Sudah satu minggu berlalu Karla dan Katrin sangat mahir dalam memainkan peran mereka. Hari ini adalah weekend saatnya jatah Karla dan Katrin pergi bersenang-senang bersama bunda mereka. Setiap satu bulan sekali Dinar memberi jatah pada kedua kembar imutnya untuk pergi jalan-jalan bersama, agar tak jenuh.
"Kita akan kemana bunda?." tanya Katrin yang sedang menggunakan sepatunya.
"Kita akan ke mall membeli pakaian untuk kalian, sebentar lagi salju turun, jadi bunda akan membelikan mantel untuk kalian berdua." jelasnya, Dinar tahu jika mantel kedua putrinya sudah harus diganti.
"Wahh.... kak kita punya mantel baru .... yey... " senang Katrin akhirnya mereka di belikan mantel baru.
"Yey... makasih bunda." tambah Karla yang juga ikut senang. Dinar tersenyum melihat kebahagiaan terpancar jelas di wajah imut keduanya.
"Iya.... cium bunda dulu." ucapnya dengan manja kepada kedua putri kesayangannya.
"Makasih bunda.... muach...... muach... " ucap mereka berbarengan dan mencium pipi Dinar, Karla sebelah kanan sedangkan Katrin sebelah kiri.
"Iya sayang sama-sama.... " Dinar juga bergantian mencium pipi keduanya.
"Yosh.... ayo kita berangkat." dengan semangat mereka pergi meninggalkan rumah menuju pusat perbelanjaan.
Mereka pergi dengan taksi seperti biasa, namun Dania tak ikut karena sedang dinas ke luar kota biasanya dia akan menemani mereka berbelanja ataupun pergi keluar. Karla hanya diam sambil memandangi jalan lewat jendela sedangkan Katrin sedang berceloteh dengan bundanya.
Tak terasa mereka sampai di mall, suasananya ramai karena weekend, Dinar menggandeng tangan kedua putrinya dan memasuki gedung tinggi dan besar itu. Mereka langsung menuju toko pakaian musim dingin, Karla dan Katrin segera memilih mantel sesuai dengan seleranya.
"Kak ayo kita pilih." Karla pun mengangguk karena Dinar juga sudah memberi izin untuk memilih mantel dan juga topinya.
Setelan mendapatkan apa yang mereka inginkan, Dinar langsung membayar ke kasir. Setelah kegiatan belanja Dinar mengajak kedua kembar imutnya untuk makan siang.
"Yuk sekarang kita makan siang, setelah itu kalian boleh membeli cemilan kesukaan kalian."
"Benerkan bunda? kita boleh beli cemilan kesukaan kita?. " Dinar mengangguk membuat Karla dan Katrin senang. Dinar sengaja menabung untuk bisa membuat keduanya bahagia.
Beberapa saat kemudian, mereka baru selesai makan siang kini mereka sudah berada di pusat cemilan, Karla dan Katrin sudah berada di dalam sedangakan Dinar meminta izin untuk ke kamar mandi.
"Jangan pergi kemanapun ok.... bunda ke toilet sebentar." ucapnya mengingatkan agar kedua putrinya tetap di situ sampai dia kembali.
"Iya bunda kami akan tunggu di sini. " ucap Karla santai. Dinar pun pergi untuk menuntaskan panggilan alam.
Mereka sedang asyik memilih dan tak sengaja Karla menyenggol kaki seseorang.
Dukk....
Senggol Karla tanpa sengaja, dan tepat mengenai kakinya. Dengan cepat Karla segera menundukkan kepalanya dan meminta maaf.
deg.... deg... deg....
Getaran aneh dia rasakan setelah kakinya tersenggol oleh Karla, rasanya seperti ada sengatan yang membuat jantungnya tiba-tiba berdetak keras, itu bukanlah getaran cinta tapi semacam sebuah ikatan di antara keduanya.
"Maafkan saya paman.... saya tidak sengaja." jika menyangkut kesalahan Karla aka bersikap sopan dan sifat dinginnya akan luntur.
Katrin yang melihat sang kakak sedang berbicara dengan seseorang sambil menunduk dia pun mendekat dan berdiri tak jauh dari Karla.
"Tidak papa nak.... lain kali hati-hati." tuturnya lembut, namun Karla ataupun Katrin tak melihat wajahnya.
"Kakak tidak apa-apa kan?."tanyanya berbisik.
"Tidak Katrin." singkatnya. Terdengarlah dengan jelas suara yang tak asing di telinga mereka dan suaranya sangat dekat.
"Tuan sebentar lagi rapat akan segera di mulai." ucapnya yang kini berdiri memberi hormat padanya. Karla dan Katrin menengok, mereka terkejut ternyata itu adalah Aryan, seminggu ini mereka berhasil pendekatan dengannya.
Katrin yang tahu jika itu adalah Aryan, dia ingin memanggilnya namun dengan cepat Karla memberi isyarat. Dia menaruh telunjuk di bibir nya yang berarti jangan memanggil, Katrin pun diam seketika.
"Maafkan kami paman, kami permisi dulu." ucap Karla tanpa menunggu jawaban darinya, mereka segera berlalu pergi meninggalkan kedua lelaki dewasa itu.
"Iya aku maafkan." lirihnya sambil tersenyum kilas, dia gemas melihat keduanya bergandengan tangan, dan hilang dari pandangannya. Entah kenapa Arsya bersikap seperti itu biasanya dia akan marah ketika ada yang menyentuhnya, tapi ini lain Arsya bahkan tersenyum dan berbicara lembut padanya. Hatinya merasa ada ikatan ketika anak tadi menyenggolnya, seperti ada getaran aneh dalam dirinya.
Aryan merasa tak asing dengan suara itu, suara persis seperti Karla yang mengkhawatirkan Katrin.
"Mungkin hanya perasaanku saja." gumamnya, dia pun kembali fokus pada Arsya atasannya, ya tanpa sengaja ternyata Karla menabrak kaki Arsya. Arsya yang sedang mencari cemilan untuk dirinya, karena kurang fokus dia tak sengaja menabrak tubuh kecil Karla, tapi Arsya tak melihat wajahnya karena Karla langsung menundukkan kepalanya.
Arsya kembali dalam mode datarnya, lengkungan di bibirnya sirna seketika jika menyangkut pekerjaan. Arsya menatap serius seperti biasanya tatapan datar tanpa ekspresi. Banyak wanita yang terpesona dengan ketampanannya, apalagi Arsya adalah ceo muda dan kaya, kekayaannya tak bisa terhitung karena dia adalah orang paling berpengaruh di dalam dunia bisnis. Namun tak ada yang berani mendekatinya karena wajah dingin nya yang membuatnya tak tersentuh, di tambah dia tak akan segan membunuh orang yang berani bemain dengannya.
"Ayo kita pergi." singkatnya dan pergi dari toko cemilan menuju ke tempat pertemuan untuk rapat penting, Arsya sengaja mengambil jadwal weekend karena dia sangat sibuk. Ya dua hari lalu Arsya telah datang ke Jepang karena urusan mendadak, dan kini dia akan mengadakan rapat.
Karla dan Katrin keluar dari toko cemilan dan duduk agak menjauh dari toko tesebut. Karla bernafas lega akhirnya dia bisa keluar dari sana.
"Kak kenapa tadi aku tak boleh memanggil paman Aryan?." tanya Katrin yang tak tahu alasan kenapa Karla melarangnya memanggil Aryan.
"Kamu ini tadi itu adalah atasannya, kita harus bisa melihat situasi." jelasnya. Baru saja Katrin akan bertanya bundanya ternyata sudah berada di hadapan mereka.
Dinar kembali dari toilet dan mendapati kedua putrinya berada di luar toko cemilan, dia mengeryitkan dahinya dan menatap hera keduanya.
"Loh kanapa kalian berdua disini sayang?." tanya Dinar. Karla dan Katrin hanya tersenyum polos.
"Maaf bunda kita ingin bersama bunda memilih cemilannya." ucap Karla, Dinar hanya tersenyum.
"Baiklah ayo kita masuk, pilih sesuka kalian." Dinar pun masuk bersama kedua putrinya.
Mereka berdua bernafas lega, Dinar tak mendengar percakapan mereka, selama satu minggu Dinar tak tahu jika kedua putrinya telah dekat dan akrab dengan Aryan, bahkan Dinar tak curiga jika keduanya selalu pulang terlambat dengan alasan les tambahan di sekolah.
Dinar juga tak tahu misi rahasia si kembar imut yang ingin bisa bertemu dengan ayahnya, jika Dinar tahu mungkin dia akan melarang tegas keduanya karena Dinar tak mau jika keduanya bertemu sang ayah, karena Dinar takut Arsya akan merenggut kedua putri kesayangannya, harta yang sangat berharga baginya, dia tak rela jika Arsya mengambil Karla dan Katrin dari hidupnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Suci Ishaka
lanjut thor
2021-11-18
1
Fatma Kodja
nyatanya Dady kedua kembar Arsya tapi mereka malah mengira Arlan Dady mereka😊😊😊😊😊
2021-09-10
2
Kenzie
jebehrbebrhhrbrnrk
2021-09-09
0