Seminggu setelah kejadian itu, Lelaki tampan yang bernama Arsya Destriana Azhar terus mencari wanita yang di tidurinya entah perasaan apa yang membuatnya menjadi seperti itu.
Dia adalah putra bungsu di keluarga Azhar, dia menjadi Ceo muda kaya dan tampan di umurnya yang masih menginjak dua puluh lima tahun, perusahaan nya termasuk yang paling termasyhur di negaranya, bahkan kini sudah melonjak sampai ke luar negeri, itu berkat dari kejeniusannya yang melebihi rata-rata, yang mampu membuat perusahaan nya melonjak dalam waktu singkat.
Wajahnya yang campuran Asia dan Rusia membuatnya semakin mempesona, di tambah mata hijaunya membuat siapa saja terpukau.
Hingga banyak yang menyeganinya, hingga menimbulkan keirian di hati mereka yang membencinya. Namun di balik ke tampannya tergambar wajah dingin dan datar, yang membuat siapa saja tak berani mendekatinya.
Tak ada yang tahu jika dia adalah lelaki berdarah dingin, yang tanpa ampun akan membantai siapa saja yang menentangnya dengan sangat brutal. Arsya tak segan-segan mencabik mereka layaknya binatang buas. Dia adalah seorang psikopat yang haus akan darah, siapa saja yang berani melawannya dan juga mengganggu ketenangan nya, maka akan berakhir dengan sadis.
Arsya masih saja mencari keberadaan gadis itu, entah mengapa hatinya selalu terpaut padanya, dan setiap kali dia menepis nya maka semakin besar pula keinginannya untuk segera menemukannya.
💕💖💕💖💕💖💕
Delapan tahun kemudian......
Delapan tahun berlalu kini kehidupan Dinar menjadi lebih baik, dia sudah melupakan kejadian bersama lelaki itu, walaupun sekarang dia sudah memiliki kedua putri kembar yang hanya berbeda sepuluh menit lahirnya, tapi dia tak menyesalinya baginya putri kembarnya adalah permata berharga dalam hidupnya.
Ya Dinar mengandung anak kembar perempuan, dan selama kehamilannya Dania selalu ada di sisinya, bahkan bukan hanya Dania yang selalu membantunya, atasannya pun selalu memenuhi kebutuhan nya, namun Dinar selalu menolaknya halus, tapi karena seringnya dia menolong Dinar karena tak enak hati akhirnya Dinar menerima apapun yang di berikan oleh atasannya.
Kedua putri kembarnya dia beri nama Karla Louisa dan Katrina Luana, Dinar tak memberinya marga karena dia sudah tak mau berurusan dengan keluarganya apalagi keluarga dari ayah mereka.
Mereka adalah anak genius dan berbakat, bahkan Dinar dan Dania sampai kesulitan. Karla seorang anak yang dingin persis seperti ayahnya, sedangkan Katrin dia sangat ceria. Keduanya memiliki mata indah seperti sang ayah, sedangkan wajah mereka sangat lah cantik menawan.
Umur mereka kini tujuh tahun, tak di pungkiri kejeniusan keduanya sangat memukau dan menakjubkan. Karla sangatlah hebat dalam bertarung dan mahir dalam menggunakan berbagai senjata apapun, dia juga sangat menguasai bela diri tak hanya itu dia adalah seorang detektif dan hecker kecil yang mampu memecahkan masalah dan juga mampu menerobos keamanan data pribadi orang lain.
Sedangkan Katrin dia adalah gadis genius dalam berbagai hal yang menyangkut dengan pelajaran, entah itu dalam bidang apapun, apalagi dalam hal bisnis, dia sangat hebat mengerjakan berbagai soal dalam waktu singkat, dia juga seorang pembisnis kecil yang sangat hebat, terkadang Katrin membantu ibunya untuk bisa mendapatkan uang banyak dalam waktu yang tak lama.
Keduanya saling melengkapi satu sama lain, di saat Katrin di tindas oleh orang, Karla akan selalu berada di depan untuk melindunginya, sedangakan Katrin akan membantu Karla mengerjakan tugas sekolahnya.
"Katrin tolonglah kerjakan tugas sekolahku." pintanya Karla dengan wajah datar.
"Heh kak.... kerjakan sendiri aku malas." tolaknya.
Karla sangatlah malas dalam mengerjakan tugas sekolah, dia memang pintar namun karena dia sangat pemalas jadi tugas apapun tak akan pernah dia sentuh, alhasil dia menyerahkannya kepada adiknya.
"Oh ayolah... Katrin biasanya juga kau selalu mengerjakan milikku." paksa Karla, Katrin pun hanya bernafas pasrah dan mengambil buku milik sang kakak.
"Ya udah sini." Katrin mengambilnya dengan wajah yang cemberut. Karla hanya tersenyum sekilas, setelah itu kembali dalam mode datarnya.
"thanks... " senangnya dan mencubit gemas hidung sang adik.
"Ishh kakak.... " gerutunya kesal namun Karla tak memperdulikan semua itu dan pergi keluar kamar.
Di dapur Dinar dan juga Dania sedang sibuk menyiapkan makan malam, mereka namanya sedang berbincang sambil bercanda, Karla menghampiri mereka di dapur.
"Hai sayang.... kau sudah selesai mengerjakan tugas hem?." tanya Dinar di saat melihat Karla yang sudah keluar dari kamarnya.
"Sudah." singkatnya membuat Dania menggeleng.
"Mana Katrin? kok dia belum keluar kamar?." tanyanya lagi sebab dia tak melihat permata yang satunya.
"Sebentar lagi turun Bun." Karla ikut membantu menatap piring untuk makan malam, selang beberapa menit Katrin pun turun dengan wajah yang di tekuk membuat Dania dan Dinar terkekeh melihat tingkah gemas Katrin.
"Ada apa sayang? kenapa wajahmu cemberut?." tanya Dinar yang melihat betapa menggemaskan putrinya itu.
"Bunda kakak tak mau mengerjakan tugasnya sendiri, dia selalu saja menyuruhku mengerjakannya." adunya dengan manja membuat Dania gemas.
"Hei girl kemari. " ucap Dania, Katrin pun menurut pada Dania dan duduk di pangkuannya.
"Dengarkan aunty baik-baik ok.... Katrin adalah anak baik jadi tidak ada salahnya kakakmu meminta bantuan, benarkah bun."Diantara hanya mengangguk.
"Tapi aunty.... kakak selalu saja memaksa jika meminta bantuan ku."
"Karla jika meminta bantuan itu harus dengan sopan sayang." tutur Sang bunda dengan lembut.
"Ok bun.... Sudahlah Katrin jangan merengek, kau manja sekali sini aku bisikin sesuatu." Katrin pun mendekat ke Karla.
Karla membisikkan sesuatu pada Katrin, membuatnya tersenyum seketika, entah apa yang di bisikkan oleh Karla padanya yang pasti hanya mereka berdua yang tahu.
"Nah gitu dong akur.... udah jangan marah lagi yang sayang. " senang Dinar melihat putri mereka berbaikan.
Mereka pun menikmati makan malam dengan sambil mengobrol ria, sampai tak terasa mereka sudah menyelesaikan makan malamnya.
Malamnya Dania sudah pulang sedangkan Dinar sedang mengerjakan pekerjaannya untuk presentasi besok, dia bekerja sebagai sekretaris di sana dan gajinya cukup untuk memenuhi kebutuhan kedua putrinya, dan juga memenuhi kebutuhan rumah.
Sedangkan di kamar kedua bocah cantik itu sedang membincangkan ayah mereka, mereka sungguh rindu dengan sang ayah, bundanya tak pernah menceritakan sosok ayah pada mereka, membuat keduanya semakin penasaran akan sosok ayah.
"Apa kau yakin kak itu Daddy? memang kau pernah melihat wajahnya?." tanya Katrin nampak ragu.
"Aku yakin karena aku sudah memotret wajahnya, tapi itu hanya kemungkinan kecilnya, aku sudah menyelidiki semuanya, tapi untuk memudahkannya kita harus pergi ke negera dimana dia tinggal. " jelasnya dengan serius. Karla sudah melakukannya dengan sangat teliti.
Karla menunjukkan foto lelaki tampan dengan mata hijau yang menyala seperti miliknya dan juga milik adiknya. Katrin berbinar melihat ketampanan sang ayah. Katrin hanya tersenyum melihat wajah ayahnya dia tak bisa menjabarkan nya dengan hanya sebuah kata.
"Tapi itu tidak mungkin, kita hanyalah anak kecil bunda juga tak akan mengizinkan kita ke sana."
"Kau benar, baiklah kita pikirkan cara lain, semoga saja ada suatu kebetulan di mana kita bisa ke negara dimana dia tinggal." Mereka pun tak bisa berbuat lebih karena sadar mereka hanyalah anak-anak kecil.
"Jangan katakan ini pada bunda, ini adalah misi rahasia kita, apa kau mengerti."
"Iya aku mengerti kak." Mereka pun menyelesaikan perbincangan mereka dan menuju tempat tidur karena hari sudah malam. Mereka tak mau tercyduk oleh bundanya ketiak belum menutup matanya di ranjang tidurnya.
Karena Dinar mendidik mereka dengan sangat tegas namun lembut, dan juga sangat disiplin, dia tak mau kedua putrinya menjadi manja dan menajdi gadis pemalas, prinsipnya adalah untuk menjadikan kedua putrinya menjadi wanita kuat agar tak mudah di tindas.
🌸Visual twin girls 🌸
Karla and Katrina💞💞
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Hanya di dunia novel yg di porsir kek gini, aku dulu umur 7 tahun masih main boneka dan masak2..😄😄🤭🤭
2024-03-26
1
Qaisaa Nazarudin
Ckk cepat banget thor 8 tahun kemudian,Kenapa gak 3-4;tahun aja,Tuh anak2 nya masih imut2 tuh bikin gemes,Lah sekarang udah gede aja klas 2 SD..
2024-03-26
0
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh pasti Arsya/Dinar junior cakep2 nih kalo udah lahiran..👏👏👏👍👍😍😍😍
2024-03-26
0