Karla sudah di larikan ke rumah sakit dan langsung di bawa ke ruang UGD untuk menjalani pemeriksaan intensif, sementara Aryan sedang menuju rumah sakit untuk mengantarkan Katrin, sedari tadi Katrin hanya diam namun air matanya tak berhenti mengalir.
Aryan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tahu jika Katrin sedang merasakan takut bercampur khawatir, apalagi dia melihat kembarannya tergeletak di aspal dengan bersimbah darah, itu pasti membukanya semakin syok.
Sementara Arsya tak berkomentar apapun, namun rasa khawatir juga ikut menghinggapi di hatinya, tapi dengan segera Arsya menepis nya dan membuka ponselnya untuk menghilangkan hal tersebut. Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di halaman rumah sakit terbesar di Jepang, Aryan memarkirkan mobilnya dan menggendong tubuh mungil Katrin, Arsya juga ikut turun entah dorongan dari mana dia ingin ikut melihat keadaan Karla.
"Ada apa denganku? kenapa aku sangat penasaran dengan kedua anak kembar itu?." gumamnya Arsya bertanya-tanya dengan perubahannya, ada rasa ingin tahu pada anak yang baru dia temui.
"Aryan juga seperti sudah lama mengenal mereka? kau berhutang penjelasan padaku Aryan, kau juga membuat penerbangan kita tertunda." Karena waktu penerbangan tinggal satu jam kurang maka mereka tak sempat untuk bisa berangkat sekarang.
Tapi anehnya Arsya tak marah sekalipun, padahal jika dia tak tepat waktu maka Arsya akan sangat marah pada Aryan, bahkan bisa sampai membuat Aryan masuk rumah sakit, apalagi dia pulang karena permintaan kedua orang tuanya yang sangat dia sayangi.
Kini mereka sudah berada di depan ruang UGD, dan menunggu di kursi tunggu. Katrin masih sibuk merapalkan doa untuk keselamatan dari Karla. Tapi dia belum menghubungi bundanya Katrin takut jika nantinya Dinar marah padanya, karena kecerobohannya Karla menjadi korban.
"Kakak maafkan aku.... aku tak bisa membuatmu aman, aku selalu membuatmu terluka, maafkan aku kak... " batinnya dengan wajah sedihnya.
"Kita berdoa saja semoga Karla baik-baik saja." ucapnya agar Katrin tak khawatir.
"Paman hubungi bunda sekarang, aku hafal nomor teleponnya, bolehkan aku pinjam ponsel paman?." Katrin harus segera menghubungi bunda nya. Aryan pun memberikan ponselnya pada Katrin, tangan kecilnya menekan nomor dengan mahir, dan Katrin mulai menghubungkan panggilannya pada sang bunda.
Namun panggilan tak kunjung tersambung, membuat Katrin menangis lagi, dia mengembalikan ponsel Aryan karena nomor ibunya sedang tak aktif.
"Bunda tak bisa di hubungi." ucapnya dengan nada kecewa.
"Sini duduk bersama paman." tiba-tiba saja Arsya ingin Katrin duduk di pangkuannya, Aryan pun mengeryitkan dahinya menatap heran Arsya, biasanya dia tak suka dengan anak-anak, apalagi dia baru bertemu. Katrin tampak ragu dan memberi isyarat pada Aryan yang mengartikan apakah boleh. Aryan mengangguk Katrin pun mendekat ke arah Arsya.
Deg......
Betapa terkejutnya melihat warna mata Katrin hingga dia membelalakkan kedua matanya tak percaya dengan yang baru saja di lihatnya.
"Mata itu persis seperti mataku.... apa dia? ahh rasanya tak mungkin, jika gadis itu mengandung kenapa tak meminta aku bertanggung jawab." batinnya Arsya masih setia menatap mata indah Katrin yang warnanya sama persis dengan miliknya. Arsya juga bergumam hal yang sama dengan Aryan pada saat pertama kali melihat mata tersebut.
"Paman.... " tepukan tangan Katrin membuyarkan lamunannya.
"Eh... maaf paman hanya sedikit tidak fokus." ucapnya, tanpa basa-basi Arsya langsung mengangkat tubuh kecil Katrin dan mendudukan nya di pangkuan Arsya.
"Siapa namamu manis?." tanya Arsya antusias, dia sedang menghibur Katrin agar tak bersedih, seketika sifat dingin dan datarnya hilang entah kemana, bahkan Aryan juga kaget akan hal itu.
"Aku Katrina Luana." jawabnya dengan sedikit senyuman di bibir mungilnya. Entah kenapa di dekat gadis kecil itu membuat Arsya merasa nyaman. Arsya terus bercanda dengan Katrin, sedangkan Aryan mengukir senyum bahagia sudah lama dia tak melihat senyum dari wajah tampan tuannya.
Sedang asyik bercanda dan Katrin sudah terhibur, dokter tiba-tiba keluar dari ruangan membuat Aryan langsung berbicara untuk memastikan kondisi Karla.
"Bagaimana keadaan gadis kecil itu dok?." tanya Aryan, membuat Arsya dan Katrin berhenti untuk mendengar penjelasan dokter.
"Maaf apa di sini ada pihak keluarga dari nona kecil?." tanya sang dokter.
"Saya dokter, saya adiknya." jawab Katrin dan mendekat kepada dokter. Dokter itu pun bingung karena sekarang dia sangat membutuhkan donor darah, sedangkan Katrin belum cukup umur untuk menjadi pendonor.
"Maaf tapi nona kecil tak bisa untuk jadi pendonor." ucapnya Katrin pun langsung menunduk, Arsya yang tahu akan hal itu pun ikut bertanya.
"Memangnya apa yang di butuhkan gadis kecil itu." tanya Arsya hatinya tergerak untuk menolong Karla.
"Pasien membutuhkan donor darah dan stok darahnya sedang tidak ada." jelasnya Arsya mengangguk mengerti.
"Apa golongan darahnya?."
"AB tuan...." Arsya tercengang karena golongan darahnya sama dengan Karla.
"Apa AB? kenapa bisa cocok darahku dan darahnya? mungkin hanya kebetulan." batinnya, lagi-lagi dia di buat kaget oleh kedua anak kembar imut itu. Ada beberapa kesamaan pada Arsya dan juga keduanya, hingga membuat dirinya bertambah penasaran akan sosok kedua gadis kembar tersebut.
"Saya bisa bantu." Aryan tak percaya jika Arsya mau mendonorkan darah pada orang lain.
"Baik mari ikut saya, untuk menjalankan pemeriksaan." Dokter pun membawa Arsya ke ruangan untuk transfusi darah. Aryan dan Katrin menunggu di sana.
Arsya akhirnya bisa mendonorkan darahnya untuk Karla, dan ternyata darahnya cocok untuk Karla membuat dia bernafas lega, setidaknya dia bisa menolong nyawa gadis kecil itu, meski dia tak tahu siapa mereka.
Arsya masih terbaring di brankar setelah melakukan transfusi darah untuk memulihkan tenaganya, Aryan dan Katrin pun menuju kesana untuk melihat keadaan Arsya. Katrin langsung berlari ke tempat Arsya berbaring dan tersenyum penuh arti.
"Paman terima kasih..... jika tidak ada paman mungkin kakak tidak akan selamat, sekali lagi terima kasih..... " Katrin sangat beruntung telah di tolong oleh orang baik seperti Arsya dan Aryan, jika tidak ada mereka mungkin Karla tak bisa terselamatkan.
"Sssst.. jangan berkata seperti itu gadis manis, aku harus menolongnya karena dia sangat membutuhkan darahku." Arsya menghibur Katrin lagi agar dia tak merasa bersalah.
Katrin hanya menangis dan memeluk tubuh Arsya yang masih terbaring dari samping kanannya. Katrin merasakan kenyamanan dan kehangatan, ini yang dia rindukan sejak dulu pelukan seorang ayah, sungguh kedua kembar imut itu sangat rindu akan hal itu. Arsya mengelus punggung Katrin lembut, ini juga pertama kali dia merasakan kenyamanan dalam pelukan dari seorang anak kecil.
"Kakakmu pasti sembuh kita harus berdoa agar kakaku di beri kesembuhan." Tiba-tiba ponsel Aryan berdering dia pun mencari tempat sepi untuk mengangkat telepon dengan nomor tanpa nama.
Katrin menurut dengan yang di ucapkan Arsya padanya. Aryan duduk di sebelah brankar tuannya.
"Batalkan penerbangan saat ini, kita akan mengganti jadwalnya." titahnya pada Aryan, dia pun segera melaksanakan tugasnya. Katrin pun menemani Arsya di sana sesekali mereka mengobrol, Arsya memandang wajah cantik Katrin yang sedang tertidur di sebelahnya, dia kelelahan sehingga sangat mudah nya terlelap di samping Arsya.
Arsya tersenyum sambil memandang wajah cantik Katrin yang menurutnya dia bukan asli orang Jepang, namun lebih ke blaster Asia Rusia, hingga membuat wajahnya seperti orang bule.
"Dia cantik sekali, bahkan jauh dari kata orang Jepang yang memiliki mata sipit, aku jadi penasaran siapa mereka sebenarnya." gumamnya, pandangan matanya tak lepas dari wajah Katrin, dia lebih meneliti setiap inci wajah cantik Katrin, hingga mengingatkan pada seorang wanita yang pernah dia tiduri.
"Oh shit..... kenapa aku mengingat wajahnya pada anak ini, akhhh..... aku harus segera menemukan wanita itu." umpatnnya dengan suara lirih agar Katrin tak mendengar, dia sudah uring-uringan mencari Dinar yang tak kunjung di temukan keberadaannya.
**Jangan lupa mendukung karyaku dengan memberi like, vote dan comment agar author semangat upnya😊😊 🤗🙏
Don't forget gusy 🤗😊😊
Terima kasih telah meluangkan waktu mampir ke karyaku semoga terhibur 🤗🤗😊😊🙏🙏**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
═ NISA ═
dia anakmu arsya... cepet lah nyari informasinya...
2023-05-14
0
Elazmi Puji
ayo dong kapan Arsya tahu s kembar anaknya
2022-02-03
0
Kenzie
iugddghk
2021-09-09
1