang ada di sana.

Kepala sekolah

Wakil kepala sekolah

Guru BK

"Mereka ini kerabat kami," Elya memberi tahu Freya.

"Sekolah itu milik papi mertuamu," lanjutnya memberi tahu.

Freya menghela nafas panjang, menyesali apa yang tidak jadi dia lakukan saat itu.

FLASHBACK ON

Saat ini Freya ada di depan kantor KPAI yang ada di Jakarta Pusat. Dia ingin mengadukan perbuatan orang tuanya dan mencari perlindungan. Dia berjalan mondar-mandir dengan perasaan takut dan gugup.

Masuk?

Jangan?

Masuk?

Jangan?

Dia meremas roknya, bibirnya dia gigit hingga menimbulkan bekas gigi.

Brugh!

Dia menabrak seseorang saat mondar-mandir.

"Kamu tidak apa-apa, dek?" tanya seorang pria.

Freya semakin ketakutan. Rasanya dia ingin menangis. Dia sangat ingin mengadukan hal yang menimpanya. Namun dia takut dan malu. Dia takut kalau orang-orang menjadi tahu bahwa dia akan dinikahkan. Freya tahu, bahwa kasus yang melibatkan anak di bawah umur akan menjadi sorotan yang menyita perhatian publik. Baik itu kasus pelecehan seksual, kekerasan fisik maupun verbal, eksploitasi anak, human traficking, penculikan, penelantaran anak, pembunuhan dan kasus lainnya.

Dia akan menjadi terkenal, namun bukan karena prestasi, tapi karena aib. Teman-temannya satu sokalah akan membicarakannya. Mungkin dia kannditatap penuh iba, mungkinnada juga yang bilang dia mencari sensasi. Dia juga masih memikirkan keluarganya dan keluarga Arby yang mungkin akan menanggung malu, tapi haruskah dia masih memikirkan mereka, sedangkan mereka sendiri tidak memikirkan dirinya?

"Dek, kamu tidak apa-apa?"

Pria itu memegang pundak Freya yang wajahnya terlihat sekali ketakutan dan ingin menangis, bahkan wajahnya sudah pucat.

"Enggak apa-apa, Om. Permisi."

Freya langsung berlari, sedangkan pria itu menatap curiga pada gadis berseragam sekolah tersebut, yang dia tahu bahwa itu sekolah elit.

Di rumah Aruna, Freya membuka formulir pengaduan online. Formulir itu sudah dia isi, hanya tinggal dikirimkan saja.

"Ayo kita nonton!"

Freya langsung menutup formulir itu tanpa dia kirim.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Freya sudah membuka nomor WA KPAI, dia ingin mengadu.

"Kamu sudah bangun, Ya? Mandi duluan sana!"

WA itu langsung Freya tutup. Mungkin nanti dia akan mengirim WA, formulir pengaduan online atau email saat jam istirahat saja.

Di jam istirahat, dia berpikir mungkin sebaiknya dia mengadu lebih dulu kepada guru BK-nya, selanjutnya akan diteruskan ke kepala sekolah.

Dia kembali berjalan mondar-mandir di depan ruang guru BK. Dia harus yakin, jika dia tidqkndapat melawan karena masih anak-anak, maka orang dewasalah yang harus bertindak.

Orang dewasa vs orang dewasa.

"Freya, kamu kenapa?" tanya bu Atika, guru BK.

"Bu, saya ingin cerita."

"Ayo masuk."

"Kamu mau cerita apa?"

"Hmmm ... hmmm ...."

Hanya itu yang keluar dari mulut Freya.

"Kenapa Freya?"

"Itu ... aku ... orang tua aku ... maksudnya, teman aku ... duh, gimana ya?"

Freya jadi bingung sendiri, haruskah dia ceritakan semuanya, tapi lagi-lagi dia takut dan malu.

Bel berbunyi, menghentikan Freya yang ingin cerita.

"Sudah bel, kamu masuk kelas dulu. Nanti kalaunsudah siap cerita, kamu bisa menemui saya kembali."

Selama empat hari Freya datang ke kantor KPAI tanpa melakukan apa-apa.

Minggu depan deh aku ke sini lagi, aku harus menyimpan bukti kalau nanti mereka mengelak atas perbuatan mereka. Aku akan merekam pembicaraan mereka.

Selama berhari-hari ini Freya memang tidak dijaga oleh bodyguard, karena mereka tahu bahwa Freya menginap di rumah sahabatnya. Lagi pula, gadis model Freya ini tidak akan menyia-nyiakan pendidikannya untuk membolos, buktinya saja setelah dua minggu menghilang, dia tiba-tiba muncul di sekolah.

Namun sebelum hal itu terjadi, di Sabtu siang saat pulang sekolah, dia dibius untuk dibawa pulang ke rumah, menggagalkan niatnya untuk melapor kepada KPAI.

FLASHBACK OFF

Freya menyesali sikapnya yang tidak tegas saat itu. Seharusnya saat pertama kali datang ke kantor KPAI, langsung saja dia mengadu. Lalu guru BK dan kepala sekolahnya, apa pada saat Freya ingin mengadu kepada bu Atika, guru itu sudah tahu bahwa dia akan dinikahkan dengan Arby? Toh mereka memiliki hubungan keluarga.

Dia merasa dikhianati oleh mereka. Guru dan kepala sekolah yang seharusnya menjadi panutan, kini ikut menjerumuskannya. Bukankah seharusnya mereka menentang? Karena dia dan Arby belum cukup umur.

Lalu dia melihat penghulu, bukankah seharusnya penghulu itu tahu, bahwa ini pernikahan sepihak, tanpa ada persetujuan dari pengantin perempuan. Mungkin itu alasannya dia baru disuruh keluar setelah ijab kabul selesai, agar dia tidak membuat masalah.

Nasi sudah menjadi bubur.

Terpopuler

Comments

Whatea Sala

Whatea Sala

Klu baca cerita,orang tua kaya maupun miskin,pasti selalu egois,miris banget liat ortu seperti mereka,tapi untungnya hanya cerita😁😁😁

2023-05-03

1

Anisnikmah

Anisnikmah

wah bener2 nih

2022-03-07

1

ajiu jiu

ajiu jiu

Arby spt ny tdk akn ad MP buat Klian, author tak "pandai" adegan it 🤭🤭

2021-08-27

1

lihat semua
Episodes
1 1 Hari Pertama Sekolah
2 2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3 3 Liburan Ke Bali
4 4 RENCANA PERNIKAHAN
5 5 Pertemuan Dua Keluarga
6 6 KABUR
7 7 Masih Mencari
8 8 Kembali Pulang
9 9 Khayalan Freya
10 10 Akad Nikah
11 11 Menyesal
12 12 Cincin Kawin
13 13 Sahabat Tak Berakhlak
14 14 Dendam Dan Air Mata
15 15 Curi-Curi Pandang
16 16 Mico
17 17 Cerai
18 18 Pertengkaran Para Sahabat
19 19 Cewek Serigala
20 20 Egois
21 21 Selingkuhan Arby
22 22 Hancurnya Persahabatan
23 23 Perubahan Freya
24 24 Ruang Kepala Sekolah
25 25 Seperti Balon
26 26 Aset Keluarga
27 27 Menghapus Jejakmu
28 28 Rahasia Freya
29 29 Perkelahian (Lagi)
30 30 Ruang BK
31 31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32 32 Menyesal?
33 33 Tragedi Kedua
34 34 Antara Nyata Dan Ilusi
35 35 Mimpi
36 36 Bunglon
37 37 Masalah Baru
38 38 Merasa Iba
39 39 Arby VS Mico
40 40 Freya VS Arby
41 41 Say Goodbye
42 42 Dingin
43 43 Fakta 1
44 44 Perdebatan Dengan Dokter
45 45 Kecemasan
46 46 Dikurung
47 47 Gadis Nakal
48 48 Ketiga Kalinya
49 49 Penjelasan
50 50 Langkah Pertama
51 51 Memulai
52 52 Pesan
53 53 P3K
54 54 Menu Freya
55 55 Ancaman Freya
56 56 Keinginan Freya
57 57 Marcell
58 58 Freya
59 59 Bohong
60 60 Ulang Tahun Nania
61 61 Kabar Buruk Atau Baik?
62 62 Arby
63 63 Cincin
64 64 Ngidam
65 65 Flashback (Revisi)
66 66 Sejarah Empat Anak
67 67 Peraturan Yang Membosankan
68 68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69 69 Hidup Baru
70 70 Awal Permusuhan
71 71 Karena Nania dan Marcell
72 72 Dalam Ingatan Arby
73 73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74 74 Cerita Arby
75 75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76 76 Makan Tengah Malam
77 77 Heboh
78 78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79 79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80 80 Awal Atau Akhir?
81 81 Epilog
82 2 - 1 Ketua Osis Baru
83 2 - 2 Hamil
84 2 - 3 Di Rumah Sakit
85 2 - 4 Keluarga Somplak
86 2 - 5 Papa Mama
87 2 - 6 Ghibah Suami Istri
88 2 - 7 Obrolan Pagi
89 2 - 8 Yuri Sakit
90 2 - 9 PR Yuri
91 2 - 10 Dijajanin Om-Om
92 2 - 11 Harta Karun Deo
93 2 - 12 Kekesalan Deo
94 2 - 13 Terlambat
95 2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96 2 - 15 Sedekah
97 2 - 16 Di UKS
98 2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99 2 - 18 Sepi
100 2 - 19 Nenek
101 2 - 20 Apa Kabar Otong?
102 2 - 21 Ijin Pada Suami
103 2 - 22 IPK
104 2 - 23 Tuyul
105 2 - 24 Rusuh
106 2 - 25 Gara-Gara Toilet
107 26 Pantai
108 27 Iri
109 28 Kapal Bergoyang
110 29 Bali
111 30 Resepsi?
112 31 Baby?
113 32 Gagal
114 33 Grup Baru Membawa Bencana
115 34 Senang Menjadi Wali Kelas
116 35 Musuh Dalam Selimut
117 36 Menikah Setelah Lulus
118 37 Kebun Binatang
119 38 Keajaiban Dunia
120 39 Kehilangan Induknya
121 40 Ini Itu Sakit
122 41 Bercerai?
123 42 Drama Rumah Tangga
124 43 Tidak Kompak
125 44 Ada Apa Dengan Yuri?
126 45 Salah Aku?
127 2 - 46 Jangan Marah
128 2 - 47 Tamu Merepotkan
129 2 - 48 Demo
130 2 - 49 Jadian
131 2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132 2 - 51 Di Mana Yuri?
133 2 - 52 Takut
134 2 - 53 Hantu
135 2 - 54 Phobia
136 2 - 55 Detektif Muda
137 2 - 56 Video
138 2 - 57 Tekad
139 2 - 58 Dalam Pelukannya
140 2 - 59 Kangen
141 2 - 60 Deo Cemburu
142 2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143 2 - 62 Saingan
144 2 - 63 Impian Masing-Masing
145 2 - 64 Makan Bersama
146 2 - 65 Tinggal Kenangan
147 2 - 66 Pilu
148 2 - 67 Yang Ter ....
149 2 - 68 Terima Kasih
150 2 - 69 Bikin Iri
151 2 - 70 Akhir
Episodes

Updated 151 Episodes

1
1 Hari Pertama Sekolah
2
2 Bertemu Dengan Arlan Dan Elya
3
3 Liburan Ke Bali
4
4 RENCANA PERNIKAHAN
5
5 Pertemuan Dua Keluarga
6
6 KABUR
7
7 Masih Mencari
8
8 Kembali Pulang
9
9 Khayalan Freya
10
10 Akad Nikah
11
11 Menyesal
12
12 Cincin Kawin
13
13 Sahabat Tak Berakhlak
14
14 Dendam Dan Air Mata
15
15 Curi-Curi Pandang
16
16 Mico
17
17 Cerai
18
18 Pertengkaran Para Sahabat
19
19 Cewek Serigala
20
20 Egois
21
21 Selingkuhan Arby
22
22 Hancurnya Persahabatan
23
23 Perubahan Freya
24
24 Ruang Kepala Sekolah
25
25 Seperti Balon
26
26 Aset Keluarga
27
27 Menghapus Jejakmu
28
28 Rahasia Freya
29
29 Perkelahian (Lagi)
30
30 Ruang BK
31
31 Harga Yang Harus Dibayar Mahal
32
32 Menyesal?
33
33 Tragedi Kedua
34
34 Antara Nyata Dan Ilusi
35
35 Mimpi
36
36 Bunglon
37
37 Masalah Baru
38
38 Merasa Iba
39
39 Arby VS Mico
40
40 Freya VS Arby
41
41 Say Goodbye
42
42 Dingin
43
43 Fakta 1
44
44 Perdebatan Dengan Dokter
45
45 Kecemasan
46
46 Dikurung
47
47 Gadis Nakal
48
48 Ketiga Kalinya
49
49 Penjelasan
50
50 Langkah Pertama
51
51 Memulai
52
52 Pesan
53
53 P3K
54
54 Menu Freya
55
55 Ancaman Freya
56
56 Keinginan Freya
57
57 Marcell
58
58 Freya
59
59 Bohong
60
60 Ulang Tahun Nania
61
61 Kabar Buruk Atau Baik?
62
62 Arby
63
63 Cincin
64
64 Ngidam
65
65 Flashback (Revisi)
66
66 Sejarah Empat Anak
67
67 Peraturan Yang Membosankan
68
68 Janji Freya dan Nuna - Pesan Oppa
69
69 Hidup Baru
70
70 Awal Permusuhan
71
71 Karena Nania dan Marcell
72
72 Dalam Ingatan Arby
73
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia
74
74 Cerita Arby
75
75 Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh
76
76 Makan Tengah Malam
77
77 Heboh
78
78 Awal Baru Menjadi Orang Tua
79
79 Baby Blues, Postpartum Depression (PPD), Dan Gangguan Cemas
80
80 Awal Atau Akhir?
81
81 Epilog
82
2 - 1 Ketua Osis Baru
83
2 - 2 Hamil
84
2 - 3 Di Rumah Sakit
85
2 - 4 Keluarga Somplak
86
2 - 5 Papa Mama
87
2 - 6 Ghibah Suami Istri
88
2 - 7 Obrolan Pagi
89
2 - 8 Yuri Sakit
90
2 - 9 PR Yuri
91
2 - 10 Dijajanin Om-Om
92
2 - 11 Harta Karun Deo
93
2 - 12 Kekesalan Deo
94
2 - 13 Terlambat
95
2 - 14 Bisnis Kecil-Kecilan
96
2 - 15 Sedekah
97
2 - 16 Di UKS
98
2 - 17 Ngomongin Ketua Osis
99
2 - 18 Sepi
100
2 - 19 Nenek
101
2 - 20 Apa Kabar Otong?
102
2 - 21 Ijin Pada Suami
103
2 - 22 IPK
104
2 - 23 Tuyul
105
2 - 24 Rusuh
106
2 - 25 Gara-Gara Toilet
107
26 Pantai
108
27 Iri
109
28 Kapal Bergoyang
110
29 Bali
111
30 Resepsi?
112
31 Baby?
113
32 Gagal
114
33 Grup Baru Membawa Bencana
115
34 Senang Menjadi Wali Kelas
116
35 Musuh Dalam Selimut
117
36 Menikah Setelah Lulus
118
37 Kebun Binatang
119
38 Keajaiban Dunia
120
39 Kehilangan Induknya
121
40 Ini Itu Sakit
122
41 Bercerai?
123
42 Drama Rumah Tangga
124
43 Tidak Kompak
125
44 Ada Apa Dengan Yuri?
126
45 Salah Aku?
127
2 - 46 Jangan Marah
128
2 - 47 Tamu Merepotkan
129
2 - 48 Demo
130
2 - 49 Jadian
131
2 - 50 Sombong Tapi Enggak Sombong?
132
2 - 51 Di Mana Yuri?
133
2 - 52 Takut
134
2 - 53 Hantu
135
2 - 54 Phobia
136
2 - 55 Detektif Muda
137
2 - 56 Video
138
2 - 57 Tekad
139
2 - 58 Dalam Pelukannya
140
2 - 59 Kangen
141
2 - 60 Deo Cemburu
142
2 - 61 Si Mantan OSIS Dan Wakilnya
143
2 - 62 Saingan
144
2 - 63 Impian Masing-Masing
145
2 - 64 Makan Bersama
146
2 - 65 Tinggal Kenangan
147
2 - 66 Pilu
148
2 - 67 Yang Ter ....
149
2 - 68 Terima Kasih
150
2 - 69 Bikin Iri
151
2 - 70 Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!