Dhafi memperlihatkan foto Dinar yang belum berubah dan bisa di tebak jika itu foto pertama Dinar mendaftar di perusahaan Kenzo, dan wajah itu belum berubah sedikitpun, yang lebih tepatnya adalah wajah delapan tahun silam, dimana Dinar dan Arsya melakukan hubungan panas di atas ranjang.
Wajah yang tak bisa dia lupakan setelah melakukan dengannya meski sudah sangat lama, tapi wajah Dinar terpatri jelas di dalam pikirannya. Arsya mengukir senyum yang belum pernah di lihat oleh siapapun, dan wajah yang tak bisa di jelaskan oleh perkataan.
"Ih tuan saya takut melihat anda tersenyum seperti itu..... apa benar dia tuan Arsya, lelaki yang tak jarang menampakkan senyumnya pada orang lain.... dan kini dia sedang tersenyum... " batin Aryan yang melihat senyum Arsya serasa berada dalam ilusi. Walaupun dia sering bersama tuannya ini pertama kalinya dia melihat senyum langka milik Arsya.
"Apakah dia tersenyum?.... blangsak kenapa dia tersenyum seperti itu membuatku merinding." batin Dhafi yang juga melihat bahwa sang Demon King sedang tersenyum lebar, padahal dia adalah lelaki yang haus darah, dengan menampakan senyum lebarnya membuat siapa saja tak bisa berkomentar.
"Ada apa denganmu? kenapa kau tersenyum seperti itu?." Arsya yang tersadar kembali ke dalam mode datarnya.
"Bukan urusanmu..... " ketusnya dengan dingin, ingin rasanya Aryan dan Dhafi tertawa terbahak-bahak, namun karena mereka masih sayang nyawa maka mereka menahan sekuat tenaga.
"Itu adalah foto pada saat dia mendaftar menjadi sekretaris di Agatsuma corp. Dan saya hanya berasumsi yang anda lihat kemarin di perusahaan nya adalah dia yang sengaja merubah penampilannya." jelas Dhafi yang berasumsi jika Dinar sengaja mengganti penampilan, agar tak di curigai siapapun termasuk Arsya.
Arsya masih saja memperhatikan foto tersebut, dia tak peduli dengan ocehan Dhafi. Wajah yang dia cari akhirnya di temukan, dan kemarin Arsya benar-benar bertemu dengannya di perusahaan, kini tinggal menunggu hasil tes DNA, dan jika hasilnya adalah benar, maka Arsya akan merencanakan semuanya untuk membawa wanitanya dan juga kedua putrinya.
"Akhirnya aku menemukan dirimu..... wajah ini yang selama ini aku cari.... dan mulai saat ini kau tak akan bisa lari lagi dariku, dan akan ku pastikan kau akan selalu ada dalam pantauanku." batinnya kini hatinya bahagia, bahkan tak bisa tergambarkan, dan dia bisa membatalkan perjodohan konyolnya.
"Hei Arsya... apakah kau mendengarkanku?." tanya Dhafi yang melihat jika Arsya malah sibuk dengan pikirannya, dia sudah menjelaskan segalanya tapi Arsya tak menggubrisnya membuatnya emosi. Arsya melirik tajam kepada Dhafi, namun yang di lirik hanya memandang malas Arsya.
"Apa hah?!.... "
"Heh, jadi bagaimana? apakah dia benar wanita yang kau cari?. " tanya Dhafi sambil masih menahan gemuruh amarah dalam dirinya.
"Iya ini benar dia, foto ini memang dia delapan tahun silam."
"Hah baguslah, pekerjaan ku selesai, lalu apa yang kau rencanakan selanjutnya?." Dhafi lega karena semuanya terbukti bahwa Dinar adalah wanita yang di cari oleh Arsya.
"Aku akan menyelesaikan masalah di sini." dia masih punya masalah dengan wanita bernama Lena yang akan di jodohkan dengannya.
"Masalah apa lagi? apa kau juga akan menyuruhku untuk menyelidiki wanita itu?. " Dhafi menebak jika Arsya pasti akan meminta bantuannya lagi.
"Iya orang tuaku setuju jika aku menikah dengannya, tapi aku tak mau."
"Aku ingin kau mencaritahu siapa wanita itu, dan pastikan kau mendapatkan bukti akurat, agar aku bisa membuat perjodohan ini batal." Arsya sudah tak mau berurusan dengan wanita itu, yang membuatnya muak jika memandang wajahnya.
Apalagi sekarang dia sudah menemukan wanitanya, dia tak akan pernah menikahi wanita lain selain wanitanya, bahkan jika di paksa sekalipun dia akan tetap pada pendiriannya.
"Memang ada apa dengan wanita itu?."
"Dia mencurigakan, dan terlihat dari penampilannya dia bukanlah tipeku."
"Cihh... apa kau tak sadar? lihatlah wanita ini dia juga membosankan." tunjuk Dhafi pada foto yang masih di tangan Arsya.
"Itu dulu... yang sekarang dia berbeda, dia sekarang lebih menarik, jadi jangan kau bandingkan wanitaku dengan dia." tegas Arsya, dia tak suka jika Dinar di samakan dengan wanita liar seperti Lena.
"Jika kau ingin ambilah, aku tak tertarik dengannya."
"Ih ogah gue udah punya lebih menarik dan cantik, terima kasih atas tawarannya kasih saja pada asistenmu itu yang kesepian." Dhafi juga tak mau dengan tawaran yang di berikan Arsya padanya, sudah puas dia setiap hari di kelilingi wanita sexy dan cantik.
Aryan membola apalagi dia yang belum mengenal cinta dan wanita, karena dia terlalu sibuk bekerja sehingga dia tak ada waktu untuk hanya sekedar berkenalan dengan seorang wanita.
"Terima kasih tuan tapi saya menolak, saya akan mencari wanita pilihanku sendiri." tolak Aryan langsung membuat Dhafi terkekeh.
"Aku tahu kau kesepian Aryan, jadi terimalah.... kau pasti akan senang." ucapnya dengan nada meledek.
"Tapi maaf, sepertinya wanita seperti dia lebih pantas dengan lelaki hidung belang seperti anda tuan Dhafi." jawabnya tak mau kalah, namun dengan wajah datar alanya. Seketika membuatnya terasa di tusuk beribu jarum.
"Blangsak kau..... berani sekali." umapatnya dengan wajah kesal, Dhafi akui jika Aryan memang pandai berbicara apalagi dalam hal menyindir, Aryan adalah ahlinya lisannya bagaikan katana yang baru saja di asah.
"Itu adalah tugasmu, aku beri waktu dua hari dan kau harus sudah mendapatkan semuanya." titah Arsya membuat Dhafi semakin emosi, sedangkan Aryan hanya tersenyum miring.
"Aryan ayo kita pergi." Mereka pun beranjak keluar tanpa memperdulikan kekesalan Dhafi, mereka sudah biasa melihat kekesalan yang selalu di tampakkan oleh Dhafi. Sebelum keluar Aryan bergumam tepat di telinga Dhafi.
"Bekerjalah yang giat..... tuan Dhafi, jangan buat tuan Arsya kecewa." ucap Aryan dengan tertawa mengejek.
"Sial.... awas kalian berdua aku tak mau mencari informasi wanita itu." sungut nya dengan berteriak, Dhafi tak terima dengan yang mereka lakukan padanya.
"Awas saja..... blangsak kalian..... " dengusnya, namun mereka berdua seakan tak peduli, Dhafi memang sering di kerjai oleh Arsya dan Aryan, meski begitu ucapan Dhafi tak selalu di benar akan oleh dirinya, bahkan dia selalu mengerjakan dengan sempurna meski dengan keadaan badan mood.
💕💖💕💖💕💖💕
Sementara Lena pulang dengan wajah yang di tekuknya, ini adalah kali pertama dia di acuhkan secara terang-terangan oleh seorang pria, bahkan menatapnya pun Arsya tak melakukannya. Lena menghentakkan kakinya di lantai membuat semua penghuni rumah mendengar.
Ibu dan adiknya menghampiri nya, dia tahu jika Lena suasana hatinya sedang buruk.
"Sayang kenapa? kok pulang dari kencan mukanya di tekuk gitu?." tanya ibunya dan berjalan menghampiri nya.
"Mungkin dia di tolak Mah sama dianya." ledek Lusi terlihat jelas di wajah kakaknya.
"Heh rese diem napa bukanya menghibur malah bikin susana tambah buruk." kesalnya, Lusi malah sibuk mengejeknya.
"Idih situ yang buat suasana jadi buruk sendiri, pake nyalahin gue lagi." tak mau kalah, Lusi malah ngajak debat. Karena situasi memanas membuat Siska harus melerai keduanya.
"Eh sudah... sudah.... sini sayang ada apa? cerita sama mamah." ucapnya manja agar Lena tak marah lagi.
Lena pun mendekat dengan gaya alay nya membuat Lusi muak. Dia menyukaimu Siska dan menagis.
"Itu mah aku di tolak terang-terangan sama dia, awas aja nanti bakal gue bales, dadar pria dingin." keluhnya sambil masih membuka ibunya.
"Pantas aja di tolak, ngaca dong kak dandanan lo aja menor banget, lelaki kaya Arsya mana mau sama lo." Lagi-lagi Lusi meledek nya.
"Ih nyebelin banget nih punya adek kaya lo." ucap Lena yang sudah melepas pelukan. Dan menatap tajam Lusi, membuat Siska pusing melihat pertengkaran keduanya.
Lusi menjulurkan lidahnya, dia sangat suka menggoda kakaknya apalagi sampai membuat Lena marah, itu akan membuat dirinya bertambah puas.
"Lusi.... Lena... sudah diam mamah pusing.... " teriak Siska yang sudah tak tahan, merka pun langsung bungkam. Melihat situasi sudah sedikit terkondisikan Siska mulai berbicara.
"Bagaiamana apa dia menyetujui perjodohan nya denganmu?." tanya Siska yang ingin tahu kabar baiknya. Lena hanya bernafas berat seakan ada baru besar yang sedang menghimpit dadanya.
"Dia masih memikirkannya kembali." ucapnya dengan wajah lesu.
"Ya sudah kita tunggu sampai dia menyetujuinya."
"Memangnya dia akan meneruskan perjodohan ini? Arsya adalah lelaki yang tajir, bukan hanya itu pasti dia juga banyak yang ngejar, karena dia adalah idaman para wanita." ucap Lusi yang tahu jika Arsya bukanlah lelaki biasa.
"Kita harus pikirkan cara yang bisa membuat seorang Arsya bisa bertekuk lutut, dia lelaki yang tak pernah tersentuh oleh wanita manapun, jadi hebat jika ada seorang yang mampu membutuhkan hatinya." tambah Lusi lagi.
"Lalu aku harus bagaimana mah? aku tak mau kehilangan lelaki sepertinya, dia adalah tipe ku sekali." ucapnya Lena sudah sangat menyukai Arsya bukan hanya ke tampannya tapi juga kekayaannya.
"Baiklah sekarang kita pikirkan dulu, bagaimana caranya agar bisa membuat dia luluh." ucap Siska dan di angguki oleh Lena dan juga Lusi, sebuah peluang tan boleh mereka biarka lolos, apalgi Arsya adalah orang yang sangat kaya.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya, dengan memberi like, comment dan vote agar semangat upnya 🙏🙏😊☺
don't forget guys😊😊
karya ini masih ongoing jadi tetap terus ikuti kelanjutannya semoga terhibur 😊😊😊🙏🙏
Maaf jika kadang up nya lama🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Rai
Aryan bagi sama Dania saja thor
2023-06-17
0
═ NISA ═
darimana mma arsya kenal sm lena y
2023-05-14
0
Ilan Irliana
aq ttp pilih Dafa....sk yg ndrong ndrong gt rambut'y...hihi
2023-03-04
0