Mencoba Kabur dari Rumah !

...~ Chapter 9 ~...

Mereka berdua pun sangat syok mengetahui hal itu, hingga keduanya pun bersikeras menolak mentah-mentah perjodohan itu.

" Pokoknya Mah Rara nggak mau menikah sama dia, biarin aja Rara menikah sama anak Tante yang lain asalkan bukan sama dia, cowok resek dan nyebelin ini," Kata Rara dengan ekspresi syok

"Tapi sayang anak Tante cuman satu doang, Dimas nggak punya saudara lagi ," Sahut Ibu Dimas saat melihat reaksi Rara, dia pun mencoba membujuk Rara

"Eh emangnya siapa juga yang mau nikah sama gadis tomboy seperti loh, bukan tipe gue banget. Yang ada gue nanti dibilang nikah sama Tarzan," Sahut Dimas dengan ketus

"Eh apa barusan loh bilang, Tarzan ? biarpun gue tomboy gini tapi jelas-jelas masih cantikan gue daripada Tarzan. Mama dengar sendiri kan, masa anak mama dibilangin mirip Tarzan. Kan jahat banget !" Keluh Rara

Kedua orangtua mereka hanya terdiam menganga melihat kelakuan konyol mereka. Mereka semua pada bingung kenapa malah calon pengantinnya berdebat seperti orang yang tidak waras.

"Aduh Pah sebenarnya mereka berdua ada masalah apa sih, kenapa jadi baku musuhan begitu, duh kepala mama makin pusing,!" Bingung dengan tingkah anak-anaknya

"Pokoknya kalau mama tetap nekat ngelanjutin perjodohan ini, Rara bakalan pergi dari rumah. Rara pokoknya nggak mau nikah sama dia, Titik nggak pakai koma lagi ," Protes Rara

"Ya sudah kalau nggak mau yaudah, nggak usah pakai acara ngambek segala. Dasar anak kecil...!" Sindir Dimas

"Dimas, kamu ini bicara apa sih. kenapa kamu malah berbicara seperti itu dengan calon istri kamu, bukanya minta maaf malah kamu semakin buat dia marah sama kamu. Cepat minta maaf sana !," Ibunya Dimas pun memarahi Dimas karna kelakuannya

"Mah udah nggak ada yang mau dibicarakan lagi. Rara mau kembali kekamar," Mencoba berdiri hendak meninggalkan mereka semua

Namun saat hendak berjalan dari kursi dengan ekspresi kesal, karna saking buru-burunya lutut Rara yang sakit tidak sengaja terbentur di pinggir meja kaca yang ada didepannya.

Bruakk......

"Aaaaarg.....! sial Kenapa nih lutut apakai acara kebentur segala sih, ehmm.... sakit banget lagi Ya Allah," Rara menggigit bibirnya sambil menahan sakit

"Rasain Loh, makanya kalau jalan pakai mata. Jangan pakai dengkul, Dasar ceroboh Hahaha....," Dimas yang melihat hal itu dengan spontan menertawakan Rara

"Eh berhenti nggak loh ngetawain gue, emang siapa bilang kalau jalan itu harus pakai mata. Yang ada tuh jalan pakai kaki, otak loh kayaknya juga perlu dimasukin kebengkel deh bukan hanya mobil loh doang !,"

"Apa loh bilang ! ," Dimas mulai emosi

"Sini loh kejer gue kalau berani Bweeee....!," Menunjukkan ekspresi mengejek kepada Dimas kemudian berlari naik menuju kamarnya dengan terpincang-pincang.

Pak Haris pun hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya.

"Pak Wijaya, saya dan istri saya mewakili anak saya ingin meminta maaf atas kelakuannya yang kurang sopan itu,"

"Eh jangan begitu Pak Haris, justru kami yang ingin meminta maaf karena Dimas yang sebenarnya yang salah. Nanti kami pasti akan memberikan hukuman kepada Dimas," Sahut Pak Wijaya

"Loh kok Dimas yang disalahin sih Pah ?," Dimas pun sepertinya tidak terima

"Kami berdua sudah ikhlas kalau bapak dan ibu ingin membatalkan perjodohan ini," Kata pak Haris dengan pasrah

"Apanya yang batal ? Perjodohan ini akan tetapi dilanjutkan yakan Pah. Lagian kami berdua suka sama Rara kok. Walaupun sikapnya masih kekanak-kanakan kami memakluminya, dia kan masih remaja jadi wajar sikapnya masih labil gitu," Kata ibunya Dimas dengan serius

"Tapi kan mah ....!"

"Diam kamu Dimas, Ya udah jeng kami bertiga pamit pulang dulu Yah. Tolong anaknya dibujuk, Insyaa Allah kalau Omanya Dimas sudah perlahan membaik. Pernikahannya akan segera dilaksanakan,"

"Terima kasih banyak atas pengertiannya, maafkan atas segala kekurangan keluarga kami yah jeng,"

Ibunya Dimas dan Ibunya Rara pun saling berpelukan, lalu kemudian pamit untuk pulang kerumahnya.

Sementara itu Dimas hanya cemberut, ia benar-benar tidak menyangka kalau ibunya akan tetap melanjutkan pernikahan itu.

Rara yang masih masih menguping pembicaraan merekapun akhirnya merasa sangat kecewa. Diapun memutuskan untuk mengemas barang-barangnya dan ingin kabur dari rumahnya.

"Mama jahat banget sih, nggak peduli sama perasaan Rara. Masa Rara dibiarin nikah sama tuh orang nyebelin sih," mulai memasukkan barang-barang satu persatu kedalam koper kecilnya.

...~~~...

Ke esokan paginya.......

Dimas pun buru-buru ke kampus walaupun jam masih menunjukkan pukul 07.00, dia bahkan tidak sempat untuk mandi dan sarapan pagi hanya untuk mengumpulkan tugasnya tepat waktu.

Ia pun kemudian menghubungi kedua temannya agar segera menunggunya di pinggir jalan rumah mereka masing-masing.

Yah walaupun sebenarnya mereka bertiga itu anak orang kaya, tapi mereka suka berangkat kekampus barengan. Katanya supaya persahabatan mereka semakin solid bede.

Yaah sudah bisa ditebak kedua temannya itu pun belum sempat mandi juga seperti dirinya, (emang dasar cowok, solidnya nggak sampai segitu juga kali). Yang penting bagi mereka tugas harus dikumpulkan tepat waktu, bodoh amat sama bau badan kan udah ada deodorant.

Untung saja pas mereka bertiga sudah sampai, Pak Bryan belum datang. Ya iyalah belum datang, orang masih pukul 07.30, yang ada dikampus cuman cleaning servis doang yang sedang membersihkan lingkungan kampus.

"Alhamdulillah, untung tuh Dosen Killer belum datang. Ya udah buruan kita kumpul tugasnya," Dengan bantuan penjaga kampus yang memegang kunci ruangan Pak Bryan, akhirnya mereka bertiga berhasil mengumpulkan tugasnya tepat waktu.

"Jadi Dimas setelah ini kita kemana lagi ?," Tanya Bima

"Yah pulang kerumah lah, emangnya mau kemana lagi. Kan diantara kita belum ada yang mandi kan ?," Jawab Dimas

"Maksud gue kita pergi jogging aja dulu. Lagian masih pagi, kita kan juga nggak ada kelas pagi hari ini," Saran Bima

"Eh loh bener juga, ya udah gasskan...," Mereka bertiga pun akhirnya memutuskan untuk pergi Jogging.

...~~~...

Sementara itu Ibunya Rara berteriak panik saat melihat kamar Rara. Rara tidak ada ditempat tidurnya dan beberapa pakaiannya juga hilang.

Saat mereka mengecek motornya Rara, ternyata motor Rara masih ada diparkiran.

Karna panik ibunya Rara pun segera menelfon calon besannya untuk memberi tahukan kalau Rara kabur dari rumah dengan perasaan panik. Ibunya Dimas pun berjanji akan membantu untuk mencari Rara sampai ketemu.

Ibunya Dimas pun langsung menelfon anaknya untuk segera mencari Rara sampai ketemu, dan dia tidak boleh pulang kalau tidak membawa Rara bersamanya.

Kedua teman Dimas pun langsung bertanya kenapa wajah Dimas langsung berubah setelah mendapat telepon dari ibunya.

"Brow sepertinya gue harus cabut duluan deh, ada tugas dari mamah gue nih. penting banget soalnya," Kata Dimas

"Nggak papa kok Brow, loh pulang duluan aja. Lagipula kalau ibu yang butuh, kita harus bersegera untuk menunaikannya. Gue sama Bima nanti pulangnya naik Taksi aja," Jawab Rizky, dia memang anaknya terlihat SWAG tapi aslinya Hmmm sayang banget sama orang tua.

Dimas pun segera pulang, dia tidak habis pikir kenapa Ibunya justru menyuruh dirinya untuk mencari keberadaan calon istrinya itu yang mencoba kabur dari rumah.

Sementara itu Rara terlihat kebingungan di pinggir jalan Raya sambil menarik kopernya.

"Duuh...gue mau kabur kemana nih, nggak mungkinkan ke rumah Vivi. Mama pasti udah nanyain Vivi soal keberadaan aku dirumahnya. Mana gue nggak punya kenalan orang dalam lagi, ini semua gara gara cowok yang namanya si.... siapa lagi gue lupa namanya. Aaaah bodoh amat... ngapain juga ingat namanya ngak penting tau," Gerutu Rara

Saat sedang asyik menyetir mobilnya, Dimas pun tidak sengaja melihat Rara berjalan dipinggir jalan dengan terpincang-pincang sambil menenteng kopernya yang berisi pakaian dan makanan.

"Eh itu bukannya Si Mak Lampir, akhirnya dapat juga Loh. Nggak akan gue biarin kabur lagi," Dimas pun segera mengerem mendadak mobilnya, dan saat berhenti dia pun langsung membuka pintu mobilnya lalu dengan sigap menarik tangan Rara masuk kedalam mobilnya.

"Eh.. eh siapa loh, loh mau nyulik gue yaah," Rara sangat terkejut saat mendapati dirinya sudah berada dalam mobil dan pintu mobilnya pun sudah dikunci

"Dasar bawel, loh tuh nyusahin gue aja tahu ," Jawab Dimas saat dia sudah berhasil masuk dimobil dan duduk disamping Rara

"Loh lagi, turunin gue nggak atau gue teriak nih, supaya Loh digebukin orang. Mau Loh," Rara mencoba berontak

"Teriak aja sana, sampai urat lehernya putus nggak bakalan ada yang denger juga. Lagian gue tuh hanya ingin bantuin Mama kamu yang khawatir banget saat tau loh kabur dari rumah. Loh memang nggak sayang sama Loh," Dimas pun menasehati Rara

"Yah sayanglah, gue kabur tuh karna gue nggak mau nikah sama Loh. Itu aja, nggak ada niat buat Mama gue khawatir," Jawab Rara

"Lagian gue mana mau nikah sama Loh. Pernikahan ini tuh cuma direncanain sama kedua orang tua kitauntuk menyelamatkan nyawa seseorang yang dalam kritis"

"Emang siapa yang sakit sih ? bokap loh ?," Rara tiba-tiba kepo

"Kalau loh mau tahu, mendingan loh ikut gue aja dulu, biar semuanya jelas" Dimas pun segera membawa Rara kerumah sakit tempat Omanya dirawat.

"Eh kita ngapain kerumah sakit ? orang lutut gue udah nggak sakit lagi kok," Teriak Rara saat Dimas menarik tangannya masuk kedalam sebuah ruangan UGD.

"Eh bisa nggak tuh mulut jangan nyerocos terus. Kalem dikit napasih !,"

"Iya-iya bisa, Eh btw ini siapa ?," Rara pun penasaran saat Dimas membawanya menemui Omanya yang terbaring lemah dirumah sakit dengan beberapa jarum infus menempel di badannya.

"Ini Oma gue, sudah seminggu dia menjalani masa kritisnya dirumah sakit. Dan asal loh tahu sesaat sebelum dia koma, permintaan terakhirnya dia ingin segera melihat gue menikah. Oleh karna ituuu Bokap gue memutuskan untuk menjodohkan gue sama anak sahabatnya yaitu Loh, Yah sebagai anak yang berbakti gue nggak bisa nolak permintaan bokap sama nyokap gue lah," Terang Dimas panjang lebar

"Hmmm... kasihan juga yah Oma kamu, setidaknya Loh beruntung masih punya Oma yang pastinya sayang banget sama Loh. Lah gue nggak pernah ketemu sama Oma gue, kata mama mereka semua udah kembali ke tempat peristirahatan terakhirnya," mereka tiba-tiba akur lagi.

Rara pun perlahan berjalan kearah Oma Dimas, ia pun memegang tangannya yang masih memakai selang infus dan mengelusnya dengan lembut.

"Semoga cepat sembuh yah Oma, supaya bisa kembali kumpul sama keluarganya lagi," Ucap Rara

Tiba-tiba Omanya Dimas langsung sadar dari komanya begitu tangan Rara menyentuh tangannya.

Rara pun langsung kaget dan memanggil Dimas segera.

"Eh loh cepetan sini, mata Oma Loh melek, gue serius !," Teriak Rara dengan muka panik

Dimas pun segera menghampiri Omanya yang sudah sadarkan diri. Dimas pun sangat senang ketika melihat Omanya sudah melewati masa kritisnya.

"Nak Dimas....siapa perempuan ini ? Kata yang pertama keluar dari mulut Omanya walau masih terdengar sangat kecil dan pelan

"Di...di..a Calon Istri Dimas Oma. Kita berdua akan segera menikah," Jawab Dimas sambil menatap Omanya

"Eh apa barusan Loh bilang ? Segera menikah ?," Jawab Rara dengan ekspresi terkejut .

...~Bersambung~...

Terpopuler

Comments

Febriyantari Dwi

Febriyantari Dwi

Cieeee....calon istri... Dimas ngaku
Kalau rukun gitu padahal kalian cute banget lhoh

2021-09-20

0

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Semangat 13 mantan Ry mampir next ....

2021-09-12

0

Snow Princess 🌨️🌨️🌨️

Snow Princess 🌨️🌨️🌨️

lanjut upagi Thor ceritanya bagus wkwk

2021-09-12

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 87 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!