Apa kita akan hidup bersama Papa?

“Maaf telah membuatmu menderita selama ini, kamu berjuang sendiri merawat dan membesarkan mereka.” Sekar berkata lembut.

“Siapa namamu, Nak?” Ia tatap wanita berhijab nan cantik itu dengan bingkaian senyum.

“Sakinah.” sahutnya.

“Nama yang cantik dan lembut.” tuturnya, Ia masih menebar senyum di wajahnya.

“Apakah mereka kembar?” tanya Sekar lagi.

“Iya,” jawabnya.

Setelah bertanya, Sekar melepaskan genggaman tangannya, berjalan mendekat ke arah Ardhen, “Dia yang membutuhkan ginjal?” tanyanya kembali, Sakinah menjawabnya dengan mengangguk.

Wizza pun berjalan mendekat ke arah Ardhen setelah Sekar mendekati anak yang duduk di ranjang pasien itu.

“Sore Nek, Kek.” sapa Ardhen.

“Ah... Sore Sayang, kau sangat mirip dengan putraku, menggemaskan sekali dirimu,” Sekar langsung memeluk Ardhen.

Setelah memeluknya, ia juga menatap Arhen, lalu tersenyum manis, kemudian ia rentangkan tangannya. Arhen berjalan mendekat, lalu Sekar sedikit merungkukkan badannya, mereka pun saling berpelukan.

“Namamu siapa, Sayang?” tanya Sekar.

“Arhen, Nek.” jawabnya tersenyum cerah.

“Kalian benar-benar mirip dengan putra-putraku,” kata Sekar pelan nyaris bergumam. Kemudian ia mengelus lembut wajah Arhen. Lalu, berjalan mendekat ke arah Sakinah, membiarkan Wizza berdiri di samping ranjang Ardhen.

Arhen juga melangkah mendekat dan memegang tangan Dedrick, “Papa akan menyelamatkan Ardhen, 'kan?” tanyanya menatap Dedrick. Pemuda itu tersenyum kaku.

Sekar menoleh, menatap ke arah dua laki-laki itu.

“Arhen, Mom sudah bilang, dia bukan Papamu,” Kinah berkata tegas.

“Bisa kita bicara sebentar di luar?” Sekar mengajak Sakinah keluar.

Mereka berbincang-bincang cukup lama, yang diawali dengan permintaan maaf dan keinginan untuk bertanggung jawab atas perbuatan putranya. Kini, ia membujuk Sakinah agar bersedia menikah dengan putranya. Ia terlanjur jatuh hati pada dua malaikat kecil yang ia temui tadi.

“Tidak apa-apa Tante, aku baik-baik saja. Jangan memaksa putra Tante untuk menikahiku, menikah adalah sesuatu yang penting, bukan main-main. Pernikahan bukan hanya tanggungjawab di dunia, tapi juga untuk akhirat. Lagi pula, di dalam kepercayaanku tak bisa menikah dengan beda keyakinan.”

“Tentu aku tak mungkin memaksa seseorang untuk memeluk agamaku,” kata Sakinah tegas.

Sekar terdiam cukup lama, dia mengerti, Indonesia bhinneka tunggal Ika, terdiri dari banyak pulau, banyak suku dan adat, setiap daerah berbeda bahasanya dan tentu saja juga berbeda-beda dalam meyakini agama. Ya, ia memang bukan seorang Muslim. Dia paham itu.

“Aku harap Tante mengerti dengan maksudku. Untuk berbaur dengan beda culture saja sangat sulit, apalagi tentang menyatukan keyakinan yang berbeda.” tutur Sakinah.

“Aku mengerti, Kinah. Aku berharap kamu memikirkan ini dulu, masalah keyakinan, itu bukan masalah. Anak-anakku tidak dalam menganut agama apapun sekarang. Ya, walaupun Aku dan Ayahnya mengimani agama yang berbeda denganmu.”

“Baiklah Tante, aku akan memikirkannya.”

Jujur dari lubuk hati, Sakinah tak peduli dan tak berniat menikah lagi. Ia masih memiliki rasa cinta untuk Ardi yang lebih dulu pergi menghadap Sang Ilahi. Masalah anak-anak, selama ini ia bisa mengurusnya, di sampingnya ada sepasang suami istri yang baik hati, Shalsabila dan Jimi.

Ia hanya menghargai Sekar. Baginya, menikah dengan lelaki yang telah melakukan perbuatan tak terpuji kepadanya adalah pria buruk. Ditambah dengan beda keyakinan, beda cara pergaulan. Dia dari Indonesia, sedangkan Andrean dari Belanda, walaupun Ibunya keturunan Indonesia. Jadi, baginya sangat sulit untuk mempertimbangkannya.

Setelah cukup lama berbincang, Sekar dan Sakinah masuk ke kamar inap Ardhen kembali. Hanya ada Andrean dan Dedrick di dalam, Wizza entah kemana.

Sekar tersenyum. “Oh, ya, Kinah. Jika kamu butuh sesuatu kabari Tante,” Ia memberikan kartu namanya.

“Tante harus pergi dulu, ada sesuatu yang harus dikerjakan.” ucapnya, kemudian berjalan mendekati Arhen dan Ardhen. “Nenek dan Kakek akan kembali kemari besok, jaga Mamanya baik-baik, ya,” Nenek itu mengedipkan matanya pada Ardhen.

Ardhen seketika langsung menatap Arhen, lalu mengangguk. Ya, kebiasaan mengedip itu sering dilakukan oleh Arhen sebelumnya.

“Apa Papa juga akan pergi dengan Nenek? Tidak di sini bersamaku dan Mom?” tanya Ardhen pada Andrean.

Arhen mengerutkan alisnya, “Hei, ini Papa kita!” sergah Arhen seraya menunjuk Dedrick.

Ardhen menatap wajah Dedrick dan Arhen, memang sangat mirip, tapi ia juga merasa sangat mirip dengan Andrean. Kemudian ia memilih menatap Sakinah, wanita itu malah memilih berwajah suram membuat Ardhen menundukkan pandangannya.

“Papa akan kembali lagi, jangan bersedih, Ardhen akan segera sembuh,” kata Andrean lembut, ia membelai kepala Ardhen, membujuknya.

Sekarang giliran Arhen menatap adiknya dan Andrean, lalu menatap Sakinah.

“Papa pergi dulu, ya, sama Nenek. Jaga Mama dan Adiknya,” Dedrcik berkata lembut, mengelus lembut pipi Arhen. Kemudian juga mengelus kepala Ardhen yang menatapnya cukup lama.

Andrean ingin mengelus kepala Arhen juga, namun anak itu sepertinya ingin menolak, dari sikapnya yang tak acuh dan hanya menatap Arhen. Ia akhirnya memutuskan tersenyum dan pergi bersama keluar.

Kini, tinggallah Sakinah, Arhen dan Ardhen di dalam ruangan.

“Mom, tolong jelaskan pada kami, siapa Ayah kami?” Dua anak-anak laki-laki itu menatap Sakinah.

“Apa kalian lapar? Mau Mom belikan sate? Atau bakso ceker?” tanya Sakinah mengalihkan pembicaraan.

“Mom,” panggil Ardhen lembut. “Kami tau Mom berusaha mengalihkan topik pembicaraan ini. Tetapi sampai kapan Mom akan menutupinya? Kami berhak tau Mom, apapun masalahnya, bagaimanapun, percayalah kami ini akan tetap mencintai dan mempercayaimu.” tutur Ardhen.

“Iya, Mom. Kami akan selalu percaya padamu,” Arhen memeluk Sakinah.

Hati dan pikirannya yang tadi penuh, kini mencair seperti es disiram air mendidih. Ia membalas pelukan Arhen, kemudian ia peluk juga Ardhen.

“Mom, jika kau ingin memeluk kami, peluk saja, tetapi jangan menangis.” protes Arhen yang menyadari Sakinah menangis. “Kami tak suka melihat Mom menangis, jadi tetaplah tersenyum bahagia.”

Bukannya diam, Sakinah semakin menangis sesungukan. ‘Ya Allah, terimakasih atas hadiahmu ini untukku. Aku sungguh bahagia, tak ada kenikmatan yang lebih dari ini lagi, begitu lamanya aku menunggu sang buah hati dahulu, kini kau berikan aku malaikat-malaikat kecil yang sangat luar biasa.’

“Mom, please don't cry! Jika kamu menangis, maka kami juga akan menangis,” Arhen mulai merengek. Dan kini, mereka bertiga menangis dalam pelukan.

“Hei, hentikan kenapa kesayangan Mom juga menangis?” Sakinah melepaskan pelukannya dari Arhen dan Ardhen, kemudian menghapus air mata kedua anak laki-laki itu.

“Apa kalian menginginkan kehadiran seorang Papa?” tanya Sakinah menatap kedua putranya.

“Tentu saja, Mom.” Arhen dan Ardhen menjawab serempak. Sakinah mengelus kepala kedua putranya lembut sembari tersenyum.

“Apa kita akan hidup bersama Papa?” Tampak wajah berbinar dari pertanyaan Ardhen, begitupula dengan Arhen yang menanti jawaban dengan wajah antusiasnya.

“Apa kalian setuju dan menginginkannya?”

“Iya, Mom.” sahut mereka kompak dengan senyuman sumringah.

...***...

Terpopuler

Comments

C2nunik987

C2nunik987

ya ALLAH hancur hati mommy kinah nak kalian bahagia bgt ketemu papa kalian berkat kecerdikan Arsen 😍😍😭😭

2025-03-22

0

haikalahh

haikalahh

hm... sakit sumpahh sakittt

2022-02-06

0

Savera

Savera

sakina nda cocok dng andrean cocok dng dedrik

2021-11-18

1

lihat semua
Episodes
1 Musibah atau Anugerah
2 Pergi ke Batam
3 Melahirkan Tiga Putra
4 Pulang Kampung
5 Tes DNA
6 Ardhen Sakit
7 Andrean atau Dedrick
8 Menantang
9 Meminta Ginjal
10 Arsen Kesal
11 Mencari Informasi
12 Mengambil rambut
13 Hasilnya
14 Jatuh Cinta
15 Bersedia
16 Apa kita akan hidup bersama Papa?
17 Hasutan Irfan
18 Aku Akan Menikahi Dia
19 Pilihan
20 Setuju
21 Jangan Katakan Tentangku
22 Khitan
23 Membeli Sesuatu
24 Niqab
25 Pemotretan
26 Lambang
27 Gaun
28 Menikah
29 Sekamar
30 Kembali
31 Rapat
32 Gadis Kecil Gemuk
33 Jet
34 Maid
35 Pakaian Maid
36 Menelfon
37 Hukuman
38 Melepas Handuk.
39 Kantor
40 Wanita Iblis
41 Game
42 Balkon Kamar
43 Salah Paham
44 Pupil Abu-abu
45 Perasaan yang Sama
46 Butuh Bantuan
47 Tatapan Aneh
48 Digendong
49 Pergi
50 Kembali
51 Mulus
52 Tamu
53 Permainan
54 Cerita
55 Berdebar
56 Rencana
57 Kamar 108
58 Ciuman Posesif
59 Pijit
60 Dimandikan?
61 Mandi Sendiri
62 My Love
63 Rapat
64 Keputusan
65 Laporan
66 Hadiah
67 Perdebatan
68 Khawatir
69 Mabuk
70 Wanita Menangis
71 Rindu
72 Apartemen Dedrick
73 Memancing
74 Tindakanmu
75 Bangga
76 Mencintai Mom
77 My Hero
78 Pergi
79 Dibius
80 Ke Amerika
81 Bahaya
82 Gosip
83 Tetaplah Di Sini
84 Sayang?
85 Tertembak
86 Anak Genius itu Anakku (Season 1)
87 Coretan kisah...
88 Aku Juga Menyukaimu (Season 2)
89 Menghayal
90 Bukan Mimpi
91 Tugas Apa?
92 Ajakan Makan Malam
93 Menjahili
94 Persiapan
95 Belajar Mengaji
96 Investasi
97 Rencana Selanjutnya
98 Kue
99 Kenapa Mereka Menggunakan Topeng?
100 Tandai
101 Tuan Muda, Aku Sudah Membalasnya
102 Pengintip!
103 Puloh
104 Mengganti Target
105 Make Up
106 Saya Abraham Holt
107 Tuan Samber
108 Selebriti
109 Kau Tidak Menjerit?
110 Sebelumnya!
111 Cambuk
112 Karakter Baru
113 Pulau
114 Kepercayaan!
115 Pengolahan Batu Mulia
116 Kesepakatan!
117 15 Perusahaan Besar!
118 Pidato Pendek!
119 Memukau!
120 Vindo?
121 Memberi Sinyal!
122 Pintu Rahasia!
123 Membuat Lubang!
124 Berhasil!
125 Cemas!
126 Jonathan Rhys!
127 Jalan-jalan
128 Dihukum
129 Hukuman untuk Papa!
130 Istri Ketiga
131 Melamar Jesylin
132 Uang Jajan
133 Melarikan Diri
134 Panggil Aku Sayang!
135 Sikembar Pergi
136 Berdansa
137 Makan Malam Spesial.
138 Membeli Makanan
139 Naik Buayan
140 Menangkap Kepiting
141 Balik
142 Billa Sakit
143 Miss Hamil
144 Amber
145 Menikah
146 Memilih Cincin
147 Menghasut Irfan
148 Acara Pernikahan.
149 Menangkap Jonathan
150 Dibawa Polisi
151 Bukti Kejahatan
152 Melepaskan
153 Roqa
154 Pusara
155 Gadis Cantik
156 Rumah Pohon
157 Surat
158 Shaleh Yusuf
159 Berkunjung ke Indonesia
160 Mandi di Sungai
161 Memancing Bersama di Desa
162 Dingin
163 Bertengkar
164 Musyawarah
165 Ganti Rugi
166 Akan Menggantinya
167 Bertamu ke Rumah Pak RT
168 Perasaan Shaleh
169 Menyesal
170 Dua Kakek
171 Salwa Berkunjung
172 Ke Jakarta
173 Mandi Bersama
174 Anak Genius itu Anakku (Ending)
175 Extra Bab
176 Sebait Kata
177 Pengumuman
178 Triplet Terjebak Cinta (Season Tiga)
179 Jay
180 Jamila
181 Perfect Boss
182 Impas!
183 Bunga
184 Aini
185 Rufia Norah
186 Berdebar?
187 Pertemuan di Aula
188 Eline Fey
189 Duduk di Pantai
190 Gara-gara Roselia
191 Tiga Tahun Kemudian
192 Vend Boutique
193 Sweet Potato Cake
194 Menggoda
195 Bersalam
196 Selai
197 Peraturan di Vend Boutique
198 Membuat Keripik
199 Haizum
200 Gosip Baru
201 Menggigit Umpan
202 Makan di Restoran
203 Jangan Menggodaku Cris
204 Arsen Kesal
205 Gombal
206 Tertidur
207 Kamu Gak Capek Lari-lari dari Pikiranku?
208 Tolong Terima Hadiahku
209 Kau Hanya Teman Bagiku
210 Resign
211 Makanan Paman Samber
212 Ramadhan
213 Masalah
214 Dia Lucu
215 Posting
216 Party
217 Menolong
218 Kedatangan Lucas
219 Melarikan Diri
220 Lamar Dia
221 Melamar
222 Menikahlah dengan Saya
223 Kembali ke Italia
224 Nasi Goreng
225 Menikahi Aini
226 Kamar Pengantin
227 Berbincang
228 Hadiah
229 Panggilan Video
230 Apakah Mungkin?
231 Di Sekolah Jamila
232 Menghibur
233 Pujian
234 Membujuk Jamila
235 Sarapan Pagi
236 Darah
237 Kerjasama
238 Berboncengan
239 Perih?
240 Nces Janji!
241 Panggilan Video
242 Aneh
243 Cintai Aku Sebagai Suamimu
244 Rencana Arhen
245 Bertemu Eric
246 Aku Akan Memukul Kepalamu
247 Mutiara?
248 Mini Bar
249 Maaf....
250 Rencana Jahat
251 Menjalankan Rencana
252 Bahaya
253 Roselia Diculik
254 Maukah Kau Menikah Denganku?
255 Save Yourself
256 Sony
257 Curiga
258 Perjalanan
259 Nyawa dibalas nyawa
260 Dendam?
261 Londo dan Jero
262 Bangkai Helikopter
263 Mengulur Waktu
264 Tak Percaya Diri
265 Gegabah
266 Melawan
267 Memilih Ibu
268 Ciuman Terakhir
269 Tumbang
270 Sudah Beres
271 Kesepian
272 Kedatangan Roque
273 Kamu Istriku 'kan?
274 Sebait Kata
275 Bangunlah!
276 Menyetir
277 Di Rumah Sakit
278 Operasi
279 Kasih Sayang yang Sama
280 Menjalankan Operasi
281 Pusing
282 Kawin Lari?
283 Sembuh
284 Minggu Pagi
285 Sehat
286 Satu Tahun Kemudian
287 Desa Lubuak Nawa
288 Bilal
289 Kupinang dengan Bismillah
290 Di Inggris
291 Diary
292 TAMAT
293 Pengumuman 14 September
Episodes

Updated 293 Episodes

1
Musibah atau Anugerah
2
Pergi ke Batam
3
Melahirkan Tiga Putra
4
Pulang Kampung
5
Tes DNA
6
Ardhen Sakit
7
Andrean atau Dedrick
8
Menantang
9
Meminta Ginjal
10
Arsen Kesal
11
Mencari Informasi
12
Mengambil rambut
13
Hasilnya
14
Jatuh Cinta
15
Bersedia
16
Apa kita akan hidup bersama Papa?
17
Hasutan Irfan
18
Aku Akan Menikahi Dia
19
Pilihan
20
Setuju
21
Jangan Katakan Tentangku
22
Khitan
23
Membeli Sesuatu
24
Niqab
25
Pemotretan
26
Lambang
27
Gaun
28
Menikah
29
Sekamar
30
Kembali
31
Rapat
32
Gadis Kecil Gemuk
33
Jet
34
Maid
35
Pakaian Maid
36
Menelfon
37
Hukuman
38
Melepas Handuk.
39
Kantor
40
Wanita Iblis
41
Game
42
Balkon Kamar
43
Salah Paham
44
Pupil Abu-abu
45
Perasaan yang Sama
46
Butuh Bantuan
47
Tatapan Aneh
48
Digendong
49
Pergi
50
Kembali
51
Mulus
52
Tamu
53
Permainan
54
Cerita
55
Berdebar
56
Rencana
57
Kamar 108
58
Ciuman Posesif
59
Pijit
60
Dimandikan?
61
Mandi Sendiri
62
My Love
63
Rapat
64
Keputusan
65
Laporan
66
Hadiah
67
Perdebatan
68
Khawatir
69
Mabuk
70
Wanita Menangis
71
Rindu
72
Apartemen Dedrick
73
Memancing
74
Tindakanmu
75
Bangga
76
Mencintai Mom
77
My Hero
78
Pergi
79
Dibius
80
Ke Amerika
81
Bahaya
82
Gosip
83
Tetaplah Di Sini
84
Sayang?
85
Tertembak
86
Anak Genius itu Anakku (Season 1)
87
Coretan kisah...
88
Aku Juga Menyukaimu (Season 2)
89
Menghayal
90
Bukan Mimpi
91
Tugas Apa?
92
Ajakan Makan Malam
93
Menjahili
94
Persiapan
95
Belajar Mengaji
96
Investasi
97
Rencana Selanjutnya
98
Kue
99
Kenapa Mereka Menggunakan Topeng?
100
Tandai
101
Tuan Muda, Aku Sudah Membalasnya
102
Pengintip!
103
Puloh
104
Mengganti Target
105
Make Up
106
Saya Abraham Holt
107
Tuan Samber
108
Selebriti
109
Kau Tidak Menjerit?
110
Sebelumnya!
111
Cambuk
112
Karakter Baru
113
Pulau
114
Kepercayaan!
115
Pengolahan Batu Mulia
116
Kesepakatan!
117
15 Perusahaan Besar!
118
Pidato Pendek!
119
Memukau!
120
Vindo?
121
Memberi Sinyal!
122
Pintu Rahasia!
123
Membuat Lubang!
124
Berhasil!
125
Cemas!
126
Jonathan Rhys!
127
Jalan-jalan
128
Dihukum
129
Hukuman untuk Papa!
130
Istri Ketiga
131
Melamar Jesylin
132
Uang Jajan
133
Melarikan Diri
134
Panggil Aku Sayang!
135
Sikembar Pergi
136
Berdansa
137
Makan Malam Spesial.
138
Membeli Makanan
139
Naik Buayan
140
Menangkap Kepiting
141
Balik
142
Billa Sakit
143
Miss Hamil
144
Amber
145
Menikah
146
Memilih Cincin
147
Menghasut Irfan
148
Acara Pernikahan.
149
Menangkap Jonathan
150
Dibawa Polisi
151
Bukti Kejahatan
152
Melepaskan
153
Roqa
154
Pusara
155
Gadis Cantik
156
Rumah Pohon
157
Surat
158
Shaleh Yusuf
159
Berkunjung ke Indonesia
160
Mandi di Sungai
161
Memancing Bersama di Desa
162
Dingin
163
Bertengkar
164
Musyawarah
165
Ganti Rugi
166
Akan Menggantinya
167
Bertamu ke Rumah Pak RT
168
Perasaan Shaleh
169
Menyesal
170
Dua Kakek
171
Salwa Berkunjung
172
Ke Jakarta
173
Mandi Bersama
174
Anak Genius itu Anakku (Ending)
175
Extra Bab
176
Sebait Kata
177
Pengumuman
178
Triplet Terjebak Cinta (Season Tiga)
179
Jay
180
Jamila
181
Perfect Boss
182
Impas!
183
Bunga
184
Aini
185
Rufia Norah
186
Berdebar?
187
Pertemuan di Aula
188
Eline Fey
189
Duduk di Pantai
190
Gara-gara Roselia
191
Tiga Tahun Kemudian
192
Vend Boutique
193
Sweet Potato Cake
194
Menggoda
195
Bersalam
196
Selai
197
Peraturan di Vend Boutique
198
Membuat Keripik
199
Haizum
200
Gosip Baru
201
Menggigit Umpan
202
Makan di Restoran
203
Jangan Menggodaku Cris
204
Arsen Kesal
205
Gombal
206
Tertidur
207
Kamu Gak Capek Lari-lari dari Pikiranku?
208
Tolong Terima Hadiahku
209
Kau Hanya Teman Bagiku
210
Resign
211
Makanan Paman Samber
212
Ramadhan
213
Masalah
214
Dia Lucu
215
Posting
216
Party
217
Menolong
218
Kedatangan Lucas
219
Melarikan Diri
220
Lamar Dia
221
Melamar
222
Menikahlah dengan Saya
223
Kembali ke Italia
224
Nasi Goreng
225
Menikahi Aini
226
Kamar Pengantin
227
Berbincang
228
Hadiah
229
Panggilan Video
230
Apakah Mungkin?
231
Di Sekolah Jamila
232
Menghibur
233
Pujian
234
Membujuk Jamila
235
Sarapan Pagi
236
Darah
237
Kerjasama
238
Berboncengan
239
Perih?
240
Nces Janji!
241
Panggilan Video
242
Aneh
243
Cintai Aku Sebagai Suamimu
244
Rencana Arhen
245
Bertemu Eric
246
Aku Akan Memukul Kepalamu
247
Mutiara?
248
Mini Bar
249
Maaf....
250
Rencana Jahat
251
Menjalankan Rencana
252
Bahaya
253
Roselia Diculik
254
Maukah Kau Menikah Denganku?
255
Save Yourself
256
Sony
257
Curiga
258
Perjalanan
259
Nyawa dibalas nyawa
260
Dendam?
261
Londo dan Jero
262
Bangkai Helikopter
263
Mengulur Waktu
264
Tak Percaya Diri
265
Gegabah
266
Melawan
267
Memilih Ibu
268
Ciuman Terakhir
269
Tumbang
270
Sudah Beres
271
Kesepian
272
Kedatangan Roque
273
Kamu Istriku 'kan?
274
Sebait Kata
275
Bangunlah!
276
Menyetir
277
Di Rumah Sakit
278
Operasi
279
Kasih Sayang yang Sama
280
Menjalankan Operasi
281
Pusing
282
Kawin Lari?
283
Sembuh
284
Minggu Pagi
285
Sehat
286
Satu Tahun Kemudian
287
Desa Lubuak Nawa
288
Bilal
289
Kupinang dengan Bismillah
290
Di Inggris
291
Diary
292
TAMAT
293
Pengumuman 14 September

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!