PART 2

...~ Chapter 2~...

Senior High school Pelita Nusa.....

Rara yang memang hobi naik motor kesekolah hari ini lupa bawa helm lagi, terpaksa dia harus parkir agak jauh dari sekolahnya agar tidak terkena Razia ketua OSIS dan Para jajarannya yang sudah menjadi musuh bebuyutanya .

Namun saat berjalan ke arah sekolah ia melihat kalau pintu gerbangnya akan segera ditutup oleh satpam yang bertugas.

"Tunggu Pak.. ! Teriak Rara, gadis itu kini sedang berlari sekencang mengejar gerbang sekolah yang tinggal satu tarikan saja akan tertutup.

Wushh......

Jleb......

Rara berhasil menerobos gerbang

yang sekarang sudah tertutup rapat.

Rara hanya menyapa pak satpam yang sedang melongo di depannya dan langsung berlari begitu saja menuju kelasnya dan..

Brukk......!

Ya gadis itu menabrak Joe, sang ketua OSIS yang sangat tegas dan disiplin musuh bebuyutan Rara.

"Aduh' jidat gue !" Ringis gadis itu sambil memegangi jidatnya yang menabrak punggung bidang sang ketua OSIS itu

"Telat lagi ?" ucap Joe datar tanpa ada rasa terkejut sedikitpun.

"Eh enggak kok, buktinya aku berhasil ada disini ! tapi kok yang lain sudah pada masuk kelas yah ?" Rara celingukan mencari keberadaan bestinya si Vivi

"Ikut gue keruang BK sekarang!" Tanpa persetujuan dari Rara, Joe main tarik aja tangan Rara menuju ruang BK.

"Woy woy woy lepasin tangan aku !" Teriak Rara meronta ronta, tapi nihil karena cengkraman Jow lebih kuat

Tok....

Tok....

Joe mengetuk pintu ruangan BK, setelah di persilahkan masuk, Joe menekan knop pintu lalu menyeret Rara masuk seperti sedang menyerahkan maling yang ditangkapnya

" Nih pak saya mau nyerahin si ratu biang kerok yang suka telat dan melanggar ini pak " Sahut Joe dengan rasa puas dihatinya

"Rara , kamu telat lagi yah ? Tanya Pak Zul sang guru BK dengan perawakan, kepala botak, kumis tebal, tidak terlalu tinggi, wajah yang sedikit menyeramkan.

Rara hanya mendelik lalu tertawa

memperlihatkan deretan gigi putihnya dan senyumnya yang menawan.

"Eh Pak Zul yang baik hati pleasee jangan hukum aku lagi yah nanti Rara doaiin supaya bapak cepat masuk surga ! " Ucap Rara yang sedang berusaha menghindari amukan dari singa Jantan yang terlihat sangat sangar, tapi percuma itu tidak akan mempan untuk Pak Zul yang kelewat geram sama sikap Rara si biang telat.

" Ya ampun ini anak doain gurunya biar cepat mati !, kamu sekarang keliling lapangan sepuluh kali!" perintah sang guru BK yang udah ga bisa di nego lagi

"Ya ampun...pak bukan begitu maksud Rara, tuh kan salah lagi, nih mulut asal nyerocos aja sih ! mana masih pagi banget, masa harus olahraga maraton lagi, nih badan bisa remuk tulang-tulangnya!" Rara tak berhenti merutuki dirinya

"Sudah cepat sana, jangan banyak alasan supaya badan kamu tambah sehat dan otak kamu juga bisa berpikir normal. Tidak suka telat dan asal ngomong lagi !" Titah Pak Zul dengan ekspresi sangarnya

"Joe awasi dia, nanti dia mengurangi hitungan jumlah putarannya !"Titah pak Zul kepada sang ketua OSIS kesayangannya

" Siap pak Laksanakan. Hei Miss gesrek sudah cepat sana !" Joe segera menyuruh Rara untuk melaksanakan hukumnya sambil di awasi olehnya, Joe yang sebenarnya tadi keluar kelas hanya untuk meminjam Buku di perpustakaan rupanya bisa punya waktu banyak untuk melihat wanita pujaan hatinya.

Rara pun mau tidak mau harus lari keliling lapangan yang cukup luas itu dan kini pakaiannya sudah basah penuh dengan keringat, namun semua itu tidak membuat niatnya surut untuk tetap terlihat cantik dan menawan.

"Duh kira-kira badan aku bau keringat nggak yah ? bisa pingsan satu kelas kalau nyium bau ketek gue yang subhanallah."Sahut Rara cengigisan sendirian

"Nih minum, Lo nggak haus apa udah lari keliling lapangan sepuluh kali sampai keringat Lo udah banjir macam abis nyemplung di sumur Tujuh rupa. Ampun deh ini anak !" Sahut Pak ketos tampan sambil menepuk jidatnya

"Dari tadi kek, ga tau apa aku tuh sebenernya haus banget dan sekarang aku malas debat sama kamu !" Ucap Rara setelah meneguk minuman yang diberikan Joe dengan cepat dan kini tinggal setengah.

"Dasar gadis Bar-bar, emang kamu tuh udah kayak buronan mafia yang paling banyak masuk daftar hitam Tim pencarian Mata Elang (Tim OSIS yang suka mengadakan Razia dadakan).

"Ah bodo amat ! aku nggak peduli. Sudah pergi sana ke kelas kamu males aku dengar bacotan kamu yang unfaedah itu !" Ketus Rara

"Ga tau terimakasih banget Sih, Dasar nyai Badas untung cantik !" Umpat Joe sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana.

"lya terimakasih ketua osis songong." Ucap Rara sambil nyelonong pergi dari hadapan Joe segera menuju kelasnya.

"Apa Lo bilang?" teriak Joe yang masih berdiri di tempat dan menatap kepergian Rara.

Lelaki itu menggelengkan kepalanya lalu pergi menuju ke kelasnya. Jangan heran kenapa Joe juga bisa kelayapan di jam pelajaran, Ketua OSIS mah punya banyak alesan untuk keluar kelas wkwk.

Rara tampak menyandarkan kepalanya di meja dengan muka penuh tanda tanya sambil mengipas badannya. Gadis itu selalu saja mengantuk jika sudah bertemu dengan pelajaran Matematika yang di penuhi dengan serentetan rumus-rumus yang membuat kepalanya pusing, apalagi menjelang UN porsi belajar mereka ditambah sampai sore hari.

Terlebih lagi posisi duduknya yang berada di pojokan belakang membuat dirinya semakin ingin menikmati nikmatnya tidur di kelas saat pelajaran masih berlangsung.

Sedangkan sahabatnya si Vivi udah molor dari tadi di mejanya.

"Hari ini kita akan adakan Try Out mendadak untuk menguji sejauh mana pemahaman kalian tentang materi yang akan masuk di Ujian Nasional nanti !" Sahut Guru matematika Rara yang membuat seisi kelas jadi heboh

"What's ! Ujian Mendadak ? mampus akuu !" Pekik Rara sambil menggebrak mejanya dengan spontan hingga membuat seisi kelas menengok ke arahnya.

...~~~...

Rumah Sakit Medical center...

Seorang perempuan yang sudah berumur sekitaran 60 tahun sedang terbaring lemah dirumah sakit. Dia adalah Grandma Dimas Nyonya besar Irene Adler.

"Sayang, aku akan menghubungi Dimas segera, tolong jaga ibu sebentar ! " Sahut Pak Wijaya yang sudah mulai kelihatan panik.

Dert...Dert...Dert....

Ponsel Dimas pun tiba-tiba berbunyi, hingga suaranya memecah keheningan suasana perkuliahan yang sementara berlangsung.

"Hey....! Ponsel siapa itu yang berbunyi ? sudah saya bilang, jika masuk di kelas saya semua ponsel wajib mode pesawat ", Teriak Pak Kevin, Dosen Killer yang mengajar mata kuliah Statistika.

Sejenak kelas nampak hening, mahasiswa hanya diam dan saling melempar pandangan satu sama lain.

"Baiklah kalau tidak ada yang mau mengaku, saya akan hitung satu sampai tiga. Kalau belum ada juga yang mau mengaku, jangan harap kalian semua bisa dapat nilai A di semua mata kuliah saya ", Ancam Pak Kevin

Suasana kelas nampak menjadi gaduh seketika, mengingat Pak Kevin tidak pernah main - main dengan ucapannya.

"Saya akan mulai menghitungnya, satu....Dua...Ti...", belum sempat Pak Kevin menyelesaikan hitungannya tiba-tiba ada suara yang menyahut dari belakang.

"Itu suara yang berasal dari ponsel saya Pak " Sahut Dimas dengan ekspresi datar

"Kamu rupanya, memangnya kamu tidak tahu peraturan untuk mengikuti kelas saya Haah...?"

"Maaf Pak, saya lupa mematikan Ponsel saya pak "Jawab Dimas dengan santai

"Kamu pilih mana, saya yang keluar dari ruangan ini. Atau kamu yang keluar sendiri " sahut pak Kevin dengan ketus

"Ya ampun.... mendingan bapak aja yang keluar, kenapa harus saya ? sayakan tidak salah !" Batin Dimas

"Maaf pak, tapi saya masih ingin tetap mengikuti perkuliahan sampai selesai" Sahut Dimas dengan ekspresi datar

"Kalau begitu, kamu saja yang gantikan saya mengajar didepan. Biar saya yang keluar ! " Pak Kevin pun nampak geram lalu ingin mengambil tasnya.

"Baik Pak, saya yang akan keluar dari kelas ini. Yang penting teman-teman saya tetap bisa belajar " Kata Dimas dengan pasrah karna dia malas berdebat dengan Pak Kevin atau nilainya yang akan jadi taruhannya

"Oh baiklah kalau begitu, sampai ketemu di pertemuan selanjutnya. Silahkan Anda keluar, pintu keluarnya ada disebelah sana ! " Pak Kevin pun menyimpan kembali tasnya dan menyuruh Dimas untuk keluar dari kelasnya.

Dimas pun hanya diam sambil merutuki dirinya. Kenapa dia tidak melihat baik-baik nama Dosen pengampu yang akan mengajar pada mata kuliah, pada saat akan memilih mata kuliah di kartu rencana studinya.

Ia benar-benar merasa memilih kelas yang salah, hingga harus berurusan dengan Dosen killer yang paling ditakuti mahasiswa di dua matkul yang terdaftar di kartu rencana studinya (KRS).

"Aaah siiit...kenapa aku harus memilih kelasnya, diantara banyak kelas. Kenapa aku harus memilih kelas Dosen Killer ini !", Batin Dimas Kesal

Dimas pun keluar kelas dengan raut wajah yang kesal dan kecewa, karna telah diusir dari kelas hanya karena kesalahan sepele.

Ia pun kembali menelfon Daddynya.

"Halo Dad, ada apa menelfon tadi ?", Tanya Dimas penasaran

"Dimas, kamu bisa kerumah sakit sekarang. Grandma kamu baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang dia sedang dirawat di UGD ! "

"Bagaimana keadaan Grandma Dad, apa dia baik-baik saja Dad ?", sahut Dimas yang mulai khawatir.

"Grandma Irene sedang menjalani masa kritisnya, ia bahkan meminta semua anggota keluarga berkumpul dan dari tadi dia terus mencarimu"

"Oke Dad, Dimas akan segera pergi kesana !", Dimas pun segera meluncur ke Rumah sakit.

...~~~...

Kring.... Kring...

"Halo, dengan Pak Haris Kurniawan ?"

"Iya dengan saya sendiri, maaf ini dengan siapa ?"

"Haris, ini saya Arbeto Wijaya sahabat kamu yang sekarang sudah menetap di Indonesia. Bisa kita bertemu sebentar malam ada hal penting yang ingin saya bicarakan menyangkut keluarga saya !" Kata Pak Wijaya dengan sedikit gugup

"Ooh tentu Pak Wijaya dengan senang hati. Silahkan datang Pak, lagian kita sudah lama tidak mengobrol seperti dulu" Pak Haris pun tampak senang akan bertemu dengan sahabat masa kuliahnya dulu sewaktu di luar negeri.

"Terimakasih banyak Pak Haris"

(Percakapan ditelepon pun akhirnya terputus).

Sesampainya di rumah sakit, Dimas langsung menemui Grandmanya di Ruang UGD.

Ia pun langsung memeluk Grandmanya dengan erat. Bagaimana pun Dimas adalah cucu laki-laki yang paling dekat dengan Grandmanya. Hingga semua keinginannya pasti akan dipenuhi oleh Omanya itu.

Daddy dan Mommy Keyla ibunya Dimas langsung mengutarakan permintaan Grandmanya sebelum koma kepada mereka untuk segera melihat cucu kesayangannya itu menikah.

Dimas pun sangat terkejut mendengar permintaan Grandmanya yang terdengar tidak masuk akal itu.

Dimas yang belum cukup 2 tahun pindah di Indonesia bahkan belum pernah punya pacar, selama kuliah dikampus Ia hanya sibuk mengurusi organisasi dan juga hobinya sebagai pemain basketball apalagi ia cenderung pribadi yang introvert sehingga susah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

"What's ? kenapa tiba-tiba Grandma meminta hal seperti itu, it's not impossible ?", tanya Dimas dengan ekspresi serius

"Sayang Daddy juga tidak tahu yang pastinya Daddy dan Mommy kamu sudah berjanji kepada Grandma Irene bahwa saat dia sudah sadar, kamu akan segera menikah dengan wanita pilihan Mommy sama Daddy" Sahut Pak Wijaya

Dimas pun tidak sanggup menolak permintaan Grandmanya, karna saat Dimas masih kecil. Omanya yang selalu menjaganya bahkan saat Ibunya harus bolak-balik keluar negeri dan sibuk menyelesaikan studinya yang sempat tertunda saat mengandung Dimas.

"Baik Daddy Dimas bersedia. Asalkan itu bisa membuat Grandma senang dan bisa segera sadar dari komanya",l

"Good Boy ! kamu memang anak yang penurut"Sahut Mommynya sambil menguyel-uyel pipi anaknya

Setelah mendapatkan alamat rumah Pak Haris, Malam harinya Ayah dan Ibu Dimas pun segera berangkat ke kesana dengan berharap akan dapat kabar baik setelahnya.

Sesampainya disana mereka pun disambut baik dengan keluarga Pak Haris dan Istrinya.

Pak Wijaya pun langsung mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya ke rumah sahabatnya itu.

Ia pun menjelaskan keadaan Ibunya yang sedang terbaring lemah dan mengalami koma dirumah sakit dan tentang permintaannya itu kepada cucunya .

Pak Haris yang mendengarnya pun, sangat memahami betul perasaan yang dialami oleh sahabatnya itu. Namun ia dilema karna sebentar lagi putri semata wayangnya akan segera mendaftar masuk perguruan tinggi.

"Tapi kami berdua harus mendiskusikannya terlebih dahulu pada putri kami karna ini pasti sangat mendadak untuknya !" Mommy Rara nampak cemas

Rara yang baru pulang dari rumah sahabatnya Vivi dengan masih memakai Hoodie dan memakai masker dipanggil mendekat oleh ibunya karna tak sengaja lewat di ruang tamu

Ibunya pun langsung membisikkan sesuatu ke telinga Rara dan spontan Rara sangat terkejut ketika mendengarnya.

"What's, No mah ! Rara tidak mau menikah muda. Rara mau kuliah, titik....!", Teriak Rara sambil berteriak histeris karna syok, ia pun kemudian berlari menuju kamarnya.

Ia tidak sempat lagi melihat ke arah orangtua sahabat papanya yang sedang menatap tajam ke arahnya, dan ia pun langsung berlari menuju kamarnya dengan perasaan yang berkecamuk dan panik.

Rara pun menutup pintu kamarnya dengan cukup keras hingga membuat mereka semua terkejut.

"Ya ampun....tuh anak bikin Mommy hampir jantungan saja Dad ! " Mommy Keyla langsung memegang dadanya karena terkejut.

"Aduh, bagaimana ini ? Sepertinya Rara menolak keras untuk menerima pernikahan mendadak ini, Apa yang harus kulakukan ! " batin ibunya dengan ekspresi panik.

...~Bersambung~...

Jangan lupa like, vote, koment dan tambahkan ke Vavorit yaah. Pokoknya ceritanya di jamin seru. Happy Reading ❣️

Terpopuler

Comments

Zana Maria

Zana Maria

keren banget Thor,, saya suka 👍👍

2021-09-10

1

Entin Fatkurina

Entin Fatkurina

next next next next next next next next next next

2021-09-09

1

Caca🌹

Caca🌹

mangats kak

2021-09-08

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 87 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!