...~Chapter 15~...
"Apa kamu bilang genit ? aku tidak genit aku hanya mengatakan kalau dia itu tampan. Memang begitu faktanya kok " Teriak Rara, Namun dengan cepat Dimas langsung menutup mulut Rara dengan tangannya agar Vina tidak melihat keberadaan mereka
"Eh kamu bisa nggak sih satu menit aja nggak bikin rusuh bikin malu tauu ! ribut banget kalau bicara, tuh kan jadi diliati sama orang-orang. Sudah kita pulang saja sekarang !" Langsung menarik paksa Rara keluar dari restaurant itu
"Iiih... beruang kutub resek, nyebelin nggak peka. Rara tuh belum sempat makan tahu kenapa malah sudah di suruh pulang sih" Gerutu Rara kesal dan akhirnya memilih pulang naik kendaraan online saja meninggalkan Dimas, dia sudah terlanjur marah dan jengkel sama Dimas
"Eh kenapa dia malah ngambek sih, aku kan mengajaknya keluar untuk mencari tempat makan yang lain. Karna disini suasananya sudah tidak nyaman, emang dasar cewek bar-bar susah banget ditebak apa maunya," Dimas pun hanya membiarkan Rara pergi karna sudah malas berdebat dengannya, lagian dia harus kembali ke kampusnya
"Lihat aja besok ! aku pastikan tidak akan datang di pernikahan itu, aku lebih baik kabur saja daripada harus menikah dengan pria nyebelin sepertinya" Gerutu Rara dengan kesal
Sore Harinya......
Sebuah Mansion Mewah kediaman Grandama Irene yang merupakan mansion tempat seluruh keluarga besar Wijaya dibesarkan mulai dari cucut cicitnya telah selesai didekorasi atas perintah Grandma Irene.
Yah karna Dimas merupakan cucu kesayangan Grandama Irene maka dia menginginkan kalau pernikahanya tidak dilangsungkan secara sederhana. Sebenarnya Grandma Irene masih punya banyak cucu lain dari anak-anaknya, namun sejauh ini Dimas adalah cucu kesayangannya karna dia banyak menghabiskan waktunya untuk menjaga Dimas.
Dimas begitu lelah sepulang dari kampus, dan ia lebih kesal lagi saat Rara ternyata lupa mengambil gaun yang sudah dibelinya alhasil dia lebih memilih untuk mengirimkan gaun itu melalui aplikasi gosend ke rumah Rara.
Malam harinya semua orang sibuk menyiapkan pakaian yang terbaik untuk acara pernikahan yang akan berlangsung besok. Sementara itu keluarga besar Pak Wijaya telah berkumpul di Mansion Grandma Irene untuk sekedar bertegur sapa dan mengobrol satu sama lain.
Hanya ada satu wajah yang nampak tidak bahagia di sela-sela keluarga Itu yaitu Dimas. David yang menangkap gelagat Dimas langsung menghampirinya.
"Hey Whats App brow, bukankah besok adalah hari pernikahanmu ? bukankah kau seharusnya terlihat bahagia tapi ada apa dengan wajahmu itu seperti penuh beban hidup Hahaha...." Seloroh David sambil melingkarkan tangannya ke sepupu yang dari kecil selalu bertengkar
"Diam kau, kau tidak tau bagaimana rasanya menjalankan pernikahan dengan wanita aneh, judes menyebalkan dan yang lebih pentingnya kau tidak mencintainya sama sekali " Gerutu Dimas sambil menepis tangan David dengan kasar
"Oh ya aku ingin memberikan sesuatu untukmu sebagai kado pernikahan dariku, ini akan berguna untukmu suatu saat nanti ! wkwk..." David terlihat memasukkan sesuatu saku baju Dimas
" Apa ini ? " Mengeluarkan kado itu dan menangamatinya dengan ekspresi bingung
"Itu adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan (******) barangkali kau membutuhkanya disaat malam pertama kalian Hahaha...." Ucap David sambil tersenyum kecil
"Dasar otak mesum ! siapa juga yang akan menjalani malam pertama dengan gadis aneh itu. Kau sama sepertinya, sama-sama menyebalkan !" Dimas kembali menyimpan kado dari David di saku bajunya dengan ekspresi kesal bercampur jengkel
"Hahaha... kasihan sekali hidupmu brow, kau harus menjadi suami muda di usia yang semudah ini. Yaah kalau gue jadi loh sih mendingan gue puasin bermain-main dulu sama wanita yang gue suka sebelum gue menikah ntar kalau sudah menikah nggak bisa kemana-mana lagi!"
"Aku bukan playboy sepertimu ! jadi jangan kasihan kepadaku. Justru akulah yang seharusnya kasihan padamu karna kau selalu dimanfaatkan oleh para wanita untuk memuaskan keinginan mereka" Cibir Dimas
"Iri bilang boss, emangnya kamuu yang nggak pernah pacaran sama sekali eh langsung disuruh nikah sama Grandma nggak bisa ngerasain gimana enaknya jadi Idola cewek cantik dan bisa merasakan kehangatan mereka Hahaha...." Ucap David menimpali
"David, diam kamu ! jangan berkata seperti itu pada sepupumu. Setelah dia menikah kamu juga akan segera menyusulnya secepatnya" Sahut Grandma Irene disela-sela pembicaraan mereka
"What's ? No Grandma. David bahkan belum selesai kuliah, apalgi David belum ketemu sama orang yang David sukai" Sahut David
"Tidak ada tapi-tapian karna Grandma secepatnya ingin melihat semu cucu laki-laki Grandma segera menikah " Kata grandma Irene sambil menatap David dengan tajam
"Rasain loh, semoga Loh dapat jodoh yang lebih aneh daripada gue yang cocok dengan seorang playboy tengil sepertimu !" Umpat Dimas sambil meninggalkan keluarga mereka dan menuju kamarnya.
...~~~...
Keesokan Harinya.......
Rara sudah selesai dirias oleh Tim MUA terbaik yang sudah dikirimkan oleh keluarga Dimas di rumahnya.
Selesai berdandan Orang tua Rara pun segera masuk dan sangat kaget melihat penampilan Rara yang sangat cantik dan anggun sekali bak Princess
"Ya ampun....sayang kamu sangat cantik sekali ! Mama bahkan tidak bisa mengenali kamu"
"Ah mama bisa aja !"
"Ya sudah sayang ayo kita segera berangkat ke tempat pernikahannya karna keluarga Pak Wijaya sudah menunggu kita" Sahut Mamanya
Rara pun hanya menurut saja sambil memikirkan jalan terbaik untuk kabur dari pernikahan itu.
Sementara itu Dimas terlihat sangat gelisah mengingat Rara adalah gadis yang pemberani kemungkinan dirinya untuk kabur masih ada, sehingga Dimas memutuskan untuk mengirimkan pengawal untuk menjaga Rara agar tidak kabur.
"Nona Rara silahkan naik di mobil ini !" Sahut seorang pengawal yang bertubuh kekar
"Loh siapa kalian ? " Sahut Rara penasaran ketika melihat dua orang bertubuh kekar sedang menjemputnya
"Rara sayang ! ini adalah pengawal yang dikirim suami kamu untuk menjemputmu, dia itu sangat romantis bukan ? Mama dan papa akan berangkat kesana naik mobil sendiri jadi kamu jangan bandel yah sayang !" Orang tua Rara pun segera berangkat ke lokasi pernikahan
"Nona muda silahkan naik, 20 menit lagi kita akan segera sampai di lokasi !" Sahut Pengawal itu dengan suara tegas yang membuat Rara takut dan akhirnya mengikuti perintahnya
Saat ditengah perjalanan Rara pun menemukan ide untuk melarikan diri dari para pengawal itu.
"Ekhmmm.....duuh perut aku sakit banget nih sepertinya dia sangat lapar !" Rara pura-pura meringis kesakitan
"Apa Nona muda ingin makan ?" Sahut pengawal itu yang dijawab Rara dengan anggukan kepala
"Jack berhentilah didepan sana, aku akan singgah membelikan Nona muda ini beberapa makanan !"
Saat mobil berhenti di depan sebuah Indomaret, setelah pengawal itu turun Rara segera menggunakan kesempatan itu untuk berlari keluar mobil dengan cepat ia pun melepaskan high heelsnya agar semakin bisa melarikan diri dengan kencang
"Hei jangan kabur Nona muda " Jack pengawal kepercayaan Dimas sangat terkejut ketika Rara juga ikut keluar dari Mobil dan berlari sangat cepat
Sementara itu seorang pria yang sedang berpakaian jas formal yang berwarna navy lengkap dengan dasinya sangat tidak sabar untuk segera menghadiri acara pernikahan sepupunya Dimas.
Drt....drt.....
Setelah 15 menit menempuh perjalanan, mobil mereka pun berhenti sebentar di pinggir jalan
"Ada apa Niel ?" Tanya David
"Sebentar Tuan, Nyonya besar menelfon saya" Niel lalu keluar dari mobil seperti membeli sesuatu yang yang disuruhkam oleh Nyonya Maureen Mommynya David
Saat David tengah menunggu Niel sambil menatap ke arah jendela mobil, tiba-tiba dari arah pintu kemudi yang terlihat sedikit terbuka masuk seorang wanita yang sedang ngos-ngosan berlari dan langsung menutup pintu mobilnya dan menguncinya
David yang terlihat bingung dengan keberadaan wanita yang berada didepannya itu hanya diam dengan ekspresi bingung dan tidak menanggapi karna dia berpikir tidak mungkin wanita itu akan menculiknya.
"Sial aku tidak tau lagi bagaimana caranya menyetir mobil ? bukankah ayah Spiderman tidak pernah mengajarkanku menyetir mobil" Pekik Rara yang merasa bingung harus bagaimana, sedangkan pengawal itu semakin mendekat kearahnya
"Tidak aku tidak boleh gagal lagi. Aku harus kabur bagaimanapun caranya. Ayolah apa yang harus kulakukan agar mobil ini bisa berjalan sebelum mereka menangkapku "Gumam Rara pada dirinya sendiri dengan wajah yang panik
"Oper gigi ke posisi D 1 lalu injak gassnya !" Sahut David dari arah belakang dengan senyum menyeringai di bibirnya
"Tunggu yang mana pedal gassnya apa mungkin yang ini ?" Rara menginjak pedalnya namun mobil itu malah menabrak pembatas jalan yang ada didepannya" Aaaah....."
Teriak Rara ketika mobil itu menabrak segala sesuatu yang ada didepannya
"Ah sial.....mobil kesayanganku !" Batin David
"Ah kau ini dasar gadis yang payah, bahkan untuk pencuri mobil sepertimu kau bahkan tidak pandai sama sekali"Gerutu David sambil memegang bahu orang yang sudah merusak mobilnya
"A..aku sebenarnya tidak mau mencuri mobil, aku hanya ingin mencoba melarikan diri dari orang jahat itu mereka mau menculikku " Pekik Rara saat merasa dirinya sudah ketahuan
"Kau....? bukankah kau Rara gadis yang kemarin bukan ?" Tanya David
"Kak David ? kak cepat tolong Rara dari orang jahat itu "Teriak Rara saat dia menoleh ke arah kursi penumpang
"Baiklah cepat menyingkir biar aku yang menyetir mobilnya," David menggeser posisi duduk Rara dan mengambil alih kemudi mobilnya dan teruy melakukanya dengan kencang tampa memperdulikan Niel dan para pengawal Rara yang terus berlari mengejarnya dari belakang
"Tunggu kenapa kau berpakaian seperti itu, apa kau mau menikah hari ini ?" Tanya David saat melihat penampilan Rara yang terlihat memakai gaun pengantin
"Yah hari ini aku akan menikah, ah lebih tepatnya hanya sebuah pernikahan palsu dengan pria
yang dijodohkan oleh Ayahku. Karna aku tidak menyukai pria itu jadi aku memilih untuk kabur saja" Sahut Rara
"Kau ini benar-benar sudah tidak waras, lalu kenapa kamu melarikan diri dari pernikahan itu, apa kau tidak takut calonmu akan menuntut ganti rugi padamu "
"Aku tidak peduli ! intinya aku tidak mau menikah dengan pria yang sangat menyebalkan itu dan aku juga tidak suka dengan ekspresinya yang super cuek dan datar itu" Keluh Rara
"Tapi aku tidak bisa pergi kemanapun karna 5 menit lagi aku harus menghadiri pernikahan sepupuku" Sahut David
"Bawa aku ikut bersamamu, setidaknya itu lebih baik" Jawab Rara dengan ekspresi bahagia
"Aaaah..... akhirnya aku lolos juga dari pernikahan paksa ini, aku tidak bisa membayangkan ekspresi si beruang kutub itu sekarang dia pasti sangat panik mencariku hahaha...."Rara menarik nafas panjangnya sambil tersenyum kearah jendela mobil dengan senang
Sementara itu ekspresi Mommy Keyla dan Dad Wijaya langsung berubah pucat saat menerima telepon dari Jack pengawal pribadi Dimas yang mengatakan kalau mempelai pengantin wanitanya berhasil meloloskan diri dari pengawasan mereka dan kini kabur entah kemana.
"Ada apa Mom ?" Tanya Dimas
"Sayang calon istrimu kabur lagi!" Bisik Mommy Keyla karna tidak ingin Grandma Irene mendengar percakapan Mereka
"Ah sial Si rubah centil itu benar-benar keterlaluan, awas saja kau jika aku berhasil menangkapmu. Aku tidak akan mengampunimu!"Batin Dimas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Adellieach
jiahhh... datang sendiri..🤭🤭
2021-10-05
0
❤️⃟WᵃfJonathan
semangat terus thor, aku hadir memberikan dukungan jempol fan fav. salken dr(terpaksa menikahi si culun) ayo up lagi
2021-09-25
0
Lylia Lukas
lanjut
2021-09-23
0