...~Chapter 19~...
Sebelum Dimas pergi kekamar mandi dia menyuruh Rara untuk mengganti baju tidurnya yang sudah lusuh, karna sejak di perjalanan ia menggunakan bajunya sebagai kain lap untuk mengelap ingusnya walaupun Dimas sudah memberinya tissue.
Dimas pun menyuruh Rara untuk mengambil pakaian di lemari yang sudah disiapkan oleh Daniel sekertaris kepercayaan Mom dan Daddynya sekaligus Asisten pribadinya.
Saat membuka lemarinya, Rara sedikit kaget bercampur bingung melihat ada banyak pakaian mewah yang disediakan untuknya, namun ada beberapa pakaian yang bentuknya terlihat aneh dan lebih tepatnya mirip jala ikan belum lagi bahannya yang tembus pandang.
"Wah-wah kurang asem ! kenapa dia membelikan pakaian untukku yang bentuknya aneh begini sih ? masa aku dibeliin pakaian dengan bentuk yang mirip jala ikan begini ! emang mereka pikir aku ini jelmaan mermaid apa ?. Ck..ck... Walaupun aku suka pakai pakaian yang kurang bahan tapi kalau memakai pakaian seperti ini aku tidak terima !" Rara meremas pakaian itu dengan perasaan dongkol
Rara pun berteriak kencang memanggil nama Dimas dengan ekspresi kesal.
"Bule tengil kemari kamu.... !" Teriak Rara dengan suara cemprengnya hingga membuat Dimas terlonjak kaget sampai menjatuhkan handuknya ketika ingin mandi.
"Ya ampun, ada apa lagi sih ! Mama benar-benar sudah keterlaluan memilih calon istri yang salah untuk aku, sudah cerewet suaranya pun cempreng banget mirip suara kodok kejepit pintu !" Gerutu Dimas dengan kesal yang mengurungkam niatnya untuk mandi, ia lalu mengambil handuknya yang terjatuh dan segera menemui Rara
"Eh kamu tuh Kenapa sih suka banget teriak-teriak nggak jelas dirumah orang lain kayak orang gila aja, ini bukan rumah kamu yah. Disini dilarang berteriak dengan suara di atas 60 desibel karna itu sudah melebihi ambang kebisingan di rumah aku ! " Teriak Dimas dengan raut wajah kesal
"Kamu tuh yang nggak jelas masa aku disuruh memakai pakaian yang mirip jala ikan seperti ini ! ini tuh nggak pantas dipakai sama gadis secantik aku, emang kamu pikir aku ini perempuan titisan mermaid apa dikasih pakaian seperti itu !" Melempar pakaian itu ke wajah Dimas
Hap....
Dimas dengan refleks menangkap baju itu dan setelah melihatnya, ia tersenyum kecil karna dia sudah bisa menebak ini pasti kelakuan Mommynya yang menyuruh Daniel untuk membelikan pakaian aneh itu untuk calon menantunya. Padahal Dimas sudah menyuruhnya untuk membelikan pakaian yang dikenakan seperti wanita normal pada umumnya.
"Nama pakaian ini bukan jala ikan tapi ini namanya Lingerie, dasar cewek aneh masa gini aja nggak tahu. Jika tidak ingin memakainya terserah kamu aja yang jelas itu bukan urusan aku ! Dahlah aku mau kembali ke bathroom aku mau lanjutin mandi aku yang kepending gara-gara kamu, jangan ganggu aku lagi Awas...! Aku ingin mandi ! "
"Terus kamar mandi aku dimana ?"
"Di kamar ini cuman ada satu kamar mandi, bersihkan dirimu setelah aku selesai mandi!"Teriak Dimas sambil meninggalkan Rara yang masih cemberut.
Dert....dert....dert.....
Ponsel Rara berbunyi dan ternyata salah satu anggotao geng motor rahasianya menelfonnya.
"Eh si Momo ngapain di nelfon aku, tumben banget aku angkat aja deh !" Monolog Rara
"Halo Ra Loh di mana sekarang, Lo tuh udah ditungguin sama anak-anak basecamp di arena balapan nih" Sahut Momo dengan suara serius
"What's ? emangnya malam ini ada pertandingan yah bukanya besok malam yah jadwal balapannya !"
"Jadwalnya dimajukan karna besok malam takutnya ada razia dadakan jadi pertandingannya di majukan malam ini, cepetan kamu kesini dari tadi mereka semua udah nungguin ketua geng motor kita datang"
"Duh mampus aku, malah motor aku masih dirumah lagi, terus gimana caranya aku kabur dari sini mana penjaganya banyak banget lagi ? " Rara mulai panik sendiri
" Tapi Momo Motor aku lagi bermasalah, gimana dong ?"
"Udah Loh tenang aja kamu bisa pakai motor gue dulu, kebetulan udah akuservice kemarin jadi tarikannya makin nampool"
"Oke sekarang kamu suruh salah satu anggota tim kita untuk jemput aku, soalnya aku lagi di rumah temen nih. Nanti aku share lokasi titik jemputnya dimana, oke !"
"Oke aku tunggu yah 30 menit Dari sekarang !" Sahut Rara
"Mumpung si bule tengil itu masih dikamar mandi mending aku kabur aja, eh tapi baju aku gimana dong ?"
Tok...
Tok...
Tak lama kemudian Pak Mun sudah datang menyerahkan barang-barang Rara yang dibawah dari rumahnya.
"Eh Terimakasih yah Pak Mun !"Sahut Rara saat membuka pintunya
"Iya sama-sama Nona !" Pak Mun pun langsung menghilang di balik pintu
Dengan cekatan Rara langsung membuka koper miliknya dan mencari jaket motor kesayangannya, setelah menemukannya dia langsung membawanya turun. Walaupun saat ini dia merasa sangat capek karna ia harus berlari menuruni tangga dari lantai empat ke lantai satu.
Dan pada saat Rara berhasil sampai di lantai satu, ia tidak sengaja melihat Pak Mun keluar dari pintu lift rumah itu.
"Eh nona mau kemana kok sepertinya buru-buru sekali ?" Tanya pak Mun dengan ekspresi bingung
"Anu pak, Rara mau pergi dulu udah di tungguin sama temen ada hal penting yang harus Rara selesaiin dulu pak"Jawab Rara dengan nafas yang ngos-ngosan
"Eh Non Rara sudah izin samaTuan Dimas ?"
"Belum pak, eh oh iya tolong jangan kasih tahu siapa-siapa kalau aku pergi ya Pak Mun please...! Rara berangkat dulu ya pak !" Sambil berlari menuju pintu gerbang
Rara pun berusaha mengelabuhi para penjaga Mansion Dimas dengan berpura-pura menjadi teman Dimas saat akan keluar. Para penjaga itupun tidak curiga karna mereka belum mengetahui kalau sosok perempuan yang baru saja keluar dari Mansion itu adalah Istri muda dari Tuan mereka.
Tak lama kemudian Emely yang merupakan anggota tim geng motor Broken Angel's yang diketuai oleh Rara sendiri pun berhasil meluncur ke arena balapan dengan cepat.
"Ra buruan cepat ganti baju Loh, lawan kita udah nungguin dari tadi" Sahut Emely sambil menepuk belakang Rara agar bersegera.
Rara pun segera memakai helm, jaket pelindung dan juga kaos tangan khas balapannya yang sudah disediakan oleh anggota tim mereka. Lalu segera berlari ke arena balapan.
"Itu dia ketua tim mereka sudah datang !" Seru salah satu anggota geng motor Black Devils
Mata Rara terbelah kaget saat melihat sosok ketua geng motor lawan mereka adalah sosok yang tidak asing baginya.
"Kak David ? " Pekik Rara dalam hati
"Mampus aku ! kalau sampai kak David ngenalin muka aku dan laporin ini semua sama mama dan papa aku bisa beneran di tendang dari kartu keluarga aku, belum lagi keluarga bule tengil itu. Apa Rara kabur aja yah ?" Batin Rara mulai panik
"Jadi ini ketua geng motor dari Broken Angel's, gue nggak nyangka kalau ketuanya adalah seorang perempuan yang lemah !" Sahut David dengan senyum penuh percaya dirinya
Rara yang merasa tersulut emosinya ketika mendengar perkataan David kini mulai mengurungkan niatnya untuk kabur dari arena balapan dan bertekad memberikan pelajaran kepada David karna sudah menggagalkan rencananya untuk kabur di hari pernikahannya dengan Dimas sepupunya.
"Eh asal Loh tau, gue itu bukan cewek lemah. Kalau Lo memang jantan kita buktiin di sirkuit " Sahut Rara sambil berjalan maju berhadapan dengan David
"Mata dan suara itu ?" David terpelongo saat mendengar suara dan tatapa wanita yang sedang berdiri dihadapannya itu. Ia seperti tidak asing dengan seseorang yang kini berdiri dihadapannya dengan memakai helm yang hanya memperlihatkan bagian matanya saja.
"Semoga aja kak David nggak ngenalin aku" Batin Rara dan berusaha mengalihkan pandangannya dari David sebelum akhirnya dia memutuskan untuk menutup kaca helmnya
"Tidak mungkin dia adalah Rara, bukankah dia baru saja menikah. Dan malam ini bukankah seharusnya menjadi malam pertamanya dengan Dimas, tapi aku tidak mungkin salah dengar kan ?" Batin David
"Oke gue terima tantangan Loh, kalau sampai tim Black Devils menang makan Ketua geng dari Broken Angel's harus bersedia menyerahkan basecamp mereka"
"Oke gue setuju ! siapa takut !" Jawab Rara dengan penuh percaya diri
Mereka berdua pun berjalan menuju ke arena sirkuit balapan sebagai pembuka.
David yang merupakan ketua geng motor dari Black Devils sudah bersiap mengambil posisi dan mengerahkan seluruh kemampuanya untuk mengalahkan pemimpin geng motor Broken Angel's yang diam-diam telah membuatnya penasaran.
Sementara itu Rara hanya fokus ke satu hal yaitu mengalahkan David, pria yang sudah menghancurkan rencananya untuk kabur di hari pernikahannya.
Tiga.....
Dua.....
Satu....
Go.....!
Brummm.....
Dimas yang baru keluar dari kamar mandi mendadak panik saat tidak mendapati Rara dikamarnya, padahal dia hanya meninggalkannya sebentar.
Dimas kemudian bergegas menemui Pak Mun yang sedang sibuk menyusun beberapa persediaan bahan makanan di dapur.
"Pak Mun apa kau melihat gadis ingusan yang baru saja keluar dari kamarku ? eh maksud aku istriku " Tanya Dimas dengan sedikit panik
"Sebenarnya Tuan, Nona muda tadi minta izin pergi keluar rumah. Saya juga kurang tahu dia mau pergi kemana " Jawab pak Mun dengan terbata-bata
"Kurang asemm tuh bocah, belum cukup tinggal sehari saja sudah bikin masalah. Kalau Mommy sampai pulang dan gadis itu belum kembali, bisa habis aku kena Omelan Mommy Keyla lagi. Aaakh....."Umpat Dimas sambil mengusap rambutnya dengan kasar.
Dimas pun berlari keluar dan menanyakan beberapa penjaga yang ditugaskan olehnya, namun mereka semua tidak ada yang tahu kalau ternyata gadis yang barusan keluar dari Mansion utama itu adalah Istri Tuan Dimas.
"Akh.... kalian semua tidak berguna, menjaga satu gadis dibawah umur saja tidak becus !" Maki Dimas kepada para penjaganya
"Maafkan kami Tuan Muda !"
"Aaah... sial ! kemana aku harus pergi mencarinya ?" Batin Dimas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Cherry
hahaha....yg dicari lg balapan 🤣🤣🤣
2021-11-17
0
Adellieach
astagfirullah... Rara..
sabar ya Dimas... 🤭🤭
2021-10-05
0
Helen Apriyanti
lnjuttt smngttt up nya thorr
2021-10-03
1