...~ Chapter 12 ~...
Pagi harinya Dimas pun bangun dengan muka suntuk dengan lingkaran hitam di bawah matanya yang membuatnya mirip pendekar kungfu panda, hal itu disebabkan karena tidurnya semalaman benar-benar tidak nyenyak.
"Duh anak mommy kenapa sih ? Kenapa mukanya masam gitu," Tanya Mommy Keyla kepada anaknya itu
"Dimas nggak bisa tidur semalaman Mom," Sahut Dimas
"Kamu mikirin apa sayang ?"
"Masih mikirin tentang pernikahan ini mom, Dimas benar-benar takut menjalani pernikahan yang tampa didasari rasa cinta. Mommy tahu sendirikan Dimas benci banget sama gadis menyebalkan itu." Kata Dimas dengan ekspresi dingin
"Sayang dengar Mommy, rasa cinta akan hadir diantara kalian seiring berjalannya pernikahan. Asal kamu tahu, Mommy dan Daddymu juga dulu tidak pernah akur bahkan selalu bertengkar setiap hari, karna Daddy kamu suka gangguin Mommy saat kapanpun dan dimana pun Mommy berada. Tapi melihat perjuangan Daddy kamu yang bahkan rela meninggalkan Kampung halamannya Australia demi mendapatkan cinta Mommy, akhirnya hati Mommy jadi luluh dan bisa menghasilkan kamu. Sekarang kamu lihat sendirikan, kalau Mommy dan Daddy sudah nggak bisa dipisahkan kayak Romeo dan Julisa sayang," Kata Momnya Dimas dengan panjang lebar
"Juliet Mom."
"Mau Julisa, Jupiyem, Juleno, Julia Peres, Juliette. Bagi Mommy semuanya sama aja."
"Oh yah siang ini kamu jangan sampai lupa jemput Calon menantu Mommy yah, kita akan pergi fitting baju pengantin sama cincin pernikahan buat acara besok"
"Maksud Mommy, Cewek resek dan nyebelin itu ?,"
"Calon menantu Mommy itu punya nama yaah, namanya Rara Angelina. Bukan cewek resek dan nyebelin, awas kalau kamu berani panggil dengan sebutan nama itu lagi' Mommy akan blokir semua kartu kredit kamu," Sambil menjewer kuping anaknya
"Namanya Rara Anjani bukan Rara Angelina Moms."
"Bodoh Amat, Mommy nggak peduli. Pokoknya kamu harus jemput dia."
"Oke Moms, tapi telinga Dimas dilepasin dulu. Sakit tahu dari tadi dijewer terus."
"Eh Mommy lupa, I am Sorry sayang." Melepaskan tangannya yang sedari tadi menjewer telinga putranya itu
"Lagian Dimas nggak habis mikir kenapa Daddy bisa menikah sama Mommy yang agak gesrek ini." Gerutu Dimas dengan kesal
Tiba-tiba dari belakang Daddynya datang dan langsung menjewer telinga Dimas yang satunya.
"Berani kamu bilang Istri kesayangan Daddy ini gesrek ? Mau jadi anak durhaka kamu Yaah." Kata Daddynya yang sedikit kesal
"Awwww....ampun Dad, Dimas hanya bercanda. Lagian Dimas sayang banget sama Mommy walaupun rada gesrek gitu!" Pekik Dimas
Ayahnya pun melepas tangannya lalu duduk disamping Dimas.
"Walaupun Mommy kamu bukan wanita yang sempurna tapi Daddy sangat mencintainya, apalagi Daddy sangat suka suaranya yang merdu dan goyangannya yang hot itu selalu bisa membuat Daddy puas dan tak ingin berpaling dengan wanita lain. Iyakan sayang."
"Iya dong, Mommy Keyla gitu loh. Sini Daddy Mommy cium dulu," Meraih bibir suaminya dan langsung mengecupnya dengan mesra didepan Dimas.
Mmmuaaaachhh......
Daddynya pun membalasnya dengan penuh *****, membuat Dimas yang berada didepannya refleks menutup matanya menggunakan kedua tangannya.
"Aaah.... Mommy sama Daddy nggak tahu tempat banget sih, tega banget ngelakuin ini depan anak sendiri, mana Dimas masih jomblo." Teriak Dimas
"Nanti kamu juga akan sering ngelakuin hal ini sama istri kamu sayang. Awas aja kalau sampai ketagihan, Mama akan jewer kuping kamu sampai bengkak." Sahut Mamanya saat berhenti melakukan aksinya itu
"Nggak bakalan, amit-amit banget. Kalaupun itu sampai terjadi Dimas rela tidur diluar kamar semalaman dikerumunin nyamuk ganas. Udah ah Dimas nggak jadi sarapan, Dimas mau pergi jogging sama temen Dimas aja." Beranjak dari tempat duduknya
"Hati-hati kalau ngomong sayang nanti kejadian betulan bagaimana, Ingat karma !" Teriak ibunya sambil menakut-nakuti anaknya itu
"Dad putramu itu benar-benar seperti dirimu dulu, terlihat jual mahal tapi nyatanya ngemis minta ini itu sama istrinya." Sahut Mom Keyla
"Diakan memang putraku, lagipula aku tidak menjamin dia bisa bertahan tidak menyentuh istrinya yang cantik itu dalam kurung satu bulan setelah menikah. Aku bisa bertaruh memberikan jabatanku langsung padanya sebagai CEO di perusahaanku yang ada Di Australia."Ucap Daddynya dengan penuh percaya diri
"Mommy juga yakin sayang, menantu kita itu selain dia cantik, diakan juga jago bela diri. Cepat atau lambat dia pasti bisa menaklukkan hati putra kita itu yang sok jual mahal itu."
"Iya sayang, yasudah kita lanjutin sarapannya. Nanti nasi gorengnya keburu dingin."
...~~~...
Dimas pun segera menuju lapangan yang biasa mereka main basket, dan benar dugaannya kalau Bima dan Rizki pasti sudah menunggunya dari tadi.
"Sorry gue telat ."
"Nggak papa santai aja, kira berdua juga baru datang. Yaudah kita langsung lari aja." Tawar Rizky
Mereka bertiga pun berlari mengitari lapangan basket itu beberapa kali lalu mencoba bermain basket, talo cara bermain Dimas beda dari biasanya. Bima pun langsung menghentikan permainan mereka.
"Dim kamu itu sebenarnya ada masalah apa sih, dari kemarin kamu kek banyak beban gitu. Apa ini ada hubungannya dengan skandal Vina sama anak rektor kampus kita ?."
"Come on Brow, walaupun gue tahu kamu kagum sama dia tapi kamu bisa lihat sendirikan, kalau dia lebih memilih jadian dengan pria yang menurutnya lebih tampan dan kaya daripada kamu. Faktanya kamu kan nggak ada apa-apanya dibandingkan pria pilihannya itu." Keluh Rizky
Ternyata mereka berdua mengira Dimas patah hati setelah mengetahui rumor bahwa wanita yang menjadi idola kampus mereka, ternyata adalah wanita yang diam-diam pertama kali Dimas Kagumi. Namun sudah lebih dulu jadian dengan David yang merupakan saingan berat Dimas yang tak lain adalah sepupunya sendiri.
Dikampus David memang terkenal playboy apalagi ditambah gayanya yang stylish dan fashionable. Itu semua tidak lepas dari pamor ayahnya yang seorang Rektor kampus.
"Ini semua nggak ada hubungannya sama si Vina, lagian gue hanya sekedar kagum sama dia bukan suka. Bagi gue semua wanita itu sama aja nggak ada yang tulus mencintai kita, mereka hanya memandang status kekayaan dan tampan kita doang." Kata Dimas
"Nggak gitu juga brow konsepnya, jika ada wanita yang materialistis pasti ada juga wanita yang mencintai kita dengan tulus apa adanya. Walaupun keberadaannya udah agak langka sih, tapi semoga aja kamu segera bertemu sama orangnya." Sahut Bima
"Makasih supportnya, btw gue pulang duluan. Biasaa ada janji sama Mommy gue," Dimas mencoba bangkit dari duduknya
"Oke Dim, Take Care brow ! " Teriak Rizky
...~~~...
Saat sampai di rumah Dimas melihat Mom dan Dadnya sudah selesai bersiap-siap.
"Mom kok cepat banget berangkatnya ?" tanya Dimas penasaran
"Soalnya Mom Sama Dad kamu mau check out dulu, nanti kamu sama calon istri kamu nyusul setelah ini. Mom bakalan kirimin kamu lokasinya nanti."
"Nggak bisa gitu dong Mom, masa aku berangkat berduaa sama si gadis Tarzan menyebalkan itu sih Dimas tidak bi...." Dimas pun tidak melanjutkan perkataannya
"Bisakan ! Awas saja kalau kamu tidak menjemputnya, Mom dan dadmu akan memblokir kartu kreditmu." Segera pergi meninggalkan Dimas yang masih berdiri mematung.
Dimas pun langsung mandi dan ganti baju setelah itu dia melaksanakan perintah ibunya untuk menjemput Rara dirumahnya.
Ting.....tong.......
Dimas menekan tombol bel rumah Rara dengan berkali-kali.
Kebetulan kedua orang tua Rara sedang keluar Arisan, jadi Bi Ijah yang keluar membukakan pintu untuk Dimas.
"Maaf cari siapa Tuan ?" Tanya Bi Ijah
"Cari si cewek kucing garong bar-bar penghuni rumah ini Bi!"
"Maaf Tuan sepertinya anda salah alamat, disini tidak ada namanya kucing garong apa lagi namanya tadi yang tuan sebutkan." Ekspresi wajah Bi Ijah nampak kebingungan
Dimas menepuk jidatnya dengan keras sambil mencoba mengingat-ingat nama calon istrinya, saking banyaknya nama panggilan untuk Rara mulai dari cewek resek dan nyebelin, Bocah ingusan, Tarzan genit, Mak Lampir dan sekarang kucing garong. Dia bahkan selalu lupa memanggil nama asli Rara.
"Maksud saya putrinya Pak Haris dan Ibu Salma." Tapi sama nama calon mertuanya ingat
"Oooh Non Rara maksud Tuan, Dia sedang ada di halaman belakang Tuan. Mau saya panggilkan Tuan ?"
"Eeeh nggak usah Bi, biar saya aja yang kesana ."
"Baiklah kalau begitu Tuan, biar saya antar kebelakang."
Dimas pun segera mengikuti langkah Bi Ijah.
Sementara itu........
Meow.........
"Mpuuus.... ayo sini turun sama Rara, jangan takut Mpuus nggak bakalan jatuh kok !" Rara ternyata sedang memanjat pohon mangga yang cukup tinggi tepat yang berada dibelakang rumahnya untuk mengambil kucing kesayanganya yang berlari memanjat pohon mangga namun tidak bisa turun kembali.
Kucing Rara terlihat ketakutan dan ia pun terus mengeong ketakutan. Rara pun berusaha memanjat lebih tinggi lagi untuk meraih badan kucingnya.
Dimas mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Rara di halaman belakang rumahnya.
"Katanya ada disini tapi sepertinya Disini tidak ada orang sama sekali."Gumam Dimas
Meowww.......
Ketika mendengar suara kucing mengeong, diapun segera mencari sumber suara tersebut. Dan betapa terkejutnya Dimas saat dia melihat Rara sedang memanjat pohon mangga yang cukup tinggi untuk menolong kucing tersebut
"Dasar cewek Tarzan ! hobinya memang suka manjat pohon kek gitu, emang dasar nggak ada takut-takut nya !"
"Kucing pintar, ayo sini sama Rara." Berusaha mengambil kucingnya dengan tangan yang satunya berpegangan pada ranting pohon agar tidak terjatuh.
Akhirnya Rara berhasil meraih kucingnya namun saat akan turun, ia terlihat kesulitan karena juga menggendong badan kucingnya yang gembul, tiba-tiba ranting tempat dia berpijak patah sehingga membuat dirinya kehilangan keseimbangan.
Krack.....
Bruuuk..........
"Aaaaaaaa, mamiii tolongin Rara !" Mengiklaskan dirinya untuk terjatuh yang kedua kalinya
Wush.....Hap.....Hap......hap.......hap....tangkap, tangkap, tangkap kesempatan yang ada.
" Apa gue masih hidup ? Loh kok pantat gue belum nyium tanah juga yah, emang gue jatuh dari lantai berapa sih perasaan jarak pohon ketanah cukup dekat"Pikir Rara diapun mencoba membuka matanya yang sebelah untuk memastikan dirinya belum mati
Dimas yang panik melihat Rara hampir jatuh langsung berlari menangkapnya.
"Ternyata Cewek Tarzan kayak loh bisa jatuh juga," Kata Dimas saat melihat Rara sudah membuka matanya
"Eh si bule nyebelin ? ngapain loh ada dirumah gue, Turunin gue nggak."
Pletak..........
Rara menjitak kening Dimas cukup keras hingga membuatnya refleks menjatuhkan badan Rara ketanah.
"Aw.....kenapa dituruninya dengan cara kek gini sih!" Protes Rara
"Loh yang minta kan, Dasar nggak tahu terima kasih !" Sahut Dimas ketus
"Emang dasar nyebelin !" Mengusap pantatnya yang sakit
"Eh kita jangan debat dulu disini, cepat masuk dan ganti baju. Mommy gue udah nungguin dari tadi di tempat fitting." Tawar Dimas
"Yaudah gue masuk dulu, jagain si gembul bentar. Awas jangan sampai dia manjat pohon lagi" menyerahkan kucingnya pada Dimas kali segera pergi kekamar mandi.
Aaarhgeouuuh..........
Kucing Rara menatap tidak suka saat Dimas menggendongnya.
"Nggak kucingnya nggak Tuanya sama-sama judes beet, eh tapi kamu lucu dan menggemaskan." Tak butuh lama Dimas sudah bisa menjinakkan kucing Rara dan bermain-main bersamanya karna memang dia anaknya penyuka hewan.
"Eh loh ngapain kucing gue, kenapa diuyel-uyel gitu bukan cobekan tau." Rara pun segera merebut kucingnya dari Dimas
"Loh udah selesai, kita langsung berangkat aja."
"Kucing gue ikut yah, gue males berduaan terus sama loh yang ada gue kena apes Mulu."
"Serah Loh deh."Jawab Dimas cuek
Tak lama kemudian merekapun sampai di sebuah toko perhiasan yang mewah, didalam Mom dan Daddy Dimas sudah menunggu mereka dari tadi.
"Eh sayang kalian sudah datang, Ayo cepat kemari Mommy sudah memilih beberapa cincin pernikahan yang cantik-cantik untuk kalian berdua."
Rara sedikit menelan ludahnya dengan kasar saat melihat beberapa cincin berlian dengan harga yang pastinya fantastis dan jutaan itu berjejeran rapi didepanya.
"Silahkan pilih yang kamu suka sayang."
Rara pun mengambil yang Paling cantik dan paling elegan menurutnya namun hanya sekedar untuk mencoba di jari tangannya saja.
"Eh Rara coba yang ini dulu Tante." Langsung memasang di jari manisnya.
Dan saat Rara mau membukanya kembali, ternyata cincin itu sudah tidak mau keluar dari jari manisnya. Hingga ia terlihat gelisah.
"Tante, cincinnya nggak bisa keluar lagi ," Ucap Rara dengan wajah yang memelas dan panik
"Apa....?"
...~Bersambung~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Khafida II
aku udah mampir bawa bomlike kak🥰
2021-11-10
1
Adellieach
😆😆😆 pasti agak gendut jarinya..
2021-10-05
1
Febriyantari Dwi
Tomboy senang cincin juga Ra ?!?
2021-09-21
1