Setelah pertemuannya dengan wanita yang akan di jodohkan dengannya, Arsya merasa ada yang tidak beres dengan Lena, wanita itu bukanlah tipe dari seorang Arsya bahkan memandang sebentar saja sudah membuatnya muak, apalagi jika sampai menikah mungkin Arsya akan gila.
"Maaf mah aku tak akan menerima wanita murahan seperti dirinya, aku harus selidiki dulu dan mencari bukti bahwa wanita itu bukanlah wanita baik, agar mamah dan ayah percaya." ucapnya baru saja bertemu dengannya Arsya sudah merasakan aura mencurigakan dari Lena.
Arsya menghubungi seseorang yang sedang mencari informasi tentang Dinar, sambungan terhubung Arsya memasang loudspeaker karena dia sedang menyetir.
"Ada apa kau menelponku hah?!." tanya dia dari sebrang telepon, ternyata mata-mata handalnya adalah sahabat dekatnya bernama Dhafi Chashida.
"Santai saja, apa kau sudah dapat informasinya?." Arsya sudah ingin tahu siapa wanita delapan tahun silam, yang membuat dia ingin mendapatkan wanita itu.
"Berjalan lancar, aku sudah mendapatkannya besok aku akan kembali ke Indonesia." jawabnya, lengkungan terbentuk di bibir indah Arsya.
"Baik aku tunggu, lanjutkan saja pekerjaan mu, besok akan ada hal penting lagi yang ingin aku bicarakan denganmu." ucapnya dan langsung menutup panggilannya.
"Blangsak.... kau Arsya, awas saja akan aku kerjai kau." umpat Dhafi dengan kesal, lagi-lagi Arsya menutup panggilan tanpa pamit.
Dhafi adalah sahabat dekat Arsya sedari kecil, sehingga dia tahu semua sifat Arsya dan juga kebiasaannya, orangnya humoris dan selalu ceria dia juga tampan, namun di balik ketampanan nya ternyata dia juga hampir sama seperti Arsya, tapi dia masih bisa di kondisikan.
Dia selalu bersama dengan Arsya dan dia juga selalu di andalkan oleh Arsya untuk menjadi mata-mata dan Dhafi selalu mengerjakan nya dengan sempurna, dia juga seorang hacker yang genius dan bekerja dengan kemampuan hebatnya, bahkan tak ada yang bisa melacak nya jika dia sudah mendapatkan informasi yang dia cari.
"Kau pasti akan keget Arsya mendengarnya, bahwa wanita itu mungkin adalah yang kau cari selama ini." Dhafi yakin bahwa Dinar adalah wanita yang di cari oleh sahabatnya delapan tahun silam.
Arsya memang sudah menceritakan semuanya pada Dhafi, sewaktu itu Dhafi menawarkan bantuannya tapi Arsya menolaknya, karena pada waktu itu Dhafi telah mendapat tugas untuk mencaritahu kemana perginya Alan, dan Dhafi kalah cepat dengan mereka hingga hasilnya nihil.
Setelah menelpon dengan Dhafi, Arsya pergi untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan, dia kembali ke perusahaan dan akan memikirkan cara ini nanti. Sementara Dhafi sedang berkemas dia akan kembali ke Indonesia siang ini dan bisa di pastikan akan sampai malam nanti.
"Baik informasi nya sudah cukup akurat, tinggal memberitahukan pada Arsya foto wanita ini. Sepertinya dia merubah sedikit penampilannya sehingga Arsya tak mengenali wajahnya." ucapnya sambil menatap foto Dinar yang dia ambil di data profil pribadi pada saat pertama kali Dinar mendaftarkan diri di perusahaan Agatsuma corps.
Dhafi memasukan foto tersebut kedalam saku jasnya, dia pun akan bersiap menuju bandara. Meng hack kantor milik Kenzo agak terlalu sulit apalagi teknologi Jepang yang cukup modern, sehingga membutuhkan waktu beberapa hari untuk bisa mendapatkan data pribadi para karyawan di sana, tak lupa Dhafi menghilangkan jejak.
Sementara Arsya sudah sampai di perusahaan, dan langsung menuju ruangannya. Seperti biasa wajahnya datar dan dingin sehingga para karyawan tak berani hanya untuk sekedar menyapa atasannya.
"Mia panggilkan Aryan untuk segera ke ruanganku." titahnya pada sekretarisnya. Mia pun segera memanggilkan Aryan, dia tak mau kena amuk oleh ceo nya.
Beberapa saat kemudian Aryan pun datang ke ruangan Arsya, dan memberi salam hormat padanya.
"Ada apa tuan memanggil saya?. " tanya Aryan.
"Bagaimana tes DNA nya apakah sudah keluar hasilnya?."
"Besok semuanya beres tuan." jawabnya.
"Bagus... besok bawa hasil tes DNA itu ke tempat biasa agar tak ada yang curiga."
"Baik laksanakan tuan, apa ada lagi?."
"Jemput Dhafi malam nanti di bandara dan bawa dia ke apartemen ku." titahnya lagi.
"Siap tuan, kalau begitu saya permisi." pamit Aryan yang hanya di angguki olehnya.
Malam harinya sesuai perintah Aryan menjemput Dhafi di bandara, dan langsung membawanya ke apartemen. Sementara Arsya menyusul ke sana karna dia sudah tak sabar ingin tahu informasi tentang sekretaris Kenzo.
"Kenapa aku di bawa kemari hah?." tanya Dhafi, biasanya dia langsung di antar ke mansion nya.
"Atas perintah tuan Arsya sementara waktu kau tidak boleh pulang ke mansion mu." ucapnya, wajah Dhafi berubah kesal mendengar penjelasan Aryan.
"Dasar pria mmenyebalkan.... awas saja kau tak akan mudah mendapatkan informasi tentangnya." gerutunya kesal, Dhafi tak suka jika harus di perintah.
Aryan hanya menggelengkan kepalanya dengan sikap Dhafi, terkadang dia menyebalkan tapi juga kadang menyenangkan bagaimana situasinya. Sampailah mereka di sebuah gedung yang menjulang tinggi, Aryan pergi memarkirkan mobilnya sementara Dhafi menunggunya di lobi.
Selang beberapa menit mobil mewah Arsya juga memasuki kawasan apartemen mewah yang hanya di miliki oleh segelintir orang, dan hanya kalangan elit yang menempati apartemen tersebut. Dhafi dan Aryan sudah sampai di dalam apartemen milik Arsya.
"Mana bajingan itu." umpat Dhafi, mungkin karena faktor kelelahan jadi moodnya sedang tidak baik.
"Kau ini menggerutu saja, tunggu sebentar lagi tuan pasti datang." kali ini Aryan muak mendengar keluhan Dhafi sejak tadi.
"Diam saja kau.... tak usah ikut campur."Dhafi bertambah kesal.
"Terserah kau saja mau merengek aku tak peduli." Aryan pun pergi meninggalkan Dhafi tanpa pamit, dia menuju balkon karena pusing mendengarkan ocehan Dhafi.
"Dasar blangsak, berani sekali dia."
Arsya telah tiba di sana, dia langsung menuju ruangan dimana Dhafi sedang menunggu, melihat tuannya telah datang Aryan pun ikut menyusul ke sana. Arsya mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya sedangkan dengan santainya Dhafi masih tertidur di sofa.
"Kemari kau, aku punya sesuatu yang harus kau selesaikan." titahnya, Dhafi pun berjalan menuju Arsya dan duduk di depannya.
"Mana informasi nya, sekarang beritahu padaku." Arsya langsung menagih informasi tentang Dinar. Dhafi hanya menyunggingkan senyum, tiba-tiba saja ide untuk mengerjai Arsya terlintas di otaknya, dia ingin tahu bagaimana reaksinya.
"Kenapa kau tersenyum hah? dasar sinting."
"Terserah apa yang kau katakan aku tak peduli, masalah informasi.... " Dhafi tak meneruskan ucapan nya membuat Arsya semakin penasaran. Sementara Aryan yang duduk tak jauh dari mereka berdua hanya menatap dengan tatapan malas.
"Ck.... dia mulai lagi, dasar pria sinting..... " gumamnya dengan suara pelan agar tak di dengar oleh Dhafi, dia memang selalu mengerjai Arsya jika Dhafi sedang badmood.
Dan kini Dhafi akan memulai aksinya, dia memang paling suka mengerjai dan tentu dia akan mendapatkan keuntungan dari aksinya tersebut.
"Cepat katakan atau aku tak akan membayar mu." ancam Arsya dengan nada tegas.
"Yang ku dapatkan ternyata dia adalah calon tunangan tuan Kenzo, sebentar lagi mereka akan bertunangan mungkin sekitar sepekan lagi."
"Kau salah orang kawan... biarkan mereka bahagia, dia bukan wanita yang kau cari." ucap Dhafi dengan seserius mungkin agar Arsya percaya.
"Brengsek kau..... " dengan cepat Arsya berdiri dan menarik kerah baju Dhafi, ingin rasanya dia tertawa tapi dia berusaha menahannya, wajah Arsya sangatlah menakutkan jika sedang marah.
"Jangan membodohi ku cepat katakan sejujurnya, atau aku akan membunuhmu."kini Arsya bertambah murka.
"Dasar curut...... kenapa kau lakukan itu bodoh, bukankah kau tahu jika tuan Arsya pembunuh sadis." gumam Aryan, dia tak peduli dengan apa yang di lakukan oleh atasannya.
"Hahahah.... " tawa Dhafi menggema di seluruh ruangan tersebut, dia sudah tak bisa menahannya lagi, wajah merah padam Arsya sangat terlihat jelas, di tambah dengan kekhawatirannya mendengar bahwa Dinar adalah calon tunangan dari Kenzo.
Arsya melepas tangannya dan menghempaskan tubuh Dhafi, lagi-lagi dia di kerjai oleh teman laknatnya.
"Wajahmu sangat mengagumkan kawan, pasti banyak wanita yang tergila-gila akan hal tersebut. " ucapnya dan berdiri dari duduknya, sambil memperbaiki pakaiannya.
"Berisik kau.... jika sekali lagi kau lakukan itu, aku tak akan ragu mencincang mu." ancam Arsya dia sudah kesal dengan perbuatan Dhafi.
"Ok santai saja bro...... serius amat, baik kita lanjutkan pembicaraan ini." mereka pun kembali duduk untuk memulai pembicaraan penting mereka.
"Namanya adalah Dinar Syakilla umur dua puluh delapan tahun, dia bukan asli orang Jepang, dia adalah orang pindahan dan negara asalnya adalah Indonesia, dan sekarang sudah memiliki dua anak perempuan yang dikabarkan kembar."
Wajah Arsya berbinar mendengar semua penjelasan Dhafi, namun dia menutupinya.
"Dia berpindah ke Jepang sudah delapan tahun lamanya, dan kini dia bekerja menetap sebagai sekretaris, dan ini bukti lainnya." tambahnya dan memberikan foto Dinar kepada Arsya, kabar ini adalah yang paling menguntungkan karena selama delapan tahun Arsya sampai kewalahan mencari keberadaannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Ida Varida
lanjut Thor..dah gak sabar nich🥰
2021-09-19
2
Uchi Hafiz
lanjut
2021-09-19
1
Murniati
up nya mna thorrrr
2021-09-18
0