Dinar kini sudah di perbolehkan masuk ke ruangan rawat Karla, sudah tiga hari Karla di rawat, Dinar tak kuasa menahan tangisnya melihat Karla terbaring lemah dengan perban di kepalanya, dan juga alat penunjang lainnya. Sedangkan Katrin berada di rumah bersama Dania, kebetulan Dania sedang tidak ada dinas.
"Sayang cepat bangun ya, jangan buat bunda dan Katrin khawatir." Dinar berharap putrinya segera sadar, dia selalu setia berada di samping putrinya. Kenzo juga selalu datang untuk menjenguk Karla membuat Dinar tak enak hati jika atasannya sering kemari.
Sore harinya Dania dan Katrin datang untuk membawakan baju ganti milik Dinar. Katrin langsung mendekati brankar dan melihat keadaan kakaknya.
"Bunda kapan kakak bangun? kenapa kakak tidur lama sekali?." tanya Katrin sambil memperhatikan wajah pucat saudaranya, dia sangat merindukan Karla.
Dinar kini berdiri di samping Katrin yang sedang duduk di kurai dekat ranjang Karla.
"Sebentar lagi sayang, bersabar ya Karla pasti akan segera sadar." ucapnya dengan mengusap rambut Katrin.
"Iya Katrin pasti kakak akan bangun sebentar lagi." Dania juga ikut berbicara, dia tahu jika perasaan anak kembar lebih kuat satu sama lain.
Satu jam sudah berlalu Katrin masih saja duduk di samping Karla, hingga dia tak sengaja ketiduran, dia terbangun di saat ada pergerakan tangan dari Karla, Katrin mengerjapkan matanya. Gerakan tangan Karla akhirnya terlihat jelas oleh mata indah Katrin, sedetik kemudian dia tersenyum.
"Hah... tangan kakak bergerak... " ucapnya dengan bahagia, tanpa pikir panjang Katrin keluar dari ruangan untuk memanggil Dinar dan Dania yang sedang berada di luar.
"Bunda..... aunty....tangan kakak bergerak." panggilnya dengan sedikit berteriak di amabang pintu.
"Benarkah sayang.... " Cinta tak kalah terkejut dengan yang di ucapkan Katrin. Dinar pun beranjak dan masuk menuju ruangan bersama dengan Katrin, sedangkan Dania memanggil dokternya.
"Aku akan panggil dokter." teriaknya di kala Dinar sudah hilang dari pandangannya. Beberapa saat kemudian Dania datang dengan seorang dokter muda, mereka amat terburu-buru dan nafas mereka juga masih tersengal.
"Saya akan periksa keadaannya dulu, mohon tunggu di luar." Dokter pun memeriksa keadaan Karla, setelah selesai Dinar pun segera bertanya pada dokter.
"Bagaimana dok?. " tanya Dinar berharap jika Karla sudah membaik.
"Sekarang kondisinya sudah stabil, tapi masih harus menjalani perawatan intensif selama beberapa hari." jelas dokter tersebut.
"Terima kasih dok..... "
"Kalau begitu saya permisi, jangan lupa untuk rutin meminum obat."
"Iya dok.... " Dinar dan yang lain pun masuk keruangan Karla.
"Kakak.... " teriak Katrin dengan kegirangan, melihat Karla sudah baikan.
"Katrin.... " ucapnya dengan lemah, dan tersenyum pada Katrin.
Karla masih terbaring lemas di atas brankar, jadi dia hanya bisa menoleh ke arah mereka. Kepalanya masih berdenyut nyeri akibat benturan keras yang membuatnya mengharuskan mendapatkan donor darah. Katrin langsung memeluk tubuh Karla yang masih terbaring.
"Syukurlah kakak sudah sadar.... aku takut kakak tak akan kembali... hiks... hiks... hiks.... " ucapnya dengan menangis di pelukan Karla.
"Aku baik-baik saja Katrin.... kau ini jangan jadi cengeng." Hibur Karla agar Katrin berhenti menangis, sambil mengusap punggung Katrin.
"Terima kasih Tuhan putriku sudah membaik, sayang bunda khawatir nak.... " ucap Dinar dengan memeluk keduanya. Suasana menjadi haru seketika, Dania hanya memerhatikan kehangatan keluarga kecil dari sahabatnya, dia juga ikut terharu, akhirnya si imut sudah kembali.
💕💖💕💖💕💖💕
Di belahan negara lain tepatnya di negara zamrud khatulistiwa yaitu Indonesia, seorang perempuan dengan pakaian minimnya sedang menunggu seseorang di cafe, make up yang menor dan juga pakaian yang mengekspos beberapa bagian tubuh, yang membuat hasrat lelaki siapa saja akan terangsang, jika memandangnya.
Dia sudah menunggu sekitar satu jam di cafe tersebut, membuat dia kesal dan tak habis pikir kepada seseorang yang akan jadi kekasihnya.
"Dasar lelaki brengsek.... sudah satu jam menunggu di sini, tapi dia tak menunjukkan batang hidungnya... dia telah membuat make up ku luntur..... tapi tak apa demi mendapatkan dia dan menjadi bagian dari keluarganya aku siap untuk hal seperti ini." gerutunya sambil memperbaiki make up nya yang hampir luntur.
Sedangkan Arsya sengaja mengulur waktunya untuk datang terlambat, berulang kali Aryan memberitahu jika ini waktunya untuk bertemu dengan wanita yang di jodohkan ibunya, ya permintaan Arsya terkabulkan oleh ayah dan ibunya, menemui wanita yang di jodohkan untuknya tanpa kehadiran kedua orang tua mereka.
"Tuan.... ini sudah satu jam, pasti dia sudah menunggu anda." Sudah yang ke lima kalinya Aryan memberitahukan pada Arsya.
"Ini adalah resiko jika di jodohkan denganku, dia harus rela menungguku, jika dia tak bersedia maka aku pun bersyukur ." jawabnya enteng seakan sedang mengerjai wanita itu.
"Ya sudah terserah anda saja tuan, tapi jika nyonya besar marah, terpaksa juga aku akan memberitahukan kelakuan anda." Pasrah Aryan, namun terkesan mengancam.
"Ck...!! baiklah ayo kita berangkat." Akhirnya Arsya menurut, jika ancamannya tertuju pada ibunya Arsya tak berani menghindarinya, karena akan merepotkan jika ibunya mengamuk. Jiwa psychopath miliknya seakan tak ada harga dirinya jika berhadapan dengan ibunya yang sedang mengamuk bagaikan monster.
Aryan tertawa puas di dalam hati, ini adalah salah satu kelemahan Arsya dalam hal harga diri. Aryan akan guanakan itu sebagai kartu As untuk menghadapi sifat keras kepala dan arogan milik tuannya. Mereka pun pergi ke cafe yang sudah di tentukan oleh Arsya.
Lima belas menit kemudian sampailah keduanya di cafe angelsky, Arsya juga sudah memesan ruangan pribadi, untuk dia dan juga wanita itu. Arsya memasuki ruangan tersebut yang sudah di hias sedemikian rupa, membuat Arsya muak. Aryan meninggalkan cafe itu dan menyuruh seseorang untuk mengantar mobil milik Arsya.
Terlihatlah wanita tersebut berdiri untuk menyambut kedatangannya, wanita itu terkesima dengan ketampanan dan juga keindahan wajahnya. Arsya menatap datar wanita itu tak ada komentar yang terlontar, hanya ada satu dalam pikirannya 'wanita penggoda' karena sangat terlihat dari pakaian dan juga dandannya.
"Ekhem..... " Arsya berdehem, membuyarkan lamunan wanita itu karena memperhatikan dirinya tanpa berkedip, dan itu membuatnya semakin ilfeel.
"Maaf... " wanita itu langsung menunduk, di kala Arsya memandang nya dengan wajah datar, dan duduk telah di hadapannya.
"Baik kita akan mulai, darimu dulu." Wanita itu gugup mendengar perintah Arsya.
"Perkenalkan nama saya Lena Zaskia, senang berkenalan denganmu."ucapnya memperkenalkan diri.
"Aku Arsya.... " singkatnya tanpa membalas uluran tangan Lena, membuat nya kesal setengah mati menghadapi lelaki batu karang di depannya.
"Sial lelaki karang ini.... awas saja akan ku buat kau bertekuk lutut dihadapanku, aku ingin melihat seberapa kuat karang yang kau bagun itu tuan muda." batinnya dengan geram, karena wajah datar dan perlakuan cuek Arsya.
Mereka berbincang tapi lebih tepatnya Lena yang terlalu banyak bicara, sedangakan Arsya hanya menjawab sekenanya saja tanpa bertanya apapun pada Lena, membuatnya semakin emosi, namun dia masih bisa menahannya.
"Apa kita akan melanjutkan hubungan ini?." tanya Lena penasaran dia susah tak sabar ingin melanjutkan hubungan lebih dengan lelaki kaya dan tampan itu.
"Aku akan pikirkan... " singkatnya dan melirik sekilas pada Lena, dia melihat ekspresi wajah Lena yang langsung layu dengan bibir yang di Teluk, wajah berseri nya hilang seketika seakan itu hanyalah kedok, membuat Arsya curiga.
"Heh..... wanita baik katanya.... cihh.... tak sudi aku mengatakan hal itu, dia wanita yang mencurigakan aku akan menyelidikinya dan akan ku buka kedokmu nona tunggulah tanggal mainnya..... " batinnya melihat kecurigaan yang besar, jika Lena bukanlah wanita baik melainkan wanita yang hanya akan memanfaatkan lelaki yang di temui nya, apalagi jika lelaki itu kaya.
Arsya hanya menyeringai tipis, ternyata ada yang ingin bermain dengannya. Lena masih saja memalingkan wajahnya kearah lain, dan seperti memberi isyarat jika dia merajuk, namun Arsya tak memperdulikan hal itu, dia malah asyik dengan pikirannya sendiri.
"Lihat saja... tak ada lelaki yang tak tergoda dengan tubuh indahku, kau pasti akan tergoda setelah melihatnya." gumamnya dalam hati, dia punya senjata agar para lelaki bertekuk lutut yaitu dengan menunjukkan tubuh indahnya, dan itu mampu menghipnotis lelaki manapun.
"Baik kita sudahi, masih banyak urusan kantor yang harus saya selesaikan. " tanpa permisi Arsya bangkit dan beranjak meninggalkan Lena sendiri.
"Awas kau..... bajingan, akan aku balas.... " kesal Lena melihat kepergian Arsya tanpa menoleh kearahnya.
Arsya mendengar jelas umpatan Lena, dia hanya tersenyum iblis akhirnya dia mendapatkan mainan baru sudah lama tangannya tak terkotori oleh darah, dan juga telinganya yang sudah lama yang mendengar teriakan.
"Baik akan aku tunggu." ucapnya dan masuk ke dan mobil.
**Jangan lupa tinggalkan jejak untuk mendukung karya ku dengan memberikan like, vote dan comment sebanyak-banyaknya 🤗😊🙏🙏
Don't forget guys..... 💕💕😊🙏
Semoga terhibur, ingat kakak ini bukan karya jiplakan atau plagiat, ini karya orisnilku jadi mohon bantuannya 😊😊😊🙏🙏🙏**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Elazmi Puji
pasti Lena s ******saudara tirinya dinar
2022-02-03
1
jaeminie13
next kilat thor
2021-09-15
1
Kenzie
nnggbbjjmk
2021-09-15
1