Mentari sudah menampakkan sinarnya pertanda awal hidup baru akan terlaksana, setelah kemarin seluruh makhluk menjalankan pekerjaan mereka entah itu kegagalan atau kesuksesan, keduanya masih akan berlanjut di pagi indah ini.
Dinar sudah menyiapkan sarapan pagi untuk kedua putrinya, sekarang waktunya bersiap dan memanggil kedua putrinya untuk sarapan. Karna dan Katrin sudah bangun sejak pagi, mereka sudah terbiasa bangun sendiri tanpa Dinar harus membangunkan mereka. Dia pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap untuk ke kantor seperti biasa.
Selesai bersiap Dinar memanggil kedua putrinya untuk sarapan seperti biasa, Dania sudah pulang sejak semalam karena ada dinas keluar kota untuk beberapa hari. Dinar melangkah ke meja makan dan menyiapkan piring dan juga susu untuk mereka.
"Karla.... Katrin.... ayo sarapan." panggilnya sambil menuang susu kedalam gelas.
"Iya bunda.... " jawab mereka serentak sambil menuruni anak tangga.
Kedua kembar imut menuruni tangga, sudah siap untuk berangkat ke sekolah dengan menggendong tas ransel mereka, Karla dan Katrin sudah di kenal anak kembar imut di tempat tinggalnya mereka.
Mereka mendudukkan diri bersebelahan, sedangkan Dinar berada di depan mereka, Dinar mengoleskan selai di roti milik Karla dan Katrin. Karla sangat menyukai selai kacang sedangkan Katrin sangat menyukai selai coklat.
"Bunda kami akan pulang terlambat, akan ada les tambahan sore nanti, jadi bunda tak udah mencari kami." Katrin meminta izin karena memang ada pelajaran tambahan.
"Benarkah? baiklah tapi jangan pulang terlambat ok, dan Karla jangan bertengkar lagi ya bunda gak mau lihat putri bunda suka bertarung."Ucapnya menasehati Karla agar kejadian kemarin tak terulang.
"Baik bunda." jawabnya datar, namun Dinar tak mempermasalahkan hal itu, karena itu adalah sifatnya.
"Ya sudah habiskan sarapan kalian, belajar yang rajin, maaf ya pagi ini bunda tak bisa mengantarkan kalian, kalian tak kebertana kan?." Dinar tak bisa mengantar karena ada rapat penting pagi ini.
"Ya bunda tak apa, kami akan berangkat sendiri, lagi pula sekolah kita tak terlalu jauh." Karla dan Katrin mengerti dengan keadaan bunda nya yang harus bekerja demi keluarga.
"Bunda tak perlu khawatir." imbuh Karla singkat.
"Makasih sayang.... ya sudah bunda akan berangkat sekarang. " Dinar bangkit dari duduk nya dan mengecup kedua pipi mulus keduanya.
"Dah sayang.... " Dinar pamit dan beranjak pergi.
"Dah bunda." ucap mereka serempak.
Mereka segera menghabiskan sarapan mereka, setelah selesai keduanya bersiap dan berangkat menuju sekolah mereka. Karla dan Katrin berjalan, tanpa di sengaja ada laki-laki dewasa menabrak tubuh kecil Katrin, karena dia sedang terburu-buru.
"Aduhhh..... " jerit Katrin yang sudah terduduk, Karla bahkan tak menyadarinya.
"Katrin.... kau baik-baik saja?." Karla segera membantu Katrin berdiri. Lelaki tadi segera membantu Katrin juga dan membawa mereka untuk duduk di kursi taman dekat jalan.
"Maafkan saya, saya sedang terburu-buru, maafkan saya." ucapnya meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
"Aku tidak apa-apa paman ini hanya luka kecil." ujar Katrin.
"Tidak adik kecil tetap saja, karena paman kamu jadi terluka."Paksa nya, melihat hal itu Katrin pun mengiyakan saja.
"Baiklah paman aku maafkan."pasrah Katrin, Karla hanya diam sambil fokus melihat luka di kaki adiknya.
"Ah terima kasih sudah memaafkan saya." lelaki itu merasa lega mendapat maaf dari anak kecil itu, namun karena Katrin sedang menunduk jadi lelaki itu tak melihat wajahnya dengan jelas.
"Boleh paman lihat lukanya."Katrin pun mengangguk, lelaki itu melihat kaki Katrin terluka dan sedikit mengeluarkan darah, dia menjadi tak tega.
"Tunggu di sini paman akan belikan obat merah dan juga plester untuk lukanya, kalian jangan kemana-mana."Lelaki itu pun segera pergi ke apotek untuk membeli betadine dan juga plester.
Karla dan Katrin tak tahu jika lelaki itu adalah Aryan, ya yang menabrak Katrin adalah Aryan sang asisten Arsya. Karena terburu-buru dia tak sengaja menabrak Katrin hingga jatuh.
Selang beberapa menit Aryan datang dengan membawa betadine dan juga plester di tangannya. Karla dan Katrin masih menunggu di sana.
"Ini paman sudah bawa obatnya." Karla dan Katrin pun menengok ke sumber suara, hingga terlihat jelaslah wajah Karla dan Katrin, mereka juga melihat wajah Aryan.
Deg....
Aryan terkejut melihat mata hijau menyala milik Karla dan Katrin yang sangat mirip dengan Arsya, Karla dan Katrin juga terkejut melihat target misi mereka berdua.
"Mata itu....kenapa sangat mirip dengan mata tuan Arsya? apa mereka... ah rasanya tidak mungkin, ini pasti hanya kebetulan." batinnya saat menatap mata keduanya yang sangat mirip dengan Arsya.
Karla dan Katrin mencoba menutupi keterkejutannya, mereka sangat pandai memahami situasi. Namun keduanya menatap heran karena sedari tadi Aryan menatap mereka tanpa berkedip.
"Maaf paman baik-baik saja kan?." ucap Katrin membuyarkan lamunan Aryan.
"Ahhh tidak apa-apa saya baik, hanya kepikiran sesuatu, oh ya sini paman obati dulu lukanya." Katrin tak menolak, Karla pun ikut mengangguk, Aryan mengobatinya dengan tulus.
Setelah selesai Aryan pun pamit karena masih ada urusan tak lupa berkenalan dengan kedua kembar imut itu, yang membuat Aryan menjadi kepikiran karena mata indah kedua bocah tersebut.
"Kak bukankah paman Aryan yang tadi itu adalah lelaki yang sedang membangun hotel, dan dia juga lelaki yang akan menjadi misi awal kita?."
"Benar dia orangnya, tapi tak apa itu akan lebih memudahkan kita." keberuntungan sedang berpihak pada mereka, tanpa di sangka mereka malah bertemu dan berkenalan dengan Aryan, dan semua itu di luar dari rencana mereka.
"Kakak benar itu sangat menguntungkan bagi kita, terlebih kita belum melakukan rencana." Katrin juga ikut senang tidak perlu dengan susah payah untuk bisa kenal dengan Aryan.
"Ya sudah kita harus ke sekolah, kita sudah terlambat." Karla dan Katrin pun bergegas ke sekolah karena akibat pertemuan dengan Aryan mereka jadi terlambat sekolah.
💕💖💕💖💕💖💕
Sementara Aryan dia masih memikirkan apa yang dia lihat tadi, rasanya itu kebetulan tapi ada yang mengganjal di hatinya, banyak pertanyaan timbul di otaknya, mengingat kejadian delapan tahun silam dimana tuannya menolong gadis yang tidak pernah di kenalnya, hingga kini Aryan juga masih mencari keberadaannya karena di perintah oleh Arsya.
"Apa mereka berdua anak dari tuan Arsya? tapi tak mungkin jika gadis itu hamil kenapa dia tak mau meminta pertanggungjawaban kepada tuan Arsya? dia kan korban?.... akhh entahlah itu membuatku pusing." Aryan masih belum bisa memastikan jika itu benar-benar anak dari tuannya.
Tring..... tring.... tringgg....
Suara ponsel membuat dia berhenti memikirkan tentang kedua anak itu. Nama tuanya tertera di ponselnya Aryan segera mengangkat panggilan dari atasannya.
"Selamat pagi tuan... " sapa nya dengan sopan.
"Bagaimana kerjasamanya?." tanya Arsya langsung tanpa basa-basi, membuat Aryan kesal.
"Anda tenang saja tuan, sebentar lagi kami akan melakukan rapat." jelasnya perusahaan milik Arsya akan melakukan kerja sama dengan Agatsuma corps.
"Bagus, aku harap pembangunan disana cepat terlaksana, jika semua beres hubungi aku lagi." ucapnya dan memutus sambungan sepihak, membuat Aryan geram.
"Dasar bos tak tahu terima kasih.... untung sabar." umpat nya dengan kesal.
Aryan pun bersiap untuk rapat dengan perusahaan terbesar di Jepang, karena sangat membutuhkan bahan bangunan agar hotelnya cepat berdiri, mereka memang menggunakan bahan bangunan yang bagus agar kuat dan kokoh.
"Baiklah aku akan membicarakan tentang kedua anak kembar itu nanti kepada tuan Arsya, sekarang saatnya menyelesaikan semuanya." Aryan pun berangkat ke perusahaan Agatsuma Corp bersama dengan sekretaris nya.
**Jangan lupa like, vote dan comment karena dukungan kalian sangat penting bagi author.😊☺🙏🙏
Bantu novel ku dengan dukungan agar author semangat up nya, terima kasih 🙏💕 telah meluangkan waktunya untuk membaca karya ku semoga kalian suka🙏☺😊💕**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Siti Nurjanah
nah nanti bisa ketemu sama Dinar gak usah mencari kemana mana lg
2023-03-17
1
Wati Wati
mantap Thor
2022-11-07
0
Kenzie
nhbsbsjsjusyshebjejejhsisj jd f
2021-09-09
1