...~ Chapter 3 ~...
Rara pun masuk ke kamarnya dengan ekspresi kesal dia mulai memikirkan cara untuk menolak permintaan ibunya yang ingin menjodohkannya secara paksa, dia pun nekat ingin melakukan aksi mogok makan sampai kedua orangtuanya tuanya mau membatalkan rencana sepihak perjodohan mereka.
"Aku harus melakukan sesuatu, kalau seperti di drama biasanyanya sih mereka akan mogok makan atau berpura-pura ingin bunuh diri. Hmmm... aku akan mencobanya juga, sampai mama dan papa mau membatalkan rencana pernikahan itu !" Gumam Rara sambil membuka laptopnya menonton drama kesukaannya.
Sementara diluar sana orang tua Dimas masih melakukan negosiasi dengan kedua orang tua Rara.
"Kami berdua akan berusaha untuk membujuk Rara agar mau melakukan pernikahan ini, karna kami sudah menganggap Anda sudah seperti keluarga kami juga Pak Wijaya."
"Terimakasih banyak Pak Haris, kalau begitu kami berdua pamit pulang dulu."
Akhirnya orang tua Dimas pulang kerumahnya dengan menyimpan harapan besar kepada keluarga Pak Haris untuk dapat meluluhkan hati anaknya agar menerima perjodohan itu dan bisa segera melangsungkan pernikahan antar kedua anak mereka.
Sementara didalam kamar, Rara mulai gelisah karna Indonesia bagian tengahnya sudah mulai keroncongan dan meminta segera diisi makanan.
"Duh tamunya sudah pulang nggak yah, mana aku lapar banget lagi. Malu kan kalau harus keluar makan sekarang. Mana camilan aku sudah pada habis semua lagi. Aaaa...perut aku sakit banget nih, mama nggak peka banget sih."Omel Rara sambil memegangi perutnya.
"Pah gimana nih sama Rara, bentar lagi kan dia akan segera masuk kuliah !"
"Papa akan coba bujuk dia mah, atau kita ancam aja kalau tetap nekat menolak kita berdua akan membekukan ATMnya atau kita berhenti memberikan Rara semua fasilitas mewah yang selama ini dia nikmati. Bagaimana ide papah mah ?"
"Pah Rara itu kan masih dalam pengawasan kita lagi pula umurnya masih sangat muda tidak seperti kakaknya yang sudah mandiri. Mama nggak tega menyakitinya seperti itu lagipula kita kan nggak tahu seperti apa anak mereka Pah, bagaimana kalau nanti dia kasar sama Rara. Mama jadi khawatir sama keadaan Rara nantinya."
"Mamah jangan khawatir, Papa sudah bersahabat lama dengan keluarga Wijaya dan mereka semua adalah orang baik. Percaya kali ini sama Papah." Sahut Pak Haris meyakinkan istrinya.
Karna sudah tidak sanggup menahan rasa laparnya, Rara pun akhirnya nekat mengendap-endap keluar kamar dan segera menuju ke dapur mengambil sepiring makanan dan langsung memakannya dengan lahap.
Mendengar ada suara ribut-ribut di dapur, Mamanya pun segera masuk keruangan dapur untuk memeriksa keadaan sempat ada kucing yang nyolong makan malam mereka.
"Pah sepertinya ada suara ribut-ribut di dapur, apa mungkin suara kucing yah ?. Tadi kan mama sempet nyiapin makan malam untuk Pak Wijaya dan istrinya tapi mereka keburu pulang duluan."
"Yasudah Mah sebaiknya kita kedapur saja, Papa juga sudah mulai lapar nih."
Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju dapur.
Saat membuka pintu ruangan dapur, ibunya langsung tersenyum saat melihat Rara terlihat dengan lahap menyantap makan malam seperti orang yang sangat kelaparan.
"Rara ternyata kamu yang ada disitu, Mama kirain kucing."
"Duh mampus ! aku ketahuan sama Mama lagi, tadi kan aku lagi ngambek dikamar mau mogok makan. Mana makanan udah masuk dimulut aku lagi, nanggung banget kalau harus dikeluarin lagi. Auh ah... bodoh amat makan aja dulu !" batin Rara dengan ekspresi malu-malu kucing
"Rara sudah laper banget mah, jadi Rara makan duluan,"
"Tidak apa-apa sayang, lanjutkan saja makanya. Mama sama papa juga akan bergabung makan malam denganmu," Sahut ibunya yang mengerti ekspresi Rara.
Mereka bertiga pun makan malam dengan lahap tampa membahas rencana persiapan pernikahan anaknya, karna khawatir itu akan merusak suasana makan malamnya.
"Alhamdulillah, akhirnya kenyang juga," Sahut Rara sambil mengusap perut kecilnya yang merasa kekenyangan
"Kamu suka makanannya sayang ?" Tanya Ibunya
"Iya Mah, suka banget. Masakan mama emang paling the best," Rara menaikkan dua jempolnya ke arah ibunya
"Baguslah kalau kamu suka, oh ya sayang kamu sudah mempertimbangkan tentang tawaran pernikahan kamu dengan anak sahabat Papa kamu ?"
"Mah Rara kan sudah bilang, Rara nggak mau nikah muda. Rara mau nyelesaiin kuliah dulu."
"Sayang dengar papah, kamu akan tetap kuliah dan melanjutkan cita-cita kamu. Pernikahan ini dilakukan hanya untuk menyelamatkan Orang Tua sahabat Papa yang sedang sekarat sayang." Sambil mengelus kepala anaknya
"Tapi pah gimana nantinya kalau suami Rara ternyata kasar sama Rara atau kemungkinan buruknya Rara akan hamil. Rarakan belum siap jadi Mama muda pah Kan ribet banget tuh kayak di sinetron Kumenangiiiiis Ind*siar yang sering ditonton sama mama !"
"Sayang, mama sama papah sudah bicara sama keluarga mereka. Agar calon suami kamu tidak menyentuh kamu sampai kamu sudah cukup umur dan siap untuk jadi istri yang seutuhnya jadi kamu tidak usah khawatir sayang," Sambil tersenyum mendengar alasan kocak anaknya
"Lagi pula mama sama papah akan sering bolak-balik keluar kota nantinya, setidaknya mama tidak akan khawatir meninggalkan kamu sendirian karna sudah ada yang jagain."
"Tapi tetap saja Mah, teman-teman Rara akan menjauhi Rara kalau mereka sampai tahu kalau aku sudah menikah."
"Tenang sayang, pernikahan kamu akan dilaksanakan secara rahasia dan hanya disaksikan oleh keluarga dekat kita saja. Lagi pula calon suami kamu dari keluarga yang baik-baik kok jadi dia pasti juga akan sayang sama kamu. "
"Okedeh mah kalau begitu Rara setuju tapi ingat yah sama janjinya mama sama papah, kalau Rara tetap lanjut kuliah dan satu lagi Rara mau menikah kalau calonya Rara adalah orang yang baik kalau orangnya jahat Rara tidak mau !"
"Iya sayang, Mama sama Papa janji kok," Sambil menautkan jari kelingkingnya dengan tangan Rara
Kedua orang tuanya pun langsung menarik nafas panjang, rupanya mereka tidak perlu melakukan pemaksaan kepada Rara untuk melakukan pernikahan itu.
Rupanya sikap lemah lembut mereka berhasil membujuk dan mengambil hati Rara yang gampang terbujuk dengan sikap lemah lembut dari orangtuanya.
Tak terasa 3 bulan sudah berlalu seorang Rara ternyata mendadak tobat menjelang Ujian Nasionan dan berkat keberuntungannya ia ternyata berhasil diterima di salah satu perguruan tinggi negeri yang bergengsi hingga membuat guru-guru dan teman-temannya bangga, padahal dulunya mereka pikir Rara tidak akan berhasil karna kelakuannya yang suka bikin masalah di sekolah.
Kalau gitu pah Rara mau kekamar dulu, mau nyiapin berkas untuk registrasi mahasiswa baru di kampus besok.
"Iya sayang, semangat yah. Jadi mahasiswa baru jangan nakal-nakal sama senior yah,"
"Oke siap Mah,"
...~~~...
Keesokan harinya Rara sudah tampil cantik dengan setelah kaos pilihannya untuk segera berangkat kekampus dalam rangka registrasi mahasiswa baru dengan berangkat bersama sahabatnya.
Berhubung masih dalam rangka tahap registrasi, jadi mereka masih belum pakai seragam khas hitam putih ala mahasiswa baru.
Rara pun segera melajukan motornya dengan kencang untuk menjemput Vivi sahabatnya.
Saat mereka sudah berboncegan diperjalanan, Rara membawa motornya agak sedikit ngebut karna takut terlambat. Namun dia merasa kesal karna pengendara mobil didepanya tidak memberikannya kesempatan untuk menyalipnya.
"Vi nih orang didepan ngeselin banget sih, kok nggak ngasih kita kesempatan lewat. Apa kita tabrak aja mobilnya," Sahut Rara kesal
"Ra loh jangan gila yah, kamu nggak lihat mobil dia itu mobil mahal. Kalau mobilnya sampi rusak kita berdua nggak bakal sanggup ganti rugi tau..!,"
Rara pun membunyikan klakson motornya sambil berteriak kearah pengemudi itu, namun sialnya dia tidak mendengarnya karna dia mengemudi sambil memakai headset.
"Ya ampun..... kurang ajar banget tuh orang beneran nantangin kita ini mah namanya !"
Rara pun menarik gaspool motornya hingga berada dalam kecepatan tinggi. Dia pun kemudian menggunakan kesempatan itu untuk menyalip sang pengendara mobil.
Sial beribu sial, Rara tidak sengaja menyenggol bagian badan mobil orang tersebut dengan motornya, hingga membuat body mobil orang tersebut lecet.
"Ra Cepat kabur, sepertinya kita sudah ketahuan sama yang punya mobil kalau kita nggak sengaja nyenggol mobilnya, tancap gasnya cepat," sambil menepuk pundak Rara agar menambah kecepatan motornya
"Oke Vi , jangan khawatir dia tidak bisa mengejar kita,"
"Wah kurang asem tuh bocah, beraninya dia merusak mobilku dan langsung kabur begitu saja. Awas saja aku akan menangkap mu bajingan kecil," Sambil menambah kecepatan mobilnya mengejar motor Rara
Pengendara mobil itupun tersenyum dengan penuh semangat dan langsung mengambil jalan pintas untuk mencegat Rara dan temanya agar mau bertanggung jawab.
"Vi apa mobilnya sudah tidak mengikuti kita lagi ?," Tanya Rara
"Sudah tidak ada Ra, sepertinya kita sudah aman sekarang," Sambil menoleh kebelakang dan bernafas lega
Namun sebuah mobil merah tiba-tiba berhenti didepan mereka sambil pengendaranya turun keluar membuka kacamatanya dengan ekspresi menatap kesal kepada mereka.
"Wah Vi mampus kita ! bukankah itu mobil yang kita senggol tadi. Waduh gimana nih, bisa habis kita !"
"Sudah kita nyerah saja Ra, daripada kita dilaporin polisi nantinya,
Mereka berdua pun turun dari motor.
"Woi sini kamu, kalian berdua harus bertanggung jawab sudah membuat mobil aku lecet dan rusak sampai kek gini ," Teriak pria itu dengan ekspresi kesal.
"Cuman kegores dikit doang kok kak nanti kita pasti ganti rugi kok kak ! " Jawab Rara dengan sedikit gugup
"Emang kalian berdua bisa ganti rugi kerusakan mobil aku yang mahal itu ?"
"Emang berapa sih kak harganya sampai kita berdua nggak bisa ganti rugi orang cuman lecet sedikit doang ?," Jawab Rara dengan bar-bar
"10 juta ! kalian punya uang segitu Hah...?
"Buseet banyak banget, Ponsel gue dijual pun nggak sampai harga segitu," Batin Rara sambil menelan ludahnya dengan kasar
"Vi gue bakal bayar pakai uang aku dulu 50.000, nanti kalau aku sudah menghitung sampai tiga ! kita berdua langsung kabur Yah," Berbisik ditelinga Vivi
"Oke Ra, aku mengerti !
"Nih aku bayar sini tangan kamu !"
Pria tersebut pun mengulurkan tangannya untuk menerima uang ganti rugi dari Rara.
"Kak aku bayarnya segini dulu yah nanti aku bayar dengan nyicil sampai lunas " sambil menyerahkan selembar uang biru kepada pria tersebut dan langsung kabur begitu saja
"Satu....dua...tiga, Vi ayo cepat kabuuur, sebelum dia nangkap kita lagi !" Segera berbalik sambil berlari kencang ke arah belakang kemudian menyalakan motornya dengan kecepatan tinggi
"Woyyy mau kabur kemana loh, jangan coba kabur gadis gila, aku pasti akan menemukan kalian lagi dan menuntut ganti rugi," teriak pria tersebut.
...~Bersambung~...
Jangan lupa like dan komentar yang banyak yaah readersss tersayang 😅😅😅😅❣️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Rahma AR
aku mampir thor😊
2022-01-15
0
Cherry
10 juta byr 59 rb....beda jauh non😀😀😀
2021-11-07
1
𝒆𝑽 ࿐
semangat thorr✨
mampir juga "Aku dan tujuh pangeran tampan"
2021-11-05
0