17 Di jodohkan

Dinar dan Kenzo telah sampai di rumah sakit, Dinar segera mencari ruangan putrinya di rawat. Hatinya masih tak tenang jika tak melihat langsung keadaan putrinya, rasa khawatir dan takut masih menyelimuti nya. Dinar pun bertanya pada salah satu perawat.

"Maaf Sus dimana ruangan pasien bernama Karla Louisa?." tanya Dinar dengan nada cemas, Kenzo juga merasa cemas namun dia lebih menutupinya.

"Ohh mari tuan, nona saya antar." Mereka pun pergi ke ruangan dimana Karla di rawat. Arsya dan Aryan sudah pergi dari rumah sakit, sehingga Dinar tak tahu jika mereka telah menolong Karla. Perawat itu mengantar nya sampai ke ruangan Karla.

"Bunda..... " panggil Katrin yang sedang menunggu di luar ruangan Karla, karena belum boleh ada yang masuk ke ruangan Karla.

"Sayang.... " Katrin pun langsung memeluk erat Dinar, Dinar menyetarakan dirinya dengan tubuh kecil Katrin. Kenzo hanya tersenyum melihat jika Katrin baik-baik saja.

Dinar merasakan jika tubuh putrinya bergetar menandakan jika, Katrin sedang menangis di dalam pelukannya. Dinar tahu jika Katrin begitu sedih melihat saudara kembarnya terbaring lemah di atas brankar.

"Sayang... jangan menangis, Karla pasti baik-baik saja." Dinar mencoba memenangkan putrinya. Katrin pun melepas pelukan bundanya dan menatap bundanya dengan mata yang sudah basah.

"Bunda.... maafkan Katrin, ini semua terjadi karena Katrin hiks..... hiks.... hiks.... " ucapnya sambil menangis, membuat Dinar tak tega melihat putrinya menangis.

"Sayang ini bukan salah kamu sudah jangan menangis lagi, lebih baik kita doakan kakak agar cepat sembuh."Dinar mengusap air mata Katrin yang sudah membasahi pipinya. Kenzo pun ikut menekuk lututnya di depan Katrin agar dia bisa ikut menghibur.

"Iya manis jangan sedih lagi ok.... Karla pasti kuat, dia pasti akan segera sembuh." Katrin tak begitu menyukai Kenzo meskipun dia sering membantu bundanya, tapi itu tak merubah apapun karena Kenzo bisa merusak rencana mereka berdua untuk menyatukan kedua orang tuanya.

"Iya bunda Katrin tak akan menangis lagi, kita akan do'akan kakak agar baik-baik saja."ujarnya dan mengusap air matanya. Dinar hanya bisa melihat Karla di balik jendela ruangan rawat Karla, hatinya sakit melihat keadaan putrinya yang terbaring lemah, yang biasanya dia melihat Karla dengan wajah datarnya, namun penuh kehangatan.

"Bunda kapan kakak sadar? aku sangat rindu dengan kakak." Katrin yang berada di sebelah Dinar juga masih setia melihat keadaan kakaknya.

Dinar mengusap air matanya yang tanpa dia sadari telah menetes, dia memandang Katrin dan tersenyum.

"Sebentar lagi pasti kakak sadar." ucapnya meyakinkan. Sementara Kenzo hanya diam mendengarkan perbincangan keduanya, dengan matanya yang masih menatap Karla.

"Semoga cepat sadar manis.... jangan buat bunda dan saudara kembarmu khawatir."batin Kenzo berharap Karla cepat sadar. Dinar duduk dengan memangku Katrin, mereka menunggu di dana sampai Karla sadar, Dinar belum bertanya pada Katrin siapa yang menolong Karla, karena kini yang di pikirannya hanyalah Karla.

💕💖💕💖💕💖💕

Arsya sudah berada di bandara beberapa menit lalu, tinggal menunggu penerbangan yang akan berlangsung ssetengah jam lagi, Aryan sudah menjadwalkan penerbangan Arsya setelah tadi dia mengundurkan jadwalnya. Setelah menunggu sekitar setengah jam, pesawat mereka pun lepas landas, mungkin besok pagi mereka akan mendarat di Indonesia.

"Setelah dari sini langsung pergi ke rumah sakit untuk memastikan semuanya, kau berikan sempel itu pada Hayfa biarkan dia yang mengurusnya." titah Arsya, yang ingin segera mengetahui siapa kedua bocah kembar imut itu.

"Baik tuan."

Beberapa jam kemudian Arsya telah sampai di bandara, sopir dari keduanya utama telah menjemputnya, sesuai dengan perintah Arsya, Arsya langsung pergi ke mansion Hayfa untuk segera memberika sempel rambut Katrin dan juga Arsya, untuk melakukan tes DNA.

"Kenapa nona Hayfa? pasti nanti dia curiga, jika tuan Arsya sudah punya anak, aduh bagaimana ini? di tambah nona Hayfa juga menyukai tuan Arsya." Aryan tak bisa melakukan tes DNA pada Hayfa, dia tahu persis jika Hayfa sangat mencintai Arsya, hanya saja Arsya tak pernah menggubris nya, tapi tetap saja itu akan mempersulit semuanya.

"Baik hanya kali ini aku tak menuruti perintah mu tuan, maafkan aku..... aku akan melakukan tes DNA pada dokter lain yang lebih terpercaya." ucapnya bermonolog sendiri, Aryan memutuskan untuk mencari dokter lain.

Aryan sudah sampai di kediaman keluarga Azhar, ibu dan ayahnya sudah menyambut kepulangan putra kesayangannya dengan penuh kehangatan. Arsya berjalan dengan penuh wibawa dengan wajah tampannya.

"Sayang kamu kembali juga." ucapnya dan memeluk tubuh putranya.

"Iya aku pulang." jawabnya datar dan memaksa pelukan ibunya.

"Bagaimana kabarmu?." tanya ayahnya yang berada di sebelah istrinya.

"Aku baik ayah.... bagaimana denganmu?." tanyanya balik, namun masih dengan wajah datar, mambuat Devan muak dengan wajah datar putranya.

"Seperti yang kamu lihat." jawabnya ketus, namun Arsya tak peduli, membuatnya semakin kesal. Mereka memasuki mansion baik istana tersebut.

Kini mereka sedang berada di ruang pribadi keluarga Azhar, karena akan ada pembicaraan penting, dan Arsya langsung menurut karena masih hanya yang harus dia lakukan.

"Sebenarnya ada apa Mamah menyuruhku pulang? padahal proyek Arsya belum selesai di Jepang." tanya Arsya to the poin.

"Ada hal penting yang ingin kami bicarakan padamu nak.... ini masalah pernikahan." Haya sudah tak bisa membiarkan Arsya hidup sendiri tanpa pendamping.

Arsya memutar bola matanya malas, dia tahu jika kedua orang tuanya selalu bersikeras ingin menikahkan Arsya, mengingat kini dia sudah berkepala tiga, dan sudah tak pantas melajang.

"Iya nak.... ayah juga ingin melihat kamu menikah, dan bahagia bersama keluarga kecilmu. " tambah Devan yang juga mendambakan seorang menantu dari anak bungsu nya, meskipun ada Dafa tapi tetap saja Arsya adalah anak bungsu karena Dafa hanyalah putra angkat, tapi walau begitu Devan juga sangat menyayangi Dafa seperti putranya sendiri.

"Huft.... jadi kalian ingin aku bagaimana?." tanya Arsya yang sudah muak dengan permintaan kedua orang tuanya, karena Arsya masih setia menunggu wanita delapan tahun silam, yang membuatnya selalu memikirkan dirinya.

"Mamah akan menjodohkan kamu dengan rekan mamah, kamu pasti akan setuju."Arsya membelalakan matanya tak percaya jika ibunya akan menjodohkannya.

"Apa?! tidak Mah.... Arsya tak mau di jodohkan, pasti bukan kriteriaku." pekiknya.

"Kamu harus mau, jika kamu menolak maka ayah akan memaksamu menikahinya." tegas Devan yang tak mau mendengar penolakan Arsya.

"Tapi Yah..... Arsya... "

"Tak ada tapi-tapian, kamu harus setuju." potong nya agar Arsya tak berbicara lagi. Arsya pun berfikir, dia akan menyetujuinya jika di izinkan bertemu dulu dengan siapa calonnya. Arsya menghela nafas dia tak mungkin bisa menolak apalagi ayahnya yang memintanya.

"Baik... Arsya setuju, tapi besok aku harus bertemu dengannya hanya berdua saja, karena kau ingin lihat siapa calon yang pantas menjadi menantu keluarga Azhar." keputusan Arsya sudah bulat, dia ingin lihat sendiri siapa yang aja di jodohkan dengannya.

Haya berbinar dengan keputusan Arsya, akhirnya dia mau di jodohkan dengan wanita pilihannya.

"Terima kasih sayang." ucapnya dengan senang.

"Tapi ada syaratnya, Arsya tidak mau langsung menikah, jadi tunggu sampai dua bulan, jika Arsya yakin dengan dia maka Arsya akan menikahinya, tapi jika tidak cocok maka aku tidak mau menikah dengannya." pintanya lagi, membuat Haya kesal.

"Dua bulan? lama sekali nak.... mamah maunya sebulan." tolak Haya, dia tak mau menunggu lama.

"Jika mamah tak mau ya sudah, Arsya tak akan menikah." tegasnya, dia tak mau jika harus menuruti kemauan mamah nya. Haya pun mengalah dan menyetujui persyaratan dari putranya.

"Baiklah Mamah setuju." singkatnya dengan raut wajah yang sudah di tekuk. Devan pun tak bisa mengganggu gugat syarat dari putranya, keputusannya sudah benar, agar nantinya Arsya tak salah dalam memilih pasangan.

Sebenarnya Arsya tak yakin dengan wanita yang akan di jodohkan padanya, dia harus lebih waspada karena zaman sekarang banyak wanita yang hanya menginginkan uang, bahkan bisa sampai melakukan hal kotor, oleh karenanya dia meminta waktu dua bulan sampai Arsya bisa menemukan dan membuktikan gadis delapan tahun silam, dan akan dia bawa sebagai calon istrinya.

"Ya sudah Arsya pamit ke kamar mau istirahat." pamitnya tanpa menunggu jawaban dari orang tuanya, Arsya pergi begitu saja membuat Haya semakin geram.

"Dasar anak tak tahu diri. " gerutunya mengumpati Arsya.

"Sudahlah mah apa yang dikatakan Arsya benar, memangnya mamah mau dapet menantu yang sifatnya jelek? gak kan?." Devan berusaha menenangkan Haya yang kenal dengan sikap tak peduli Arsya.

"Bela terus tuh anaknya, dasar ayah sama anak sama saja." kesalnya dan meninggalkan Devan sendiri, Devan hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah istrinya.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Harusnya Arsya jangan setuju dulu,Test DNA aja belum di bikin,Ntar kalo ternyata dia anak kamu gimana??ckk

2024-03-26

0

Dewi Kijang

Dewi Kijang

thoor bikin cepet sadar ys

2022-10-09

0

Shafira Asri

Shafira Asri

mohon di perhatiin tiponya thor...pusing aneee!!

2021-10-16

2

lihat semua
Episodes
1 01 Terjebak tragedi satu malam
2 02 Pergi
3 03 Karla Louisa dan Katrina Luana
4 04 Detektif Dan Calon Pembisnis Handal
5 05 Don't hurt my sister
6 06 Kebrutalan Arsya
7 07 Kekhawatiran Dinar
8 08 Tanpa di sengaja
9 09 Misi Awal
10 10 Getaran Aneh
11 11 Tak asing
12 12 Senja saksi bisu harapan sang kembar imut
13 13 Kecelakaan
14 14 Cocok
15 15 Celah
16 16 Visual
17 17 Di jodohkan
18 18 Bertemu (wanita yang mencurigakan)
19 19 Kabar menguntungkan
20 20 Kutemukan dirimu
21 21 Kisah masa lalu (sebuah kepiluan) bag 01
22 22 Kisah masa lalu(Sebuah kepiluan) bag 02
23 23 Mereka berdua anakku?
24 24 Aksi dua K
25 25 Aksi dua K bagian 02
26 26 Pembatalan...
27 27 Ketakutan dalam hati
28 28 Kumohon ikutlah nona....
29 29 Rencana Arsya
30 30 Daddy....
31 31 Bertemu lagi
32 32 Keputusan Dinar
33 33 Rencana Alan
34 34 Kebersamaan
35 35 Keberangkatan
36 36 kembali (Terima kasih untuk segalanya)
37 37 Rencana pembalasan dendam
38 38 Hentai (mesum)
39 39 Tante-tante rese
40 40 Mulai bergerak
41 41 Rasa khawatir mulai tumbuh
42 42 Keluhan Dinar
43 43 Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat
44 44 Melakukan Rencana part 01
45 45 Melakukan Rencana part 02
46 46 Rescue Mission...!!!
47 47 Beraksi
48 48-Hal Tak Terduga
49 49-Mencari
50 50-Terbakar Api Cemburu
51 51- Keseriusan Arsya
52 52-Sambutan keluarga Azhar
53 53-Permintaan Dinar
54 54-Hari Pernikahan
55 55-noda di hari bahagia
56 56-Pilu
57 57 Rencana Balas Dendam
58 58- Sepupu tampan
59 59- Melanjutkan Misi
60 60-Keberhasilan Misi Si Kembar
61 61- Pertemuan kembali
62 62-Awal Dendam
63 63-Renggangnya Ikatan
64 64-Sekelebat Rahasia
65 65-Luka
66 66-Menjalankan Kewajiban (pada akhirnya dia menerima dengan ikhlas)
67 67-Kabar Gembira
68 68-Kalandra Ryu Azhar
69 69-Bersekolah asrama
70 70-Farhan Shin Adijaya
71 71- Sedikit Peluang
72 72- Hanya di Manfaatkan
73 73- Bertemu Kenzo
74 74-Terbukanya rahasia si kembar
75 75-Kemajuan Bisnis si Kembar
76 76- Kecerobohan Rencana Arsya
77 77-Mulai Curiga
78 78-Kebohongan Arsya
79 79-Jebakan Karla ( selangkah menyaingi permainan)
80 80-Aku Kecewa Dad
81 81-Kemarahan Karla
82 82-Kebenaran Sesungguhnya
83 83-Kebenaran Sesungguhnya
84 84-Menenangkan Diri
85 85-Menjadi korban
86 86-Rencana berlanjut
87 87- Bekerjasama antar anak dan ayah bag 01
88 88 - Bekerjasama antar ayah dan anak bag 02
89 89-Kebenaran Sesungguhnya
90 90-Pertarungan Dimulai
91 91-Kekalahan Devan
92 92-Penyelesaian
93 93-Pasrah
94 94- Usai (semua kembali seperti semula)
95 95-Memulai lembaran baru
96 Pengumuman......
97 97- Awal baru
98 98-Cinta pandangan pertama
99 99-Memberitahukan rahasia masing-masing
100 100-Bertemu Galaksi Askandar (awal kedekatan)
101 101-Masalah baru (hilangnya siswi perempuan secara misterius)
102 102-Mengunjungi Kediaman Si Kembar
103 103-Mulai beraksi
104 104-Perseteruan antar Si Kembar
105 105-Saling Peduli
106 106-Mulai Penyelidikan
107 107-Penguntit Misterius
108 108-Rasa yang Sulit dijelaskan
109 109-Bekerjasama
110 110-Rencana Sebenarnya
111 111-Kebejatan Gala
112 112-Hilangnya Katrin
113 113-Terungkap
114 114-Ketakutan Katrin (maafkan aku kak)
115 115- Amarah yang tak Terbendung
116 116-Hilang Kendali
117 117 Kejujuran
118 118 Melewati Masa Kritis
119 119 Perubahan Drastis Katrin
120 120 Lulusnya Si Kembar
121 121 Menjalani Kehidupan Baru
122 122 Menjalani Kehidupan Masing-masing
123 123 Kesedihan Andra
124 124 Kisah Kelam Hana
125 125 Berkunjung ke Kediaman Hana
126 126 Pendekatan
127 127 Persiapan Promnight bag 01
128 128 Persiapan Promnight bag 02
129 129 "Aku tidak akan melarikan diri lagi "
130 130 Pertemuan Tanpa Disengaja
131 131 Peryataan Cinta
132 132 Menjalin Hubungan
133 133 "Akhirnya aku diterima"
134 134 Memberitahukan Hubungan
135 135-Persiapan Pernikahan Miftah dan Aryan
136 136 Semuanya telah menemui Akhir yang Baik
137 137 Kebahagiaan Sederhana
Episodes

Updated 137 Episodes

1
01 Terjebak tragedi satu malam
2
02 Pergi
3
03 Karla Louisa dan Katrina Luana
4
04 Detektif Dan Calon Pembisnis Handal
5
05 Don't hurt my sister
6
06 Kebrutalan Arsya
7
07 Kekhawatiran Dinar
8
08 Tanpa di sengaja
9
09 Misi Awal
10
10 Getaran Aneh
11
11 Tak asing
12
12 Senja saksi bisu harapan sang kembar imut
13
13 Kecelakaan
14
14 Cocok
15
15 Celah
16
16 Visual
17
17 Di jodohkan
18
18 Bertemu (wanita yang mencurigakan)
19
19 Kabar menguntungkan
20
20 Kutemukan dirimu
21
21 Kisah masa lalu (sebuah kepiluan) bag 01
22
22 Kisah masa lalu(Sebuah kepiluan) bag 02
23
23 Mereka berdua anakku?
24
24 Aksi dua K
25
25 Aksi dua K bagian 02
26
26 Pembatalan...
27
27 Ketakutan dalam hati
28
28 Kumohon ikutlah nona....
29
29 Rencana Arsya
30
30 Daddy....
31
31 Bertemu lagi
32
32 Keputusan Dinar
33
33 Rencana Alan
34
34 Kebersamaan
35
35 Keberangkatan
36
36 kembali (Terima kasih untuk segalanya)
37
37 Rencana pembalasan dendam
38
38 Hentai (mesum)
39
39 Tante-tante rese
40
40 Mulai bergerak
41
41 Rasa khawatir mulai tumbuh
42
42 Keluhan Dinar
43
43 Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat
44
44 Melakukan Rencana part 01
45
45 Melakukan Rencana part 02
46
46 Rescue Mission...!!!
47
47 Beraksi
48
48-Hal Tak Terduga
49
49-Mencari
50
50-Terbakar Api Cemburu
51
51- Keseriusan Arsya
52
52-Sambutan keluarga Azhar
53
53-Permintaan Dinar
54
54-Hari Pernikahan
55
55-noda di hari bahagia
56
56-Pilu
57
57 Rencana Balas Dendam
58
58- Sepupu tampan
59
59- Melanjutkan Misi
60
60-Keberhasilan Misi Si Kembar
61
61- Pertemuan kembali
62
62-Awal Dendam
63
63-Renggangnya Ikatan
64
64-Sekelebat Rahasia
65
65-Luka
66
66-Menjalankan Kewajiban (pada akhirnya dia menerima dengan ikhlas)
67
67-Kabar Gembira
68
68-Kalandra Ryu Azhar
69
69-Bersekolah asrama
70
70-Farhan Shin Adijaya
71
71- Sedikit Peluang
72
72- Hanya di Manfaatkan
73
73- Bertemu Kenzo
74
74-Terbukanya rahasia si kembar
75
75-Kemajuan Bisnis si Kembar
76
76- Kecerobohan Rencana Arsya
77
77-Mulai Curiga
78
78-Kebohongan Arsya
79
79-Jebakan Karla ( selangkah menyaingi permainan)
80
80-Aku Kecewa Dad
81
81-Kemarahan Karla
82
82-Kebenaran Sesungguhnya
83
83-Kebenaran Sesungguhnya
84
84-Menenangkan Diri
85
85-Menjadi korban
86
86-Rencana berlanjut
87
87- Bekerjasama antar anak dan ayah bag 01
88
88 - Bekerjasama antar ayah dan anak bag 02
89
89-Kebenaran Sesungguhnya
90
90-Pertarungan Dimulai
91
91-Kekalahan Devan
92
92-Penyelesaian
93
93-Pasrah
94
94- Usai (semua kembali seperti semula)
95
95-Memulai lembaran baru
96
Pengumuman......
97
97- Awal baru
98
98-Cinta pandangan pertama
99
99-Memberitahukan rahasia masing-masing
100
100-Bertemu Galaksi Askandar (awal kedekatan)
101
101-Masalah baru (hilangnya siswi perempuan secara misterius)
102
102-Mengunjungi Kediaman Si Kembar
103
103-Mulai beraksi
104
104-Perseteruan antar Si Kembar
105
105-Saling Peduli
106
106-Mulai Penyelidikan
107
107-Penguntit Misterius
108
108-Rasa yang Sulit dijelaskan
109
109-Bekerjasama
110
110-Rencana Sebenarnya
111
111-Kebejatan Gala
112
112-Hilangnya Katrin
113
113-Terungkap
114
114-Ketakutan Katrin (maafkan aku kak)
115
115- Amarah yang tak Terbendung
116
116-Hilang Kendali
117
117 Kejujuran
118
118 Melewati Masa Kritis
119
119 Perubahan Drastis Katrin
120
120 Lulusnya Si Kembar
121
121 Menjalani Kehidupan Baru
122
122 Menjalani Kehidupan Masing-masing
123
123 Kesedihan Andra
124
124 Kisah Kelam Hana
125
125 Berkunjung ke Kediaman Hana
126
126 Pendekatan
127
127 Persiapan Promnight bag 01
128
128 Persiapan Promnight bag 02
129
129 "Aku tidak akan melarikan diri lagi "
130
130 Pertemuan Tanpa Disengaja
131
131 Peryataan Cinta
132
132 Menjalin Hubungan
133
133 "Akhirnya aku diterima"
134
134 Memberitahukan Hubungan
135
135-Persiapan Pernikahan Miftah dan Aryan
136
136 Semuanya telah menemui Akhir yang Baik
137
137 Kebahagiaan Sederhana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!