...~Chapter 13~...
Dimas langsung menoleh ke arah Rara dengan ekspresi bingung bercampur kesal.
"Dasar gadis aneh, kau itu selalu saja membuat masalah. Sini tangannya biar gue bantu lepasin !" Menghampiri Rara dan mencoba membantunya melepaskan cincin yang ada di jari manisnya dengan dengan paksa dan sedikit kasar.
"Aw.....beruang kutub lepasin tangan Rara, sakit tau Kasar banget sih ...!" Mengusap jari Tangannya yang terlihat memerah karna ditarik paksa oleh Dimas
Mom dan Daddy Dimas akhirnya ikut turun tangan, Saat memeriksa cincin yang kini sudah melingkar cantik di jari manis Rara. Ternyata memang sudah tidak bisa dikeluarkan lagi bahkan ukuranya sudah sangat pas di tangan Rara.
"Baiklah kalau tidak bisa dikeluarin lagi sayang tidak apa-apa, mba saya mau beli cincin itu saja untuk calon menantu saya. Tolong ambilkan juga cincin pasangannya untuk anak saya !" Sahut Mom Keyla pada pelayan tokonya
"Tante kalau boleh Rara tahu, harga cincin ini memangnya berapa ?" Nayra berinisiatif untuk menggantinya
"Nggak mahal kok sayang cuman 3,5 Milyar ," Jawab Mom Keyla dengan ekspresi biasa saja
"What's, gue nggak salah dengar kan ?. Mampus mahal banget sih harga cincinnya, gue jual diri juga nggak bakalan sampai harga segitu. Padahal gue udah niat mau kabur lagi dia acara nikahan besok, tapi kalau bawa kabur cincin semahal ini gue bisa dijeblosin ke penjara nantinya " Batin Rara sambil menelan ludahnya dengan kasar
Dimas yang menangkap ekspresi Rara langsung tersenyum dan membisikkan sesuatu ditelinganya.
"Kenapa mukanya panik gitu, Loh mau coba kabur lagi besok ? Silahkan aja tapi yang pastinya Loh harus siap-siap ganti rugi tuh harga cincin yang Loh pake, kalau nggak bisa gue bakalan pastiin Loh bakalan membusuk di penjara" Dimas mencoba menakuti Rara
"Iiih apaan sih, siapa juga yang mau kabur, orang gue cumang iseng nanya harganya doang kok" Sahut Rara menyembunyikan ekspresinya
"Yaah siapa tahu aja loh besok tiba-tiba berubah pikiran, jangan sampai Loh buat malu Mom, Daddy Sama Oma gue, gue bakalan pastiin buat hidup Loh menderita !" Ancam Dimas
"Kalian berdua ini sedang bahas apa, kok bisik-bisik gitu sih ?. Oh ya satu lagi, mulai detik ini juga Mom tidak mau dengar lagi kalau kalian manggil satu sama lain dengan sebutan Loh gue karna kalian sebentar lagi akan menikah, kalau kalian sampai ngucapin itu lagi Mommy akan..... akan apa yah...?" Otaknya mulai lemot lagi
"Blokir kartu kredit Dimas dan Ambil semua fasilitas Dimas, iyakan Mom ?"
"Eh tumben kamu pintar sayang, jadi kamu udah tau kan. Terserah kalian mau manggil satu sama lain dengan sebutan apa, yang penting jangan Loh gue, janji yah !" Mom Keyla sedikit menekankan suaranya
Dimas dan Rara dengan kompak menganggukkan kepalanya daripada mereka harus berdebat dengan Mom Keyla yang notabene kadang lalot mikir dan agak cerewet.
"Oh ya setelah ini kalian berdua pergi fitting baju pernikahan yah, Mom sama Daddy nggak bisa ikut karna Mom Sama Daddy ada acara setelah ini. Jadi kalian perginya berdua saja, awas jangan sampai bertengkar lagi. Mom sama Daddy sudah menyediakan pengawal untuk mengawasi kalian "
"Mom yang benar aja, masa aku pergi berdua doang sama gadis aneh ini. Males banget yang ada Dimas bisa dikirain jalan sama Tarzan" Keluh Dimas
"Eh enak aja tuh mulut nyamain aku sama Tarzan, awas nanti bakalan aku kasih pelajaran kamu yaah ," Mereka pun mulai berdebat lagi
"Aku nggak takut sama cewek jadi-jadian kayak kamu !" Menoyor jidat Rara
"Ekhmmm...kalian berdua sedang apa ?" Suara Daddy Wijaya tiba-tiba mengagetkan mereka berdua
"Kami berdua hanya sedang bercanda Dad, Oh ya bukanya Daddy sama Mommy mau pergi kenapa masih disini ?" Tanya Dimas
"Ini juga lagi nungguin Daddy kamu, Oh ya Mom sama Daddy pergi dulu yah sayang. Titip Rara jagain baik-baik anak orang " Sahut Mommy Keyla sambil mengecup kening Rara lalu pamit kepada mereka berdua
"Take care Mom !" Teriak Dimas
Sementara itu Rara masih termenung memandangi cincin berlian yang kini sudah ada dijari manisnya.
"Eh ngapain masih bengong kayak gitu, baru liat cincin harga selangit gitu yah ? Kalau masih diam disitu gue tinggal baru tahu rasa ! " Sahut Dimas sambil berlari keluar menuju mobilnya
"Eh beruang kutub tungguin aku dulu" Rara mencoba mengejar Dimas yang sudah lebih dulu meninggalkannya.
Merekapun langsung meluncur menuju Butik yang sudah direkomendasikan oleh Momnya.
Butik Sky Garden........
"Eh kita ngapain sih ketempat beginian ?"
"Kamu amnesia yah ? kita kan harus fitting baju pengantin buat acara besok ," Kata Dimas masih dengan ekspresi datar
"Yaelah pernikahan kita kan hanya pernikahan bohongan, masa harus pakai baju pengantin segala. Rempong banget sih, udah ah malas aku nggak mau turun kamu aja yang pergi sendirian. Aku tunggu di mobil saja," Sungut Rara kesal
"Mau turun sendiri atau aku gendong paksa, tiga detik dari sekarang. Tiga...dua...sa.. "
"Oke-oke aku akan turun sendiri !" Rara yang berjalan sangat cepat meninggalkan Dimas yang masih duduk di dalam mobil sambil memainkan ponselnya
Buuuuk.........
Rara yang jalan terburu-buru tidak sengaja menabrak seseorang pria yang terlihat sedang membawa belanjaan yang banyak untuk kekasihnya.
"Upssss sorry, aku tidak sengaja" Kata Rara sambil membantu memungut tentengannya yang berjatuhan
"Damn it....she looks beautiful " Kata yang keluar mulut dari pria yang ditabraknya ketika melihat Rara
"Hey... are you okay ? " Tanya Rara yang mencoba memastikan keadaan pria blasteran yang ditabraknya
"Yes, i'm Okay, Kalau boleh aku tahu siapa namamu gadis cantik ?" Tersenyum kearah Rara sambil mengulurkan tangannya
"Wah ternyata kamu fasih berbahasa Indonesia, aku kira kamu nggak bisa bahasa Indo dilihat dari penampilan kamu"
"Ehmmm... hanya sedikit, aku belum cukup satu tahun pindah disini, Oh ya pertanyaanku belum dijawab"
"Eh jadi lupa, perkenalkan nama aku Rara Anjani biasa di panggil Rara" Membalas uluran tangannya sambil tersenyum ramah
"Kenalkan nama aku David Guetta Matteo biasa dipanggil David" Merasakan getaran halus saat tangannya menyentuh telapak tangan Rara
"Oh ya aku masuk kedalam dulu, sampai jumpa " Melepaskan tangannya dari genggaman David sambil berjalan masuk kedalam
"Umm.... tangannya sangat harum sekali, bisa jadi target baru nih. Lagian gue udah bosan Sama si Vina, yang ada gue jadi pembokatnya disuruh beli ini itu sama dia," Menarik nafas panjangnya sambil berjalan menuju parkiran
Sementara itu saat akan turun dari mobil, Dimas tidak sengaja melihat Vina dan Sepupunya David yang baru pindah dari Australia sedang bermesraan didalam mobilnya.
David juga terlihat membelikan beberapa barang belanjaan yang banyak untuk wanita yang diam-diam telah mengambil hatinya itu.Tentunya hal itu membuat hati seorang Dimas sangat terluka karna cinta pertamanya ternyata adalah seorang wanita yang matrealistis.
"Mungkin benar kata Daddy kalau kita harus berpenampilan sederhana untuk mengetahui mana gadis yang benar-benar mencintai kita dengan tulus" Batin Dimas sambil mengepalkan tangannya
"Eh tuh orang Dimana ? nyuruh aku turun tapi dia malah menghilang. Duh mana aku laper banget lagi, cari makan dulu deh. Pasti disini banyak penjual makanan,"
Rara kembali keluar butik dan menengok ke kanan dan kirinya, Dia langsung tersenyum ketika melihat penjual bakso yang sedang nongkrong di pinggir jalan.
"Eh mumpung tuh beruang kutub nggak ada, mending aku makan dulu aja"
Dimas yang masih berada dalam mobil karna menunggu David dan Vina pergi baru dia akan turun. Karna ia tidak mau ketahuan kalau mereka baru saja berada di tempat yang sama.
Dimas yang melihat Rara keluar dari butik langsung menghampirinya.
"Bang pesan bakso dua mangkok ya, kecapnya banyak dan nggak pakai saos. Cepetan bang sebelum ....." Perkataan Rara tercekat saat Dimas tiba-tiba datang dan menjewer kuping Rara
"Sebelum apa ? Bukanya masuk kedalam, malah asyik makan disini. Cepet nggak masuk kedalam!" Titah Dimas dengan suara agak tinggi
"Lepasin telinga aku sakit tau, aku makanya bentar doang kok, sumpah aku lapar banget. Nanggung baksonya udah keburu dibayar " Rara terlihat memohon agar Dimas melepaskan telinganya
Dua mangkok bakso yang dipesan Rara pun sudah datang, namun saat hendak menyantapnya dua orang anak kecil yang terlihat lapar sedang menghampirinya.
"Kakak cantik, kami lapar beri kami makanan !" Rengek anak kecil itu
Mata Rara terlihat Iba saat melihat dua anak kecil itu yang yang terlihat kelaparan.
"Adik lapar ? kalau begitu sini makan sama kakak. Lagian kakak sudah makan tadi, jadi dua mangkuk bakso ini buat kalian berdua saja. Oh ya temen kakak sudah datang, kakak pergi dulu yah," Rara memilih untuk mengalahkan rasa laparnya dibanding rasa Ibanya.
"Eh kamu mau kemana ? bukanya tadi kamu kelaparan" Dimas mencekat tangan Rara yang langsung berdiri meninggalkanya
"Nggak aku sudah kenyang, kenyang makan angin gara-gara nungguin kamu yang kelamaan datang" Sungut Rara dengan ekspresi kesal dan langsung masuk kedalam tanpa memperdulikan Dimas yang tengah menatapnya
"Ciiih.... dibalik sikap judes dan gesreknya ternyata dia punya sisi yang lembut juga. Benar-benar gadis yang susah ditebak," Batin Dimas sambil mengikuti Rara masuk kedalam
... 🍃🍃🍃...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Mommy Gyo
4 like hadir thor jangan lupa mampir ya 🙏
2021-10-03
0
Irma Kirana
next kak
2021-09-21
1
Febriyantari Dwi
Wuahhhh......David udah jadikan target kamu lhoh Ra......Dimas, ....kira2 kamu nanti cemburu ga ya?!?
2021-09-21
1