...~Chapter 17~...
Dimas melirik Rara yang terlihat terlihat menangis di sampingnya sambil menghela nafasnya dengan berat.
"Ya ampun.... rubah centil kenapa kau ini masih menangis sih, sekalipun air mata kamu habis kamu takkan bisa kabur lagi karna kita berdua ini sudah resmi jadi pasangan suami istri jadi sudah berhentilah menangis seperti anak kecil !" Bisik Dimas ke telinga Rara
"Bodoh amat sama pernikahan ini aku tidak peduli ! aku menangis karna dari tadi kau menginjak kakiku dengan keras dan rasanya sangat sakit Hiks....hiks ...hiks...!" Ketus Rara sambil menangis sesegukan
"Ya ampun....kenapa kau tidak bilang dari tadi sih ! kalau kamu tidak mau berhenti menangis maka eye liner kamu akan jadi luntur semua dan itu semua akan membuat wajah kamu sekarang semakin jelek dan menyeramkan hahaha...." Seloroh Dimas tampa rasa bersalah malah mengejek Rara yang yang sekarang wajahnya terlihat creepy akibat riasan dibawah matanya luntur.
"Benarkah ? mana cermin.... cermin....!" Rara celingukan mencari cermin dan disaat yang bersamaan ia menoleh ke arah kaca yang tepat berada dibelakang Dimas sambil memandangi wajahnya yang terlihat kehitaman dibawah matanya.
"Ya ampun.....sudah aku bilang aku tidak suka memakai make up yang tebal lihat kan wajahku semakin menyeramkan hua...hua...hua....!"Rara semakin kencang menangis sementara para tamu hanya melongo melihat pengantinnya sedang menangis di atas pelaminan
"Belum satu hari menikah dengannya sudah membuat aku pusing, bagaimana bisa aku hidup dengan wanita seperti ini setiap hari yang ada aku bisa stress dan darah tinggi dibuatnya."Dimas membatin
"Sekarang silahkan Cium kening istri kamu sebagai ungkapan rasa kasih sayang !" Kata penghulunya
"Harus yah pak ? emang gak bisa di skip saja !" Sahut Dimas sambil menautkan kedua alisnya
"What's cium ? No aku tidak mau dicium olehnya, di skip aja pak amit - amit banget kitakan nikahanya hanya bo...."Perkataan Rara langsung terhenti saat tangan Dimas berusaha mencekatnya mulutnya yang super duper bawel itu.
Dimas langsung menarik wajah Rara dan langsung memberikan sebuah ciuman kilat di keningnya secara cepat
"Yaaaah ! beruang kutub resek beraninya kamu mencuri first kiss aku haah !" Protes Rara dan mulai memukul kepala Dimas sesaat dirinnya sudah berhenti menangis karna tidak ingin wajahnya semakin hancur
"Dasar nyai Badas...! lagian aku cuman nyium kening doang kok bukan bibir nggak usah lebay gitu. Kamu nggak lihat dari tadi Grandma Irene sedang memperhatikan kita ! "Sahut Dimas dengan ekspresi kesal karna merasa salah tingkah saat Grandmanya terus menatap dirinya
"Tapi tetap saja ini yang pertama buat aku, aku mau ngasihnya sama suami aku nanti Ish kau ini.....!"Memukul lagi dada Dimas
" Ya ampun...kamu lupa kalau sekarang aku ini adalah suami kamu ! dan bisa jadi kalau aku khilaf aku bisa berbuat lebih dari ini !" Ancam Dimas dengan sambil menekankan suaranya karna merasa kesal dengan Rara yang terus mengoceh
"Iiiiih dasar beruang kutub menyebalkan simuka tanpa ekspresi Nye....nye...nye....!"Umpat Rara dengan ekspresi dongkol
"Rara Angelina berhentilah bicara atau aku akan.....!"Dimas menatap netra mata Rara dengan tajam sambil mencekeram tangannya, namun dengan secepatnya dia mengalihkan pandangannya karna tidak tahan melihat netra bola mata hitam yang dimiliki Rara yang bisa membuat siapapun akan terbius akan pesonanya ketika menatapnya
"Namaku Rara Anjani...bukan Rara Angelina ishh...... kau ini ! aku tidak suka jika orang salah memanggil namaku !" Ketus Rara
Grandma Irene langsung memberikan titah untuk mendekat ke arah calon pengantin ia seperti ingin bertanya sesuatu kepada istri cucunya.
"Hei sayang cucu kesayangan Oma kenapa kalian terlihat berdebat, apa kalian tidak bahagia dengan pernikahan ini ?" Tanya Grandma Irene
"Ehmmm....Yah tentu Oma sebenarnya......" Dimas lagi-lagi menutup mulut Rara dan segera menghapus air matanya
"Kami hanya sedang memperdebatkan tentang honeymoon grandma bukankah kau sangat bahagia menikah denganku bukan ?" Tanya Dimas sambil memegang pipi Rara dengan sedikit penekanan
"Madu ? memangnya siapa yang mau meminum madu. Eh iya Oma aku ...aku bahagia kok " Rara bingung ketika mendengar ucapan Dimas
"tapi bohong" Rara membatin
Kini satu persatu tamu undangan dari keluarga dekat mereka sudah pulang kekediamanya, kini tinggal kedua mempelai yang kini sedang terlihat duduk termenung satu sama lain
"Mah Rara mau pulang istirahat, Rara capek banget ! " Keluh Rara
"Iya sayang kita akan pulang sama-sama yah "
"Sementara itu Dimas masih terlihat mengobrol dengan orangtuanya dan juga Grandmanya.
...~~~...
Malam Harinya......
"Sayang bangun....!" Sahut Ibunya sambil mencoba membangunkan Rara yang terlihat masih sedang berada di alam mimpi
"Duh mah Rara masih ngantuk pleasee sebentar lagi yah !"Bujuk Rara sambil masih terus memejamkan matanya
"Ya ampun anak ini masih saja sudah dibangunkan seperti orang pingsan saja, bagaimana kalau nanti dia tinggal di rumah mertuanya "Batin Ibunya
"Rara....! bangun sayang Ibu mertua kami datang menjemput kamu !"Menggoyangkan badan anaknya dengan kencang hingga membuat Rara terlonjak kaget
"Ya ampun Mah ngapain lagi sih mereka datang, kan pernikahannya sudah selesai. Urusan Rara sudah selesai sama mereka" Pekik Rara sambil mengucek matanya
"Sudah sana pergi cuci muka dan ganti baju, mereka sudah menunggumu dari tadi di bawah !" Bujuk Ibunya dengan mata yang mulai berkaca-kaca karna sebentar lagi dia akan ditinggal putrinya yang suka bikin rusuh dan heboh seisi rumah itu
"Baiklah Rara akan segera ganti baju, tapi please mama jangan nangis Maafin Rara kalau udah nyakitin mama !" Rara yang melihat ekspresi ibunya pun langsung merasa bersalah
"Iya sayang mama maafkan kok !sudah cepat sana ke kamar mandi mama akan menunggumu dibawah"
Tiga puluh menit kemudian......
Rara sudah turun dengan pakaian tidur kesayangannya, namun ia terkejut ketika melihat beberapa barang kesayangan ada di ruang tamu beserta kopernya.
"Loh Mah ini barang-barang Rara kenapa ada di sini, mau di bawah kemana ?" Tanya Rara penasaran
Sedangkan Ibunya hanya diam tak menjawab karna ia sudah tidak sanggup bicara lagi dan hanya bisa memeluk suaminya dengan perasaan sedih, ia tak menyangka akan secepat itu berpisah dengan putri bungsunya itu.
"Sayang ini semua adalah barang-barang kamu karna mulai malam ini kami akan ikut dan tinggal bersama suami kamu di rumah Mommy Keyla dan Daddy Wijaya !" Sahut Mommynya Dimas dengan ekspresi wajah yang bahagia
Sedangkan Dimas hanya diam saja dengan ekspresi datarnya sambil sesekali memainkan ponselnya.
"Mah maksudnya apa ? apa itu artinya Rara nggak akan tinggal sama mama lagi. Mama sama papa ngusir Rara kalian sudah tidak sayang lagi sama Rara !" Mata Rara mulai berkaca-kaca menatap Ibunya
"Tidak sayang, kami sangat menyayangimu namun ini adalah sebuah kesepakatan bahwa setelah menikah kamu harus tinggal di rumah suami kamu sayang. Maafkan mama sayang baru memberi tahumu" Sahut Ibunya sambil berlari memeluk putrinya dengan erat
"Tapi Rara nggak mau pisah sama Mama, Rara nggak bisa jauh dari mama aku sangat sayang sama Mama Hiks...hiks...hiks ! "Tangis Rara pun akhirnya pecah ke seluruh ruangan
Dimas memutar bola matanya ke arah Rara dan ibunya yang terlihat saling berpelukan dan menangis.
"Ya ampun...apa mereka sedang bermain drama ? aku yang sering ditinggal sama Mom sama Daddy keluar negri biasa aja. Rubah centil itu terlalu berlebihan aktingnya "Dimas membatin
"Sayang ayo kita segera kerumah Mommy nanti keburu larut malam, Barang-barang kamu akan dibawah sama supir Mommy ! "Sahut Mommy Keyla
Tak lama kemudian dua orang pengawal pribadi mereka masuk dan membawa barang barang Rara ke mobilnya.
"Mah mereka beneran mau bawa Rara pergi ? tapi mama ikutkan sama Rara !"
"Tidak sayang karna sudah ada Mommy Keyla yang akan menjaga kamu. Sayang dengar mama, patuhi segala perintah suami kamu dan jangan melawan perkataannya meskipun kamu benar tetaplah mengalah layani suami kamu dengan baik yah sayang ingat pesan mama baik-baik !" Pesan ibunya sambil menatap Rara dengan lembut lalu memeluknya dengan erat
Dimas yang mendengar pesan ibunya Rara hanya bisa tersenyum dalam hatinya.
"Sayang ayo kita berangkat " Ajak Mommy Keyla
"Pergilah sayang ! Mama dan Papa sudah ikhlas melepaskan kepergianmu jangan khawatir karna setiap akhir pekan kau dan suamimu akan tinggal di sini jadi kita akan selalu bertemu sayang" Mulai menyeka air matanya dan mengantar anaknya menuju mobil menantunya.
Rara yang mendengar ucapan Momnya sedikit menjadi tenang dan lega.
"Rara sayang kamu naik di mobil Dimas yah soalnya Mommy sama Daddy harus mengurus beberapa berkas administrasi Grandma yang akan dirawat di luar negeri " Rara hanya menganggukkan kepalanya sambil naik di mobil Dimas.
Sedangkan Dimas pun sudah pamit kepada Ayah dan Ibu mertuanya tampak Pak Haris memberikan sebuah pesan kepada Dimas yang hanya dijawab dengan sebuah anggukan kepala.
Di perjalanan pulang.......
Suasana terasa hening yang terdengar hanya sesekali isakan tangis kecil dari seorang gadis yang selama ini terkenal bar-bar, kuat dan pemberani ternyata sedang menangis dalam diam
Dimas melirik ke arah Rara dan melihat hidungnya sudah meler dan memerah
"Ambil ini dan lap hidungmu itu, aku sangat terganggu ketika melihatnya kembang-kempis seperti itu!" Ketus Dimas
Alih-alih mengambil tissue yang disodorkan oleh Dimas, Rara lebih memilih mengelap ingusnya menggunakan baju yang dipakainya.
"Ya ampun...! kau ini jorok sekali, aku sudah memberimu tissue kenapa kau lebih memilih bajumu untuk dijadikan korban kebodohanmu. Kau adalah gadis teraneh yang pernah kutemui dalam hidupku " ketus Dimas
"Menggunakan baju lebih enak dan satu lagi aku tidak bodoh aku hanya...."Rara tidak meneruskan perkataannya
"Hanya apa ?" Tanya Dimas sambil menaikkan alisnya
"Hanya apa yah ? aku juga lupa tadi mau bilang apa"Rara menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"Oh My God ! Pelasee kenapa aku bisa menikah dengan wanita seperti ini ! Umpat Dimas dalam hati
...~ Bersambung~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Cherry
jng terlalu benci Dimas,nnt mlh bucin
2021-11-16
0
Febriyantari Dwi
kangen sama Rara n Dimas
2021-09-30
0
Mega Ackerman
Aku mampir kak,ngomng-ngomng aku suka ceritanya
Semangat nulisnyaa ya :)
Salam dari "Cium aku atau bunuh aku"
2021-09-29
1