Pagi ini keluarga kecil Dinar sedang sarapan, setelah selesai Dinar mengantar kedua putrinya ke sekolah dan dia juga berangkat menuju kantor. Karla dan Katrin selalu bersama dan beruntung karena mereka satu kelas.
Waktu pelajaran telah usai dan waktu masih siang akhirnya mereka mampir terlebih dahulu di sebuah taman untuk mengatur siasat penyelidikan, mereka berdua sudah di ajari untuk mandiri jadi mereka tak di jemput agar tak merepotkan sang bunda.
"Aku sudah menemukan dimana letak perusahaannya Katrin." ucapnya dengan binar bahagia, Karla sudah menemukan perusahaan cabang milik lelaki yang dia kira ayahnya, dia menemukannya sudah tiga hari yang lalu.
"Benarkah... dimana letaknya?." Katrin pun ikut senang.
"Kau tahu ini adalah keberuntungan dari kita, perusahaan nya dekat dengan taman dan tidak jauh dari rumah." jelasnya, jika bersama dengan Katrin, Karla akan bersikap cerewet mode dinginnya hilang seketika. Karla mengeluarkan foto perusahaan cabang milik Arsya dan juga hotel baru yanga sedang di bangun.
"Wah.... itu adalah keberuntungan kak.... apa kau ada cara agar kita bisa masuk kesana?. " Katrin sudah tak sabar.
"Hei my twins.... bukankah kau lebih pintar dalam hal perhitungan, kenapa malah aku, coba kau perkirakan, nanti aku akan mencari ide lain sebagai detektif, apa kau mengerti." Katrin hanya nyengir kuda menampakan gigi putihnya.
"Oh iya kau benar.... baik aku akan memperkirakan nya. Oh ya kak apa kau melihat orang asing di sekitar perusahaan atau lebih tepatnya apa kau melihat asisten pribadinya?."Tanyanya agar lebih gampang untuk memperkirakan.
"Iya aku melihatnya setelah aku berhasil memotret wajahnya, aku melihat ada lelaki yang berdiri di sampingnya, yang aku yakini dia adalah asisten nya."
"Lalu...?. " Katrin masih belum puas.
"Dia pergi menuju bandara untuk mengatranya dan setelah lima belas menit dia kembali, sepertinya untuk menggantikan pekerjaannya di perusahaan cabang." Katrin pun mengangguk pertanda dia sudah puas dengan penjelasan sang kakak.
"Ya bisa diartikan adalah, bahwa dia hanya menghadiri rapat bersama para kolega, setelah itu dia kembali ke perusahaan utama yang ada di negaranya."
"Ya itu benar.... dan ada kemungkinan dia akan di sini sampai beberapa waktu."
"Ok baiklah." Katrin mengambil buku catatannya dan menuliskan rumus agar bisa mengetahui sampai kapan asisten dari lelaki yang mereka kira ayahnya akan menetap disana, jadi Karla bisa menyelidiki dengan waktu yang sudah di tentukan, agar nantinya tidak salah menjeda, karena mereka takut ketika akan menyelidiki lebih lanjut ternyata asisten itu sudah kembali ke negara asal.
Dalam lima belas menit Katrin sudah menjabarkan semuanya, dari mulai waktu yang di butuhkan asisten tersebut untuk menetap di sini, serta kerja sama dan keuntungan dari berdirinya hotel mewah tersebut, dan tak lupa penjadwalan penyelesaian pembangunan hotel tersebut. Kebetulan Aryan di suruh untuk mengawasi pembangunan hotel.
"Huft..... selesai. " Katrin bernafas lega musiknya telah berhasil dalam lima bekas menit.
"Bagaimana hasilnya?." tanya Karla tak sabar, karena dia juga sudah memiliki rencana bagus untuk penyelidikan selanjutnya.
"Dia akan berada di sini selama tiga bulan lamanya sampai hotelnya berdiri, ada kemungkinan dia juga akan mengajukan kerja sama dengan perusahaan Agatsuma group karena perusahaan tersebut menjual berbagai material bangunan yang memiliki high quality, dan jika hotel tersebut sudah berdiri megah maka akan mendapat keuntungan besar setiap bulannya apalagi wilayahnya sangat strategis."
"Keuntungan perbulan bisa mencapai ratusan juta karena per bulannya bisa mencapai tiga ratus juta, karena terlihat dari fasilitas dan menurut perkiraan ku hotel itu akan menjadi yang terpopuler di jepang, karena terlihat dari arsitektur yang sangat indah meski sekarang belum terlihat jelas. "
"Ini adalah perkiraan ku per malamnya bisa di hargai sepuluh juta jika dengan mata uang negaranya." Jelasnya dengan sangat detail dari perkiraan perhitungannya.
Karla terpukau dengan ketelitian serta kedetailan Katrin dalam menjumlahkan dan memperkirakan semuanya tanpa terlewat.
"Bagus kau memang calon pembisnis handal. " Puji nya jika menyangkut masalah bisnis memang Katrin adalah andalannya.
"Dan pasti aku yakin dia akan mengecek setiap berkembangnya hotelnya benarkan?." tanya yang pasti itu akan memisahkan mereka bertemu dengan Arsya yang mereka kira adalah ayah mereka, mereka masih menyebutnya dengan sebutan dia karena Karla masih belum tahu nama dari Arsya. Dan juga mereka masih belum yakin jika Arsya adalah ayahnya karena kemungkinan nya masih kecil.
"Iya benar dia akan datang setiap sebulan sekali untuk memeriksa keuntungan dan perkembangan dari hotelnya." Katrin sangat antusias jika itu menyangkut tentang dunia bisnis.
"Bagus itu akan lebih memudahkan kita untuk bertemu dengan nya tanpa kita harus terbang ke negaranya. " itu adalah peluang bagi kedua gadis kecil yang masih di bawah umur.
"Aku sudah menghitung semuanya, dan sekarang katakan apa rencanamu kak?." ini Katrin sudah tak sabar rencana apa yang akan di persiapkan oleh saudara kembarnya.
Karla menghembuskan nafas panjang, dia sudah memperkirakan tentang rencananya agar tertata rapih ymtanka ada unsur kecurigaan.
"Kita akan melakukan sesuatu seperti anak seumuran kita pada umumnya, karena dengan begitu maka asisten itu tidak akan curiga, setiap pulang sekolah kita akan menggunakan rute yang tepat dengan perusahaan tersebut, ya meski sedikit jauh dari brute jalan yang biasa kita gunakan. "
"Karena rumah kita di sebrang jalan maka kita harus meminta bantuan padanya, dan dalam waktu seminggu kita harus jadikan dia sebagai teman kita dan kita akan langsung mulai pendekatan agar kita lebih akrab dan dekat dengannya."
"Memang akan sedikit sulit tapi kita harus berusaha, dan jangan sampai terpergok oleh bunda atau aunty Dania, jika misi ini gagal maka kita tak akan bisa mengorek informasi apapun, pastikan kita berlaku layaknya anak-anak seumuran tujuh tahun."
"Dan satu lagi kita harus bawa dia ke rumah, dengan alasan ada brandal yang selalu menganggu kita, aku yakin dia pasti akan mengantar kita sampai rumah, bisa saja dia tak sengaja melihat bunda, aku yakin dia pasti juga mengenali bunda." jelasnya dan mudah di pahami oleh Katrin, Katrin sudah memahami tanpa bertanya lagi.
"Wah ide yang menarik, yosh.... aku semakin bersemangat... caramu memang harus di gunakan untuk hal semacam ini, kau memang detektif handal Kak..... " puji nya tak menyangka akan menggunakan cara sederhana yang mereka yakin akan bisa berhasil karena mereka memang anak-anak kecil.
"Kita akan bersikap layaknya anak polos.... wah aku sudah tak sabar..... " teriaknya penuh semangat, karena bisanya mereka bersikap lebih dewasa di umur nya yang masih dini.
"Ok.... kita akhiri pertemuan ini, besok kita akan melancarkan misi..... dalam waktu tiga bulan kita harus membuktikan bahwa dia memang benar ayah kita...... "Karla pun bersemangat impiannya ingin bertemu sang ayah akan terwujud.
"Siap.... big sister.... ya sudah kita harus pulang sekarang sebentar lagi sore... " Mereka pun menautkan kelingking mereka dan beradu kepalan tangan 🤜🤛 yang berarti misi akan di mulai, itu adalah kebiasaan mereka berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Vivi Lisnawati
keren tor Q padamu,tidak berte tele dan mudah dipahami
2024-03-22
0
Rara Kusumadewi
rapat ala anak jenius
2023-06-21
0
Santi Simbage
wah,wah,waaahhh ..
2021-10-12
0