05 Don't hurt my sister

Arsya telah mendarat di Paris setelah penerbangan nya dari negeri sakura, jemputan sudah menunggu di sana. Arsya berjalan dengan gagahnya banyak pasang mata yang mengagumi ketampanannya.

Dia belum menemukan Alan musuh nya, setelah kejadian itu Arsya benar-benar melupakan hal penting tersebut, karena akibat ulah Alan nama baiknya hampir hancur, namun semua itu tak berhasil.

Setelah Alan tahu jika Dinar gagal mereka langsung mengatur siasat untuk pergi meninggalkan Paris tanpa jejak, bahkan perusahaannya pun ikut berpindah.

"Dimana gadis itu... aku mencarinya bertahun-tahun tapi tak bisa menemukan jejaknya. Sial...!!... " gerutunya dengan kesal, selama delapan tahun dia masih bersabar dan mencari keberadaan Dinar, entah karena perasaan cinta atau hanya sekedar ingin bertanggung jawab, karena yang dia takutkan adalah Dinar akan mengandung benihnya.

Tring.... tring.... tring.....

Suara nyaring ponselnya membuatnya tersadar dari lamunannya, dia pun mengangkat sambutan telepon nya.

"Ada apa?." tanyanya dengan nada ketus, karena telah berani mengganggunya.

"Apa?!... bedebah.... aku akan segera kesana." Arsya langsung mematikan sambungan sepihak, dan menyambar jasnya lalu pergi dari mansion nya.

💕💖💕💖💕💖💕

Sementara itu.....

Sesuai rencana yang telah mereka berdua sepakati kemarin, misi pertama akan mereka lakukan yaitu mengambil perhatian Aryan. Pagi ini seperti biasa meraka di antar sampai ke gerbang sekolah mereka.

"Dah Bunda..... " Karla dan Katrin bergantian mencium pipi Dinar.

"Belajar yang pintar sayang." Dinar mencium pucuk kepala mereka.

Mereka memasuki sekolah dengan bergandengan tangan, wajah mereka adalah wajah yang berbeda dari orang jepang, mereka lebih dominan rusia dari pada asia.

"Heh kalian berdua.... " panggil seorang perempuan yang paling sombong di sekolahnya bersama tiga orang lainnya. Mereka memang sering mengganggu Karla dan Katrin, namun itu bukan masalah meski mereka sering kena bogeman dari Karla itu tak membuat mereka jera.

Karla dan Katrin menengok ke arah mereka yang sedang menatap remeh pada keduanya sambil berdecak pinggang bersama yang lainnya. Umur mereka dua tahun ada di atasnya yang berarti ada seniornya, terlebih tubuh mereka lebih besar dari Karla dan Katrin.

"Ihh kesel ada gadis sombong... " kesal Katrin, karena lagi-lagi mereka mengganggu.

"Udah diem aja gak usah di ladenin." ucap Karla santai dan tenang seakan tak terjadi apapun.

Tanpa menghiraukan meraka Karla dan Katrin pun pergi tanpa mengucap apapun. Serasa di acuhkan mereka berempat mengejar Karla dan Katrin. Mereka pun akhirnya kejar-kejaran, hingga tangan Katrin pun tercekal oleh gadis yang memiliki postur tubuh yang lebih besar di antara keempatnya.

"Kena kau...... " dia pun menarik paksa tangan Katrin, hingga Katrin meringis kesakitan.

"Kakak.... tolong aku.... awww." teriaknya meminta bantuan pada Karla.

Karla pun segera menghampiri mereka berempat, untuk menolong Katrin yang sudah berada di antara mereka berempat.

"Lepaskan dia..!!!... " tegas nya dengan wajah dinginnya.

"Hahahaha.... " tawa mengejek mereka.

"Lihatlah cebol itu dia bersikap layaknya seorang pahlawan." cerca nya

"Iya anak kecil jangan terlalu bergaya, nanti kalau kalah nangis merengek pada orang tuanya... hahaha... memalukan." ejeknya lagi. Karla mengepalkan tangannya tak terima dengan ejekan mereka.

Namun dia berusaha menahan agar tak terjadi perkelahian, apalagi dia sekarang berada di lingkungan sekolah.

"Kita apakan cebol ini?."salah satu dari mereka rupanya ingin membuat Katrin celaka. Tubuh Katrin bergetar dia takut mereka melakukan hal buruk padanya.

"Don't hurt my sister."

"Jika kalian menyakitinya,aku tak segan-segan menghajar kalian." ancam Karla dengan menatap tajam mereka, namun tak di udah kan oleh mereka seakan itu hanya lelucon bocah kecil.

"Lihatlah dia mengancam kita, kami tidak takut dengan ancaman dari cebol sepertimu." ucapnya seakan menantang Karla.

"Ok kita pemanasan dulu cebol." ucapnya tangannya sudah berpindah di rambut milik Katrin. Mereka menarik rambut Katrin dengan keras.

"Awwww sakit... lepaskan aku.. hiks... hiks... hiks... " pekiknya.

Bruk....

Tubuh Katrin di dorong dengan keras hingga membentur kursi hingga keningnya berdarah, membuat Karla naik darah kini dia sudah tak bisa menahan amarahnya. Katrin memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.

"Sakit sekali kepala ku." lirihnya , Karla pun menghampiri Katrin.

"Katrin...." Dia pun membantu Katrin bangun.

"Aku tak apa kak."

Setelah berdiri Katrin bersembunyi di belakang tubuh Karla, dan menatap takut mereka. Karla menatap tajam mereka.

"Oh jadi kalian ingin bermain denganku rupanya, baiklah akan aku ladeni, karena kau telah berani menyakiti adikku." ucapnya dengan tersenyum smirk menatap tajam mereka.

"Wah si cebol nantangin kita, udah berani ya sama senpai(senior) rupanya." Mereka pun bersiap untuk melawan Karla dengan senang hati.

"Kakak jangan, kumohon." pinta Katrin memohon.

"Tidak Katrin ini terakhir kali mereka akan mengganggu kita, aku akan buat mereka jera, agar tak mengusik kita lagi, kau tenang saja ok." ucap Karla dengan tersenyum, agar Katrin tak semakin takut.

"Hiyaa..... " teriak salah satu di antara mereka menyerang Karla secara tiba-tiba. Karla pun menangkis kepalan besar tangannya dengan tangan kirinya.

"Wah.... besar juga nyalimu senpai.... " ucapnya dengan nada mengejek sambil tersenyum miring dan.....

Bugh.....

Bogenan mentah mendarat sempurna di wajah putihnya, hingga di tersungkur ke lantai. Mereka yang melihat hal tersebut membelalakan matanya tak percaya jika Karla akan melakukan hal seperti itu.

Mereka pun menyerang Karla dengan keroyokan, mambuat Katrin semakin tak bisa menghentikan sang kakak, dia takut jika Karla akan berbuat lebih buruk dari biasanya kepada mereka.

Karla menendang mereka hingga terjatuh namun mereka tak menyerah, mereka bangkit lagi dan menyerang Karla brutal, ternyata mereka adalah geng anak nakal yang paling di takuti di sekolah, jadi cara mereka bertarung lumayan bagus.

"Brengsek kau.... " ucapan ketuanya sambil menyeka darah di ujung bibirnya, akibat dari tinjuan keras Karla. Ketiganya sudah di lumpuhkan oleh Karla, dan tersisa satu lagi.

"Hahaha.... lihatlah siapa yang akan merengek pada orang tuanya." ejek Karla melihat seorang yang tadi mengejeknya dan mengatakan ulang perkataan gadis tersebut.

Katrin melihat situasi semakin panas akhirnya dia berlari mencari bantuan untuk memisahkan Karla, karena Karla sudah sangat marah bisa saja dia melukai lawannya tanpa ampun.

"Akan ku habisi kau. " teriak dari gadis itu kepada Karla. Karla hanya tersenyum meremehkan.

"Coba saja kalau bisa, kau akan merasakan akibatnya telah melukai adikku."

Gadis itu melayangkan kakinya untuk menendang wajah Karla, namun Karla bisa menghindarinya dengan lihai bahkan tak tersentuh sedikitpun.

"Heh jika kau melakukannya dengan cara seperti itu, kau pasti akan kalah...."

Bugh......

Karla langsung menjotos keras wajahnya dan berhasil mengenai hidungnya hingga berdarah. Karla tersenyum puas.

"Ingatlah ini senpai..... jika sekali lagi kau mengusik kami, aku tak segan-segan merobek mulutmu yang banyak menghina dan meremehkan seseorang, camkan itu." Ancam Karla dengen penuh ketegasan dan tekanan di setiap ucapannya.

"Dan untukmu, jika kau menyentuh adikku dengan tanganmu maka bersiaplah untuk aku hilangkan." bisiknya tepat di telinganya membuat bulu kuduk nya berdiri seketika. Ucapan Karla bagaikan sang penguasa dunia hitam yang sedang mengancam musuhnya karena telah berani mengusiknya.

Katrin datang bersama guru, dia terkejut melihat keadaan keempat anak tersebut yang sudah tepar di lantai dengan wajah yang babak belur.

"Karla kau tak apa?." tanya sangat guru khawatir, Katrin memberitahunya jika kakaknya sedang di keroyok oleh kakak kelas.

"Aku baik Hinana-sensei (guru), ibu tak udah khawatir." ucapnya santai.

"Kakak... " panggil Katrin dan memeluk erat Karla.

"Katrin apakah lukamu masih sakit? ." tanyanya khawatir karena tadi Katrin terluka.

"Masih sedikit sakit, tapi aku tak apa, kau juga tak terluka kan?."

"Kau baik-baik saja."

"Sebenarnya apa yang terjadi Karla, kenapa kau sampai di keroyok?." tanya Hinana agar bisa lebih tahu situasi sebenarnya.

Akhirnya Katrin yang berbicara, karena Karla enggan untuk menjelaskan biasa sang dewi antartika akut. Katrin pun menjelaskan semuanya dengan detail tanpa terlewat.

"Ya sudah lebih baik adikmu di bawa pulang untuk beristirahat, dan mereka biarkan ibu yang mengurus. " Hinana menyuruh mereka pulang, karena melihat Katrin yang terluka. Dia juga akan memberitahu masalah ini pada kepala sekolah.

"Baik bu terima kasih atas keringanan nya, kalau begitu kami permisi." pamit mereka dan meninggalkan Hinana dengan keempat anak brandal itu.

Terpopuler

Comments

Wati Wati

Wati Wati

menarik Thor

2022-11-07

1

Frando Kanan

Frando Kanan

Hinana atau Hinata???

2022-06-22

0

Mocca

Mocca

semangatt

2022-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 01 Terjebak tragedi satu malam
2 02 Pergi
3 03 Karla Louisa dan Katrina Luana
4 04 Detektif Dan Calon Pembisnis Handal
5 05 Don't hurt my sister
6 06 Kebrutalan Arsya
7 07 Kekhawatiran Dinar
8 08 Tanpa di sengaja
9 09 Misi Awal
10 10 Getaran Aneh
11 11 Tak asing
12 12 Senja saksi bisu harapan sang kembar imut
13 13 Kecelakaan
14 14 Cocok
15 15 Celah
16 16 Visual
17 17 Di jodohkan
18 18 Bertemu (wanita yang mencurigakan)
19 19 Kabar menguntungkan
20 20 Kutemukan dirimu
21 21 Kisah masa lalu (sebuah kepiluan) bag 01
22 22 Kisah masa lalu(Sebuah kepiluan) bag 02
23 23 Mereka berdua anakku?
24 24 Aksi dua K
25 25 Aksi dua K bagian 02
26 26 Pembatalan...
27 27 Ketakutan dalam hati
28 28 Kumohon ikutlah nona....
29 29 Rencana Arsya
30 30 Daddy....
31 31 Bertemu lagi
32 32 Keputusan Dinar
33 33 Rencana Alan
34 34 Kebersamaan
35 35 Keberangkatan
36 36 kembali (Terima kasih untuk segalanya)
37 37 Rencana pembalasan dendam
38 38 Hentai (mesum)
39 39 Tante-tante rese
40 40 Mulai bergerak
41 41 Rasa khawatir mulai tumbuh
42 42 Keluhan Dinar
43 43 Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat
44 44 Melakukan Rencana part 01
45 45 Melakukan Rencana part 02
46 46 Rescue Mission...!!!
47 47 Beraksi
48 48-Hal Tak Terduga
49 49-Mencari
50 50-Terbakar Api Cemburu
51 51- Keseriusan Arsya
52 52-Sambutan keluarga Azhar
53 53-Permintaan Dinar
54 54-Hari Pernikahan
55 55-noda di hari bahagia
56 56-Pilu
57 57 Rencana Balas Dendam
58 58- Sepupu tampan
59 59- Melanjutkan Misi
60 60-Keberhasilan Misi Si Kembar
61 61- Pertemuan kembali
62 62-Awal Dendam
63 63-Renggangnya Ikatan
64 64-Sekelebat Rahasia
65 65-Luka
66 66-Menjalankan Kewajiban (pada akhirnya dia menerima dengan ikhlas)
67 67-Kabar Gembira
68 68-Kalandra Ryu Azhar
69 69-Bersekolah asrama
70 70-Farhan Shin Adijaya
71 71- Sedikit Peluang
72 72- Hanya di Manfaatkan
73 73- Bertemu Kenzo
74 74-Terbukanya rahasia si kembar
75 75-Kemajuan Bisnis si Kembar
76 76- Kecerobohan Rencana Arsya
77 77-Mulai Curiga
78 78-Kebohongan Arsya
79 79-Jebakan Karla ( selangkah menyaingi permainan)
80 80-Aku Kecewa Dad
81 81-Kemarahan Karla
82 82-Kebenaran Sesungguhnya
83 83-Kebenaran Sesungguhnya
84 84-Menenangkan Diri
85 85-Menjadi korban
86 86-Rencana berlanjut
87 87- Bekerjasama antar anak dan ayah bag 01
88 88 - Bekerjasama antar ayah dan anak bag 02
89 89-Kebenaran Sesungguhnya
90 90-Pertarungan Dimulai
91 91-Kekalahan Devan
92 92-Penyelesaian
93 93-Pasrah
94 94- Usai (semua kembali seperti semula)
95 95-Memulai lembaran baru
96 Pengumuman......
97 97- Awal baru
98 98-Cinta pandangan pertama
99 99-Memberitahukan rahasia masing-masing
100 100-Bertemu Galaksi Askandar (awal kedekatan)
101 101-Masalah baru (hilangnya siswi perempuan secara misterius)
102 102-Mengunjungi Kediaman Si Kembar
103 103-Mulai beraksi
104 104-Perseteruan antar Si Kembar
105 105-Saling Peduli
106 106-Mulai Penyelidikan
107 107-Penguntit Misterius
108 108-Rasa yang Sulit dijelaskan
109 109-Bekerjasama
110 110-Rencana Sebenarnya
111 111-Kebejatan Gala
112 112-Hilangnya Katrin
113 113-Terungkap
114 114-Ketakutan Katrin (maafkan aku kak)
115 115- Amarah yang tak Terbendung
116 116-Hilang Kendali
117 117 Kejujuran
118 118 Melewati Masa Kritis
119 119 Perubahan Drastis Katrin
120 120 Lulusnya Si Kembar
121 121 Menjalani Kehidupan Baru
122 122 Menjalani Kehidupan Masing-masing
123 123 Kesedihan Andra
124 124 Kisah Kelam Hana
125 125 Berkunjung ke Kediaman Hana
126 126 Pendekatan
127 127 Persiapan Promnight bag 01
128 128 Persiapan Promnight bag 02
129 129 "Aku tidak akan melarikan diri lagi "
130 130 Pertemuan Tanpa Disengaja
131 131 Peryataan Cinta
132 132 Menjalin Hubungan
133 133 "Akhirnya aku diterima"
134 134 Memberitahukan Hubungan
135 135-Persiapan Pernikahan Miftah dan Aryan
136 136 Semuanya telah menemui Akhir yang Baik
137 137 Kebahagiaan Sederhana
Episodes

Updated 137 Episodes

1
01 Terjebak tragedi satu malam
2
02 Pergi
3
03 Karla Louisa dan Katrina Luana
4
04 Detektif Dan Calon Pembisnis Handal
5
05 Don't hurt my sister
6
06 Kebrutalan Arsya
7
07 Kekhawatiran Dinar
8
08 Tanpa di sengaja
9
09 Misi Awal
10
10 Getaran Aneh
11
11 Tak asing
12
12 Senja saksi bisu harapan sang kembar imut
13
13 Kecelakaan
14
14 Cocok
15
15 Celah
16
16 Visual
17
17 Di jodohkan
18
18 Bertemu (wanita yang mencurigakan)
19
19 Kabar menguntungkan
20
20 Kutemukan dirimu
21
21 Kisah masa lalu (sebuah kepiluan) bag 01
22
22 Kisah masa lalu(Sebuah kepiluan) bag 02
23
23 Mereka berdua anakku?
24
24 Aksi dua K
25
25 Aksi dua K bagian 02
26
26 Pembatalan...
27
27 Ketakutan dalam hati
28
28 Kumohon ikutlah nona....
29
29 Rencana Arsya
30
30 Daddy....
31
31 Bertemu lagi
32
32 Keputusan Dinar
33
33 Rencana Alan
34
34 Kebersamaan
35
35 Keberangkatan
36
36 kembali (Terima kasih untuk segalanya)
37
37 Rencana pembalasan dendam
38
38 Hentai (mesum)
39
39 Tante-tante rese
40
40 Mulai bergerak
41
41 Rasa khawatir mulai tumbuh
42
42 Keluhan Dinar
43
43 Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat
44
44 Melakukan Rencana part 01
45
45 Melakukan Rencana part 02
46
46 Rescue Mission...!!!
47
47 Beraksi
48
48-Hal Tak Terduga
49
49-Mencari
50
50-Terbakar Api Cemburu
51
51- Keseriusan Arsya
52
52-Sambutan keluarga Azhar
53
53-Permintaan Dinar
54
54-Hari Pernikahan
55
55-noda di hari bahagia
56
56-Pilu
57
57 Rencana Balas Dendam
58
58- Sepupu tampan
59
59- Melanjutkan Misi
60
60-Keberhasilan Misi Si Kembar
61
61- Pertemuan kembali
62
62-Awal Dendam
63
63-Renggangnya Ikatan
64
64-Sekelebat Rahasia
65
65-Luka
66
66-Menjalankan Kewajiban (pada akhirnya dia menerima dengan ikhlas)
67
67-Kabar Gembira
68
68-Kalandra Ryu Azhar
69
69-Bersekolah asrama
70
70-Farhan Shin Adijaya
71
71- Sedikit Peluang
72
72- Hanya di Manfaatkan
73
73- Bertemu Kenzo
74
74-Terbukanya rahasia si kembar
75
75-Kemajuan Bisnis si Kembar
76
76- Kecerobohan Rencana Arsya
77
77-Mulai Curiga
78
78-Kebohongan Arsya
79
79-Jebakan Karla ( selangkah menyaingi permainan)
80
80-Aku Kecewa Dad
81
81-Kemarahan Karla
82
82-Kebenaran Sesungguhnya
83
83-Kebenaran Sesungguhnya
84
84-Menenangkan Diri
85
85-Menjadi korban
86
86-Rencana berlanjut
87
87- Bekerjasama antar anak dan ayah bag 01
88
88 - Bekerjasama antar ayah dan anak bag 02
89
89-Kebenaran Sesungguhnya
90
90-Pertarungan Dimulai
91
91-Kekalahan Devan
92
92-Penyelesaian
93
93-Pasrah
94
94- Usai (semua kembali seperti semula)
95
95-Memulai lembaran baru
96
Pengumuman......
97
97- Awal baru
98
98-Cinta pandangan pertama
99
99-Memberitahukan rahasia masing-masing
100
100-Bertemu Galaksi Askandar (awal kedekatan)
101
101-Masalah baru (hilangnya siswi perempuan secara misterius)
102
102-Mengunjungi Kediaman Si Kembar
103
103-Mulai beraksi
104
104-Perseteruan antar Si Kembar
105
105-Saling Peduli
106
106-Mulai Penyelidikan
107
107-Penguntit Misterius
108
108-Rasa yang Sulit dijelaskan
109
109-Bekerjasama
110
110-Rencana Sebenarnya
111
111-Kebejatan Gala
112
112-Hilangnya Katrin
113
113-Terungkap
114
114-Ketakutan Katrin (maafkan aku kak)
115
115- Amarah yang tak Terbendung
116
116-Hilang Kendali
117
117 Kejujuran
118
118 Melewati Masa Kritis
119
119 Perubahan Drastis Katrin
120
120 Lulusnya Si Kembar
121
121 Menjalani Kehidupan Baru
122
122 Menjalani Kehidupan Masing-masing
123
123 Kesedihan Andra
124
124 Kisah Kelam Hana
125
125 Berkunjung ke Kediaman Hana
126
126 Pendekatan
127
127 Persiapan Promnight bag 01
128
128 Persiapan Promnight bag 02
129
129 "Aku tidak akan melarikan diri lagi "
130
130 Pertemuan Tanpa Disengaja
131
131 Peryataan Cinta
132
132 Menjalin Hubungan
133
133 "Akhirnya aku diterima"
134
134 Memberitahukan Hubungan
135
135-Persiapan Pernikahan Miftah dan Aryan
136
136 Semuanya telah menemui Akhir yang Baik
137
137 Kebahagiaan Sederhana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!