PART 20

...~ Chapter 20 ~...

Dimas menghubungi beberapa anak buah kepercayaan Daddynya untuk mencari keberadaan istrinya itu. Dia juga tidak bisa pergi kemanapun karna jika sampai kedua orang tuanya pulang mereka akan curiga jika tidak melihat keberadaan istrinya.

"Ah sial ! gadis itu benar-benar pembawa masalah dan membuat kepalaku semakin pusing !" Teriak Dimas didepan para pengawalnya

Gedubrak.....

"Aku doain supaya dia kena batunya biar kapok nggak suka kabur-kaburan lagi...!" Umpat Dimas

Dimas menggebrak mobilnya dengan keras hingga membuat nyali para pengawalnya menjadi ciut.

Sirkuit Sentul.....

Rara dan David langsung tancap gas dan melaju dengan sangat kencang. Mereka saling salip menyalip dengan kecepatan yang cukup tinggi, karna saat ini suasana pertarungan semakin sengit yang didukung dengan kondisi jalanan yang sepi membuat mereka berdua semakin leluasa menambah kecepatan motor mereka masing-masing.

"Gila ! nih cewek ternyata jago juga bawa motornya, baru kali ini gue kewalahan menghadapi seorang lawan yang sepadan !" David Membatin sambil terus menambah kecepatan Motornya

Pada saat mereka akan sampai digaris finish, mereka menambah kecepatan laju motor mereka dan akhirnya keduanya seri karna mereka sampai digaris finish bersamaan.

Teriakan demi teriakan dilontarkan para pendukung kedua geng motor itu karna melihat hasil pertandingan yang berakhir seri.

"Ah shiit.... hasilnya seri lagi !" Protes Rara sambil turun menendang ban motornya sesaat setelah berhenti

"Ternyata kita seri, gue nggak nyangka ternyata Loh cewek yang tangguh juga !" David menoleh ke arah Rara yang nampak kesal

"Selamat yah, walaupun Loh cewek tapi ternyata Loh hebat juga" Ucap David menghampiri sambil menjabat tangan Rara

Deg.....

"Kenapa gue seperti familiar dengan sentuhan ini, seperti gue sedang menjabat tangan Rara waktu itu, padahal kan gue lagi jabat tangannya si Angel ini. Kenapa sih gue selalu mikirin tuh cewek yang udah jadi istri sepupu Gue" Batin David setelah menjabat tangan Rara.

" Hmmm...Loh juga hebat kok, sampai-sampai hasilnya seri dan gue nggak bisa memberikan Loh pelajaran berharga ! " Ucap Rara saat menerima jabatan tangan David.

"What's ? emangnya gue punya salah apa sama Loh ?" Sahut David saat merasa tangan Rara mencengkeram erat tangannya hingga terasa sedikit nyeri dan panas

"Kok seri sih, harusnya Queen Angel's yang menang !"Sahut anggota tim Rara yang berlari menghampiri mereka

"Mana bisa begitu, harusnya King black Devils yang menang dong !" Sahut anggota tim Black Devils yang lain

Queen Angels.....!

King Black Devils ....!

"SEMUAMYA BUBAR ADA POLISI ...!" Teriak salah satu anggota geng motor dan seketika itu semua anak geng motor langsung bubar berhamburan menaiki motor mereka masing-masing.

Wajah Rara langsung pucat begitupun dengan David yang langsung memakai helmnya dan berlari ke arah motornya, padahal ia ingin sekali melihat wajah dibalik Helm blackpink itu.

"Gawat...!! ada polisi, buruan cabut." Ucap Momo langsung menarik tangan Rara untuk segera menaiki motornya.

"Aduh! ada polisi lagi. Ayo buruan kita cabut sebelum kita ketangkap !" Kata David kepada anak buahnya.

"Kalian semua langsung pulang jangan ada yang pergi ke markas Okey....! " Teriak Rara pada anggota Broken Angel's yang terdiri dari kumpulan wanita cantik dan imut.

"OKE.. !" jawab anggota Broken Angel's

Sementara itu anggota Black Devils sudah lebih dahulu meninggalkan lokasi sirkuit itu dengan penuh semangat agar tidak terjaring razia.

"Momo buruan tancap gassnya...duh polisinya makin dekat nih, cepat cari jalan pintas yang penting aku bisa pulang selamat weeh !"Sahut Rara yang mulai panik saat sirene mobil polisi semakin terdengar jelas dibelakangnya

Momo yang mulai panik terpaksa mengambil jalan sempit yang terjal dan licin untuk menghindari kejaran polisi itu dan......

Bruuuk....

Momo pun kehilangan keseimbangan karna ban motornya menabrak sebuah batu besar di tengah jalan yang cukup gelap dan spontan mereka berdua akhirnya terjatuh dari motor dengan badan Momo yang tertimpa body motor.

Sedangkan Rara pun ikut terjatuh masuk kedalam semak-semak yang berada di pinggir jalan sampai akhirnya tubuhnya menggelinding kebawah mencium sebuah pembatas jalan.

Aw....

Aw....

Aw....

Rara berteriak sambil meringis kesakitan saat badanya terasa terbentun-bentur hingga rasanya remuk dan nyeri yang bersamaan ketika terjatuh dari motor, entah belakangan ini dia sering sekali jatuh dan terluka.

Momo pun segera berlari untuk menolong Rara.

"Ra Loh nggak papa kan ?" Kata Momo sambil memeriksa badan Rara

"Badan aku sakit semua dan Aaaah...! punggungku sepertinya membentur benda keras tadi. Celana jeans aku robek lagi hiks...hiks...hiks"Rara pun akhirnya menangis karna celana jeans kesayangan robek lagi

"Udah jangan nangis disini dulu, mending kita buruan pulang sebelum ketangkep ! " Sahut Momo sambil membopong paksa badan Rara kemotornya.

Mansion Dimas.....

Tak butuh waktu Lama Rara pun sudah sampai di dekat Mansion Dimas.

"Eh Mo turunin aku disini saja !"Sahut Rara

"Kenapa disini ? rumah kamu kan masih jauh !" Sahut Momo yang bingung

"A..aku nginep dirumah keluarga aku, kamu duluan aja !" Jawab Rara dengan gugup

"Yaudah gue cabut dulu, bye bye....!" Rara pun segera berjalan dengan tertatih-tatih menuju pintu gerbang Mansion Dimas

"Tuan bukankah itu wanita yang sedang anda cari !" Sahut salah seorang pengawal saat melihat kedatangan Rara

"Rara Angelina.....! Darimana saja kau !" Teriak Dimas saat melihat kedatangan Rara

"Waduh mati aku ! sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat, kenapa dia terlihat seperti singa yang sedang mengamuk " Batin Rara sambil menelan ludahnya dengan kasar

"Dari mana saja kau ? dan lihat ini sudah jam berapa, kenapa baru pulang hah !"Teriak Dimas sambil menghampiri Rara denga nafas yang memburu baru kali ini dia merasa sangat khawatir karna sedang menunggu seseorang

"Cepat masuk kedalam rumah sebelum Mom dan Daddy aku pulang atau kita berdua akan kena masalah !"Dimas pun langsung menyeret badan Rara dengan paksa masuk kedalam rumahnya, sedangkan Rara hanya diam tak berkutik karna dia sadar kau dia sudah salah

"Eh..eh..jangan seret aku seperti ini, kau tidak lihat badanku sakit semua" Pekik Rara saat dirinya diseret seperti anak kucing oleh induknya

"Aku tidak peduli, diam dan jangan banyak protes lagi !" Sahut Dimas dan akhirnya dia lebih memilih naik lift rahasianya untuk segera sampai di kamarnya.

Dan benar saja tak lama kemudian Mommy Keyla dan Daddy-nya sudah sampai di Mansion mereka.

"Wah kau mengerjai aku yah, kemarin kau menyuruhku naik kekamarmu menaiki tangga yang melelahkan itu!" Protes Rara sambil mengerucutkan bibirnya yang tidak digubris sama sekali oleh Dimas.

Dimas langsung menghempaskan badan Rara di tempat tidurnya sambil menatap kesal kearahnya.

"Aw...kasar banget sih jadi cowok ! kamu tidak lihat aku baru saja kena musibah" Pekik Rara

"Jika kau tidak ingin aku berbuat kasar padamu maka jangan membuat aku marah, dan sekarang jujur padaku kau habis dari mana dan kenapa pakaianmu seperti itu lalu kenapa bibirmu juga bengkak seperti ini ?" Sahut Dimas setelah menelisik kondisi Rara dengan seksama setelah sampai dikamarnya

"Sebenarnya aku habis dari tanding balapan dan tiba-tiba ada polisi sehingga aku dan temen aku buru-buru kabur, karna jalananya licin aku terjatuh ke semak-semak dan badan aku kebentur pembatas jalan" Jawab Rara dengan jujur

" Apa ? balapan liar ! Ya ampun kamu ini masih dibawah umur kenapa berani ikut balapan liar, bagaimana jika kamu terluka apa kamu tidak memikirkan orang tua kamu. Dimana kamu menyimpan otak kamu hah !" Sentak Dimas

"Ish...aku masih menyimpan otak aku di kepala aku kok, bukan di dengkul" Jawab Rara dengan ekspresi tanpa rasa bersalah

"Kamu ini kalau dibilangin selalu saja melawan, bisa tidak satu kali saja mendengar dan tidak buat masalah, kau itu membuat masalahku semakin banyak dan berat saja!" Ketus Dimas

"Lama-lama kau itu seperti Mama dan papa aku yang suka sekali marah-marah kepadaku, kalian semua sama saja tidak ada yang mengerti sama kondisi aku !" Sahut Rara

"Yah jelas aku akan marah jika kau berbuat salah karna aku ini suamimu ! dan Orang tua kamu sudah menyerahkan tanggung jawabmu sepenuhnya padaku. Itu artinya jika sampai terjadi sesuatu padamu maka mereka akan menyalahkan aku karna menganggap aku tidak bisa menjagamu dengan baik, apa sekarang kau mengerti posisiku !" Terang Dimas panjang lebar

"Iya...iya aku ngaku kalau aku salah dan aku minta maaf sudah membuat masalahmu tambah sulit, aku memang selalu jadi beban bagimu dan orang tuaku. Tapi berhentilah marah padaku, karna aku takut jika kau seperti itu" Jawab Rara sambil menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap wajah Dimas lagi karna itu hanya akan mengingatkan dirinya saat kedua orang tuanya dan kakaknya yang sering memarahinya.

Dimas menarik nafas dalam-dalam agar dirinya lebih tenang, jujur dia juga tidak tega melihat Rara yang terlihat sedikit ketakutan apalagi sepertinya dia juga terluka.

" Bagian mana yang sakit ? ka bilang tadi kau jatuh kan ?"

"Disini ! disini ! dan disini yang paling sakit karna tadi sempat kebentur benda keras !"Rara menunjuk bibirnya, lututnya dan terakhir punggungnya yang terasa sangat sakit dan nyeri bersamaan

"Kenapa tidak sekalian tulangmu patah semua biar kapok dan tidak ikut balapan liar lagi !" Ucap Dimas sambil berjalan mengambil kotak obat di lacinya dan berjalan mendekat ke arah Rara

"Ish...kau itu jahat sekali ! kenapa mendoakan aku patah tulang, Tega...!"Rara pun memberanikan diri mendongak dan menatap Dimas dengan kesal

"Sekarang berbaliklah dan angkat sedikit bajumu, aku akan memeriksa dan mengoleskan obat pada punggungmu !" Pinta Dimas dengan ekspresi datar

"Tidak mau, Aurat tau ! kita kan bukan mahram ! " Jawab Rara singkat

Dimas yang memang seorang mualaf pernah mendengar tentang materi tersebut sekilas hanya bisa tersenyum kecil.

"Dasar bodoh, tapi sekarang aku ini adalah suamimu jadi aku berhak melihat semua yang ada ditubuhmu termasuk...!" Perkataan Dimas langsung terhenti saat Rara memukul Dimas dengan bantal

"Dasar mesum, jika Ingin mengobatiku sudah tidak usah menjelaskan panjang lebar, Awas aja kalau sampai macam-macam padaku, aku tidak segan-segan memelintir tanganmu itu, aku ini pemegang sabuk hitam taekwondo loh " Sahut Rara dengan sedikit mengancam

"Kamu pikir aku akan tergoda tergoda dengan bocah ingusan seperti kamu ? jangan mimpi, sudah sana cepat berbalik " Rara pun segera menuruti perkataan Dimas

Sementara itu Mom Keyla dan Suaminya diam-diam ingin mengecek kondisi kamar Dimas dan Rara, karna dirinya khawatir mereka akan berantem mengingat mereka adalah pengantin baru yang lebih mirip dengan Tom dan Jerry yang selalu bertengkar saat bertemu.

Namun betapa terkejutnya mereka saat sampai didepan kamar Dimas dan mendengar suara aneh dari dalam kamar mereka.

"Aaah.... beruang kutub pelan-pelan sedikit sakit tahu...!" Teriak Rara

"Iya...iya ini juga aku sudah pelan-pelan, kamunya aja yang nggak sabaran" Jawab Dimas

"Ini sakit dan nyeri tahu...!"

Tubuh Mommy Dimas seketika lemas sambil menutup mulutnya dengan ekspresi terkejut. Begitupun dengan Dad Wijaya yang tidak menyangka kalau Dimas secepat itu takluk pada istrinya.

"Ya ampun sayang, anak kita sudah menyentuh istrinya di malam pertamanya. Bukankah kita sudah berjanji pada Pak Haris dan Istrinya, agar anaknya masih utuh segelnya sampai cukup umur Pah, Aduuuh bagaimana ini ?" Mulai Lemas dan pucat.

Terpopuler

Comments

Neyna 🎭🖌️

Neyna 🎭🖌️

like ❤️ semangat upnya kak 💪💕💕

2022-01-07

0

Cherry

Cherry

hahaha..... gara-gara ulah Rara, ortunya Dimas salah paham 🤣🤣🤣

2021-11-17

0

Febriyantari Dwi

Febriyantari Dwi

sebenarnya ceritanya cukup bagus.......
jika saja bisa rutin update-nya....wuaahhh keren...

2021-10-09

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 87 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!