13 Kecelakaan

Arsya sudah bersiap untuk kembali ke negara asalnya, karena tiba-tiba saja orang tuanya menghubungi dirinya untuk cepat kembali, hingga akhirnya Arsya menurut pada mereka. Aryan sudah menyiapkan mobil untuk mengantarkan tuannya ke bandara. Namun perasaan tak enak hinggap begitu saja, hatinya terasa akan terjadi sesuatu hal yang buruk.

"Ah mungkin hanya perasaan ku saja." gumamnya namun terdengar jelas oleh Aryan.

"Ada apa tuan?." tanya Aryan

"Tidak, aku hanya merasakan perasaan tak enak." ucapnya.

"Apa anda sakit tuan?." tanya Aryan memastikan lagi.

"Tidak aku baik, sudah kita berangkat sekarang." titahnya, Aryan pun menurut. Mereka melaju menuju bandara menyusuri jalanan ramai Jepang.

Di perjalanan Arsya lebih banyak diam dan hanya memandang keluar kaca mobil, sedangkan Aryan fokus pada jalanan. Mereka sama-sama dalam pikiranya masing-masing, sesekali Aryan melihat tuannya dari kaca spion, di lihat wajah lesu dari Arsya yang tak biasa di lihatnya.

💕💖💕💖💕💖💞

Di sisi lain seperti biasa Karla dan Katrin berangkat ke sekolah Dinar tak bisa mengantarkan keduanya, dan mereka pun berangkat tanpa di antar ibu mereka. Karla dan Katrin bergandengan tangan menyusuri jalan ramai di pagi hari.

"Ayo kak jalannya di percepat,kota bisa terlambat sekolah." rengek Katrin menunggu Karla sedari tadi yang berjalan santai.

"Iya ini juga sudah cepat." jawabnya dengan santai, Karna sangat suka menggoda adiknya, apalagi ketika Katrin mengerucutkan bibirnya membuatnya semakin menggemaskan.

Mereka menyebrang jalan yang cukup ramai, karena kendaraan masih berlalu lalang dengan kesibukan mereka masing-masing. Apalagi kota Jepang temasuk kota tersibuk yang tidak bisa melakukannya dengan santai apalagi dalam hal pekerjaan dan belajar.

Karena keduanya sedang tergesa-gesa dalam menyebrang jalan, hingga tanpa mereka sadari ada mobil yang sedang mengebut ke arah Katrin yang masih tertinggal di belakang Karla. Karla yang menyadari jika adiknya dalam bahaya, dia pun berlari untuk menyelamatkan Katrin. Dengan gerakan cepat Karla berhasil mendorong tubuh Katrin sampai dia terjatuh ke pinggir jalan.

"Katrin awas.....!!. " teriaknya dengan keras sembari mendorong sang adik hingga menjauh dan berhasil lolos dari kecelakaan.

Brukkkk.....

Bersamaan dengan tubuh Katrin yang terjatuh di pinggir jalan, tubuh Karla juga ikut tergeletak di tengah jalan dengan sudah bersimbah darah, ya akhirnya Karla lah yang mengalami kecelakaan demi menyelamatkan Katrin yang sangat dia sayangi. Siku Katrin mengalami lecet hingga dia meringis saat akan berdiri dari jatuhnya.

"Auwww..... " rintihnya dengan memegangi sikunya yang sakit, Katrin belum sadar jika kakaknya sudah tergeletak tak berdaya.

"Heh lihat ada yang kecelakaan." teriak salah satu orang yang melihat tubuh anak kecil yang sudah tak sadarkan diri akibat benturan keras di kepalanya.

Namun seakan angin lalu mereka tak peduli, dan tetap dalam kesibukan mereka, mereka hanya melihat tanpa mau menolong, sedangkan Katrin yang sudah berdiri mencari Karla yang sudah tak ada di sampingnya.

"Kakak di mana ya." Katrin masih mencari sang kakak, namun otaknya mengingat jika ada yang menolong nya dan membuat dia selamat dari kecelakaan.

"Apa jangan-jangan.... tidak itu tidak mungkin.... kakak.... " jerit nya setelah mengingat apa yang terjadi, Katrin berlari ke tempat kecelakaan dimana di sana hanya orang lewat tanpa peduli, Katrin melihat dengan tubuh bergetar nya.

Matanya membuat sempurna, dadanya naik turun melihat saudara kembarnya sudah tergeletak tak berdaya, Katrin mendekati tubuh Karla yang sudah bersimbah darah, jatung nya seakan berhenti berdetak dia tak sanggup untuk melihat keadaan kakaknya yang tak pernah dia bayangkan sebelum nya.

"Ka... kakak.... " ucapnya terbata, dan memeluk tubuh Karla, orang-orang hanya melihat tanpa ada yang tergerak ingin menolong.

Katrin tersadar saat ini kakaknya harus segar mendapat pertolongan pertama agar nyawanya bisa terselamatkan. Katrin berdiri sambil menangis meminta bantuan .

"Tolong bantu saudara saya.... bantu kakak saya tolong." teriaknya sambil terisak, dia tak tahu harus meminta bantuan pada siapa.

Katrin terus berusaha dan mencari bantuan kesana kemari. Hingga dia terpaksa memberhentikan mobil yang sedang melaju sedang, hingga membuat sang supir berhenti mendadak.

"Ada apa? ." tanya Arsya yang ikut merasakan ren dadakan mobil yang di tumpangi nya.

"Maaf tuan ada anak kecil memberhentikan mobil kita, sebentar saya akan melihat dulu." Arsya hanya mengangguk dan fokus kembali pada ponselnya.

Aryan turun dari mobil, dan betapa terkejutnya ternyata anak kecil itu adalah Katrin yang sedang menangis. Katrin langsung menarik tangan Aryan, namun Aryan menahannya, dia masih tak mengerti apa yang di lakukan bocah kecil yang tiba-tiba menarik tangannya.

"Hey... Katrin ada apa? kenapa kamu menangis?, jangan menarik tangan paman." Aryan mencoba melepas tangan Katrin padanya.

"Hiks.... hiks..... hiks.... paman Aryan... kakakku dia... " Tangis Katrin semakin mengeras membuat Aryan semakin bingung. Aryan menekuk lututnya agar bisa mengimbangi tinggi Katrin.

"Ada apa dengan kakakmu?." tanya Aryan yang mulai khawatir akan penuturan Katrin.

"C-cepat paman... ikut aku, kakak kecelakaan tak ada yang mau menolong nya, dia sudah banyak mengeluarkan darah... cepat paman... " ucapnya sambil menangis. Arsya yang mendengar tangisan keras Katrin akhirnya dia juga keluar untuk melihat apa yang terjadi.

"Ada apa Aryan?." tanya Arsya yang baru keluar dari mobil.

"Kita harus menolong kakak anak ini, dia kecelakaan tapi tak ada yang peduli tuan." jelasnya langsung.

"Siapa yang kecelakaan?."

"Ayo paman nanti kakak tidak bisa di selamatkan... " Katrin tersisa menarik tangan Aryan dan terus memaksanya.

Arsya menjadi terharu lagi-lagi perasan buruknya membuat dia iba terhadap Katrin. Arsya mengangguk tanpa bicara, Aryan segera berlari mengikuti Katrin yang masih menarik tangannya, begitu juga Arsya yang mengikuti dari belakang.

Dengan berlari Arsya segera menghubungi ambulance, Aryan terkejut melihat keadaan Karla yang tergeletak tanpa ada yang mendekatinya ataupun sekedar menolong nya.

"Oh ya ampun Karla... " Aryan tak tega melihat keadaan Karla, Arsya yang juga sudah ada di sana matanya membulat di saat tubuh kecil itu di angkat oleh Aryan, jantungnya berdetak sangat cepat perasaan khawatir tiba-tiba melanda hatinya, keringat dingin sudah mengucur di keningnya.

"Ada apa ini....? jantungku... " batinnya saat matanya melihat tubuh lemah Karla.

"Karla bangunlah.... bertahanlah... kami akan segera bawa kamu ke rumah sakit.. " Aryan menyebut nama Karla agar bisa bertahan. Ambulance pun datang Aryan segera membawa tubuh kecil itu dan menaruhnya ke ambulance, para perawat membantu dan segera memberi pertolongan pertama agar Karla bisa terselamatkan.

"Tolong selamatkan anak ini kumohon." pinta Aryan dengan nada khawatir, Katrin masih menangis dia tak bisa berhenti dan terus saja mengeluarkan air mata. Karena lukanya yang sudah teramat parah akhirnya mereka segera membawa Karla menuju rumah sakit.

"Kakak.... hiks.... hiks.... hiks... " isaknya, Aryan yang sadar jika Katrin terus menangis, segera menggendong tubuh kecil Katrin yang masih bergetar hebat, dia tahu jika bocah imut itu sangat syok melihat kembarannya mengalami kecelakaan. Aryan segera membawa Katrin ke tempat Arsya yang sedang duduk.

"Katrin jangan menangis ya.... Karla pasti akan baik-baik saja." Aryan mencoba menenangkan Katrin, namun Katrin semakin keras dalam terisak. Arsya menatap keduanya dengan penuh tanda tanya, kenapa Aryan bisa mengenal kedua anak kecil itu, pikir Arsya.

Aryan mengusap air mata di pipi mulus Katrin, namun air matanya terus mengalir deras.

"Kakak.... " panggil nya dengan masih terisak.

"Siapa mereka Aryan? jelaskan padaku?." tanya nya langsung, dia masih belum tahu siapa kedua bocah itu.

"Maafkan saya tuan, nanti saya akan menjelaskan, tapi saya mohon izinkan saya untuk mengantarkan Katrin ke rumah sakit sekarang." pinta Aryan memohon agar atasannya bisa memberikan izin, karena jadwal penerbangan nya masih satu jam lagi, mereka sengaja berangkat awal karena agar tak terjebak macet.

Arsya berfikir sejenak, antara mengizinkan dan tidak, namun karena melihat Katrin yang terus menangis dan memanggil nama kakaknya membuatnya tak bisa menolak.

"Baiklah.... tapi kau harus menjelaskan semuanya." jawabnya dingin. Arsya tak melihat wajah Katrin dengan jelas di karenakan dia masih dalam tangisnya membuat Arsya tak bisa melihat dengan jelas wajah Katrin.

"Terima kasih tuan, anda sangat baik." binar nya dengan bahagia, dia tak tega meninggalkan Katrin sendiri. Arsya hanya berdehem dan masuk ke dalam mobil, di susul Aryan dan Katrin yang masih dalam gendongannya. Mereka pun segera menyusul ke rumah sakit, Arsya tak keberatan akan hal itu.

**Jangan lupa untuk memberikan dukungan pada karyaku dengan memberi like, vote dan comment agar author semangat upnya🤗🤗😊🙏

Don't forget guys 😊🙏🙏

Terima kasih sudah melaungkan waktu untuk mampir semoga terhibur 🙏😊😊😊**

Terpopuler

Comments

═ NISA ═

═ NISA ═

uuh aku yg tegang... takut ...

2023-05-14

0

Wati Wati

Wati Wati

deg deg an

2022-11-07

0

Mini Rukmini

Mini Rukmini

knp di likenya ssh bnr ya , gak mo brubah warnanya

2022-01-22

1

lihat semua
Episodes
1 01 Terjebak tragedi satu malam
2 02 Pergi
3 03 Karla Louisa dan Katrina Luana
4 04 Detektif Dan Calon Pembisnis Handal
5 05 Don't hurt my sister
6 06 Kebrutalan Arsya
7 07 Kekhawatiran Dinar
8 08 Tanpa di sengaja
9 09 Misi Awal
10 10 Getaran Aneh
11 11 Tak asing
12 12 Senja saksi bisu harapan sang kembar imut
13 13 Kecelakaan
14 14 Cocok
15 15 Celah
16 16 Visual
17 17 Di jodohkan
18 18 Bertemu (wanita yang mencurigakan)
19 19 Kabar menguntungkan
20 20 Kutemukan dirimu
21 21 Kisah masa lalu (sebuah kepiluan) bag 01
22 22 Kisah masa lalu(Sebuah kepiluan) bag 02
23 23 Mereka berdua anakku?
24 24 Aksi dua K
25 25 Aksi dua K bagian 02
26 26 Pembatalan...
27 27 Ketakutan dalam hati
28 28 Kumohon ikutlah nona....
29 29 Rencana Arsya
30 30 Daddy....
31 31 Bertemu lagi
32 32 Keputusan Dinar
33 33 Rencana Alan
34 34 Kebersamaan
35 35 Keberangkatan
36 36 kembali (Terima kasih untuk segalanya)
37 37 Rencana pembalasan dendam
38 38 Hentai (mesum)
39 39 Tante-tante rese
40 40 Mulai bergerak
41 41 Rasa khawatir mulai tumbuh
42 42 Keluhan Dinar
43 43 Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat
44 44 Melakukan Rencana part 01
45 45 Melakukan Rencana part 02
46 46 Rescue Mission...!!!
47 47 Beraksi
48 48-Hal Tak Terduga
49 49-Mencari
50 50-Terbakar Api Cemburu
51 51- Keseriusan Arsya
52 52-Sambutan keluarga Azhar
53 53-Permintaan Dinar
54 54-Hari Pernikahan
55 55-noda di hari bahagia
56 56-Pilu
57 57 Rencana Balas Dendam
58 58- Sepupu tampan
59 59- Melanjutkan Misi
60 60-Keberhasilan Misi Si Kembar
61 61- Pertemuan kembali
62 62-Awal Dendam
63 63-Renggangnya Ikatan
64 64-Sekelebat Rahasia
65 65-Luka
66 66-Menjalankan Kewajiban (pada akhirnya dia menerima dengan ikhlas)
67 67-Kabar Gembira
68 68-Kalandra Ryu Azhar
69 69-Bersekolah asrama
70 70-Farhan Shin Adijaya
71 71- Sedikit Peluang
72 72- Hanya di Manfaatkan
73 73- Bertemu Kenzo
74 74-Terbukanya rahasia si kembar
75 75-Kemajuan Bisnis si Kembar
76 76- Kecerobohan Rencana Arsya
77 77-Mulai Curiga
78 78-Kebohongan Arsya
79 79-Jebakan Karla ( selangkah menyaingi permainan)
80 80-Aku Kecewa Dad
81 81-Kemarahan Karla
82 82-Kebenaran Sesungguhnya
83 83-Kebenaran Sesungguhnya
84 84-Menenangkan Diri
85 85-Menjadi korban
86 86-Rencana berlanjut
87 87- Bekerjasama antar anak dan ayah bag 01
88 88 - Bekerjasama antar ayah dan anak bag 02
89 89-Kebenaran Sesungguhnya
90 90-Pertarungan Dimulai
91 91-Kekalahan Devan
92 92-Penyelesaian
93 93-Pasrah
94 94- Usai (semua kembali seperti semula)
95 95-Memulai lembaran baru
96 Pengumuman......
97 97- Awal baru
98 98-Cinta pandangan pertama
99 99-Memberitahukan rahasia masing-masing
100 100-Bertemu Galaksi Askandar (awal kedekatan)
101 101-Masalah baru (hilangnya siswi perempuan secara misterius)
102 102-Mengunjungi Kediaman Si Kembar
103 103-Mulai beraksi
104 104-Perseteruan antar Si Kembar
105 105-Saling Peduli
106 106-Mulai Penyelidikan
107 107-Penguntit Misterius
108 108-Rasa yang Sulit dijelaskan
109 109-Bekerjasama
110 110-Rencana Sebenarnya
111 111-Kebejatan Gala
112 112-Hilangnya Katrin
113 113-Terungkap
114 114-Ketakutan Katrin (maafkan aku kak)
115 115- Amarah yang tak Terbendung
116 116-Hilang Kendali
117 117 Kejujuran
118 118 Melewati Masa Kritis
119 119 Perubahan Drastis Katrin
120 120 Lulusnya Si Kembar
121 121 Menjalani Kehidupan Baru
122 122 Menjalani Kehidupan Masing-masing
123 123 Kesedihan Andra
124 124 Kisah Kelam Hana
125 125 Berkunjung ke Kediaman Hana
126 126 Pendekatan
127 127 Persiapan Promnight bag 01
128 128 Persiapan Promnight bag 02
129 129 "Aku tidak akan melarikan diri lagi "
130 130 Pertemuan Tanpa Disengaja
131 131 Peryataan Cinta
132 132 Menjalin Hubungan
133 133 "Akhirnya aku diterima"
134 134 Memberitahukan Hubungan
135 135-Persiapan Pernikahan Miftah dan Aryan
136 136 Semuanya telah menemui Akhir yang Baik
137 137 Kebahagiaan Sederhana
Episodes

Updated 137 Episodes

1
01 Terjebak tragedi satu malam
2
02 Pergi
3
03 Karla Louisa dan Katrina Luana
4
04 Detektif Dan Calon Pembisnis Handal
5
05 Don't hurt my sister
6
06 Kebrutalan Arsya
7
07 Kekhawatiran Dinar
8
08 Tanpa di sengaja
9
09 Misi Awal
10
10 Getaran Aneh
11
11 Tak asing
12
12 Senja saksi bisu harapan sang kembar imut
13
13 Kecelakaan
14
14 Cocok
15
15 Celah
16
16 Visual
17
17 Di jodohkan
18
18 Bertemu (wanita yang mencurigakan)
19
19 Kabar menguntungkan
20
20 Kutemukan dirimu
21
21 Kisah masa lalu (sebuah kepiluan) bag 01
22
22 Kisah masa lalu(Sebuah kepiluan) bag 02
23
23 Mereka berdua anakku?
24
24 Aksi dua K
25
25 Aksi dua K bagian 02
26
26 Pembatalan...
27
27 Ketakutan dalam hati
28
28 Kumohon ikutlah nona....
29
29 Rencana Arsya
30
30 Daddy....
31
31 Bertemu lagi
32
32 Keputusan Dinar
33
33 Rencana Alan
34
34 Kebersamaan
35
35 Keberangkatan
36
36 kembali (Terima kasih untuk segalanya)
37
37 Rencana pembalasan dendam
38
38 Hentai (mesum)
39
39 Tante-tante rese
40
40 Mulai bergerak
41
41 Rasa khawatir mulai tumbuh
42
42 Keluhan Dinar
43
43 Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat
44
44 Melakukan Rencana part 01
45
45 Melakukan Rencana part 02
46
46 Rescue Mission...!!!
47
47 Beraksi
48
48-Hal Tak Terduga
49
49-Mencari
50
50-Terbakar Api Cemburu
51
51- Keseriusan Arsya
52
52-Sambutan keluarga Azhar
53
53-Permintaan Dinar
54
54-Hari Pernikahan
55
55-noda di hari bahagia
56
56-Pilu
57
57 Rencana Balas Dendam
58
58- Sepupu tampan
59
59- Melanjutkan Misi
60
60-Keberhasilan Misi Si Kembar
61
61- Pertemuan kembali
62
62-Awal Dendam
63
63-Renggangnya Ikatan
64
64-Sekelebat Rahasia
65
65-Luka
66
66-Menjalankan Kewajiban (pada akhirnya dia menerima dengan ikhlas)
67
67-Kabar Gembira
68
68-Kalandra Ryu Azhar
69
69-Bersekolah asrama
70
70-Farhan Shin Adijaya
71
71- Sedikit Peluang
72
72- Hanya di Manfaatkan
73
73- Bertemu Kenzo
74
74-Terbukanya rahasia si kembar
75
75-Kemajuan Bisnis si Kembar
76
76- Kecerobohan Rencana Arsya
77
77-Mulai Curiga
78
78-Kebohongan Arsya
79
79-Jebakan Karla ( selangkah menyaingi permainan)
80
80-Aku Kecewa Dad
81
81-Kemarahan Karla
82
82-Kebenaran Sesungguhnya
83
83-Kebenaran Sesungguhnya
84
84-Menenangkan Diri
85
85-Menjadi korban
86
86-Rencana berlanjut
87
87- Bekerjasama antar anak dan ayah bag 01
88
88 - Bekerjasama antar ayah dan anak bag 02
89
89-Kebenaran Sesungguhnya
90
90-Pertarungan Dimulai
91
91-Kekalahan Devan
92
92-Penyelesaian
93
93-Pasrah
94
94- Usai (semua kembali seperti semula)
95
95-Memulai lembaran baru
96
Pengumuman......
97
97- Awal baru
98
98-Cinta pandangan pertama
99
99-Memberitahukan rahasia masing-masing
100
100-Bertemu Galaksi Askandar (awal kedekatan)
101
101-Masalah baru (hilangnya siswi perempuan secara misterius)
102
102-Mengunjungi Kediaman Si Kembar
103
103-Mulai beraksi
104
104-Perseteruan antar Si Kembar
105
105-Saling Peduli
106
106-Mulai Penyelidikan
107
107-Penguntit Misterius
108
108-Rasa yang Sulit dijelaskan
109
109-Bekerjasama
110
110-Rencana Sebenarnya
111
111-Kebejatan Gala
112
112-Hilangnya Katrin
113
113-Terungkap
114
114-Ketakutan Katrin (maafkan aku kak)
115
115- Amarah yang tak Terbendung
116
116-Hilang Kendali
117
117 Kejujuran
118
118 Melewati Masa Kritis
119
119 Perubahan Drastis Katrin
120
120 Lulusnya Si Kembar
121
121 Menjalani Kehidupan Baru
122
122 Menjalani Kehidupan Masing-masing
123
123 Kesedihan Andra
124
124 Kisah Kelam Hana
125
125 Berkunjung ke Kediaman Hana
126
126 Pendekatan
127
127 Persiapan Promnight bag 01
128
128 Persiapan Promnight bag 02
129
129 "Aku tidak akan melarikan diri lagi "
130
130 Pertemuan Tanpa Disengaja
131
131 Peryataan Cinta
132
132 Menjalin Hubungan
133
133 "Akhirnya aku diterima"
134
134 Memberitahukan Hubungan
135
135-Persiapan Pernikahan Miftah dan Aryan
136
136 Semuanya telah menemui Akhir yang Baik
137
137 Kebahagiaan Sederhana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!