Dinar terbangun badannya terasa sakit semua, dia mengedar pandangannya ke semua penjuru, dia sangat asing dengan tempat tersebut. Dinar mencoba mengingat semuanya dan betapa frustasinya ketika dia mengingat segalanya, bahwa dia telah melakukan hubungan terlarang.
Dia menengok ke sebelah ternyata wajah tampan terlihat jelas di penglihatannya lelaki tersebut masih terlelap, betapa terkejutnya di saat dia melihat tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun. Dinar bangkit dari tidurnya dan segera memakai pakaiannya, dia mencoba menahan sakit di pangkal paha.
Selesai memakai pakaian dia pun keluar dari kamar, ternyata hari sudah malam namun dia tak melihat asisten pribadi dari lelaki tampan itu.
"Aku harus segera pergi dari sini, sial ternyata aku di jebak." batinnya mengingat semua kejadian yang baru saja dia alami, dan dia ingat jika Dinar telah di jebak oleh atasannya.
Dinar mengendap setelah sampai di luar kamar hotel tersebut, dan aman Dinar pun berlari dan mengambil jalan menggunakan tangga darurat agar tak ada yang mengetahui. Dinar sudah berada di luar hotel dan pulang dengan berjalan.
Dunianya telah runtuh di saat dia tahu bahwa sekarang dia sudah tak virgin lagi. Mahkota yang dia jaga akhirnya telah di renggut akibat ulah atasannya yang memberinya obat perangsang di minumannya. Air matanya luruh di saat mengingat pergulatannya dengan lelaki yang tak pernah dia kenal.
"Kenapa semua terjadi padaku.... hiks.... hiks.. hiks.... Mereka menggunakan aku sebagai alat." Tangisnya dengan pilu.
"Brengsek..... kau Ferdi...." umpat nya lirih, dia tahu jika gelanyar aneh dalam tubuhnya semalam adalah obat yang sedang bereaksi.
"Aaaaaaaaa." jerit nya sambil menjambak rambutnya.
"Aku harus pergi dari kota ini.... aku harus pergi." Akhirnya Dinar memutuskan pergi, namun sebelum itu dia akan kembali ke rumah untuk mengambil barangnya dan juga mengambil uang tabungannya untuk bisa pergi dari kota ini.
Dinar sudah sampai di pelataran rumahnya, rumah yang penuh penderitaan dan luka, rumah yang mengenang kepergian bundanya, dan rumah surga yang telah berubah menjadi neraka baginya, Dinar mengusap air matanya kasar, dia mencari jendela kamar nya, beruntung kamarnya berada di bawah, karena di atas sudah di tempati oleh saudara tirinya yang rese.
Dia membuka jendela kamarnya perlahan agar tak menimbulkan suara. Dinar berhasil menerobos masuk kamarnya dengan aman, karena waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.
Dinar memasukkan semua baju dan barang penting miliknya ke dalam koper dan tas ransel, tak lupa dia mengambil tabungan serta rekeningnya untuk dia bisa pergi jauh dari negara ini. Setelah semuanya beres dan tak ada yang tertinggal dia pun menulis sepucuk surat untuk sang ayah bahwa dia sudah tak mau lagi berurusan dengan keluarganya.
Kini sampailah dia di negri sakura Jepang, dia harus siap tinggal di sana dan merubah pola hidupnya dan bagaimana tinggal di negera orang. Ini adalah keberuntungan Dinar karena dia langsung mendapatkan rumah sewa untuk dia tinggali.
Dinar merapihkan semua barang bawaannya, setelah usai dia pun mendudukkan dirinya untuk beristirahat sejenak.
"Akhirnya aku bisa menjalani kehidupan ku yang baru, aku berharap bisa tenang hidup di sini tanpa penyiksaan dan luka. " gumamnya kini dia sudah menentukan jalan hidupnya tanpa harus mendapatkan hinaan dari keluarganya sendiri.
Satu minggu kemudian.....
Dinar bernafas lega karena dalam waktu satu minggu dia sudah mendapatkan pekerjaan dia sebuah perusahaan, dan dia menjadi karyawan tetap di sana. Hari ini adalah hati pertama dia masuk kerja di perusahaan Agatsuma Group, perusahaan terbesar di Jepang.
"Aku tak boleh telat pada hari pertama kerja." Dinar berangkat menggunakan kendaraan umum.
Sesampainya di sana dia langsung menuju ruangan kerjanya, dia bekerja dengan baik di perusahaan tersebut, namun tiba-tiba saja dia tak sadarkan diri. Para karyawan yang mengetahui Dinar pingsan segera membawanya ke rumah sakit.
Dinar di periksa oleh dokter wanita yang seperti mengenalnya, dia memperhatikan Dinar secara intens.
"Apa dia Dinar sahabatku dari indonesia? tapi kenapa dia berada di Jepang?." batinnya bertanya-tanya.
Dinar mengerjap dan tersadar dari pingsan, dia mengedarkan pandangannya dan ternyata dia sudah tidak di kantor. Dokter tersebut mendekat ke brankar.
"Saya ada di mana?." tanyanya.
"Kau berada di rumah sakit." ujarnya membuat Dinar mengernyit, karena wanita tersebut bisa bahasa Indonesia.
"Perkenalkan nama saya Dania Pratiwi, dokter kandungan di rumah sakit ini." ucapnya memperkenalkan diri, Dinar tampak berfikir dia mengenal nama itu.
"Kamu Dinar kan? kamu udah lupa sama aku?."
"Kenapa kamu tahu namaku? sebenarnya siapa kamu?." Dinar masih tak tahu.
"Oh ya ampun Killa kau melupakanku begitu saja?." mendengar nama Killa yang hanya di ketahui sahabat nya akhirnya dia mengingatnya, Dania adalah sahabat dekatnya pada saat SMA.
"Dania.... " teriaknya dan memeluk sahabat lamanya. Dania pun membalas pelukan Dinar dengan erat.
Setelah puas melepas rindu, Dania pun duduk di sebelah brankar Dinar.
"Jadi kau sudah menikah? kenapa tak memberitahukan aku hah?." kesal Dania mengetahui jika Dinar sedang mengandung.
"Apa maksudmu?." Dia tak mengerti dengan yang di ucapkan Dania.
"Iya.... pastinya kan, jika tidak kenapa kau bisa hamil?." jelasnya, Dinar membelalakan matanya tak percaya dengan perkataan Dania.
"A-apa aku h-hamil? . " ucapnya terbata, dia tak menyangka jika hubungan terlarang itu membuatnya mengandung.
"Kau bohong padaku kan Nia... aku tidak mungkin hamil." Dinar shock mengetahui hal itu.
"Hei aku tak bercanda Dinar kau sedang mengandung umurnya sudah satu minggu, sebenarnya ada apa? kenapa kau terkejut?." Dania menjadi bingung dengan keterkejutan Dinar.
"Itu gak mungkin.... gak mungkin.... " sangkalnya, dia menarik rambutnya dan memukul perutnya berharap itu semua adalah kebohongan. Dania menjadi panik bercampur khawatir dia tak tahu apa yang terjadi pada sahabatnya.
"Tenang.... tenanglah Dinar.... " Dania akhirnya memeluk Dinar erat untuk menenangkan Dinar agar tak terus melukai dirinya dan juga anaknya.
"Itu tidak mungkin Nia... aku tak pernah melakukannya... hiks.... hiks... hiks... " Dinar menangis di pelukan sahabatnya. Dania melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Dinar.
"Kau harus kuat... kau pasti bisa, sekarang ceritakan semuanya padaku, aku akan selalu berada di sampingmu Nar, jadi aku mohon jangan kau sakiti anakmu itu."
"Tapi aku.... aku... " Dinar tak bisa meneruskan ucapannya.
"Tatap aku.... kau percaya padaku kan, kau tidak boleh menggugurkannya kau harus merawatnya, bayimu berhak hidup, kau mengerti kan." Dania mencoba menguatkan Dinar agar tak berbuat kesalahan.
Dinar hanya mengangguk perkataan Dania sudah meluluhkan hatinya, dia pun mencoba menerima kehamilannya. Setalah tenang Dinar menceritakan semuanya, air matanya luruh di kala dia tahu jika dia hanya di peralatan.
"Yang sabar Nar.... aku berjanji padamu akan selalu menemanimu, biarkan hukum karma yang membalas mereka." ucapnya, Dinar hanya mengangguk.
"Dan tentang lelaki itu, kau tak boleh menyalahkannya karena dia menolong mu, jika bukan karenanya kau bisa saja mati, karena penawarnya harus berhubungan badan, dan kau berhutang padanya. " Dania mengatakannya berdasarkan analisa dari cerita Dinar, Dinar juga tahu bahwa lelaki itu melakukanya hanya karena ingin menolongnya.
"Iya Nia.... aku tak akan membenci nya. "
"Ya sudah kau pulanglah, dan istirahat dengan cukup jangan lupa meminum vitamin serta mengerti susu hamilnya agar bayimu sehat." Dinar pun berpamitan pada Dania dan pulang ke rumahnya, hidupnya sudah hancur namun dia berusaha menerima, dan akan menjalankan hidup dengan semangat demi anaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Ketemu sahabat lama juga seorang dokter,di negara asing adalah suatau mukjizat dan keberuntungan, Untung2 Dania juga belum menikah,biar tinggal satu rumah..😁😁🤲🤲
2024-03-26
0
Boboiboy Gempa Office Indonesia
kasihan sekali itu dinar harus berjuang demi anak dari orang asing
2023-05-30
1
Siti Nurjanah
q suka kak. good Dinar bisa berfikir yg bijak TDK menyalahkan orang lain karena sudah mengambil kehormatan nya sebelum ada ikatan. y walaupun itu salah tp kalau TDK begitu nyawanya TDK tertolong akibat obat perangsang karena penawar nya hanya berhubungan badan.
2023-03-17
0