Setelah kejadian kemarin Karla dan Katrin tak menemui Aryan seperti biasa, mereka seakan menghindar karena Arsya pasti masih di negara ini, mereka berdua masih belum siap untuk bertemu dengan Arsya. Seperti biasa setelah Dinar mengantar kedua kembar imutnya, dia langsung bergegas ke kantor.
Hari ini ada rapat penting dengan klien luar negeri, Dinar tak boleh terlambat berangkat menuju kantornya, dengan cepat dia mencari taksi dan akhirnya dia bisa menemukannya.
Beberapa menit kemudian sampailah dia di gedung perusahan yang menjulang tinggi, Dinar segera memasuki perusahaan dan menyiapkan segalanya untuk presentasi. Karena sedang terburu-buru Dinar sampai lupa menyapa atasannya yang ternyata berada di depannya, Dinar langsung saja memasuki ruangannya.
Sang bos hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sekretarisnya. Zeni tak menghiraukan kedatangan Dinar. Semua karyawan yang langsung menyinyir dengan kelakuan tidak sopan Dinar. Mereka bahkan menggosipkan jika Dinar mempunyai hubungan gelap dengan atasan mereka. Namun Dinar sudah tebal telinga dia bahkan tak mendengarkan ocehan mereka.
"Heh lihatlah tak tahu malunya, dengan tidak sopan dia berjalan tanpa menyapa bos kita."
"Iya hanya karena si bos sering memperhatikannya dia jadi selalu seenaknya."
"Dasar wanita tak tahu diri, sudah punya anak masih saja menggoda bos kita." cercaan keluar dari mulut yang tak di sekolahkan oleh pemiliknya, Kenzo memberi isyarat pada Zeni untuk menghentikan ocehan tak berfaedah mereka. Mereka hanya tahu apa yang di dengar dari orang lain, tapi tak tahu yang sebenarnya.
"Diam....?!." tegas Zeni dengan tatapan datarnya membuat semua karyawan bungkam seketika, Kenzo tersenyum tipis, melihat ketegasan Zeni, karena Kenzo adalah tipe lelaki yang ramah serta ceria sedangkan Zeni adalah lelaki dingin.
Kenzo pun pergi ke ruangannya di susul Zeni di belakangnya, beberapa saat setelah keduanya masuk rung Kenzo, Dinar mengetuk pintu karena jadwal rapat akan segera di mulai.
"Maaf tuan.... tadi saya tak menyapa Anda, saya mohon maafkan saya." Dinar yang di beritahu oleh teman sekantor nya yang baik, bahwa dia sedang menjadi topik ghibah oleh semua karyawan di kantor.
"Tidak apa Dinar, saya tahu kamu sibuk jadi tak usah di pikirkan." ucapnya yang tahu jika Dinar merasa tak enak padanya.
"Tapi lain kali harus lebih sopan." timpal Zeni menegur Dinar dengan wajah datarnya. Dan itu membuat Dinar kesal, meskipun salah satu putrinya ada yang berwajah datar tapi dia tak suka jika itu ada pada diri orang lain, apalagi wajah datar itu mengingatkannya akan masa lalu kelamnya.
"Baik Pak saya akan berhati-hati." ucapnya namun masih dengan nada kesal yang di tahan.
"Oh ya tuan dan pak Zeni rapat akan segera di mulai, saya sudah mempersiapkan semuanya." jelas Dinar karena sebentar lagi klien akan segara datang.
"Baiklah... ayo Zen segera siapkan, dan bantulah Dinar." titahnya dan langsung di angguki oleh Zeni tanpa berbicara sepatah katapun.
"Sial.... kenapa aku harus terus bersama dengan nya... membuatku kesal saja. Jika seperti ini aku bisa kena darah tinggi." batinnya tak terima, bahkan Dinar harus ekstra sabar dalam menghadapi Zeni yang irit bicara, terkadang juga hanya menggunakan isyarat yang tak di mengerti oleh Dinar, dan itu membuatnya selalu naik darah.
Semua sudah di siapkan dengan lengkap tanpa kekurangan, Dinar juga sudah siap untuk mempresentasikan agar klien tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan atasannya, yaitu Agatsuma Corps. Pihak Theodore corps sudah tiba di perusahaan dan mereka sudah menunggu di ruang rapat.
Mereka sudah berkumpul dan duduk untuk memulai rapat, suasana menjadi hening di sana hanya ada enam orang, karena itu adalah rapat penting dengan perusahaan yang sangat berpengaruh di dunia bisnis, bahkan banyak yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Theodore corps, namun perusahaan tersebut bukanlah perusahan yang mudah untuk ajang kerja sama, apalagi pemimpinnya orang yang sangat menakutkan.
Kenzo yang mendapatkan tawaran langsung dari Aryan tak bisa menyia-nyiakan kesempatan emas itu, Kenzo bersusah payah agar rapatnya berjalan lancar, dan dia beruntung bisa langsung berhadapan dengan ceo tanpa di wakilkan, karena sulit untuk bisa bertemu langsung dengan orang yang sangat berpengaruh.
"Selamat datang di perusahaan kami Agatsuma corps, semoga rapat ini berjalan lancar. " Dinar menyambut kedatangan Arsya dan perwakilan lainnya.
Deg....
Suara yang tak asing di telinganya membuatnya langsung menatap ke sumber suara, yang ternyata Dinar susah berada di depan untuk mempresentasikan agar kerjasamanya di setujui oleh pihak Theodore corps.
"Siapa dia? kenapa suaranya pernah aku dengar sebelumnya, apa dia gadis itu? tapi tidak mungkin penampilannya sangat berbeda." batinnya dengan menatap Dinar dengan penuh tanya, Dinar yang di temuinya delapan tahun silam, berbeda dari yang sekarang.
Dulu penampilan Dinar sangat menarik dan seksi, dengan rambutnya yang sepunggung dan selalu menggunakan jepit di belakang untuk merapihkan rambutnya dan juga tak berkacamata, sedangakan Dinar yang sekarang berpenampilan sederhana tapi mempesona, degan rambut pendek nya yang di atas bagi dan berkacamata. Sangat terlihat annggun untuk wanita karier.
"Tuan anda baik-baik saja?." tanya Aryan yang melihat jika Arsya melamun, tidak seperti biasanya yang selalu serius jika menyangkut masalah pekerjaan.
"Aku baik.... sudah kau perhatikan saja presentasi nya, aku sedang malas." jawabnya enteng entah kenapa hati ini Arsya tak bersemangat. Aryan menghela nafas panjang kelakuan Arsya yang tak seperti biasa membuatnya kesal.
Dinar mempresentasikan dengan sangat lancar tanpa ada kesalahan, hingga waktu dua jam berlalu mereka telah menyelesaiakk rapatnya, karena Arsya sedang malas dia langsung menyetujui kerjasama, proyek Arsya memang sedang membutuhkan bantuan dari perusahaan Agatsuma corps, karena itu adalah perusahaan material bangunan terbaik di Jepang.
"Terima kasih akan kerjasama tuan Arsya, semoga bisa berjalan dengan lancar." ucapnya berterima kasih karena di beri kesempatan bisa bekerja sama dengan perusahaan besar.
"Sama-sama tuan Kenzo." singkatnya, Arsya memang bisa melihat situasi, raut wajahnya bisa berubah seketika sesuai dengan tempat, terkadang dingin, terkadang ramah itu semue sesuai moodnya.
Dinar tak asing dengan mata Arsya, mata indah yang dingin yang pernah dia lihat delapan tahun silam, namun Dinar segera menepisnya mungkin itu hanya kebetulan.
Mereka saling menjabat tangan, Arsya pergi terlebih dahulu karena kini dia sedang dalam mode malas untuk melakukan apapun, dia terpaksa ikut serta dalam rapat, karena memang tak bisa di wakilkan. Namun di pikiran nya masih teringat tentang sekretaris Kenzo yang membuat dia tertarik, karena mengingatkannya pada gadis yang pernah dia tiduri.
"Sial.... apakah dia wanita delapan tahun silam yang menghilang? tapi dia sangat berbeda dari yang pernah aku temui." Arsya terus menggerutu tak jelas, dia masih mengingat jelas penampilan Dinar pada waktu itu.
Sedangkan Aryan pamit dengan sopan untuk mewakilkan Arsya, dia tak enak dengan kelakuan Arsya di tempat orang.
"Maafkan atasan saya, mungkin tuan Arsya belum terbiasa berada di sini. " maafnya kelas Kenzo, namun yang membuatnya kesal adalah tatapan mata Zeni, ingin rasanya dia mencolok mata Zeni dengan sumpit, Zeni menatapnya dengan tatapan malas.
Aryan tak begitu peduli dengan Dinar, karena dia tak tertarik untuk memandang wajahnya.
"Tak apa tuan Aryan, kami memaklumi nya. "
"Kalau begitu saya permisi." pamitnya dan kuar dari perusahaan Agatsuma corps.
Dinar tak tahu jika dulu dia di suruh mengantarkan berkas kepada Ceo Theodore corps, dia hanya di suruh untuk mengantarkan berkas ke sebuah hotel, hingga dia harus kehilangan mahkota berharganya, Dinar tak bisa melupakan Alan dan Ferdi yang telah memperdayainya dia masih dendam kepada keduanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Kenzie
bsjsnsbshjsbs
2021-09-09
2
Murniati
next thoorr..
2021-08-31
1
jaeminie13
next kilat thor
2021-08-31
0