...~ Chapter 5 ~...
Seorang Ibu-ibu sedang singgah dipinggir jalan membeli 2 kantong es buah dan memberikan yang satunya kepada suaminya.
Namun saat hendak membayarnya seorang jambret yang sudah mengintainya sejak dari tadi, berhasil merebut tasnya dan membawanya kabur secepat mungkin
Spontan ibu-ibu itu langsung berteriak dengan kencang meminta pertolongan.
"Tolong....ada jambret, Tas saya dirampas," berteriak dengan ekspresi panik
"Ada apa mah, mana jambretnya ?," Tanya suaminya yang merasa kebingungan karna sedari tadi dia tinggal didalam mobil menunggu istrinya.
"Iiiih..... itu pah, cepetan kejar jambretnya, nanti uang mama semuanya diambil," Sahut ibu-ibu itu sambil histeris
"Baik Mah, papa akan kejar jambretnya sampai dapat," Sambil berlari mengejar jambretnya yang terlihat semakin menjauh
Namun karna faktor umur yang sudah tua, suaminya hanya mampu berlari dengan pelan. Walaupun dia sudah berusaha sekuat tenaga, hingga semua orang lain nampak mendahuluinya.
"Aduh aku nggak kuat lagi ngejar malingnya, bisa-bisa aku yang mati kehabisan nafas," Sahutnya sambil ngos-ngosan, ia pun kemudian berhenti menghirup udara segar dan mengelus-elus dadanya yang mulai sesak.
Rara yang kebetulan sedang singgah mengisi bensin di pinggir jalan perhatiannya teralihkan saat mendengar suara orang-orang berteriak Jambret.
"Wah kurang ajar tuh orang, hari gini masih aja makan uang haram, Vi Loe jagain bentar motor gue disini. Gue mau kejar jambretnya dulu," Sahut Rara mulai mengambil ancang-ancang berlari.
"Oke Ra semangat kejar malingnya, hajar sampai mampus !," Vivi berteriak mendukung Rara
"Woy....! jambret berhenti nggak loh," Rara pun semakin mempercepat larinya
Karna tubuh Rara yang kecil, ia pun dapat berlari dengan gesit mengejar jambretnya. Bahkan ia berhasil mendahului orang-orang yang tengah mengejar jambret itu juga.
Wuuush......
Jleeeb.......
Bugh..........
Bugh.........
Bugh........
Rara berhasil melayangkan dua bogeman keras ke bagian belakang punggung dan sebuah tendangan keras ke arah engkol kaki jambret tersebut hingga membuat si jambretnya jatuh terhuyung kedepan.
"Aaaah....sial, kenapa pakai acara jatuh segala lagi!," Umpat pria itu dengan ekspresi kesal
"Nah kena juga kan loh, Rara dilawan," Sahut Rara dengan penuh percaya diri
"Dasar bocah tengil, berani loe lawan gue. Sini loh bocah, mau gue jadiin tempe bonyok," Jambret itupun mencoba berdiri dan mulai menyerang Rara
Rara pun dengan spontan mencoba menghindari serangan jambret tersebut, Rara kemudian mengambil posisi kuda-kuda dan menendang keras perut jambret tersebut hingga membuatnya jatuh terhempas ke belakang.
"Heh masa segitu aja sih bang tenaganya, Rara juga baru pemanasan nieh, " Rara mencoba memancing orang tersebut agar bangun kembali
"Kurang ajar lo bocah kecil, Awas loh yah sini maju lawan gue lagi !," Tantang Pria tersebut yang bangkit kembali dan mencoba ingin memukul Rara menggunakan tas yang dipegangnya
Krack...........
Rara berhasil meraih tangan pria tersebut kemudian memelintirnya kebelakang, tangan si jambret tersebut pun mengeluarkan bunyi gemeretak hingga membuatnya berteriak memekik kesakitan.
"Aaaaaaa, ampun-ampun neng ! Lepasin tangan gue!, " Pria tersebut akhirnya memohon untuk dilepaskan dan menjatuhkan tas yang dipegangnya.
"Abang jangan coba-coba mencuri lagi yah, kasian anak sama istri abang makan uang haram. Hari ini Rara masih berbaik hati tidak melaporkan abang ke polisi, yang penting abang harus janji tidak akan ngulangin hal ini lagi," Ancam Rara sambil masih terus memelintir tangan jambret tersebut.
"Iya neng Abang janji, tapi tolong lepasin tangan Abang sebelum orang-orang itu gebukin gue neng," Memelas ke arah Rara
"Oke bang Rara lepasin, cepat sana. lari bang," Karna kasihan akhirnya Rara pun membiarkan si jambretnya lepas, ia tidak tega kalau abangnya harus bonyok gara-gara digebukin sama massa.
Kenapa Rara bisa sekuat itu, Yah karna dia adalah salah satu atlet taekwondo pemegang sabuk hitam, penampilannya yang cenderung tomboy membuatnya menyukai hal- hal dan olahraga yang sering dilakukan oleh pria seperti bermain basket, skateboard dan mendaki gunung.
Semua orang yang menyaksikannya hanya menggelengkan kepalanya dengan perasaan kagum dan takjub, bisa-bisanya seorang gadis belia menghajar jambret dengan hanya bermodalkan tangan kosong saja.
Rara pun kemudian mengambil tas tersebut lalu mengembalikannya ke Tante yang kena jambret.
"Nih Tante, tasnya aku kembaliin. Lain kali hati-hati yah Tante kalau lagi dijalan, soalnya disini memang banyak maling Tante," Rara pun menyerahkan tas tersebut
"Aduh makasih banyak yah sayang sudah nolongin Tante, kalau boleh tahu nama kamu siapa ?," Menatap kagum sama Rara
"Nama aku Rara Anjani Tante, biasa dipanggil Rara hehehe," Rara menjawab sambil tersenyum
"Wah kamu hebat banget tadi berantemnya Rara, Tante salut sama kamu," Memuji Rara
"Ah Tante biasa aja, jangan muji berlebihan gitu dong, nanti leher Rara tambah panjang,"
"Oh ya sayang boleh Tante minta nomor ponsel kamu ?,"
"Boleh Tante, tapi ponsel Rara sudah dirusakkin sama orang gak waras Tan. Tapi Rara hafal kok nomernya, sini ponsel Tante ," Rara pun menulis nomornya di Ponsel ibu-ibu tersebut
"Oh ya Tante, Rara pamit pulang dulu yah bye...bye," Rara pun segera kembali ke pom bensin yan tadi.
"Ya Allah....tuh anak Gemesin banget, jadi tiba-tiba pengen punya anak perempuan seperti dia. Cantik, sopan dan jago bela diri pastinya, sayang aku hanya punya seorang putra yang sudah tumbuh besar bahkan sebentar lagi akan menikah," Sambil terus memandangi Rara yang sudah berlari menjauh.
"Gimana mah, tasnya udah kembali ?,"
Tanya suaminya
"Iih...papa baru datang, kemana aja tadi. Coba kalau nggak ada gadis cantik yang nolongin mama, Tas mama hanya akan tinggal kenangan,"
"Syukurlah Mah, Yaudah kita pulang saja dulu,"
Mereka pun akhirnya kembali ke mobil.
Di dalam mobil..…......
"Pah, coba aja papa belum jodohin anak kita sama anak sahabat papa itu. Mama kepengen jodohin sama anak gadis yang nolongin mama tadi,"
"Mama ada-ada aja, Lagian kita kan sudah terlanjur bicara sama keluarga mereka. Nanti mereka akan marah kalau tiba-tiba kita memutuskan sepihak perjodohan ini," Sahut suaminya
"Tapi Pah, mama suka banget sama gadis itu. Selain dia cantik dan manis ternyata dia jago bela diri Pah. Mama kepengen sekali punya mantu jago bela diri,"
"Sabar Ya mah, nanti kita buat anak lagi kalau mama kepengen punya mantu lagi,"
"Dasar Papa, sadar umur dong Ish.......," Mencubit pinggang suaminya
... ~~~...
Rara pun sudah sampai dirumahnya, Ibunya yang sedang duduk diruang tamu pun langsung menyambutnya.
"Duh anak mama yang cantik sudah pulang, tapi kok mukanya cemberut gitu. Nanti cantiknya hilang," Mengelus rambut anaknya
"Gimana Rara tidak cemberut Mah, orang ponsel Rara dirusakin orang Hiks.... hiks....hiks," Menyerahkan ponselnya kemamanya yang sudah hancur sambil menangis
"Cup....cup.... jangan menangis sayang, siapa sih orang yang berani buat anak mama menangis seperti ini. Nanti mama jewer kupingnya yah sayang kalau ketemu," Hibur mamanya
"Mah Rara sayang banget sama ponselnya, butuh waktu lama untuk nabung buat beli ponsel kesayangan Rara itu," merengek di pelukan ibunya
"Anak mama nggak usah sedih lagi yah, nanti mama sama papa beliin ponsel baru buat Rara yang sama persis dengan punya kamu yang rusak itu,"
"Beneran mah ? Makasih banyak ya mah," Rara sangat senang mendengar ucapan mamanya
"Apapun akan mama lakukan untuk anak kesayangan mama ini, selama dia menjadi anak yang penurut dan berbakti sama orangtua,"
"Iya mah Rara janji akan terus jadi anak yang penurut sama berbakti kepada orang tua. Rara sayang banget sama papa dan mama.
... ~~~...
Di Kediaman Pak Haris.......
Dimas dan kedua orangtuanya nampak sedang berbincang diruang tamu mereka.
"Mama beneran tidak mau ngebatalin rencana pernikahan Dimas ?, tapi sejujurnya waktu itu Dimas tidak serius memenuhi permintaan Oma saat diumah sakit," Keluh Dimas
"Dimas asal kamu tahu, sebagai seorang laki-laki sejati yang dipegang itu adalah omongannya. Kalau kamu sudah berjanji sama Oma kamu, berarti kamu harus menepatinya dong," Sahut Papanya
"Emangnya pernikahannya mau dilaksanakan kapan sih pah ?"
"Kita akan tunggu keadaan Oma kamu mulai membaik, karna saat ini dia masih dirawat di ruang ICU dan belum bisa di jenguk oleh banyak orang,"
"Baguslah kalau begitu pah !," Dimas menarik nafas panjang
"Bagus ? maksud kamu apa Dimas ngomong begitu. Kamu senang Oma kamu masuk di rumah sakit Hah ? ," Ayah Dimas membetulkan posisi kacamatanya sambil melotot ke arah Dimas
"Papa jangan salah paham dulu, maksud Dimas baguslah kalau pernikahannya tidak dilaksanakan buru-buru. Soalnya Dimas kan belum tahu calon istri Dimas itu seperti apa," Dimas berusaha menjelaskan agar papanya tidak salah paham lagi
"Baiklah kalau itu mau kamu, Dua hari lagi kita akan datang menemui keluarga mereka untuk memastikan putrinya apa dia bersedia menikah denganmu atau tidak," Sahut Papanya
"Memangnya papa dan mama sudah bertemu dengan keluarga mereka ?," Tanya Dimas yang mulai kepo
"Iya sudah, bahkan kami sudah membicarakan tentang rencana pernikahan kalian,"
"Apa Mama melihat putrinya ? Apakah dia cantik, atau justru dia lebih Tua dari Dimas ?,"
"Mama tidak begitu jelas melihat wajahnya malam itu, tapi bisa jadi dia lebih tua daripada kamu," Mamanya tersenyum ke arah Dimas
"Apa mah ?," Dimas berteriak sambil terperanjat dari tempat duduknya saat mendengar ucapan mamanya.
"Apa aku akan menikah dengan Tante-tante ?, Aaaaaah....gimana nih, apes banget sih hidup gue !" Batin Dimas sambil merutuki dirinya
... ~ Bersambung~...
Jangan lupa like,vote dan komen di karya baru aku yaah readers yang baik hati. Semoga kalian suka dan bisa menghibur kalian, Happy Reading ❣️
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Cherry
yg ditolongin Rara ortunya Dimas ya
2021-11-07
1
Tutik Sriwahyuni
hoe Dimana calon mu tuh cewek tengil .... cantik kan dia 😅😅😅
2021-10-23
0
Adellieach
ngakak aku .. bagus ceritanya, maaf baru mampir..😁😁
2021-10-05
1