Satu jam kemudian, Laptop Andrean dan Dedrick hidup, serta handphone milik mereka.
“How? Do you like it?” (Bagiamana? Apa kamu suka itu?) Tulisan pertama kali muncul di sana.
“Bedeb*h! Aku akan memanggang ayam gendut ini jika bertemu!” ucap Andrean.
“Aku akan membantu mengupas kulitnya,” sahut Dedrick menatap tulisan itu.
“One of you must be willing to donate a kidney for me!” (Salah satu diantara kalian harus mendonorkan ginjal untukku!)
“It's not over, it hasn't started yet!”(Ini belum berakhir, bahkan permainan baru saja dimulai!) sahut Andrean.
“Ok!” balas Arsen.
Arsen menggandakan aplikasi hacker di handphonenya, linuxy, Ar3keylogger, mubzstudieo. Lalu, ia hubungkan di laptop Sony dan accer.
“Star!” Ia tulis.
Arsen membuka laptop kesayangannya, menekan tombol kunci sistem di aplikasi. Kemudian duduk santai sembari makan kuaci. Sedangkan di Belanda, Andrean, Dedrcik, Alex dan lainnya yang mahir IT sedang berkumpul di ruang kerja Dedrcik.
Satu persatu laptop mereka di serang.
Mereka tampak sangat serius, peluh mulai bercucuran, mereka memelototkan mata sampai tak berkedip seperti menunggu nomer togel yang akan keluar.
Warning! Peringatan! Laptop mereka mati total semua.
“Aku ingin sekali menangkap ayam gendut ini!” Andrean bergumam.
“If you can catch him, ask him to work with us.” ucap Alex. (Jika kau menangkapnya, minta dia bekerja denganmu)
“Sure!” (Tentu)
“What if it's a girl?” Alex menggoda. (Bagaimana jika dia perempuan?)
“I Will meried her, ahahahaha!” (Aku akan menikahinya.)
Ya, sekarang mereka tengah berusaha di tengah putus asa, Arsen membuat Andrean mati gaya.
________________
“Arsen!” Sakinah memanggilnya. Ia tak menjawab, namun bergegas menyembunyikan semua laptop di bawah tempat tidur, lalu handphonenya.
Membuka pintu dengan pura-pura menguap dan mengucek mata. Sakinah menatap wajah putranya.
“Kau masih belum mahir berbohong! Kulit kuacimu masih berserakan, lalu ini apa di pipimu? Apa kamu melakukan sesuatu yang nakal?”
“Tidak,”
Sakinah masuk ke dalam kamar. Membuka laptop kesayangan Arsen. Tak ada tanda-tanda anaknya nakal. “Ya sudah, Mom mau ke rumah sakit, kamu ikut atau mau di rumah?” tanya Sakinah.
“Aku di rumah saja Mom, Sebentar lagi Arhen juga akan pulang bersama Daddy.”
“Baiklah, kamu hati-hati di rumah, ya. Telepon Mom jika ada apa-apa. Cup.” Sakinah mengecup pipi Arsen. Ia tersenyum simpul.
“Hati-hati, Mom.”
“Tentu, kamu juga Sayang.”
Setelah Sakinah pergi, Arsen mengeluarkan kembali laptop yang ia sembunyikan, ia buka aplikasi di laptop itu, masih aktiv dan terhubung.
“Apakah kepandaian Papa hanya sebatas ini?” Arsen tersenyum jahat.
Ia tekan tombol Ar3ok! Semua laptop menyala, membuat semua orang yang berada dalam ruangan Dedrick di Belanda terkejut.
“How? Do you still want to continue?” (Bagaimana? Apakah kau ingin melanjutkannya?)
“Ok, You Win!” (Kau menang!)
“Hospital cinta butuh perjuangan, Jl. Green Ville Nagoya. I will waiting your.” Arsen mengirim alamat rumah sakit.
“Cari alamat ini! Selidiki segera!” pinta Andrean dan Dedrick.
“Tak ku sangka kau ceroboh juga Ayam Gemuk, bisa-bisanya memberikan alamatmu pada kami!” Andrean tersenyum.
__________
Arsen mematikan semua laptop dan handphonenya. Ia simpan di tempat yang aman agar Ibunya tak mengetahui kejahilannya. Hanya Ardhen dan Arhen serta Jimi yang mengetahui. Ia tak ingin Sakinah khawatir dan akan melarangnya ini dan itu.
Tak lama Arhen pulang di antar oleh Jimi. Mereka makan mie tampera yang dibeli tak jauh dari tempat syuting Arhen tadi. “Aku merindukan masakan Ardhen,” ucap Arhen mengaduk-aduk mie.
Tak ada yang menyahut, Jimi ataupun Arsen. Mereka sedih akan kesehatan Ardhen. Hingga detik ini belum ada ginjal yang cocok untuknya.
“Aku sudah menemukan ginjal yang cocok untuk Ardhen.” Arsen berkata saat Arhen sudah menyuap makanannya.
Uhuk! Uhuk! Ia tersedak karena ingin berkata ‘Benarkah?’ Matanya sampai berair, Jimi memberikan segelas air.
“Minum dulu.” ucapnya sembar mengelus punggung Arhen.
“Tapi aku butuh bantuanmu dan Daddy.” sambungnya lagi.
“Tenang saja, kami pasti akan membantu Abang, apalagi ini berhubungan dengan Ardhen.” sahut Arhen.
“Hm,” sahutnya.
Arhen mendengus, Abangnya dingin mode on lagi. Arsen menyelesaikan makanannya dengan cepat, ia membuat alur sebuah pertunjukan dan memberikannya pada Jimy. Pria dewasa itu tentu saja mengerti dan lebih mahir di bidangnya.
“Kalau begitu, Daddy harus pulang dan bawa perlengkapan.” kata Jimi. Arsen mengangguk mengizinkan.
Setelah Jimi pulang, Arhen mendekati Arsen yang sedang menggoyangkan pensil di atas kertas. “Apa yang hendak Abang buat?” tanya Arhen.
“Menyusun rencana agar kau tak menggagalkannya.” tunjuk Arsen di kening Arhen.
“Jika berakting akulah bintangnya, aku tak akan mengecewakan!” ucap Arhen bangga.
“Siapa orang yang Abang anggap cocok untuk ginjal Ardhen?” Ia bertanya kembali.
“Papa.”
“Papa? Maksud Abang tulang papa dari kuburan?” Emang bisa buat ginjal?”
“Dia bukan papa kita!” Arsen membuka laci dan memberikan surat tes DNA.
“Woaaaaah! Kau memang selalu the best my bro, love you so much. Cup!” Arhen mencium pipi Arsen.
“Menjijikan!” Arsen mendorong Arhen. Anak laki-laki itu mendengus karena di dorong kakak laki-laki nya.
“Diantara mereka berdua papa kita.” Arsen menunjukkan dia foto lelaki dewasa memakai pakaian berjas. Ia adalah Dedrick dan Andrean.
“Mereka berdua terlihat keren dan tampan, Abang darimana tahu jika diantara mereka berdua Papa kita?” tanya Arhen.
“Aku mendengar Mom dan Miss berbicara saat itu, jadi akun menyelidikinya.”
“You are always amazing, My Bro!” (Kamu selalu luar biasa, Bang)
____________
Dua minggu berlalu, Arsen tak mendapatkan kabar apapun, padahal dia telah menunggu dan menyiapkan banyak rencana untuk menyambut kedatangan Dedrcik dan Andrean.
Ia kembali mengingatkan Andrean dan Dedrick, namun tak ada respon. Ia terus meneror dengan mengirim virus,
“This is the last warning!” (Ini peringatan terakhir) Satu kalimat berultimatum.
Mereka tak merespon sampai akhirnya mereka mendapat kabar dari bawahan tak menemukan apapun di Batam. Andrean dan Dedrick sampai mengumpat bersama. Mereka akhirnya merespon dan membalas akan segera datang ke Batam. Tetapi mereka masih tidak datang ke Batam.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
C2nunik987
jangan keras kepala papa anakmu butuh ginjal mu urgent 😡😡😡
2025-03-22
0
Riana♕
cepat datangg papa anakmu membutuhkanmu😭😭😭
2021-12-06
0
Rania Wardani
hadir,,detektif conan😁
2021-11-27
1